Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpi. Tampilkan semua postingan

Manusia Baik, Melakukan Kebaikan dengan Baik

Tidak ada yang salah dengan mimpi, impian, keinginan atau cita-cita. Siapapun, boleh saja berkeinginan jadi Presiden, Walikota, Bupati, atau artis sekalipun. Yang paling penting adalah bagaimana cara meraihnya, cara mendapatkannya, cara mewujudkannya. Apakah dengan cara yang benar, baik, dan sesuai dengan kaidah-prosedur normatif atau justru di luar batas kewajaran? Cara yang benar adalah dengan melakukan aturan-dan prosedur yang ada. Memiliki visi misi, dan memenuhi semua persyaratan, mengajukan dengan cara yang benar, melakukan kampanye dengan cara yang benar, berdoa, menunggu. Cara yang tidak benar, ada banyak.


Siapapun boleh saja berkeinginan menjadi PNS, atau pekerjaan lain yang dipandang baik oleh masing-masing personal. Yang paling penting bukanlah apa pekerjaannya, karena manusia punya potensi, dan prioritas dalam hidupnya sendiri. Plis, jangan disamakan dan tidak perlu saling menjelekkan. Lagi-lagi, yang juga penting adalah bagaimana cara meraihnya, cara mendapatkannya, cara mewujudkannya. Apakah dengan cara yang benar, baik, dan sesuai dengan norma yang berlaku atau justru dengan cara yang berbeda namun tidak benar? Cara yang benar adalah dengan melakukan aturan-dan prosedur yang ada. Melihat peluang, mendaftar dengan cara yang benar, belajar dengan cara yang benar, mengikuti seleksi dengan cara yang benar, berdoa, menunggu. Cara yang tidak benar, ada banyak.


Siapapun boleh saja berkeinginan memiliki mobil, kendaraan mewah, atau hunian mewah. Tidak perlu iri dan tidak perlu lantang bilang ‘ah matre’, karena manusia memiliki kepentingan dan kebutuhannya masing-masing. Plis, jangan disamakan. Yang paling penting adalah bagaimana cara mewujudkannya, cara meraihnya, cara mendapatkannya. Apakah dengan cara yang benar, baik, dan sesuai dengan norma atau justru dengan jalan pintas namun tidak benar? Cara yang benar adalah dengan melakukan aturan-dan prosedur yang ada. Mengumpulkan uang dengan cara yang benar, menabung, menyiapkan kelengkapan, mendaftarkan dengan cara yang benar, kemudian akan mendapatkan dengan cara yang benar. Cara yang tidak benar, ada banyak. Beberapa waktu terakhir, banyak cara yang tidak benar dalam mengumpulkan uang.

Siapapun boleh saja berkeinginan menikah dengan si Merah, atau bersuamikan si Putih, atau beristerikan si Biru. Yang paling penting adalah bagaimana cara mewujudkannya, cara meraihnya, cara mendapatkannya. Apakah dengan cara yang benar, baik, dan sesuai dengan kaidah-prosedur normatif atau justru di luar batas kewajaran? Cara yang benar adalah berkenalan dengan cara yang benar-baik, mendekati dengan cara yang baik, mengutarakan dengan baik, berdoa, menunggu, ‘mengikat’ dengan cara yang benar. Cara yang tidak benar, lebih banyak.

Siapapun boleh saja berkeinginan bisa ke luar negeri, belajar ke luar negeri, keliling dunia, keliling Indonesia, naik gunung, naik kapal pesiar, atau naik haji sekalipun. Yang paling penting adalah caranya, proses mewujudkannya. Cara yang tidak benar, ada banyak. Termasuk memaksa keinginan kita agar Tuhan mengabulkannya.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak. [QS 2: 216]

Be What You Wanna Be

[Darin]

Doctor, actor, lawyer or a singer
Why not president, be a dreamer
You can be just the one you wanna be
Police man, fire fighter or a post man
Why not something like your old man
You can be just the one you wanna be

I know that we all got one thing
That we all share together
We got that one nice dream
We live for
You never know what life could bring
Because nothing last for ever
Just hold on to the team
You play for
I know you could reach the top
Make sure that you won’t stop
Be the one that you wanna be

Doctor, actor, lawyer or a singer
Why not president, be a dreamer
You can be just the one you wanna be
Police man, fire fighter or a post man
Why not something like your old man
You can be just the one you wanna be

We may have different ways to think
But it doesn’t really matter
We all caught up in the steam of this life
Focus on every little thing
That’s what does really matter
Luxury cars and bling, that's not real life


Nak, kamu bukanlah apa kata orang, kamu adalah dirimu sendiri. Kamu berharga, meski kata orang tanpa prestasi. Kelahiranmu di dunia inilah yang membuatmu tak ternilai harganya. Ibu hanya ingin berpesan, ini tentang lagu yang pernah ibu dengar ketika ibu beranjak dewasa. Lagu yang ibu kenal lewat seorang kawan baik ibu di perantauan. Ibu berjanji tak akan pernah melarangmu menjadi apapun yang kamu inginkan. Ketika ibu sakit, dan ayahmu mengantar ibu ke dokter, kamu berujar ingin menjadi dokter. Ketika kamu menonton film kartun kesukaanmu, kamu bilang kamu ingin menjadi seperti Elsa (*Frozen). Ketika kamu melihat ayahmu memakai seragam di tengah libur panjangmu merayakan lebaran bersama ibu, ayahmu justru selalu terjaga hingga malam demi melihat orang lain selamat hingga sampai di kampung halamannya, kamu bilang kamu ingin menjadi seperti yang ayah lakukan. Ketika kamu melihat ibu bercerita, bersendau gurau, belajar bersama-sama kawan-kawanmu di kelas kecil di rumah kita, kamu bilang kamu ingin menjadi seperti ibu. Ketika kamu melihat kakak dari kawan sepermainanmu, yang setiap hari Jumat bisa kamu lihat di televisi usang kita, kemudian kamu melihat dia pulang dengan membawa kendaraan mewah, memperbaiki rumah kawanmu itu menjadi seperti istana, dan mengirim kedua orang tua kawanmu itu pergi dengan berpakaian serba putih suci, kamu bilang ingin menjadi seperti dia. Ibu tidak ingin meminta banyak, ibu hanya berpesan, bahwa apapun yang kamu inginkan, dokter, aktor, polisi, pemadam kebaran, hakim, pengacara, guru, penyanyi, arsitek, astoronot, insinyur, atlet, atau presiden, sadarilah bahwa apapun pekerjaan itu, pasti akan selalu ada tantangan yang siap menghadang di depannya. Maka, jangan menyerah! Jika kamu mencari tahu tentang bagaimana kondisi negeri ini saat ibu menulis ini, kamu akan menyadari bahwa masa lalu seseorang itu penting bagi orang lain. Seberapapun kelamnya masa lalu yang ingin kamu lupakan dan ingin kamu perbaiki di masa depan, namun ketika orang lain mulai menyukai mencampuri urusanmu, dia akan berusaha mati-matian mengetahui segalanya, termasuk masa lalumu itu. Maka, jadikan setiap perjalananmu itu bersinar meski kamu harus jungkir balik. Tidak akan ada yang mampu merobohkanmu. Kamu harus menyadari bahwa perjalananmu bersinar bukan semata karena usahamu, tetapi ada campur tangan Tuhanmu. Jika kamu sedang bersaing dengan orang lain, jangan pernah menyakiti dan membuka aibnya di mata orang lain. Karena sesungguhnya aibmu pun sedang Tuhanmu tutupi. Cintailah, bahagialah. Jadilah apapun yang kamu impikan, lakukan dengan bahagia, bahagia dengan tidak menyakiti dirimu sendiri Nak, dan juga tidak menyakiti orang lain.

Yes You



if i had to live my life without you near me

The days would all be empty
the nights would seem so long 
with you i see forever oh so clearly

i might have been in love before 

but it never felt this strong, 

our dreams are young and we both know 
they'll take us where we want to go, 
hold me now, touch me now


i don't want to live without you... 


nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of 
i'll never ask for more than your love 

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

If the road ahead is not so easy, 
our love will lead the way for us, like a guiding star, 
i'll be there for you if you should need me, 
you don't have to change a thing, i love you just the way you are... 
so come with me and share the view.. 
i'll help you see forever too 
hold me now, touch me now 

i don't want to live without you...

nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of
i'll never ask for more than your love

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of
i'll never ask for more than your love


nothing's gonna change my love for you
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

nothing's gonna change my love for you, 
you ought to know by now how much i love you 
one thing you can be sure of 
i'll never ask for more than your love 

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you

[Airsupply - Nothing's gonna change my love for you]

will you be my sweetest groom? jangan lupa nyanyikan di pernikahan kita, ah iya :D



hey you, yes you...
kau yang selalu kunanti.

tuan berbudi baik, maukah kau memahami kisahku.

Kau yang begitu dinanti oleh ibuku. Terkadang lelah menyuruhku menyerah. Ini bukan menyerah, hanya duduk sebentar di tepian, dan menyeka peluhku meski tak sampai kering. kemudian aku bangkit lagi, melanjutkan separuh perjalanan yang tertinggal.. Ya, aku ingin segera menemukanmu. Ingin segera menemuimu. Mari kita berbagi cerita. ya, cerita yang kadang tak tersampaikan pada siapapun yang kemudian membuatku pura-pura lupa. Maukah kamu menjadi tempat berbagi itu? Mari kita berbagi suka, waktu yang terlewatkan tak bersamamu aku akan menggantinya dengan sisa usiaku. Mari kita berbagi duka, yang terlalu sering kusimpan dalam hati dan dalam folder komputer kecilku. Mari kita saling berbagi rencana kehidupan kita, keinginan, harapan, mimpi, cita-cita, dan cinta kita. Mari bagi denganku, pekerjaan yang kadang mungkin membuatmu lelah, membuatmu bosan. Mari bagi denganku, semua beban di pundakmu, di dadamu. Genggam tangaku, dan kita akan berjalan tangguh jika bersama, kita akan lebih kuat jika bersama.

