Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

#SongSongCouple Menyongsong Halal


Song Song Couple Menuju Halal. Begitu tagar terpopuler di explore instagram. Cerita bak negeri dongeng ini hampir sama ceritanya kayak Ahn & Goo (catatan: https://www.facebook.com/notes/aji-adhitya-ardanareswari/ahn-goo/10154144693059801/ ) Ahn Jae Hyun & Goo Hye Sun mengumumkan kabar rencana pernikahan mereka satu bulan sebelum pernikahan mereka di bulan Mei 2016 terjadi. Sementara Song Song Couple melalui agensi mereka mengumumkan kabar rencana pernikahan mereka di awal bulan Juli 2017. Dari sana telah dipastikan bahwa Song Jong Ki dan Song Hye Kyo akan menggelar pesta pernikahan mereka pada tanggal 31 Oktober 2017. 


Bagiku keberhasilan kedua pasangan menuju bahtera rumah tangga ini menunjukkan bahwa perempuan tidak perlu terlalu menjadi idealis dalam menentukan standar usia pasangan lebih tua. Song Jong Ki, pemuda yang begitu tenar di kalangan remaja Tiongkok, Jepang, Tanah Air, eh seluruh dunia ini lahir pada tahun 1985 dan akan melabuhkan hatinya untuk seumur hidup pada “nuna” kelahiran 1981. Aku mengenalnya saat ia jadi playboy di Sunkyunkwan Scandals. Di sana doi bukan lead male. Meski bukan lead male, mukanya yang masya Allah bikin gagal fokus dari tokoh utamanya. Saat itu, Song Jong Ki juga mirip Ahn Jae Hyun, masih terlalu dini untuk diajakin diskusi perkara pria wanita, halal haram, dan mahram bukan mahram. Jaman-jaman itu doi lebih sering main kejar-kejaran di Runningman sama Song Ji Hyo, dkk. Seiring berjalannya waktu, Song Jong Ki meninggalkan dunia Runningman dan lebih memilih fokus pada pekerjaannya sebagai aktor. Hingga pada tahun 2016 terbitlah drama Descendants of the Sun (DOTS). Drama ini, sebelum penayangannya di akhir 2016, sudah digadang-gadang sebagai drama paling ditunggu dan diprediksi akan menjadi drama terlaris karena memasangkan aktor dan aktris hits juga karena ditulis oleh penulis skenario dengan trackrecord drama populer. Nah, di sanalah Song Jong Ki bertemu dengan Song Hye Kyo. Nuna satu ini kukenal lewat drama Korea Endless Love jaman-jaman SD. Lalu di Full House doi jadi Han Ji Eun, di sana lagu “three bears song” jadi lebih dikenal oleh para pecinta drama korea anak SMP juga gurunya ^^’. Nuna satu ini, kecantikannya awet sejak aku SD sampai kemarin doi ketemu Song Jong Ki di DOTS. Para shipper bergabung untuk menjodohkan keduanya setelah syuting DOTS berakhir karena chemistry keduanya sebagai pasangan di drama begitu tampak nyata. Namun, lagi lagi namun seperti kebanyakan “standar operasional alias SOP” para artis jika merespon tentang jalinan asmara mereka akan “no comment” atau jawaban “kami bekerja secara profesional. - kemudian saling memuji” selalu menjadi senjata pamungkas. Publik hampir lupa dengan ‘perjodohan’ ini karena keduanya tampak hanya seperti teman pada umumnya karena bekerja dalam satu tim sejak pembuatan drama tersebut. Hingga akhirnya, Juli 2017, publik internasional dikejutkan dengan kabar rencana pernikahan mereka melalui agensi mereka. Selang beberapa hari, keduanya mengklarifikasi kebenaran kabar tersebut melalui sebuah surat yang ditujukan kepada para penggemar/ fans mereka.


