Berbagi Pengalaman Mencari Surat Keterangan Sehat Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba

Ceritanya sedang berupaya untuk daftar salah satu perekrutan tenaga pengajar di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Salah satu persyaratannya adalah melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.

Surat Keterangan sehat (jasmani) atau KIR dilayani di bagian IGD. Kita akan diminta untuk mengisi formulir data diri dan keterangan surat keterangan jasmani ini digunakan untuk keperluan apa. Sebelum dilakukan pemeriksaan, formulir yang telah diisi tadi kita bawa ke bagian kasir untuk melunasi pembayaran. Di sini kita dikenai biaya Rp 35.000,00

Setelah itu kita diminta untuk menunggu hingga dipanggil untuk dicek kesehatannya. Kita akan dicek tekanan darah, tinggi dan berat badan. Setelah itu selesai, kita akan mendapatkan selembar kertas keterangan sehat jasmani. Jika kita menginginkan legalisir surat tersebut kita hanya perlu dikenai biaya tambahan 200 rupiah perlembarnya.

Selanjutnya kita akan mencari surat keterangan sehat rohani dan bebas narkoba.

Untuk mendapatkan kedua surat keterangan ini kita harus mampir dulu ke Poli Jiwa atau Poliklinik Jiwa. Karena aku nyarinya lewat Rumah Sakit Umum Daerah di kotaku, maka aku harus daftar dulu ke bagian pendaftaran umum berdampingan dengan bagian pendaftaran BPJS. Aku harus ambil nomer antrian jam setengah enam pagi dan datang lagi jam tujuh supaya nomer antrian yang sudah kudapatkan tidak terlewat. Sekitar jam 8 aku sudah dipanggil. Di sana aku dikenai biaya Rp 45.000,00 untuk biaya registrasi (pasien umum). Lalu aku dioper ke Poli Jiwa dan diminta menunggu. Di sini nunggunya lama karena pasiennya campur sama dengan pasien lain (Umum dan BPJS). Setelah nunggu lama sekitar jam 11, akhirnya giliranku masuk ke ruangan. Langsung saja, aku sampaikan keperluanku untuk minta surat sehat rohani dan bebas narkoba. Untuk keperluan bebas narkoba, oleh dokter aku ditanyai seputar, “apakah sebulan terakhir ini aku mengkonsumsi obat-obatan?” “Pernah merokok?”. Sudah kemudian aku diberi surat yang harus kubawa ke lab untuk tes urin. Namun sebelum beranjak melakukan tes urin, untuk keperluan surat sehat rohani aku juga ditanyai seputar, “Apakah sering tiba-tiba sedih?” “Apakah sering bingung?” “Apakah sering susah tidur?” “Apakah sering marah-marah?” dsb. Setelah itu aku juga diberi daftar tagihan yang harus dibayar di bagian kassa. Sebelum ke kassa, aku ke lab dulu. Di sana aku dikenai biaya Rp 124.500,00 untuk tes urin. Rinciannya adalah PEMERIKSAAN NAPZA: NAPZA AMP (Rp 41.500), NAPZA MORPHINE (Rp 41.500), NAPZA BZO (Rp 41.500). Ini nggak boleh diecer, jadi harus satu paket, dan uangku kagak cukup. Mampirlah aku ke atm dulu, baru bayar. Setelah bayar, aku dipanggil dan disuruh pipis. Setelah pipis, aku disuruh nunggu sekitar setengah jam. Sambil nunggu aku ditanyaain kayak Pak Dokter Kris, Pak Dokter bagian Poli Jiwa. Setelah selesai dan hasil sudah keluar, aku dipanggil dan diberi surat dalam amplop yang harus aku serahkan kembali ke Poli Jiwa. Sebelum ke Poli Jiwa lagi, aku harus ke kassa seperti perintah saat masih di Poli Jiwa untuk melunasi tagihan surat sehat rohani. Di sini aku dikenai biaya Rp 60.000,00.

Aku kembali ke Poli Jiwa dan jadilah aku mendapatkan surat sehat rohani dan surat keterangan bebeas narkoba. Jadi kalau dirinci,

Surat keterangan sehat jasmani: Rp 35.000

Registrasi: Rp 45.000

Surat keterangan sehat rohani: Rp 60.000

Surat bebas narkoba: Rp 124.500

Total: Rp 264.500





Oh Tuhan, perjuangan ini masih belum berakhir. Ini adalah upaya awal untuk mencoba menggapai mimpi dan menjemput rejeki dari MU.