Kamu tidak perlu membawakan tasku, tak perlu membawakan bukuku, tak perlu membawakan barang belanjaku, tak perlu membawakan sekarton air mineral yang sering kupikul sendiri, tak perlu membawakanku segalon air mineral, tak perlu membawakanku seember cucian kotor. Aku tak perlu semua itu untuk kau bawakan, karena aku bisa melakukannya sendiri. Yang tidak bisa aku lakukan sendiri, adalah mencintai. Dan yang dapat melakukannya hanyalah dirimu, yes you. Kamulah yang menyimpan kosakata 'saling' sehingga kita bisa saling mencintai. Kosakata 'saling' baru bisa dilakukan jika itu dilakukan oleh dua orang, dan itu adalah kita berdua.

Jika banyak keinginanmu yang tak bisa kamu bendung, maka berpuasalah. Dari sini aku selalu berdoa untukmu supaya kamu tidak salah arah ataupun lupa arah jalan untuk bertemu tulang rusukmu. Ridha mamah adalah ridha Allah, insya Allah. Ridha bapak, juga ridha Allah insya Allah. Kau yang selalu mencintai ayah dan ibumu, aku siap untuk berbakti pada mereka, dan aku siap untuk berbakti padamu, aku siap untuk mencintaimu, aku siap untuk menghabiskan sisa usiaku bersamamu, aku siap mengabdi untukmu, aku siap menjadi bidadarimu di surgaNya nanti.

Dimanakah kamu? Kau adalah misteri yang tak mampu dipecahkan teknologi secanggih apapun. Kamu adalah rahasiaNya. Teknologi gps, google map tak akan sanggup memecahkannya. Jadi untuk apa kita bergantung pada teknologi dan manusia untuk bisa mempertemukan kita, kita hanya perlu Dia. Jika kamu mencintai Dia, dan akupun mencintai Dia, selanjutnya kita hanya perlu percaya bahwa cinta segitiga kita ini mampu mempertemukan kita berdua. Just believe it :)

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi keinginan untuk segera bertemu.Jangan lupa untuk bertemu denganku sebelum usiaku 24 tahun, di 8 November 2014 ya :)

After all, Allah is the Best Designer. If something is meant to be, it will happen. With the right person, at the right circumstances, and for the best reason which answered your questions. So there is no need to rush. Experiences gives you lessons in life. When you think your life is miserable, take time alone and pray; there is something to be thankful everyday. Working on your relationship with Allah swt and willing to be a better person. Everything happens for a reason. Man Jadda Wa jadda. (Quote of Mrs. Dude)


Dia indah meretas gundah, dia yang selama ini kunanti..
membawa sejuk, memanja rasa, dia yang selalu ada untukku..

di dekatnya aku lebih tenang,
bersamanya jalan lebih terang...

tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
berdua kita hadapi dunia 
kau milikku, ku milikmu, kita satukan tuju... 
bersama arungi derasnya waktu, 
kau milikku, ku milikmu, 
kau milikku, ku milikmu, 

Bila di depan nanti, banyak cobaan untuk kisah cinta kita, 
jangan cepat menyerah, kau punya aku, ku punya kamu... selamanya akan begitu... 

tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku 
berdua kita hadapi dunia 

kau jiwa yang selalu aku puja

[Tulus-teman hidup]

and i wanna sing this song... for you, yes you.. aha, yes you
yes, and i wanna be your sweetest bride
:D

[underestimate]

Kadang aku tak paham benar apa maksud perkataanmu yang sebenarnya lebih lugas dari pernyataan cinta Romeo kepada Juliet.
Kadang justru aku paham semua ujaranmu hingga muncul multitafsir. Kadang aku pura-pura tidak paham. 


Kadang aku pura-pura paham.
Tidak perlu aku menjabarkan mata kuliah pragmatik di sini,toh semuanya pasti paham.
Bahwa aku paham maksud baikmu, tapi aku tidak paham kenapa maksud baikmu tidak dapat kamu kemas dengan baik melalui bahasamu. Ujaranmu. Perkataanmu.
Ahh, kamu lebih tau harusnya. Kamu lebih pandai. Kamu lebih berwawasan. Kamu profesional kan, sedang aku hanya masih akan semi profesional, katamu.
Tapi, sayang.. Bahan becandaanmu yang mengatakan bahwa M. Hum adalah "mung humor" benar-benar tidak lucu.
Maaf, aku tadi belum sempat tertawa. 

Andai kamu tau, bahwa semua itu adalah perjuangan, pengabdian, kerelaan materi+pikiran+tenaga+waktu. Jungkir balikku di kota ini yang kadang membuat aku tidak sadar diri, lupa makan, lupa tidur, lupa pulang, lupa jalan-jalan, lupa main laptop, lupa nonton film, lupa melakukan semua hobiku justru kamu anggap hanya humor..
Seriuslah.. Aku butuh kata-kata darimu yang bisa menghiburku, menyenangkan untuk didengar, membumbungkanku ke langit ketujuh, memberiku semangat supaya aku tidak merasa sia-sia karena telah lupa makan, tidur, dan semua itu tadi.
Boleh ya, aku minta padamu..jangan panggil aku dengan panggilan kesayangan, "painem". Aku hanya takut para wanita yang bernama painem yang sesungguhnya, justru akan tersinggung, kemudian mendemo. Ini mungkin kekhawatiranku yang berlebihan. Maaf.

Sejujurnya, aku sayang padamu..jangan sampai aku membencimu, ok?

Question of Life

Apa yang akan kamu lakukan kalau cita-citamu kontradiksi dengan keinginan orang tuamu? Seorang teman bertanya pertanyaan serius padaku.

lalu ku jawab melalui pesan singkat, "Menyelaraskan diantara keduanya. Yakin deh mas, kalau orang tua tidak akan pernah memilihkan dan atau menyesatkan jalan untuk anaknya, yang ada hanya kadang anak (kita) tidak bisa membaca dengan baik niat dan ketulusan, harapan yang orang tua kita harapkan. Orang tua kadang memilihkan jalan yang keras untuk anaknya, menginginkan anaknya bercita-cita yang tidak mudah, namun sebenarnya kalau kita mencoba memahami lagi maksudnya, mungkin orang tua menginginkan kita supaya dapat menemukan peta untuk pulang kembali sendirian, dengan begitu ia yakin suatu saat nanti anaknya bisa melakukan apa-apa sendiri, tanpa orang tuanya, atau ketika dunia sudah tidak lagi memihak kepada dirinya. bisa lebih baik dari dirinya sendiri dan mungkin tidak melakukan kesalahan yang sama yang mungkin orang tuanya perbuat di masa mudanya, mungkin intinya begitu. "semakin rumit sebuah rintangan maka cita-cita itu sebenarnya semakin dekat." Intinya, mari memahami keinginan orang tua kita, lalu menyelaraskannya dengan keinginan kita, begitu :) setelah itu, Allah menyaksikan sekecil apapun perjuangan yg kita lakukan. Pilihan itu sepenuhnya ada di tangan kita, lebih baik direnungkan dulu."

"Laa tahzan, Innallaha ma ana”

Draft

"Jika aku punya rejeki lebih nanti, ingat dengan ibuk-ibuk yang menolongmu di kantorpos tadi pagi, Riik" dari sebagian rejeki, ada hak-hak dari mereka. Sepatkan untuk menengoknya lagi.

Terimakasih buk, saya sudah membaik sekarang... Walau ibu tidak mengenal saya, ibu tidak sungkan untuk mendampingi saya, memberi nasihat saya, mendoakan saya, memapah badan saya, membawakan tas yang ada di punggungku, memberikan minum padaku, menggantikan saya untuk mengirim sebuah paket surat yang benar-benar berharga, 'biar saya yang masukin ya mba suratnya?' dan entah kenapa, aku bisa percaya begitu saja. Ibu itu terlalu baik.

Kantorpos Bulaksumur, UGM; Sabtu, 10 Desember 2011

Aku ingat betul kejadian hari itu. Aku benar-benar berterimakasih pada ibu itu. dan kini paket surat itu sudah pasti diterima, karena aku sudah menerima balasan paket yang ku kirim.
Aku teringat kembali akan mimpiku, "penulis"... meski berulang kali aku menerima balasan paket surat yang telah kukirim, dan dengan kabar buruk sekalipun isi di dalam balasan itu, aku akan selalu ingat mimpi ini... Sekarang waktunya aku mulai mengeksekusi mimpiku lagi... mangkaaaaaat! *semangat

Sepenggal Adegan (2)

..."Delisa cinta umi karena Allah.." sepenggal kalimat yang dilontarkan Delisa kepada Uminya, beberapa hari sebelum Uminya meninggal.

di balik bangku dengan penomoran bioskop, kalau tidak salah pada baris E, 6 orang mahasiswi sesenggukan di sela-sela adegan itu. Herannya, hanya mereka berenam yang 'lebay' sedangkan penonton lainnya terlihat biasa saja. Ekspresi paling lebay berada di bangku ketiga dari kanan. Setelah film itu selesai, ia yang paling lebay di antara yang lainnya. Jilbabnya basah kuyup oleh airmata akibat film yang mereka tonton. Entah basah karena air mata atau karena air yang keluar dari hidungnya... hiiii.. Ia sendiri hampir tidak mempedulikannya.