Song Jong Ki menulis, “Aku menulis ini karena aku ingin menerima restu dari kalian. Aku benar-benar gugup saat menulis ini tapi aku ingin mengatakan kepada kalian tentang isi hatiku. Aku baru saja bisa menjadi bagian dari sebuah drama yang membuatku lebih bersinar dari sebelumnya. Aku menikmati hari-hari terindah dalam hidupku karena cinta yang kuterima dari semua orang. Usai drama tersebut, aku juga mendapatkan teman berharga dan perasaan tersebut berkembang menjadi cinta. Pada awal tahun 2016, kami berjanji untuk menghabiskan sisa hidup kami bersama-sama. Kami berjanji untuk saling memahami kelamahan satu sama lain, saling membantu saat melalui masa-masa sulit. Jadi aku akan memulai hidup baru dengan Song Hye Kyo melalui pernikahan kami pada hari terakhir bulan Oktober 2017.”


Song Hye Kyo juga menulis, “Hai ini Song Hye Kyo, sudah lama tidak menulis di sini kalian pasti terkejut membaca berita tentang pernikahanku. Aku pun terkejut mereka mengumumkannya secepat ini, aku seperti tidak mempertimbangkan perasaan kalian sebagai fans dengan adanya berita pernikahan ini. Pertama aku ingin mengatakan, Song Jong Ki adalah rekan kerja yang memiliki hubungan yang baik denganku. Aku merasa dari segi sikap hingga pikiran kami memiliki hal yang sama, dan aku merasakan hal itu ketika kami bekerja bersama. Dan aku merasa senang ketika kami saling berbagai cerita apapun tentang kehidupan kami. Aku merasa nyaman dan telah banyak waktu yang kita habiskan untuk lebih mengenal satu sama lain. Aku berpikir ini sejak lama bahwa takdir mempertemukan kami dan ia membuatku percaya dan ingin menjalani hidup di masa depan bersama dengannya. Aku juga bersyukur ia telah memberikan rasa cinta yang sedalam-dalamnya dan meyakinkanku bahwa ia bisa membuatku menjadi wanita yang bahagia. Aku ingin mengatakan kepada fasnku, keputusan menikah bukan hanya keputusanku, ini keputusan antara aku dan Song Jong Ki. Tentu aku merasa khawatir, berhati-hati dalam berbagai hal, dan aku benar-benar gugup. Tetapi aku yakin kalian (fans) akan menyamangatiku. Fans yang telah menunggu dan selalu memberikan cinta kepadaku, hingga aku mengatakan ini kepada kalian. Sekarang aku tidak akan sendiri, Song Jong Ki telah menjadi bagian dalam hidupku, jadi bukan hanya aku tapi kami berdua, kami berjanji akan menjalani hidup lebih baik dan bahagia sebagai pasangan kedepannya. Tetapi aku mohon aku meminta kalian untuk mendukungku juga Song Jong Ki ke depannya. Terima kasih aku menyayangi kalian.”


via @koran_hallyu


Abang Song Jong Ki dan Abang Ahn Jae Hyun ini patut diteladani oleh para selebritis yang sedang hits dan naik daun di Negara Gingseng sana bahwa memutuskan untuk menikah tidak perlu adanya konfirmasi kencan sebelumnya. Karena, (insya allah) publik selalu berpikiran positif, “mungkin saja mereka taarufan”. Selamat KBS, in sya Allah ladang pahala untuk Bapak Ibu yang bekerja di sana, karena telah mempertemukan kedua pasangan ini di drama yang berbeda.


Betewe, selamat Sersan Yoo Si Jin dan Dokter Kang Moo Yeon semoga kombinasi ini dapat membawa kemaslahatan bagi umat-umat dunia. Selamat berkeliling dunia!


Yang belum baca cerita Ahn Jae Hyun, bisa baca https://www.facebook.com/notes/aji-adhitya-ardanareswari/ahn-goo/10154144693059801/