Ahn & Goo

Ahn Jae Hyun, pemuda kalem kelahiran 1987 yang jatuh cinta pada seorang “nuna” kelahiran 1984. Aku mengenalnya, saat ia jadi adik dari Cheon Song Yi, pacar Bang Alien Do Min Joon ssi. Saat itu, Ahn masih terlalu polos untuk bisa diajakin diskusi perkara pria dan wanita, halal dan haram, mahram dan bukan mahram. Ah, gile lu ndro. Adik Cheon Song Yi ini jenius dan paling suka sama teropong bintang. Kadar kekoplakannya hampir sama seperti embaknya. Setelah jadi adik ipar Alien, Jae Hyun mewujudkan cita-citanya jadi polisi bareng Lee Seung Gi, Cha Seung Won, Park Jung Min, dan Go Ara. Kadar kekoplakannya meningkat setelah kumpul bareng geng kepolisian ini. Sehabis jadi polisi, Ahn Jae Hyun berubah jadi setengah manusia setengah dracula dan bertemu Goo Hye Sun. Nah di sinilah, dia jatuh cinta dan beruntungnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ahn yang kalem dan Goo yang juga tidak banyak tingkah, membuat hubungan keduanya tidak pernah diketahui oleh media dan fansnya.

Seiring berjalannya waktu, 1 tahun setelah produksi drama Ahn dan Goo berakhir, kabar pernikahan mereka beradar. Media berbondong-bondong mengulas kisah perjalanan cinta pasangan ini. Ya, ini kisah nyata. Kalau kamu menebak bahwa aku sedang halusinasi mikirin drama, kamu salah. Ini bukan lagi cerita Seo In Guk di King of High School, ini kisah nyata milik insan bernama Ahn dan Goo. Cerita indah bak negeri dongeng yang nyata dengan pemeran utama Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun. Yes, adek bisa apa. Cinta mah cuma bisa merelakan kepergian Rangga. Sebagai penonton yang sok tahu, sudah seharusnya aku berkomentar. Cuma mau bilang, “Luar biasa”. Di saat pemuda-pemuda seusia Ahn lagi sibuk-sibuknya bikin cerita bareng pacar-pacarnya, dan sibuk bikin caption di instagram bareng pacar-pacarnya, Ahn justru mantap bertanggungjawab sepenuhnya atas kehidupan Goo yang usianya terpaut 3-4 tahun lebih tua dari dirinya. Di saat pemuda-pemuda tampan seperti Lee Min Hoo, Kim Woo Bin, Song Jong Ki, Kim Soo Hyun, Park Seo Joon, Lee Seung Gi, Choi Siwon, Joo Won, sibuk keliling dunia mengadakan fanmeeting, sibuk mengatur jadwal untuk memenuhi panggilan wajib militernya, atau seperti Kim Hyun Joong yang sibuk berdalih di pengadilan bersama mantan pacarnya, Ahn justru mantap dan yakin untuk menikah di saat karirnya berada di puncak bersama Goo pada 21 Mei 2016 mendatang.

Karir yang tengah berada di puncak tidak membuat Ahn terbuai dengan padatnya jadwal syuting dan mengabaikan perkara jodoh. Momen terpenting bagi Ahn bukanlah menjaga karirnya tetap berada di puncak, namun membawa Goo bersama dirinya di puncak itulah yang terpenting. Yang lebih mengagumkan adalah konsep pernikahan mereka tidak dibuat secara mewah, meriah, dan megah. Menurut kesoktauan seorang intel, Ahn dan Goo akan menyumbangkan biaya pesta pernikahannya untuk keperluan donasi. Mereka akan menyalurkan sumbangan ke Rumah Sakit anak di Korea. Sebagai ganti dari pesta pernikahan, Ahn dan Goo hanya akan merayakan pernikahan mereka dengan pertemuan keluarga dari kedua belah pihak.