Ini film kedua setelah Sang Pemimpi yang ia tonton bersama teman-temannya, di bioskop man..Pengalamannya 2 kali menonton di bioskop, menjadi dapat menarik kesimpulan dan pelajaran yang didapat= "besok-besok kalo nonton film yang sedih jangan di bioskop, di kamar aja, hhaaa"

Pengalaman 2 kali masuk teater bioskop untuk menonton film terbaru, membuatnya ketahuan kalau dia orang paling ndeso dibandingkan teman-temannya [yo ben]... :D

bawa kacang rebus, jagung bakar ke dalam teater, kayaknya asik tuh.. hhhaa..

setelah menjadi mahasiswi tingkat akhir seperti ini, kadang ada rasa rindu yang tiba-tiba menyeruak di dasar hati ini, "kapan kita 'bersenang-senang' lagi?"

"ada negeri 5 menara lho.. oiya, setelah negeri 5 menara mungkin tahun ini ada 5 cm nya bang Donny.. nonton yo?"

njuk tiba-tiba ngeh, kenapa angka lima menjadi nomor favorit penulis ya? dan kenapa penulis novel best seller itu kebanyakan adalah laki-laki?

-karena 5 itu rukun islam- [religiusitas]
-karena 5 itu pancasila- [nasionalis]
-karena 5 itu agama yang diakui di Indonesia- [pluralitas]
-karena 5 itu cuma butuh angka 5 itu sendiri untuk membaginya supaya menjadi satu-[bilangan prima kelas 4-matematika]

5 itu kita, istimewa :)

hhheee..

Cerita di Balik Bilik CC

awalnya pengen tak beri judul cerita di balik nomer 0804-1-450-450, tapi berasa kayak prediksi nomer yang bakal keluar nanti malem, hhhee..

Call Center ini, situasional... hanya akan ada kalo ada SNMPTN, untuk itu pasti mudah membayangkan bahwa aku dapat bergabung menjadi bagian Call Center SNMPTN karena Agenda besar macam SNMPTN yang setiap tahun diadakan, perlu berbulan-bulan untuk mempersiapkan bilik informasi ini supaya layak launching, supaya dapat dipercaya sebagai bantuan para penelpon yang membutuhkan informasi, dan untuk tahun inilah kampusku yang dipercaya sebagai bagian kesekertariatan dan menangani Call Centernya. Aku bergabung di dalamnya.

6 bulan yang lalu, sungguh aku tidak berniat sedikitpun untuk mendaftar menjadi calon OP CC, namun karena ajakan salah seorang teman, aku menemaninya sebagai bentuk rasa setia kawanku padanya.
“Rik, ayo temenin daftar CC SNMPTN” pintanya padaku, sehabis jam kuliah.
“tapi, aku nggak bawa motor lo, aku jalan dari kos.”
“gapapa, yang penting ada temennya..”

sesampainya di rektorat, tempat pendaftaran CC SNMPTN, aku menunggu temanku di luar.
“Rik, ayo temenin masuk, daftar sekalian aja yok... aku nggak ada temennya” dia memanggilku.
“dasaarrr”
aku dan dia mengisi formulir, dan mengumpulkannya pada seorang petugas wanita yang ternyata dia yang menjadi Team Leader ku pada CC gelombang 1. Perlu diketahui kalau, CC bekerja selama 2 periode, yang pertama pada saat jalur undangan dan yang kedua jalur ujian tertulis SNMPTN. Nah, mbak yang melayaniku waktu itu, juga kutemui di CC gelombang 1.

Hingga sampai pada hari pertama aku bekerja sebagai CC. Panjang cerita sebenarnya, hingga aku diterima di dalamnya termasuk kenapa temanku yang kutemani mendaftar saat itu tidak berada disampingku hingga aku bekerja. Aku masih ingat betul, siapa yang kukenal pertama kali di CC. aku memanggilnya, momon. Gilak, sebagai perempuan dia keren sekali... hobi traveling nya bikin ngiri... untuk ukuran perempuan-perempuan yang hobi mendaki gunung, dan nyelem,dia tetap perempuan bersahaja dan keren. Selain momon, banyak teman yang hari demi hari, aku semakin mengenal mereka. Tidak ada hitungan minggu, aku semakin hafal dengan wajah mereka dan nama-nama mereka. Seiring berakhirnya tugas sebagai CC untuk jalur undangan (gelombang I) beberapa diantara kami, ada yang tidak melanjutkan bertugas untuk jalur ujian tertulis (gelombang II), dikarenakan beberapa hal. Untuk itulah, saat itu dibuka pendaftaran gelombang II untuk menggenapi teman-teman yang sudah tidak bergabung bersama kami saat itu. Selalu ada cerita baru jika kamu bertemu dengan orang yang baru [ula, begitu juga denganku.

aku semakin banyak menemui orang dengan berbagai karakternya, baik sesama OP, tim IT, Team Leader, bapak-bapak dan ibu-ibu pegawai pusat komunikasi, dan juga penelpon tentunya.

Aku pasti akan merindukan terjaga dari pukul 8 malam hingga 8 pagi, merindukan cerita dari para TL, merindukan kalimat-kalimat ledekan di Grup discussion, merindukan bertanya banyak hal pada TL dan sesama OP dan IT, merindukan saling meledek antar OP dan IT, merindukan meresetkan passoword, merindukan mencatat nomer tiket, merindukan mengejakan nomer tiket, merindukan ibu-ibu dengan logat sundanya lalu aku dipanggil “teteh” –namanya bu Iis kemudian beliau sempat menelpon kembali hanya untuk mengucapkan “terimakasih”, merindukan di-hold oleh teller bank M, merindukan telepon bapak-bapak dari Boyolali yang tidak bisa berbahasa indonesia tapi untungnya mengerti bahasa indonesia, Bapak-bapak yang sama sekali tidak mengerti istilah ‘panlok’ itu apa, kemudian setelah dibantu ia mengucapkan ‘maturnuwun nggih mbak” dan secara tidak sengaja aku membalasnya dengan “sami-sami pak” ups keceplosan bener, berasa lagi kuliah, merindukan mendengar nyanyian salah seorang teman yang jika tidak di line telepon dia akan streamingan telenovela jika tidak dia akan keasyikan menyanyi sendiri, merindukan teman-teman yang kadang keasyikan cekikian sendiri entah karena membaca atau melihat kelucuan apa, merindukan menangis dan tertawa di balik bilik CC.

----------------------------------------------------------------

rasa rindu ini kadang muncul tidak terduga.

baru beberapa hari, status bekerja di Call Center berakhir, namun aku sudah merindukannya... bukan statusnya, namun aku merindukan suasana dan tetek mbengeknya termasuk orang-orang dengan berbagai cerita dan karakternya.

“sekecil apapun kebersamaan itu, pasti akan menimbulkan kerinduan ketika sudah berpisah.”

ahhh, iya rindu itu selalu datang ketika sudah berpisah.

Keakraban itu rasanya tidak tumbuh karena kesamaan usia maupun lamanya perkenalan, kali ini kita mampu membuktikannya. See :)

belum ada hitungan tahun sejak kita berkenalan, kita mampu menghancurkan dinding pembatas antara senior dengan junior... rasanya kagak ada deh istilah macam itu, kita seperti anak muda..

pasti akan ada cerita, ketika kita sudah tua nanti... bahwa kita pernah berada diantara orang-orang heboh, ceria, sendu, mellow, galau, saling menggoda, saling menjodohkan, penuh canda tawa, penuh ledekan, penuh hikmah.

aku bersedia,untuk menatap langsung mata kalian dan meyakinkan ini mudah meski sebenarnya bagiku tidak selalu begitu, untuk berusaha membuat kalian tersenyum sekalipun kalian berusaha sekali membuatku bosan; untuk berkunjung dari satu beranda ke beranda lain jika dengan itu kalian mempercayaiku menjadi teman.dalam apapun; untuk memberikan obat pada kalian sekalipun aku yg mungkin seharusnya membutuhkannya; untuk duduk sejajar dengan bangku kalian, dan dapat menolong kalian sekecil apapun; untuk memperkecil jarak usia jika dengan itu aku tau bagaimana menumbuhkan semangatmu...Aku belajar hafal bagaimana kalian...

aku hampir lupa, bahwa aku pernah berujar “semoga kelak aku bisa naik pesawat dan pergi ke luar negeri”... dan inilah mimpiku... dan kita punya jalannya masing-masing..
sebentar lagi puasa, dan setelah itu sebentar lagi lebaran, sebelumnya 17 agustusan, hhee.. selamat menjalani semuanya :D
The Journey Has Begin. Seribu mil dimulai dengan Satu Langkah. dan inilah langkah kita. Step yang pernah kita lalui bersama, selamat berjuang menyelesaikan tugas akhir :), selamat menempuh hidup baru , selamat berkarya kembali, selamat terbang ke luar negeri, dan aku akan terbang ke negara dengan kincir anginnya yang besar [wussshhhhhh].. semoga Tuhan senantiasa memeluk mimpi-mimpi kita dan menjaga kita.

ijinkan aku menuliskan ucapan rasa terimakasih pada lembar kata pengatar dalam Tugas Akhirku, diantara baris di dalamnya, hanya itu yang dapat ku lakukan...yah, mungkin hanya itu bukti tertulis yang bisa kupersembahkan untuk kawan-kawan seperti kalian... dengan itu, semoga teman-teman tau betapa berharganya dirimu dalam hidupku (ciyeeee....)


backsong: [play] demi lovoto-gift of a friend
[project pop-ingatlah hari ini]
kau selalu di hati, kamu sangat berarti, istimewa di hati, slamanya rasa ini...
... jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini...
...don't worried, just be happy, temanmu di sini...



salam “Kepercayaan dalam Kebersamaan” :) #slogan CC
semoga kita masih dipertemukan kembali di lain kesempatan..