Dimas

Di sudut pendapa milik pak RT kami bercerita ceria. Tentang pekerjaan kami, tugas kami, cerita lucu bersama penduduk desa, cerita lucu tentang anak-anak di desa. Satu jam sebelum masuk waktu maghrib, biasanya kugunakan untuk jalan sore keliling desa yang baru kutinggali untuk sementara waktu ini. Sebelum mengajar adik-adik mengaji, padang ilalang panjang kulewati saat menuju ke surau. Kudapati seorang laki-laki keluar dari semak rumput tinggi, menuntun sepedanya dan berhenti di pinggiran jalan ilalang. Laki-laki itu mendekati seorang Bapak yang tengah merapikan tumpukan rumput panjang bunga dandelion. Mungkin untuk makan ternak milik Bapak itu. Selesai merapikan rumput untuk di bawa menggunakan sepeda oleh Bapak itu, lelaki itu mengayuh kembali sepedanya. Sosoknya tertutup oleh sinar senja sore kala itu dan membentuk sebuah siluet. Dia menjauh, aku tersenyum di balik punggung lelaki itu. Aku merasakan kehangatan pribadi lelaki itu. Lelaki itu bernama DIMAS.

Lelaki yang kemudian untuk beberapa kali waktu kutemui di tengah jalan tanpa sapa tanpa sengaja. Pernah kedua mata kami bertemu, kemudian dia tersenyum. Aku tersenyum. Seorang laki-laki yang begitu menyukai bersepeda, melukis sore, dan mengejar bola. Lelaki sederhana namun istimewa.

Sore ini gerimis turun lagi, Dimas. Tanpa mendung tanpa awan tebal kelabu. Sama seperti ketika aku duduk mendampingi adik-adik yang sedang mengaji, kemudian gerimis turun tiba-tiba. Aku berlari ke teras surau untuk menepikan sepatu adik-adik agar tidak basah karena hujan. Namun sebelum sampai aku di teras surau, aku melihatmu lebih dulu menepikan sepatu adik-adik dengan rapih. Juga sepatu usangku tidak lupa kau tepikan agar tidak kehujanan. Kubiarkan engkau tidak menyadari bahwa aku menyaksikan kebaikan dan perhatianmu. Satu yang kulupa, aku lupa mengucapkan terima kasih padamu. Kamu buru-buru ke tempat wudhu dan bergegas ke mimbar bersiap untuk mengumandangkan adzan maghrib. Setiap kali gerimis datang dan jatuh dari langit depan surau, aku mengingatmu. Aku menampung air gerimis di telapak tanganku, dan aku tersenyum mengingat kehangatan pribadimu. Aku mulai menyukai gerimis. Gerimis membawaku pada kenangan tentang perhatianmu pada adik-adik dan warga desa.
Dimas yang baik, apakah aku terlambat untuk mengenalmu lebih dari sekadar tau namamu? Seandainya menyapamu semudah aku mengetuk pintu rumah Pak RT dan ijin tinggal di sana, maka mungkin mampu kulakukan. Sayang menyapamu lebih dulu tak semudah itu bagiku. Aku tak seberani itu. Aku, bukan perempuan pemberani. Dimas, saat kudapati gerimis mengenai jendela kamarku di kota ini, aku mulai mengingatmu kembali. Tiga bulan waktu itu menjadi terlalu singkat bagiku. Benar kata orang kalau rindu itu bagai gerimis. Ia datang tanpa pertanda. Ia melebat tiba-tiba. Tolong beritahu padaku bagaimana caranya melebur rindu yang tak tersampaikan? Atau, tolong jelaskan padaku apa yang menyebabkan aku ingin bertemu denganmu sedang aku belum mengenalmu dengan baik? Dimas, carikan aku sebuah alasan agar aku bisa kembali.



Dimas (Indonesia); .dhimas (Baoesastra, 108) merupakan sebutan untuk seorang adik (laki-laki). Dalam konteks tertentu juga berarti ‘yang terkasih’.