Akhir kata, cuma mau bilang, “Ternyata adik Cheon Song Yi sudah dewasa ya, syelamat, dan bahagia selalu. Ya, semoga segala niat baik itu dimudahkan jalan dan urusannya. Syelamat kakak :D”

Jeda


Apa obat yang paling mujarab untuk jiwamu yang kosong?
Jeda.
Men-jeda dari hiruk pikuk dunia dan men-dekat pada Yang Kuasa.

Apa obat yang paling mujarab untuk hubunganmu yang kosong?
Jeda.
men-jeda dari pertemuan yang tiada arti, perselisihan pendapat, pertengkaran kecil.
men-jeda agar belajar saling mempercayai.
Tidak perlu merasa paling benar. Cukuplah mengerti. Memahami. Cobalah.
cukup beri 'jeda'.
Sama halnya seperti huruf. Ia akan jadi tiada arti jika tak ada jeda. Ia butuh jeda. Supaya ia jadi rangkaian kata yang indah dan bermakna.

Jikahuruftersusunmenjadisebuahkatanamuntanpajedamakaiaakansulitdimengertisulitdipahamitidakbermaknadantidakindah.

Berilah jeda-secukupnya. Agar tidak berantakan.

Apa jeda cukup bisa memperbaiki segala yang 'kosong'? Jawabannya, tergantung.
Apa yang sebenarnya kau cari? Kebahagiaanmu atau kebahagiaan bersama?
Lalu apa 'bahagia'?

Bahagia adalah aku yang masih bisa menjadi kendali dan alasan mereka untuk mengatakan “karenamu, aku bisa menjadi bahagia”. Lalu, kamu berdua menjadi bahagia-bersama.

Beberapa kisah memang tak tahu harus berakhir dimana.
Beberapa kisah memang tak tahu harus berakhir seperti apa.
Kita seperti pengendara di daerah asing, hingga kita benar benar bisa berkata pada diri kita sendiri "aku sudah sampai". Kita mengendarai kendaraan kita dengan segala kendali dari Yang Maha Pemberi Jalan dan kemampuan mengemudi dan mengendalikan kendaraan kita. Menelusuri jalan, bertemu dengan beberapa orang yang mungkin tepat atau mungkin tidak tepat sebagai tempat kita berlabuh, beristirahat sejenak, atau sekadar bertanya jalan mana yang harus kita lewati.

Tuhan itu tahu persis siapa saja orang-orang yang hanya hadir lalu berlalu dan siapa yang harus berhenti dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Perkara jodoh itu urusan Tuhan, lantas, apakita masih bandel mengintervensi skenario-Nya? Nggak hanya panitia ujian SBMPTN aja yang keputusannya mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Tuhan lebih bisa melakukannya. Sekali lagi, kalo minta jangan sok tau. Aja keminter. Untuk urusan ini, ‘aja songong' *jangan songong, plis. Boleh saja kamu minta, tapi kalau ndak dikasih, plis jangan sok tau, apalagi sampai nyalahin orang lain. Boleh saja kamu minta, tapi kalau ndak dikasih, ya berarti harus usaha lagi dan minta lagi. Kalau belum dikasih juga yang diminta, yaudah terima aja yang dikasih. Lo yang minta, lo udah dikasih, plis bersyukur aja :)


Jadi, cobalah men-jeda. Sempatkan merenung. Lalu, jangan sampai bosan untuk selalu berdoa. Minta sama Yang Maha Kaya dan Maha Bisa, tapi jangan sok tau.
Jeda.

Man Jaddwa Wa Jadda. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. In sya allah.

Sekian.
#note to myself.

Tulang Rusuk, bukan Tulang Rusak


...Maka sesungguhnya aku kehilangan rusukku. Tubuhku tak lengkap, aku tidak normal. Ya, aku cacat. Ada tulang yang hilang. Aduh, aku harus bagaimana?.."

Jono memandangi hasil rontgennya lagi. Tulangnya ada, tulangnya tidak hilang, dihitung jutaan kali jumlahnya tetap sama. dua belas, dua belas pasang tulang rusuknya. tujuh pasang rusuk sejati, tiga pasang rusuk palsu dan dua pasang rusuk melayang.

Lalu darimana omongkosong lelaki kehilangan tulang rusuknya? Lelaki belum menemukan tulang rusuknya?