[ari]
yang akan selalu merindukan CC veteran dan CC super
* thanks for being a part of my life

Guru is my other soulmate

... pagiku cerahku, matahari bersinar, kugendong tas merahku di pundak
slamat pagi semua, kunantikan dirimu, di depan kelasmu menantikan kami...

guruku tersayang, guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal,
guruku terimakasihku

nyatanya diriku, kadang buatmu marah,
namun segala maaf kau berikan...
[Lagu-Terimakasih guruku]


kata lagu yang pernah kudengar, masa yang paling indah masanya putih abu-abu.. tapi, bagiku justru saat aku dulu mengenakan rok merah berlipat-lipat. Awal saat aku 'dilepas' oleh orang tuaku untuk bisa menghadapi kehidupan sosialku yang baru, sendirian...
[15 tahun yang lalu] Aku masih ingat betul, untuk pertama kalinya, aku ditanyai oleh guru Bahasa Indonesiaku, bu Ning namanya tentang cita-cita murid-murid di dalam kelas saat itu. Aku juga masih ingat betul, apa yang kujawab untuk pertanyaan itu. "Ibu Rumah Tangga". Aku juga masih ingat betul ekspresi guruku dan teman-teman sekelasku ketika aku berkata "Ibu Rumah tangga".. Aku yang polos atau memang aku berniat memiliki cita-cita itu.. rasanya tidak keduanya... saat umur segitu, aku masih labil untuk menentukan cita-cita sungguhan. Namun seiring berjalannya waktu, aku semakin mengerti, aku semakin paham... Tidak ada yang salah denganku saat itu, tidak ada yang salah dengan profesi itu, tidak ada yang salah. Bisa saja aku menangis saat semua teman-teman menertawaiku. Hanya saja semua perlu pemahaman, 'gantungkan cita-citamu setinggi langit' pepatah yang terlalu sering aku dengar ketika aku berseragam putih merah dulu.. pemahaman yang tepat untuk pepatah itu. Kata-kata bu Ning yang sebetulnya sederhana, kali ini tak bisa ku jabarkan sesederhana saat beliau mengatakanya. Hanya saja baru kali ini, kalimatnya bisa kumaknai dengan pasti bahwa sukses itu sering bukan karena berhasil meraih sesuatu, melainkan berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan.

Rasanya cerita tentang guru nggak akan ada habisnya. selalu saja ada yang seru, haru, sebel, senang, dan campuran rasa lainnya. Guru is my other soulmate, seangker apapun dia. karenanya, aku nggak mungkin mengenang mereka sebagai tokoh antagonis dalam hidup karena mereka terlalu terhormat untuk disebut demikian. mereka adalah anak-anak tangga bagi diriku yang sekarang =,= dan saat reuni-yang entah kapan itu- aku akan selalu mengikutkan nama mereka dalam ceritaku dengan teman-teman. percayalah, aku pasti menyunggingkan senyum di sela-sela ceritaku itu. See? sekarang pun aku tersenyum (lagi) :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

cerita tentang guru lagi.
Senin, 20 Februari 2012
seharusnya aku mengajar sore ini. tapi, satu jam sebelum aku berangkat ada pesan singkat yang masuk ke hapeku. Dari "mamanya Rangga", tertulis di hapeku seperti itu. Rangga adalah salah satu murid yang saban hari Senin dan Jumat kutemui. Ia anak baik, di mataku ia sangat religius untuk anak seumurannya.
Sore itu ibunya, meminta kepadaku untuk tidak perlu mengajar karena Rangga sakit.
"yesss.." nggak jadi berangkat.
Gila, baru kali ini ada ya guru yang seneng gara-gara muridnya sakit... yang ada harusnya, murid seneng gara-gara gurunya sakit terus nggak ngajar... ini kebalikannya. saraaappp!

naluriku nggak akan setega itu, untuk tetap membiarkan sms ibu Rangga [kusebut ibu Rangga aja ya] tidak terbalas. Lalu pesan singkat itu kubalas. Lalu ada balasan lagi. Hapeku berdering untuk kedua kalinya. Kubuka, kubaca larik demi  larik yang tertulis di layar itu. mungkin hampir tiga layar. memang panjang. Ibu bercerita banyak padaku, tentang Rangga tentunya.
setelah kubaca, ada rasa haru, rasa tersanjung, rasa iba, bercampur menjadi satu... Entah satu kesatuan rasa macam apa itu. bingung, aku harus membalas apa. Bingung karena yang hendak huhadapi adalah orang tua/ wali dari muridku. Akhirnya, aku menulis apa adanya yang terlintas dibenakku.
Beberapa menit kemudian, hapeku berdering lagi. Balasan dari Ibu Rangga rupanya.
Aku menangis membaca balasannya. Haru. Ibu itu terlalu baik. Sangat merasa terhormat, ketika ibu mempercayaiku untuk mendengarkan kegundahan hatinya, berpesan banyak hal kepadaku, dan aku menyanggupinya {insya Allah}, lalu ia mendoakanku. Meski tak pernah sekalipun aku bertatap muka dengannya, aku bisa merasakan bahwa ibu adalah orang baik...

Semua yang sulit, sesungguhnya adalah pelajaran hidup, Buk :)

Ini bukan tentang melakukan hal besar atau hal yang serupa.
Ini hanya hal kecil.. guru = good listener. kadang, kita harus bisa menjadi pendengar yang baik tanpa mempedulikan jarak usia keduanya.

Bagiku, mengajar bukanlah sebuah pengorbanan. ini pilihan dan ini adalah kehormatan. [ciyeeee :D]. Kehormatan untuk melunasi sebuah janji kemerdekaan = mencerdaskan kehidupan bangsa. jadi, nggak perlu khawatir jika ada ungkapan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena selamanya pahlawan tidak akan butuh pengakuan. Ia memberi tanpa minta diberi. Kelak, jika anak-anak didik dari seorang guru berhasil meraih mimpinya, maka balasan yang setimpal dari Tuhan selalu ada di dalamnya [#menghibur diri]. Pemimpin yang mengabdi.

MENDENGARKAN adalah sikap hati. Seorang pendengar yang baik, bukan mendengarkan karena dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dikatakan. Dia mendengarkan, karena dia berencana untuk berbicara lebih baik setelah mendengar. Itulah sebabnya kita diminta mengerti bahwa berbicara adalah wilayah kepandaian, sedang mendengarkan adalah wilayah kebijakan. Dan jika cara-cara membaca yang baik belum kita dapatkan maka gunakanlah cara termudah untuk belajar yaitu MENDENGARKAN (Mario teguh)... karena letak telinga lebih tinggi daripada letak mulut..

Padamu negeri kami berjanji...
Padamu negeri kami berbakti...
Padamu negeri kami mengabdi...
Bagimu negeri jiwa raga kami...

[Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tetapi sesungguhnya mendidik adalah tugas moral tiap orang terdidik-Anies Baswedan]

[2] bermimpi...

Ada getaran yang membara di dalam dada ini ketika kubaca lembar terakhir buku itu [*2]. pipiku basah oleh air mata yang sudah mengering setiap kali aku membaca ending dari setiap cerita dan mimpinya. Ada semangat yang luar biasa yang tak bisa digambarkan namun bisa dirasakan. Ia, perempuan Indonesia dengan segala keterbatasannya itu memutuskan untuk melawan, memutuskan untuk terus berjuang demi impiannya, memutuskan untuk terus mencintai hidup yang tidak pernah sempurna. Buku kedua-mu setelah 5 cm, wahai Donny Dhirgantoro masih sangat bisa membuatku merasakan semangat yang begitu membara ketika engkau menjabarkan bagaimana mimpi itu harus diperlakukan.
Katamu, yang engkau gambarkan melalui seseorang dengan sosok yang penuh ketegasan namun mempunyai banyak cerita dibalik ketegasannya, yaitu "jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah.."

Manusia sudah seharusnya percaya pada sebuah impian yang ia bangun, karena impian itu akan membawa kamu ke tempat-tempat yang luar biasa suatu saat nanti. Tidak peduli mimpi itu datangnya dari seorang laki-laki yang penuh dengan ketegaran atau malah datang dari seorang perempuan yang hidupnya penuh dengan keterbatasan. "Aku berani mencintai, dan aku mencintai dengan berani,... aku adalah seorang wanita, aku kuat dan berani.."

Mungkin kesedihan datang bersama cinta, berjalan beriringan sebagai katalis yang menguatkan. Atau mungkin kesedihan dan kebahagiaan hanya kilas tipis yang harus ada dalam cinta saling menguatkan di antara rekah keduanya. Atau mungkin cinta yang benar, cinta yang selalu datang di antara kebahagiaan dan kesedihan, dan ketika kamu mencintai kamu menjadi kuat. Di antara kesedihanmu ia datang dan menguatkan, di antara kebahagiaanmu ia memberikan.

"untuk setiap orang yang membaca tulisan ini, hari ini saya bilang... jika kamu punya impian, impian besar dan begitu bermakna, kekuatan imajinasi manusia yang luar biasa, tetapi kamu tidak sedikitpun bekerja keras, tidak sedikitpun meneteskan keringat untuk memperjuangkan impian kamu.. buat saya kamu hanyalah pembual nomor satu bagi diri kamu sendiri..."
"juga untuk setiap orang yang membaca tulisan ini, saya bilang jangan coba-coba bekerja keras tetapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah,.. tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, bagi saya kamu..hanyalah pembual nomor satu di dunia."

"kamu tau mengapa sesuatu yang luar biasa disebut mimpi, dan ketika sesuatu yang luar biasa itu terwujud akan membuatmu senang?"
"karena mimpi berada di alam bawah sadar manusia, selalu di sana, tidak akan ada mimpi yang berada di alam sadar, tidak ada di dunia nyata, kalaupun ada impian itu sudah menjadi kenyataan, sebelum menjadi kenyataan ia berada di alam bawah sadar. Ada, terus ada setiap hari bagi yang mengejarnya, tetapi tidak terlihat dalam bentuk fisik, tidak terlihat di dunia nyata. Tidak ada  mimpi di alam sadar, impian selalu berada di alam bawah sadar kamu, dan setiap kamu mulai bergerak bersama alam bawah sadar kamu untuk impian kamu, ketika kamu mulai bernafas bersama impian kamu, melangkah bersama impian kamu, melihat bersama impian kamu...kamu mulai menempatkan impian kamu di tempat yang seharusnya.."

"dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup... dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan... tetapi diperjuangkan.."

Setiap dari kamu adalah manusia, dan layaknya manusia, hidup tidak ada yang sempurna, tetapi di setiap doamu, kamu tahu, Sang Pencipta sedikitpun tidak pernah meremehkan kekuatanmu. Setiap dari kamu sudah berjalan cukup jauh dalam hidup, tetapi setiap dari kamu masih ada perjalanan yang harus kamu tempuh. Langkah kaki kita sudah berjalan cukup jauh untuk sampai di sini, tetapi kita sudah selayaknya percaya kalau masih ada langkah untuk berjalan lebih jauh lagi. Karena hidup tidak pernah (bilang) hanya sampai di sini.
Karena untuk hidup dan melangkah adalah sebuah anugerah, tetapi untuk terus hidup dan terus melangkah lagi, bekerja keras untuk setiap impian adalah luar biasa. Karena hidup tidak pernah sampai di sini.
Karena semenjak ada di muka bumi ini, dalam hidup manusia telah saling membuktikan kepada manusia lain bahwa mimpi layak diperjuangkan untuk menjadi kenyataan, bahwa keajaiban itu ada. Bahwa dengan impian dan kerja keras manusia bisa.... membuktikan dengan melakukan sesuatu yang kadang ia sendiri tidak menyangka ia bisa melakukannya, melakukan hal-hal yang jauh diluar kemampuannya, melakukan sebuah keajaiban.

Kita mungkin pernah berada di tempat...di mana kita pernah berada di tempat terendah dalam hidup kita. titik nadir.. Kita kehilangan semua impian dan harapan kita, lebih rendah lagi, kita tidak percaya lagi kepada mimpi-mimpi kita...namun, untukku..setelah itu aku tidak akan membuang waktuku untuk membiarkannya terpuruk. Aku memilih untuk bangkit, ya... kita memilih untuk bangkit, memilih untuk tetap bermimpi, dan bekerja keras memperjuangkannya, memilih untuk menjadi baik, kita memilih untuk menjadi besar dan berani.
Karena bagiku itu adalah wujud dari rasa cinta.. sebab tidak ada cinta yang lebih besar di dunia ini selain mencintai sesuatu di saat-saat susah, di saat kelam datang menimpa.
Bagiku, begitu pula seharusnya bagaimana kamu memperlakukan mimpimu..

Seperti hidup yang tidak sempurna, kamu mencintai mimpimu dengan tidak berputus asa. Tidak ada kerja keras tanpa impian, dan tidak ada impian tanpa kerja keras. dengan kerja keras, tinggalkan bukti di dunia nyata bahwa impianmu, ADA. Bersama alam bawah sadarmu kamu bermimpi, bersama alam sadarmu kamu berjuang. Karena manusia bisa. ia ada untuk bisa.

Hidup itu...

Hari ini...telah kukenangkan segalanya. Jika perjalanan dalam hidup ini adalah lingkaran yang sempurna, sesungguhnya perjalanan dalam hidupku selalu berputar pada dua hal yang mendasar: kebahagiaan dan kepedihan. Bahwa, kehidupan ini adalah sekumpulan pertemuan dan perpisahan. Mendapatkan dan kehilangan. Lahir, kemudian mati... dan kini, aku memang merasa sepi di kesunyian malam.. Tidak ada gemericik air hujan, tidak ada deru motor, tidak ada tawa canda, tidak ada isak tangis karena filem korea.. aku (yang) sendiri..
Seperti komet: setelah memukau orang-orang dengan cahaya pijar sekilasnya, apalagi yang ditunggu selain kematian untuk selamanya.
[maria al qibthiyah]

akan kubaca setiap hari coretan yang mulai sekarang ada di dinding kamarkosku,
"kesuksesan adalah seberapa tinggi anda memantul setelah anda menghantam dasar."
[George S. Patton]

aku, akan di sini setiap pagi hingga akhir pekan, dan aku akan ditemani oleh rasa setia dan optimisku, faith... :')
ahh.. Meski tulisan ini sederhana dan penuh keoptimisan, namun sebenarnya ini menyakitkan.

Tidak Ada Sukses Yang Datang Dengan Mudah, Semua harus di Perjuangkan

Ahh..entah darimana aku harus bercerita.
Beberapa bulan terakhir ini,gejolak jiwa mudaku sangat bersemangat untuk mengejar kemandirian.
Kemapanan mungkin lebih tepatnya.
Ahh,bukan itu juga. Aku cuma ingin membuktikan baktiku pada mereka. Dan aku memilihnya untuk memulainya sejak saat itu.

Aku bekerja. Tentunya part time,karena aku masih mengutamakan kuliahku. Tidak jauh jauh dari concern jurusan yang aku ambil,aku mengajar. Dan perlu diketahui,itu ternyata menyenangkan meski tidak ajeg setiap hari.tapi,aku senang.

Lalu,ada beberapa hal yang tidak bisa kuceritakan,aku membutuhkan kebebasan finansial..bukan karena orangtua tidak mampu mencukupi kebutuhanku diperantauan ini. Sungguh bukan itu. Syukur alhamdulillah bapak ibuku msh mampu melakukanya. Tapi,ada beberapa hal yg tdk butuh pengertian dr oranglain. Setidaknya bagiku seperti itu.

Entah darimana asalnya,keberanianku muncul tiba-tiba. Berani-beraninya aku mendaftar menjadi OP (operator) dikampusku, SEORANG DIRI, dan tanpa pengalaman apapun. Dan aku,pulang dengan kekalahan setelah satu bulan itu.

Aku mencari pekerjaan yang lebih bisa diterima oleh fisikku. Aku membuka lembar di koran,lowongan pekerjaan. Di sinilah aku belajar banyak.

Aku terjebak dlm suatu kondisi= MLM. Hampir saja aku terjebak,bagaimana mungkin aku akan bisa mendapatkan uang 1-1,5jt/minggu,jika aku cuma bekerja didepan komputer,menatap layar komp,dan memakai produk mereka bisa mendapatkan income yang terus berkembang. Aku pasti akan dimusuhi oleh banyak orang. Aku seperti hampir tersihir oleh ucapan persuasif mereka. Kejanggalan atas teknis kerja mereka sudah kurasakan sejak SMS yg dikirim padaku kubaca,sampai pada ketika aku berada di kantor mereka [katanya].

Beralih ke penawaran berikutnya. Sama seperti,pengalaman awal,aku sudah mulai curiga dari sms-sms yg terkirim padaku.

Aku diminta dtng k perusahaan mereka dg membawa surat lamaran, fc ijasah, foto. Posisi yang ditawarkan adlh: staff administrasi dg gaji 750-1jt/minggu. Jelas nggak mungkin,mereka,perusahaan tp merekurt staff penting dg kerja part time dan dbyar tdk kecil. Aku curiga,tp masih saja aku menuruti permintaan mereka untuk datang ke kantornya. Di sana uang 100rb ku melayang. Ahh,harusnya aku tdk mengingatnya. Uang 100rb yang seharusnya menjadi penopang hidupku di kota perantauan ini selama 1minggu justru melayang k tangan para penipu hoax itu.

Aku belajar,bukan hanya dari bangku kuliah. Aku belajar dari kehidupan di luar sana. [inginnya] Aku tidak menangis. Aku selalu ingat peristiwa ini untuk langkah ke depan. Aku tidak akan punya rambu2 atas resiko ini jika tidak pernah mengalami kerugian seperti ini...

Setelah beberapa hari menenangkan pikiran, akhirnya aku bisa ikhlas dg kejadian pahit itu. Aku mulai lupa dg uang 100rb itu. Msh untung aku kehilangan "hanya" 100rb. Bgaimana bila aku menuruti kemauan mereka dg mengikuti jejak mereka menipu byk org yg sbenarnya sdg membutuhkn uang dan mencari pekerjaaan dgn syarat aku harus menyerahkan uang muka 550rb. Statusku adalah mencari pekerjaan karena tidak punya uang, bukan mendapatkan pekerjaan karena aku membayar sejumlah uang pada perusahaan,tanpa tes apapun.

Satu hikmah yang bisa aku ambil,bahwa tidak ada kekayaan yang bisa diraih dlm sekejap. Kita harus curiga ketika ada tawaran yg menggiurkan tanpa membicarakan KERJA KERAS. Meski sulit, tapi aku cukup kuat untuk bisa bangkit lagi, dan menata mimpiku lagi dg usaha. Hidupku tak akan membaik kalau aku hanya berkutat seputar kisah mengenaskan itu. Biarkan itu mjd sjarah yg akn mjd pelajaran bagiku.

Meski begitu, bukan berarti aku tidak dihinggapi keraguan. Ia sering datang dan pergi. Ada saat-saat dimana aku kadang berpikir apakah impianku adalah sesuatu yang muluk?berlebihan. Ari dengan pemikiran gila nya. Kemudian aku telah sampai pada titik dimana kupertanyakan kembali sesuatu pada diriku, apakah aku bisa mencetak SATU SAJA bukti dari impianku? Jika satu itu bisa menjadi nyata,maka itu juga berlaku untuk mimpiku yang lain.

Namun, jika benar mimpi ini hanya khayalan di siang bolong,aku akan mencoba realitis tapi tetap berusaha.

Semoga ini bukan hanya sekedar bunga tidur yang tak berujud apa apa. Allah akan selalu menyertaiku. selaluuu

There's always a hope :)

catatan seorang teman:

Ya, mungkin saya gila, memang gila. Haha org gila itu adlh org yg bahagia. Wkwk
gila!