Asih


Seorang perempuan duduk di padang ilalang dekat saung di desa kami. Perempuan enerjik dengan rok panjang, kadang dengan gamis dan jilbab yang melompat-lompat tertiup angin saat dia mengejar anak-anak untuk mengaji. Perempuan yang tidak malu-malu untuk tertawa lepas dan tertawa cekikian bersama anak-anak kecil yang usianya jauh lebih muda dibanding usianya. Perempuan yang punya senyum merekah setiap kali ia menyapa penduduk di desa kami. Sikap sederhana dan ramahnya membuatku tertarik untuk selalu memperhatikannya. Setiap sore jika dia tidak datang ke padang ilalang desa kami, dia datang ke surau desa kami. Dia mengajar mengaji, mengajar membaca alquran adik-adik di desa kami. Perempuan ceria yang hobi mengejar adik-adik agar rajin mengaji di surau. Perempuan itu bernama Asih. Belakangan aku tahu apa yang disukai Asih. Perempuan itu menyukai senja, gerimis, dan buku. Dia akan tiba-tiba berhenti mengejar adik-adik untuk mengaji kalau dia menyadari bahwa sorot lembayung senja berwarna merah jingga menyilaukan matanya. Kemudian dia akan tersenyum dan bibirnya seperti mengucapkan sesuatu. Mata jernihnya berkaca-kaca, lalu kembali mengejar adik-adik dan berteriak lucu, “kalau di’dukani’ Allah gimana?” *didukani ‘dimarahi’ (bahasa Jawa).
Jika hujan turun, adik-adik akan datang terlambat untuk mengaji. Asih menunggu di teras surau sambil memegang payung kecil untuk menjemput adik-adik yang datang dari ujung jalan desa kami. Sesekali Asih membuka telapak tangannya dan menyambut gerimis menyentuh telapak tangannya yang turun dari langit depan surau kami. Asih seperti menikmati gerimis yang datang setiap sore itu. 

Belakangan Asih tidak tampak di surau maupun di padang ilalang seperti biasannya. Tiba-tiba aku merasa penasaran dengan kehadirannya dan merasa kehilangannya. Meski tidak pernah bertegur sapa, sikap ramah pada warga dan sikap ceria pada adik-adik di desa telah membuat kesan tersendiri di dalam lubuk hatiku. Asih datang ke desa kami bersama sekelompok kawan yang baru kuketahui kalau mereka sedang melakukan kegiatan lapangan. Asih telah pergi sebelum keberanianku menyapanya tumbuh sama besarnya seperti rasa penasaranku padanya. Asih yang penuh kasih, apakah aku terlambat untuk memintamu tetap di sini saja?

Kasih (Baoesastra, 191) yang berarti ‘orang tercinta’ atau dalam bahasa Indonesia (KBBI) berarti ‘perasaan sayang, cinta’ . Juga asih (Baoesastra, 20) berarti tresna, katresnan atau ‘cinta’ dalam bahasa Indonesia. Sih (Baoesastra, 562) berarti tresna, katresnan, kawelasan.

Aku & Partner


Semenjak kau datang pada malam gerimis itu dan membawa amplop bertuliskan namamu, aku berubah menjadi sosok yang ‘sok’ paling nelangsa. Kubiarkan perasaan paling nelangsaku hanya semalam. Keesokannya, aku mulai bangkit dan bukannya tidak mau peduli lagi padamu, aku masih akan tetap peduli padamu sebagai kawan baikku. Kuterima niat baikmu mengundangku ke moment terindahmu bersama Siti. Dulu, sempat kau tanyakan padaku, apa yang akan aku lakukan, tanpamu. Hari ini, detik ini aku sudah punya jawaban untuk itu. Aku akan melanjutkan hidupku, meski tanpamu. Ya, aku bersedia datang dengan membawa doa terbaik agar kebahagiaan selalu melingkupimu. Aku bawa seseorang yang tentu juga kau kenal dengan baik, agar aku tak terlihat terlalu kesepian. Kusiapkan sebuah kado terbaik kemudian kububuhkan ucapan singkat agar kalian bahagia dan selalu dilingkupi kasih Tuhan.

Dulu pernah kutulis sebuah surat untukmu yang kemudian kau kembalikan karena kau malas membacanya dan memintaku untuk berbicara langsung. Seandainya kamu mengenalku sebaik aku mengenalmu dulu, bahwa aku tak pandai berbicara sepertimu. Kutulis sebuah surat panjang melalui dinding buku mayaku agar kau tak tertarik membacanya. Aku tahu betul bahwa kau bukan pembaca yang baik. Kau pernah bilang bahwa alasanmu ‘menyukai’ status pendek pada sosial mediaku daripada catatan-catatan panjang yang kutulis di sana adalah karena kau tak pernah membaca catatan tersebut. Ya, kamu tidak menyukai membaca catatanku yang panjang. Kali ini aku sengaja membuat catatan panjang ini, agar kamu tidak tertarik membukanya apalagi membacanya.