..."Dan perempuan berasal dari tulang rusuk lelaki. Tuhan menciptakan lelaki dan perempuan berpasangan, maka supaya kamu lengkap, normal, dan sempurna, maka carilah tulang rusukmu..." [Ossy Firstan]

"Romi, kalau aku ketemu sama si Juli lalu dekat-dekat dengan dia, jantungku berdegup lebih kencang. Kalau aku lama tidak bertemu dengan Juli, rasanya aku ingin segera bertemu dengannya atau ingin segera mendengar suaranya, atau setidaknya berbincang dengannya melalui pesan singkat, apakah itu tanda-tanda bahwa tulang rusukku masih belum lengkap? Meskipun jika kami bertemu, pembicaraan kami terasa kosong karena aku bukan orang yang pandai membangun cerita, aku selalu betah bersamanya. Ketika aku berbicara dengannya, rasanya aku tidak mau buru-buru mengakhiri pembicaraanku dengannya. Apakah aku masih belum normal? Aku kesulitan mendapatkan kabar tentang Juli, lalu diam-diam aku mencuri kabar tentang Juli dari teman-temannya dan sosial medianya, tentang apa yang menjadi kesukaannya, tentang apa yang menjadi ketidaksukaannya, tentang sedang ada dimana dia sekarang, sedang sibuk melakukan apa sekarang, sedang dekat dengan siapa sekarang. Apakah tulang rusuk yang belum kutemukan ini ada kaitannya dengan semua pertanyaan tentang Juli ini? Kalau aku selalu ingin memulai pembicaraan dengan Juli, karena seharian aku belum bertemu, belum menyapa dan belum mendengar kabar darinya, apa aku sakit karena tulangku belum lengkap? ah omong kosong, aku sehat-sehat saja."


"Kamu normal Jon, tapi belum sempurna. Masih cacat. Sempurnakanlah. Tulang rusukmu itu bikin kamu sempurna. Cari tulang rusukmu yang menurutmu sempurna, bukan menurut emakmu sempurna, bukan menurut bapakmu sempurna, bukan menurut abangmu sempurna, bukan menurut tantemu sempurna, bukan pula menurut sohibmu sempurna. Karena tulang rusukmu adalah milikmu, pas atau tidak melengkapi tulang-tulangmu yang lain, hanya kamu yang tau. Tulang rusukmu adalah tulangmu yang tidak rusak, tulang yang akan menyempurnakanmu. Meski sempurna dan berharap dapat menyempurnakanmu, jangan ambil tulang rusuk milik orang lain. Jangan sampai punya kebiasaan: bahagia di atas air mata orang lain. Jangan banting tulang mulu, sempatkanlah untuk mencari tulang rusukmu. Jangan terlalu diambil hati pembicaraan orang-orang ‘ahli medis’ tentang kriteria tulang rusuk macam apa yang pantas untukmu. Karena tulang rusukmu itu, cuma kamu yang bisa merasakannya. Tulang rusukmu itu pilihanmu. Yakin aja, tulang rusukmu bukan tulang rusak seperti kata mereka. Tapi, sebelum kamu memutuskan bahwa tulang rusukmu itu adalah benar-benar tulang rusuk yang kamu butuhkan, bijaknya kamu perlu meminta pendapat pada bapak ibumu. Tubuhmu itu bukan hanya milikmu sendiri, tapi juga bapak ibumu. Dengarkan mereka, selanjutnya seratus persen terserah kamu."

Jon, selamat memperjuangkan tulang rusukmu. Perjuangkan, sebelum orang lain yang juga membutuhkan tulang rusuk, mengambil tulang rusuk yang kau incar sejak lama.


Rom, kawanmu si Jon perlu kau dampingi agar tidak terlena dengan rutinitas banting tulangnya sehingga lupa tentang tulang rusuknya.



Juli, kamu pasti telah menyadari bahwa jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah lelaki di dunia ini. Jumlah lelaki lebih sedikit daripada perempuan, jumlah lelaki normal dan lelaki sholeh tentu juga lebih sedikit dari total lelaki tadi. Nah, daripada rasa itu kamu pendam terus, dan lelakimu tak kunjung memberi kode, surati lelaki itu untuk melamarmu. Kalau kau tidak seberani itu, cukup kamu berdoa. Dan semoga Tuhan segera memberikan jawaban. Setelah tahu jawabannya, kamu boleh bahagia atau sedih. Terserah, yang penting bahagiamu jangan lebay, sedihmu juga jangan lebay.