Tlah brbgai cara kutempuh utk bsa jd seorang astronot.
Dimulai dari membuat roket hingga mengirim email ke Homer Hickam (nunggu blsan ampe 3 bln cuy) hah browsing cari beasiswa gak nemu2 yg pas.
Hmm kuliah kmn nih?
Finlandia? Ah disana sangat susah mencari yg halal, pdhl pendidikannya no 1 di dunia.
Jepang? Bhsa Jepangnya itu lho, ak gak suka.
Perancis? Oh mau dikemanakan jilbabku?
Indonesia? NO COMMENT
Amerika? Ada sdkit harapan..
-duit blm punya, beasiswa blm dpt-
oh my God...
Akankah aku gila terus seperti ini?

Ya Allah ya Rabb yang Maha Kuasa.. Bantu aku mewujudkan impianku utk mjd akhwat pertama yg ke luar angkasa. Amin

aku sudah kebal di cap gila bin stress.. Bantu aku utk membuktikannya ya Rabb...

Buat tmen2, mksh udh bkin aku gila, dg gila aku dikenang.
Aku memang gila tp msih waras. Ingat itu...

SemangKa! Semangat karena Allah. Allahu akbar!!!

[Rantika Rp Astronaut]

*****

Aku suka semangatnya, kereeen... Aku bilang "keep On Fire, Ran'".. pertahankan semangat membaramu itu, Ran.. Go run, Go Ran! :)  aku bangga mengenalmu..
Kalau kata bapak saya, "Orang-orang besar itu adalah orang-orang yang selalu berfikir positif, tetapi tetap progresif"
Kalau kata mba kosku, "Ketika kita bangun di pagi hari, kita punya dua pilihan sederhana. Kembali tidur dan bermimpi atau bangun dan mengejar mimpimu."
Kalau kataku, " dreams, faith and fight! masa depan hanya milik mereka yang percaya akan indahnya mimpi-mimpi mereka...Man jadda wa jadda. siapa yang bersungguh sungguh pasti akan berhasil.
Kesabaran adalah puncak terakhir sebelum Kesuksesan [ranah 3 warna]...Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup... Keep dreaming and make it comes true, Ran" terserah mereka mau bilang kita gila, yang jelas suatu saat nanti kita bisa menunjukkan bahwa  kegilaan kita ini bukan hanya omong kosong, mimpi kita berasal dari ketidakmungkinan, harapan itu berasal dari sebuah ketiadaan, dan kenyataan nanti akan membuat orang berkata "ini tidak mungkin"...

There's Always A hope

Dan [dulu] ada cerita...
"Suatu pagi aku berangkat ke sekolah dengan terlebih dahulu berpamitan pada orang tua secara lebih spesial, maklum sudah dekat dengan waktu ujian. Waktu itu aku pamit sambil mohon doa restu agar lancar dalam belajar. Hari-hari berikutnya aku menaruh harapan besar bahwa akan mendapatkan kemudahan khususnya dalam mengerjakan soal-soal ujian. AKu berharap atas semua keinginan dan harapan bisa terwujud."
Malam sehabis belajar, aku termenung agak lama semacam me-review perjalanan hidupku. Dikarenakan belum ngantuk, aku membuka facebook dan menulis di dalam statusku tentang sebuah harapan. Tulisan tersebut berbunyi :Harapan adalah sesuatu yang tidak pasti, kalau anda mengharapkan akan sesuatu maka siapkan dua hal, terkabul, atau kecewa."

Yang Pasti
Beuuuh, ..ternyata banyak yang comment. Ada yang ngledek, ada juga yang memberi nasehat. Mungkin tahunya aku lagi sedih tetapi ada juga yang memberi teori dengan muluk-muluk tentang bagaimana menaruh harapan. Woww... kata Bang Madid dalam sebuah sinetron di salah satu tivi swasta, "ketika menulis status di FB, aku berharap bahwa akan ada yang comment dan mendukungku, tetapi ternyata harapan itu tidak semua terpenuhi." Sadarlah akan kejadian yang selalu berulang dalam hidup akhirnya aku menyimpulkan bahwa apa yang aku tulis benar-benar nyata. Jika kita berharap terhadap sesuatu berarti kita menginginkan untuk meraih seuatu tersebut. Sedangkan hasil dari berharap hanya dua yaitu terpenuhi atau kecewa. Yap, berharap itu bukan sekedar suatu aksi semudah membalikkan telapak tangan. Jadi, jika kita berani berharap, kita juga harus berani menanggung apa yang akan terjadi.. That's why diperlukan sebuah keyakinan dan kekuatan untuk menerima kenyataan apapun, entah itu karena terkabulnya harapan kita atau justru sebaliknya.

Jadi, menurutku orang yang berani berharap adalah pribadi yang tangguh, pribadi yang siap menerima apapun resikonya, termasuk 'resiko' jika harapannya dikabulkan..
Jadi, akan selalu ada harapan bagi orang-orang yang mau berharap dan berpikiran positif.

Dream, Faith, Fight!

Hhahh...
Pengen nulis,tapi entah apa..
Sejak dulu,aku dibangun menjadi pribadi yang penuh mimpi.
Kadang tidak konsisten,aku ikuti saja arus akan kemana membawaku nantinya..bodohnya aku,aku tak pernah bertanya pada diriku sendiri apa tujuanku!
Dulu,aku ingin jadi dokter..huuh..itu,aku hanya ikut-ikutan.
Entah knapa,[dulu] menjadi dokter sangat meng'iming-iming'iku..dengan kedok: itu pekerjaan mulia,ya menolong orang.
Klise! Bagiku,siapapun bisa saja menolong orang. Hanya saja mungkin, dokter lebih kepada ilmu yang dimilikinya dikhususkan kpada raga manusia. Aku tak sanggup!
Akhirnya,aku beralih.
Inilah ktidakkonsistenanku..
Aku ingin jadi ibu rumah tangga.
Lalu,apa? Aku ditertawakan..
Ngga ngerti..
Ngga ngerti..
Lalu,aku ingin jadi psikolog..
Aku juga [masih] ngga ngerti.
Dan ini tertunda..
Sampai saat ini,masih kusimpan rapat-rapat.
Entah kapan,akan kutunjukan pada oranglain bahwa aku MAMPU!
Dudul tenan ik..
Dulu,aku berani merangkai mimpi indah itu..kini aku bagaikan seorang pengecut,karena meninggalkan dan membiarkan mimpi itu tidak terurus..
But,i'm not a looser..
Kini,aku bangkit karenaNya..kutata kembali,dan kuniatkan..bismillah..
Ketika seseorang bertanya,bukankah setiap orang bebas punya mimpi,bukankah setiap manusia harus punya mimpi? Kalau manusia ngga punya mimpi namanya apa dong?
"a life without a risk is a life unlived.."
itu kata Donny Dhirgantoro..
Mungkin sekarang kenyamanan sudah jadi segalanya sehingga tak ada lagi yang mau mengambil risiko untuk mimpi-mimpinya,tak ada lagi yang mau mencari keajaiban-keajaiban dan keindahan sebuah mimpi..
Okey,if someone asked me what was the greatest moment of my life..i'm gonna said this is the greatest moment of my life..karena Allah [sedang] memeluk mimpi-mimpi besarku..

Sometimes..i wonder..
If i'd ever make it through..
Through this world without having You..
I just wouldn't have clue..
Sometimes i wanna give up, wanna give in, i wanna quit the fight..
Then one look at You,The Almighty Baby..and everything's alright..
Everything's will be alright..so alright..
When i see You, when i feel You in my heart..i can face the world..
You know i can't do anything without You,
when i see Your love.,
i see a ray of light..
I see it shinning right through the rain..
When i see You smile at me..
:)

SANG PEMIMPI

Filem ini tak pernah bosan aku tonton... selalu menginspirasi..

1 Maret 2011, berulang kali aku memutarnya di komputer kecilku.. berulang kali pula, aku menangis... bukan karena di situ ada Ariel,.. tapi karena mimpi yng dimiliki oleh Ikal, Arai, Jimbron (akhirnya) ia dapatkan, tentu dengan perjalanan yang (bagiku) tak mudah... Mimpi... Impian... Ya Harapan.., ASA... aku punya semua itu.. Aaarrgh.. namun apakah semua yang kumiliki itu hanya akan menjadi impian yang ada di awang-awang saja? Huuuhh... aku benar-benar tidak mau...dari filem itu aku yakin 100% bahwa impian bisa terwujud jika kita cepat bertindak dan berprasangka baik padaNya saja.. Pada Pemilik Mimpi-Mimpi itu..
Kereen..


Kau tau kenapa aku bersikap keras padamu? Karena aku tidak ingin kamu terbuai dan berpikir bahwa perjalanan kalian meraih mimpi-mimpi itu akan mudah, kalau kamu ingin bermimpi yang tinggi-tinggi, maka bermimpilah!, tapi kau harus yakini mimpi itu dan temukan jalan terbaik untuk meraihnya. Jangan kau berpikir perjalanan menuju ke sana akan mulus, akan banyak rintangan di depan kau, kau harus kuat menghadapinya. (Pak Mustar)

Betapa kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa, kalau kalian mampu menyusun kata-kata itu dengan indah, bukan saja kalian mampu membuat karya yang luar biasa, tapi kalian juga bisa membuat orang lain tergetar dengan apa yang kalian tulis atau kalian ucapkan. (Julian Balian)
Para Pelopor! Sebelum kita mulai (tutup) kelas hari ini, Mari kita pekikkan kata-kata yang memberimu inspirasi!