Cinta Pertama di Bulan Desember

Ibu, barangkali aku bukan tipe anak yang romantis ala Tere Liye. Aku bukan pula salah satu anak laki-laki yang sering disebut Tere Liye dalam novelnya. Cinta pertama seorang anak laki-laki dalam hidupnya adalah ibunya. Aku mungkin tipe anak yang selengekan ala Sujiwo Tedjo yang jika ditanya siapa cinta pertamaku, akan kujawab Angelina Jolie. Namun, semenjak dia bersama dengan Bradd Pitt, aku sudah tak peduli lagi dengan kecantikan wanita.

Kini, aku semakin realistis. Usiaku semakin menua. Aku membutuhkan seseorang yang bisa menemaniku, mendampingiku, yang bukan sekadar ibu. Ibu tetap kucintai sebagai wanita yang telah bersedia menampungku dalam rahimmu, bersedia bersusah payah membawaku kemana saja ibu berada, berjasa menuntun-mendampingi-mendewasakanku. Aku hanya ingin seorang lagi yang bersedia membantuku-membalas semua kebaikanmu. Satu saja ibu, aku butuh restumu agar semua ini berjalan dengan mudah. Merawatmu bersama ayah, mengganti semua waktumu yang pernah ibu berikan padaku, hingga kuhabiskan sisa waktu yang kita miliki bersama. Tentu bukan Angelina Jolie yang akan kupilih, karena dia telah bersama Brad Pitt. Bukan pula Luna Maya, karena dia berjanji akan berkarir di Jakarta. Aku hanya butuh satu yang bisa dekat denganmu, juga dekat denganku. Aku hanya butuh satu, wanita yang kucintai yang bersedia menghabiskan sisa waktunya berbagi denganku berbakti kepadamu.

Ibu, tiada lagi yang perlu engkau khawatirkan. Karena cintamu nomer satu di hati putramu.

Ibu, selamat hari ibu. Semoga ibu sehat selalu. Ingin kucium dan kupeluk ibu, namun sekali lagi namun... Aku bukanlah tipe anak laki-laki yang romantis ala Tere Liye yang bisa melakukan hal semacam itu. Aku hanya anak laki-laki yang jenaka dan gengsinya gedhe macam Sule, yang hanya bisa mencium tangan ibu dan berdoa semoga ibu selalu sehat dan dilingkupi kebahagiaan.

Ibu, ini masih dalam rangka menyambut tanggal 22 Desember. Sudah kubilang aku bukanlah anak manis tipe Tere Liye yang akan merengkuh kedua telapak kaki ibu jika aku ingin meminta maaf padamu. Aku hanya tipe anak bandel yang hanya bisa menangis dan berdoa memohon ampunan Tuhan jika aku telah berbuat salah padamu. Aku hanya tipe anak yang keras kepala yang diam-diam berbuat baik membantumu, jika aku sedang menginginkan sesuatu. Aku tipe anak yang gengsinya gedhe dan hanya bisa meringankan pekerjaan rumahmu jika aku sedang membutuhkan doa dan restumu agar apa yang sedang kuinginkan terkabul.

Ibu, tiada lagi yang perlu engkau khawatirkan. Karena cintamu nomer satu di hati putramu.

Aku mencintaimu, meski tidak pernah kukatakan padamu.


Happy mother’s day untuk seluruh perempuan di dunia :)

[Cermin] Runningman 188

Suatu kali saya menyadari bahwa hidup bagi orang lain tak semudah kelihatannya. Momen ini saya dapatkan setelah berkali-kali nonton Runningman episode 188.
Dimana bintang tamu saat itu adalah Bi Rain dan Kim Woo Bin. Yang menarik perhatian saya adalah tingkah Tuan Kim yang sangat berbeda dari peran yang selalu ia mainkan di drama. Kim yang bad boy dan selengekan ternyata wujud aslinya adalah Tuan Kim yang sangat hangat dan pemalu di kehidupan pergaulannya.
Pada episode itu Tuan Kim berpasangan dengan Tuan Yoo, setelah melewati berbagai macam tantangan tibalah saatnya mereka melakukan perjalanan pencarian seekor Koala bernama “Keeley” di sebuah kebun binatang penuh dengan koala yang segedhe huhah. Berbekal sebuah foto, mereka berdua harus bisa menemukan Koala bernama “Keeley” sehingga misi bisa dianggap berhasil [*tolong bunuh saja aku]. Saat diperjalanan, ada celetukan Tuan Kim yang bisa jadi bahan renungan.  Tuan Kim melemparkan pernyataan pada Tuan Yoo, “Aku selama ini tidak pernah tahu tentang diriku, tetapi berada di Runningman membuatku tersadar akan sesuatu. Aku rasa semua yang kita lakukan mungkin terlihat sangat mudah bagi pemirsa di luar sana, karena semuanya juga terlihat sangat mudah bagiku saat aku hanya melihatnya di TV.”

Ya, Kita sering menyaksikan keberhasilan orang lain diraih ‘nampak’ dengan sangat mudah. Tidak, jika kamu melihatnya lebih dekat. Mendekatlah.
Dari jauh akan tampak: Tamat SMA tak perlu menunggu lama, langsung lulus SNMPTN, Kuliah, lulus 4 tahun, kemudian beberapa orang melemparkan pertanyaan, “Kok cepet?” atau sama dengan “Cepet ya?” yang lebih kepada pernyataan meragukan  “Kok ndang lulus?”, yang tampak adalah seorang mahasiswa berasal dari keluarga yang berkecukupan secara ekonomi, sehingga mudah saja bisa kuliah. Yang tampak adalah seorang mahasiswa yang tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya karena sudah ada yang ‘mbayari’ kuliahnya, dan kewajibannya hanyalah belajar sehingga wajar saja lulus kuliah 4 tahun.
Itu tidak semudah kelihatannya, Bu. Mendekatlah lebih dekat atau Ibu perlu mengalaminya supaya Ibu mengerti.
Dari dekat akan tampak: sebelum lulus SMA, siswa yang calon mahasiswa ini tidak cukup pandai di kelasnya sehingga ia sering belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam), besoknya ujian ya malamnya belajar ringkasan-ringkasan yang sudah di’sela’ke ia buat jauh sebelum hari ujian. Kemari, lebih dekat lagi Bu. Semasa SMA dan duduk dibangku kelas 3, siswa ini jadi hobi sholat dhuha (ah, ternyata ada maunya..) harapannya adalah agar semua dimudahkan oleh Tuhan. Saat ujian, setiap malam ia bangun buat berdoa sama Tuhannya. Doanya apapun. Sebelum hari pengumuman kelulusan, siswa ini harus berperang batin dan kepandaian dengan siswa SMA sejagad untuk bisa kuliah. Siswa ini tidak cukup pandai untuk bisa masuk ke salah satu perguruan tinggi yang jadi impiannya. Tidak percaya? Ya, Kuliahnya yang 4 tahun lulus itu adalah sebenarnya pelariannya yang justru menjadi takdirnya. Selama masa kuliah 2 tahun, siswa yang sudah menjadi mahasiswa ini mencoba tes SNMPTN dua kali, dan dua kali gagal. Begitulah takdirnya membawanya hingga lulus kuliah 4 tahun. Selama masa membuat skripsi, siswa yang telah menjadi mahasiswa tingkat akhir ini sibuk cari acara di kampus dan bekerja. Supaya kalau ada acara ia bisa menghemat makanan sehari-harinya, Bekerja supaya dia bisa bayar biaya kos, buku, ngeprint, dan nraktir temen-temennya kalau dia ulang tahun. Di akhir penulisan tugas akhirnya, mahasiswa ini diterpa kemalangan yang tak seorangpun tahu. Singkat cerita bahwa mahasiswa ini kehilangan orang yang mbayari’ kuliahnya karena harus masuk hotel prodeo. Naasnya, orang itulah yang selama ini ia percayai. Meskipun sementara namun sangat menyakitkan prinsip dan idealismenya. Kepergiannya yang ‘jauh’ meninggalkan luka yang mendalam, keterpurukan yang cukup lama, hingga membuat mahasiswa ini menarik diri dari kehidupan sosial. Kepergiannya yang ‘jauh’ meninggalkan tanggung jawab bahwa mahasiswa ini harus lulus secepat mungkin supaya tidak membebani ‘sosok yang sedang pergi jauh dan sedang meninggalkan hutang yang tak terhingga rupiahnya’ menanggung beban kuliahnya lagi. Ya, motivasi terbesarnya supaya cepat lulus adalah ‘hutang’. Biaya kos saat menjelang sidang tak terbayarkan oleh mahasiswa ini, ia memilih nomaden dari satu kos ke kos yang lain. Titik nadir dalam hidupnya ini ia simpan sendiri. Dan segala puji bagi Tuhan, Allah kabulkan permohonannya.
Ini cerita fiktif yang sengaja dibuat supaya orang lain yang hanya melihat hasil, dapat pula melihat proses. Jangan hanya bisa bertanya, “Kerja dimana sekarang?” cobalah bertanya, “Apa kabar?” atau jika kepo tentang pekerjaan seseorang, cobalah mengganti redaksinya, “Sedang sibuk apa sekarang?”
Keterpurukan, kemalangan, dan kenestapaan bisa melanda siapapun. Menunjukkannya kepada orang lain, supaya orang mengasihi bukanlah kejahatan. Atau menyimpannya dan seolah baik-baik saja juga bukan kejahatan. Orang tersebut mungkin hanya butuh waktu, dan seseorang untuk bisa berbagi segalanya. Ya, segalanya.
Selamat berbagi, selamat memahami.