Kaum muda, yang diperlukan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tak pernah diimpikan siapapun. (John F. Kennedy)
Tidak semua yang dapat dihitung dapat diperhitungkan, dan tidak semua yang dperhitungkan dapat dihitung (Albert Einstein)
Masa muda, masa yang berapi-api (H. Rhoma Irama)
“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh.” (Mahatma Gandhi)

Bermimpilah! Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Jika kita tidak punya mimpi dan harapan, orang-orang macam kita ini akan mati, Kal! Pada akhirnya kau akan sadar, bahwa bermimpi adalah sesuatu yang indah. (Arrai_Sang Pemimpi_Sang Seniman Gila)

Apa kata-kata penyemangatmu hari ini, Riik?

"Banyak orang gagal karena tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan saat mereka meyerah!" [Thomas Alfa edison]..

Lalu, apa kata-kata motivasimu hari ini kawan???

SemangKaaaa... Iyeeeyy...

*Semangkaaaa..= semangat kawan ^^ 
*SemangKA: semangat Karena Allah

Kini, aku punya sayap

dahulu aku bermimpi bisa berlari tapi ku hanya mampu diam... lalu aku mecoba berjalan terus, membangkitkan kembali spirit yang [pernah] ku punya [dulu]... meski jatuh berkali-kali, aku semakin ingin berlari... apa yang terjadi? terjerembab dan hampir masuk jurang... kemudian aku menangis karena aku menahan sakit... ku mecobanya kembali... bangkit lagi... sambil membawa harapan dan doa..
...sepi sendiri kian meradang..

hingga saat ku mulai pada titik klimaksku... aku lelah, dan ingin sekali menyudahi semuanya... aku mulai menyerah... namun tiba-tiba tumbuh sepasang sayap, yang bukan hanya akan membantuku bangkit dan mengantarku untuk berlari... tapi, juga TERBANG...

Terimakasih oh Rabb...


[Yaa Allah yang kucintai, biarlah rasa ini hanya Engkau yang Tau... aku milikMu... aku hanya milikMu, aku hanya punyaMu... sungguh aku hanya milikMu sepenuhnya...]


I will never quit....I'm going to face this live.. Thanks for all the support... It means a lot to me..
semangat riiiiiiiiikkkk! semangkaaaaaa!

Aku seorang Mahasiswi Pendidikan Bahasa Jawa

Kini aku seorang mahasiswi Pendidikan Bahasa Jawa.
Bukan tidak sering jurusan ini dipandang sebelah mata. Bukan tidak sering jurusan ini dibandingkan dengan jurusan lain, dan kedudukannya rendah dimata yang lain. Bukan karena saya mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, maka saya membela mati-matian, tapi karena saya sadar memang semua ini pantas untuk dibela. Bukan karena jurusan ini mengajarkan 'klenik', tapi karena mereka (yang aku tak tahu cara berpikirnya) menganggap bahwa 'buat apa masuk jurusan basa jawa, lha wong dhewe wae manggon nang Jawa'. Inilah yang menggelitik kuping ku, ketika aku mendengar perkataan ini keluar dari mulut orang-orang yang katanya sukses dan berpendidikan. Ia, mungkin belajar mengenai hukum aritmatika, hukum Boyle, hukum Avogadro, Hukum Newton, Hukum Bernouli, hukum Archimedes, atau hukum apa sajalah yang aku tak tahu namanya. Aku bukannya tak tau apa itu hukum newton I, II, atau III. Isaac Newton pun tau betul apa yang ia temukan, Newton meneliti sifat gerak benda. Begitu pula aku, Aku pun tau apa yang aku pelajari. Aku juga bukan tidak tahu siapa itu Selo Soemardjan. Aku juga bukan tak tau siapa itu Aguste Comte. Ialah Bapak Sosiologi. Aku juga bukan tak tahu bagaimana bunyi Pancasila. Aku juga bukan tak tahu apa itu hukum perdata dan hukum pidana. Aku juga bukan tak tahu apa itu teori permintaan dan penawaran. Aku juga bukan tak tahu siapa itu Adolf Hitler. Aku juga bukan tak tahu apa itu Pithecantropus erectus, Aku juga bukan tak tahu kapan Indonesia merdeka. Aku juga bukan tak tahu kapan hari Kartini itu. Aku juga bukan tak tahu bagaimana pengucapan kata 'enough' yang benar secara fonologi. Aku juga bukan tak tahu siapa Presiden Amerika. Aku juga bukan tak tahu apa arti 'achtung-achtung'. Aku juga bukan tak tahu bagaimana mengoperasikan program Turbo Pascal.
Tapi, ada pelajaran yang tidak diajarkan di bangku kuliah. yaitu tentang nilai BAIK dan BURUK. Untuk mendapatkan itu, kita harus belajar dari kehidupan. Inilah yang aku herankan ketika sebagian orang menganggap remeh jurusan kami, apakah ada parameter tentang toleransi? Tidak! Tapi, semua itu terletak di hati. Karena ialah parameter kebaikan dan keburukan. Ia (yang aku tak tahu cara berpikirnya) tak belajar tentang toleransi dan kebebasan yang sebenarnya. Jurusan ini mempelajari semua aspek, budaya, toleransi, agama, bahasa, etika, seni, dll. Disini kami belajar keanekaragaman. Kami juga belajar multi bahasa (Jangan anggap remeh kami, Bung!!! Ini tidak mudah!!!Semua butuh pengorbanan!!! Kami harus belajar bahasa Sansekerta, bahasa Arab, bahasa Kawi, bahasa Inggris, bahasa Indoensia supaya kami tahu betul bahasa Jawa!). Kami bukan orang-orang musyrik yang mempercayai adanya kekuatan Tuhan dalam suatu benda mati ataupun dalam upacara-upacara adat lainnya, tapi memang semua itu tidak dapat dibandingkan dan dicampurkan. Masalah agama tidak bisa disamakan dengan budaya. Begitu pula sebaliknya. Kami tau apa yang harus kami lakukan. Yaitu memperkaya ilmu pengetahuan, apapun itu bentuknya. Kami mengapresiasi segala bentuk hasil karya yang telah ada jauh sebelum kami dilahirkan. Itulah budaya. Tidak bisa dicampuradukkan dengan agama.
Sebagai pembelajar yang juga paham akan agama, tentunya beberapa hal yang tidak sesuai dengan naluri kita, kita cukup mengapresiasi keberadaannya.
Awalnya aku tak peduli sama sekali ketika ada orang yang merendahkan jurusan ini, tapi setelah aku belajar, rasa ingin membelaku muncul. Ini seperti ada dalam aliran darahku, yang memang benar-benar harus aku bela sampai titik darah penghabisan. Yang tak rela jika tanah airnya di injak-injak dan dipandang sebelah mata, akan ku korbankan hingga tetes terakhir.. (<berLebayan> ^-^). Kalau bukan kita yang mengapresiasi dan membelanya, siapa lagi? Justru kenapa mereka menganggap remeh Pendidikan Bahasa Jawa, karena mereka tidak tahu Beretika jawa. Etika jawa dan toleransi inilah yang tidak diajarkan hanya karena kita wis 'manggon nang Jawa'. Itu saja tidak cukup. Bukan karena aku banyak tahu tentang budaya jawa maka aku berbicara panjang lebar, akan tetapi setelah menjadi mahasiswa, aku jadi tahu lebih banyak dan wawasan yang kumiliki bertambah.

Pernah suatu kali, ada seorang sahabat bercerita padaku. Ia datang pada sebuah acara yang ternyata dia terjebak dalam acara MLM, dan pembicaranya adalah seseorang yang katanya sukses dalam dunia bisnis. Justru yang ia banggakan adalah kesuksesannya menggagalkan jalan kesuksesannya. Ia berkata, bahwa ia kuliah selama 7 tahun di Universitas Negeri di Yogayakarta (hingga sampai saat ini pun ia belum menamatkannya) dan jurusan yang ia ambil tidak sembarang atau 'ecek-ecek' seperti jurusan bahasa jawa.
"kuliah ya milih-milih" katanya. (Ya memang untuk kuliahpun kita harus punya pilihan, yang ini benar!).
"Wong dhewe wae wong Jawa, kok sinau basa Jawa" (ini yang saya salahkan! Lalu apa yang salah dengan jurusan ini? Tidak ada sama sekali. Yang salah adalah perkataannya yang tak ia pikirkan akibatnya= [play] 'Tong Kosong'- SLANK.) Ya. Memang dia orang Jawa, tapi 'wong jawa sing ora njawani'. Ia tak tahu apa arti kebebasan, tak tahu bagaimana bertuturkata yang baik yang tidak menyakiti orang lain, ia tak tahu apa itu etika, apa itu toleransi dan saling menghargai. Dimana jiwa sukses dan pemimpinmu, Hey Bung..., kalau kau tidak bisa menghargai orang lain? OMONG KOSONG!) Ia memilih Pendidikan Matematika, namun apa yang terjadi setelah ia memutuskan untuk kuliah di jurusan ini. Kuliahnya hanya terbengkalai, dengan urusan-urusan mencari uang dan materi!

Maaf, di sini saya tak bermaksud menjelekkan bidang-bidang ilmu. Karena saya tahu setiap ilmu, pasti mempunyai manfaat. Untuk itu, marilah kita sama-sama mencari ilmu dan menambah wawasan, serta bertukar wawasan. tapi jangan pernah mendiskreditkan bidang ilmu karena ketidaksukaan kita pada ilmu tersebut, ataupun karena kita tidak mempelajari bidang ilmu tersebut. Kita, bisa saja mencari ilmu dimana saja kita berada dan dengan siapa saja lawan bicara kita. Bagiku, kita semua adalah sama. Tidak usahlah kita menghiraukan darimana kita berasal. Alam, sosial, bahasa atau apapunlah itu... Kita semua sama, tujuan kita sama, yaitu belajar. Yang terpenting adalah kemanakah kita ingin tiba?

Dari jalan yang sungguh awalnya tak pernah kubayangkan, untuk masuk di Jurusan Pendidikan Bahasa Jawa, mengikuti jejak masku, dari sini pula aku bertemu dengan sosok-sosok yang juga luar biasa. Mungkin jalanku sedikit berbeda dari mimpiku, tapi dari sinilah kawanku bertambah....