Lain halnya dengan cerita yang dibawa oleh Robin, seorang perempuan sederhana yang punya hobi nolongin temennya. Keluarganya kaya raya, namun hubungan Robin dengan kedua orang tuanya sebatas hubungan formal layaknya seorang anak yang harus menghormati orang yang usianya lebih tua. Robin, yang kaku di rumah, berubah menjadi sangat hangat jika bersama kawan-kawannya. Dari jauh akan tampak: Robin, perempuan cantik dan berasal dari keluarga kaya raya wajar jika punya hobi membantu orang lain, hobi ngutangin kalau kawan-kawannya butuh uang buat bayar kuliah atau beli buku kuliah, hobi beliin makanan buat temennya kalau temennya lebih milih nggak makan buat ngeprint tugas kuliahnya, jadi wajar saja kalau Robin tumbuh menjadi anak yang dermawan karena Robin berasal dari keluarga kaya dan harta berlimpah. Tidak ada yang spesial.

Cobalah mendekat, lihat lebih dekat: Robin yang sesungguhnya adalah perempuan rapuh yang menangis setiap malam karena perlakuan tidak adil kedua orang tuanya. Robin yang setiap malam tidur jam 11 malam, sering masih terjaga hingga jam 2 malam. Pikirannya penuh dengan rencana masa depannya yang selalu melintas ketika ia berada di atas kasur, kenangan-kenangan masa lalu yang sering menjadi intermezo ketika Robin mulai memejamkan mata. Kesulitan tidur yang dialami Robin pada suatu ketika ia atasi dengan mengambil jam dinding di kamarnya dan melepaskan baterainya. Suara detik jarum jam dinding terdengar sangat bising di telinganya ketika ia tidur. Oleh sebab itu, pagi harinya jam itu ia serahkan kepada ayahnya. Ayahnya hanya tahu, bahwa Robin anak tidak tau diuntung yang pemalas dan tidak tau waktu sehingga terlambat bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Ayahnya tidak tahu atau tidak mau tahu, masalah yang dialami Robin. Robin sulit tidur karena pikirannya penuh dengan permasalahan yang sedang ia hadapi. Robin yang rapuh, berusaha menjadi perempuan hangat di lingkungannya yang lain. Robin yang sebenarnya tidak terlalu kaya, karena sebenarnya keluarganya tidak sekaya orang lain lihat. Demi sebuah rumah mewah, hutang keluarganya hingga ratusan juta. Robin menghemat untuk biaya makan di kos, namun Robin tidak sungkan untuk membantu kawannya karena Robin tidak menampakkan kalau dia sedang nelangsa. Nelangsa senelangsa sesungguhnya.