(*maturnuwun kepada seorang sahabat, yang telah bersedia membagikan pengalaman ini padaku. Ceritamu menginspirasiku. Ceritamu mengobarkan api dalam diriku!!! SEMANGAT!!!)

There's always a hope


ini tentang seorang sahabat...
Karenanya aku mengerti arti sebuah perjuangan.
Karenanya aku mengerti arti kata 'tak kenal lelah'.
Karenanya aku mengerti apa itu pantang menyerah.
Karenanya aku mengerti apa itu 'MIMPI'
Karenanya aku tau bagaimana itu bermimpi.
Karenanya aku tau bagaimana mimpi itu seharusnya diwujudkan.
Karenanya aku mengerti apa itu kesungguhan.
Karenanya aku belajar tentang sebuah 'kesabaran'
Karenanya aku belajar tentang sebuah 'komitmen'
Karenanya aku belajar sebuah 'loyalitas'.

Aku AJI ADHITYA ARDANARESWARI, bukanlah orang yang tak kenal dengan putus asa. Aku pernah putus asa. Aku bukanlah orang yang bijaksana. Aku pun sering bertindak gegabah. Bukanlah orang yang dewasa. Aku pun sering kekanak-kanakan. Aku ingin dimengerti. Bukanlah orang yang tak pernah bermimpi. Aku pernah bermimpi. Bukan tidak pernah aku ditertawakan karena mimpi-mimpi yang kubuat. Hingga saat ini aku masih menyimpan mimpi itu. MENJADI SEORANG PSIKOLOG (silahkan tertawa...) Tapi, mungkin aku belum terbangun dan mimpi itu masih saja kusimpan. Inilah yang membuatku berhenti dalam keadaan ini. Keadaan dimana selalu saja aku 'nrimo' dengan apa saja, yang sesungguhnya bukan obsesiku. Mungkin bagus jika diukur dari parameter rasa syukurnya, tapi tidak untuk 'perjuangannya'. Sampai-sampai, karena keadaan, di tengah jalan sering saja mimpi itu kuubah... dan sekarang aku bermimpi 'jika aku tidak bisa menjadi seorang psikolog, aku masih bisa menjadi seorang guru dan sahabat bagi murid-murid dan anak-anakku nanti. Bukankah fungsi keduanya sama? Yaitu membantu orang lain?'
Bukan tidak mungkin pula, jika suatu saat nanti, jika aku sudah menyelesaikan kuliahku dan sambil mengajar, aku melanjutkan pendidikanku di psikologi?

Dari seorang sahabat yang kucintai, aku mengenal apa itu HARAPAN.
Dari seorang sahabat yang kucintai, aku mengenal apa itu kesetiaan.
Dari seorang sahabat yang kucintai, aku mengenal apa itu kegigihan.

Mungkin ia merasa perjalanan yang selama ini ia tempuh tak menghasilkan apapun. Tapi, bagiku perjalanannya lebih dari LUAR BIASA. Aku sendiri tak bisa melakukannya. Ia mampu bertahan sejauh ini (Aku kagum karena ini). Aku sangat yakin, ia sudah berusaha keras. Aku pun yakin, ia berdoa dan berharap. Yang Pasti, semuanya akan indah pada waktunya... Tak perlulah kau tanya pada dirimu sendiri "Harus berapa kali aku mengecewakan orang-orang yang menaruh harapan besar padaku?". Karena aku percaya bahwa mimpi itu dibangun bukan hanya untuk diwujudkan, tetapi karena kita harus menciptakan jejak-jejak di atas mimpi itu. Karena JEJAK itulah yang menjadi pembeda dalam perjalanan ini. Karena aku yakin, orang-orang yang selalu mendampingimu dalam perjalanan menuju mimpi itu, bukanlah orang biasa. Mereka adalah orang-orang yang LUAR BIASA. Orang-orang yang turut bahagia, jika kau bahagia dan berharap kau mendapatkan yang terbaik, dengan segala keputusan yang kau ambil. Jadikan mimpi itu, mimpimu sendiri, bukan mimpi orang lain. Karena sesunggahnya, kekuatan sugesti mimpi hanya terletak dalam dirimu.

"Seberapapun indahnya rencana kita, jauh lebih indah rencana Allah untuk kita."


(*maturnuwun kepada sahabat yang telah menginspirasi terciptanya tulisan ini.... Semangat Kawan!!!! Gut LaK!!! ^-^)

My Journey

Ini tentang diriku.

Aku, gadis yang terobsesi untuk duduk di bangku kuliah psikologi.
Perjalananku untuk menuju apa yang aku citakan itu sangatlah panjang. Mungkin juga tidak. Karena aku berhenti pada keadaan yang ada pada diriku saat ini.

Lulus SMA dengan nilai, yang bagiku 'lumayan'. Aku bersyukur atas itu.
Sebelum masa di bangku SMAku habis, aku sempat mendaftar pada salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta, (yang ternyata sekarang menjadi tempatku menuntut ilmu dan menjadi tempatku berjuang mencari potensi yang sesungguhnya ada dalam diriku). Aku masuk melalui program penulusuran bibit unggul, aku memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan itu karena nilai raporku dari kelas X sampai kelas XII juga tidak terlalu jelek, aku berfikir "aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini begitu saja, karena dengar-dengar dari kakak kelas, kebanyakan mereka yang mendaftar dinyatakan diterima". Awalnya, tak pernah terlintas sedikitpun untuk meneruskan jejak masku ke arah yang sama 'Bahasa Jawa'. Sebelum aku memutuskan perguruan tinggi mana yang harus kupilih, aku berkonsultasi pada bapakku. Kuutarakan keinginanku untuk masuk psikologi pada salah satu universitas di Solo (karena hanya universitas inilah yang membuka jalur PBU jurusan psikologi). Akhirnya bapak bilang, psikologi banyak saingannya, peluang untuk bisa diterima sangatlah kecil, pilih yang peluang diterimanya besar, tapi tetap dibutuhkan ketika sudah terjun di dunia kerja. Kata bapak, PBU yang aku jalani itu untuk cadangan saja ketika aku nantinya tidak lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri,. dan bapak pun bilang kalau Bahasa jawa saat itu masih sangat membutuhkan tenaga pengajar. Akhirnya aku menurut.

Aku ambil formulir pendaftaran PBU di kantor BK, lalu kuisi. Tiba-tiba saja aku merasa pesimis. Buat apa aku ikut-ikutan ini, hanya buang-buang uang saja. Lalu alasan apa yang menjadi dasar bagiku untuk mengikuti program itu?Jujur, hanya untuk menyenangkan hati bapakku. Katanya, apa yakin dengan kemampuanku ketika besok aku mengikuti suatu ujian masuk perguruan tinggi negeri, aku pasti lolos dan diterima? Tiba-tiba saja, kepercayaanku pada kemampuanku hilang begitu saja. AKU TIDAK YAKIN. Mungkin, inilah sugesti yang membuatku, akhirnya benar-benar gagal. (*Jangan dicontoh!!!)

Setelah ujian nasional berakhir, pengumuman PBU pun keluar. Aku dipanggil oleh guru BK ku. Aku diberi sebuah surat. Lalu kubuka saat itu juga. Kubaca, namaku tertera di surat itu, menyatakan bahwa aku diterima. Antara percaya atau tidak, Aku bingung apakah aku harus bahagia? Karena memang aku tidak terlalu antusias mengikutinya. Lalu aku berfikir positif, bahwa ini adalah anugrah dariNya, yang tidak setiap orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Aku sangat bersyukur.
Seiring berjalannya waktu. Aku bertekad untuk terus berusaha meraih citaku. Aku mendaftar sebuah ujian masuk di universitas negeri bonafit di Yogyakarta, tentunya psikologi yang kuambil. Aku belajar, berusaha keras. Hingga akhirnya, hari penentuan pun tiba. Aku membuka di internet, untuk mencari namaku, apakah aku lolos dalam seleksi itu. AKU GAGAL (lagi).
Kuputuskan untuk tidak berhenti, Aku mencoba lagi. Hingga akhirnya aku benar-benar merasa lelah, dan akupun berhenti pada titik ini.

Kuyakinkan pada diriku, bahwa orang tua tidak akan pernah menyesatkan anaknya, dia ingin melihatku bahagia dengan keputusan yang aku ambil. Dan dengan ridho darinya, semoga dalam menempuh perjalanan mencari jati diri, aku benar-benar menemukan ilmu yang bisa menuntunku ke kehidupan yang lebih baik.

Untuk adik-adiku yang saat ini sedang berusaha mencari dan mendapatkan puing-puing kesuksesannya, Ari berharap jangan pernah menyerah... Jangan pernah berhenti berjuang...Puing-puing itu masih bisa kita cari, supaya kita mendapatkan sebuah kesuksesan yang utuh, tapi mungkin dengan jalan yang tidak kita kira sebelumnya. Jika, suatu ketika ada sesuatu yang membuatmu lelah dan ingin berhenti, maka jangan pernah menyesal atas apa yang telah ada di genggamanmu. dan Aku pun berharap, suatu ketika,saat semangatmu pulih kembali, kamu tidak membiarkan perjalanan itu sia-sia dan tergerus waktu, tapi lanjutkanlah perjalanan itu.. Mungkin pula, apa yang sangat ingin kau dapatkan, bukanlah menjadi yang terbaik jika kelak kau sudah meraihnya. Mungkin pula, apa yang sudah ada di depan matamu, merupakan jalan yang IA pilihkan untuk kita, agar kita menjadi manusia yang terus berjuang tak kenal lelah, serta menjadikan kita pribadi yang senantiasa bersyukur atas semua pemberianNya..
Tetap SEMANGat KAwan!!!! SEMANGKA!!