Selalu kusimpan rasa sesal setiap kali aku memikirkanmu. Aku tidak begitu paham dengan semua sikap sederhanamu namun selalu membuatku takjub. Niat baikmu mengundangku hampir membuatku lupa bahwa perasaanku ini tidak boleh berjalan terlampau jauh. Dulu seringkali aku tertarik terlalu dalam hingga aku tak sadar, segala hal menarik dan menakjubkan darimu telah membuatku tak sengaja jatuh cinta pada kawan baikku.

Terakhir. Sungguh aku tak akan tinggal terlalu lama pada rindu yang tak benar ini. Selepas ini, aku berjanji akan jatuh cinta dengan cara yang benar. Rahasia ya.



...Ketika ku mendengar bahwa kini kau tak lagi dengannya, dalam benakku timbul tanya Masihkah ada dia di hatimu bertahta atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu. Namun, siapkah kau tuk jatuh cinta lagi?... Meski bibir ini tak berkata bukan berarti kutak merasa ada yang berbeda di antara kita. Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena diriku tak mampu untuk bicara bahwa aku inginkan kau ada di hidupku. [HiVi - Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi ]




Note: Cerita ini hanya fiksi. Label nama wedding invitation ditulis sesuai request saya, alasannya sama, agar saya tidak terlihat terlalu kesepian. Haha. Tragis.

Iman & Siti

Man...

Malam ini hujan gerimis, sama seperti malam itu. Hari di mana kamu datang ke rumah mengetuk pintu dan membawa sebuah amplop bertuliskan namamu dengan seseorang bernama Siti.

“Maaf, aku tidak pernah cerita.” Katamu saat itu.

Meski bisa kulihat air mata di ujung matamu sebenarnya sudah tak bisa lagi kamu bendung. Belum sempat aku merespon, kamu pergi menjauh. Aku diam. Berdiri mematung melihat bayanganmu yang semakin jauh ditelan gelap di ujung gang. Aku tertawa getir, kemudian menangis setelah kamu pergi, Man.

Apa kau pernah mencoba berlagak tegar, meski hatimu sedang pedih? Aku sedang mencoba melakukannya selepas kamu pergi.

Apa kamu pernah berkata padaku bahwa kau menyukaiku? Tidak. Juga tak sekalipun aku pernah mendengar nama Siti selama kau berada di sampingku, ya sebagai kawan baikmu. Aku tak pernah pandai menerjemahkan sikap baikmu, perhatianmu padaku. Kuanggap bahwa kau kawan yang amat baik padaku. Perempuan bukan ahli penerjemah kode. Setidaknya, jika suka, katakan suka. Maka aku akan mengerti.

Beberapa kali kau kugoda, bahwa kau adalah lelaki sempurna yang perempuan idam-idamkan. Lalu kau bilang bahwa kau tak sebaik yang aku kira. Aku terlalu ‘tinggi’ bagimu. Aku hanya perempuan biasa saja yang tetap ingin kadang bersedih dan juga ingin sesekali bahagia. Aku juga perempuan biasa saja yang menginginkan seorang pelipur lara dengan cara yang benar. Ah, kamu itu lelaki baik. Aku mengenalmu bukan hanya sehari atau dua hari saja, Man. Belasan tahun kita tumbuh bersama. Aku tahu sebaik apa dirimu. Atau untuk menolakku, kamu akan bilang bahwa kamu tidak pantas untukku?

Iman, penilaian manusia itu seperti permen kapas, yang mudah larut jika terkena air. Percayalah, bahwa kamu orang baik yang juga pantas mendapatkan yang baik. Ya, jika aku tidak terlalu baik untukmu, setidaknya Siti adalah pilihan yang terbaik.

Sebelum kedatanganmu malam itu, beberapa pesanku tak pernah kau balas. Aku seharusnya cukup pandai menerjemahkan sinyal tersebut, yaitu bahwa ‘kau telah berubah, dan tidak tertarik lagi padaku. Atau kau memang telah bosan mendekatiku.’ Sedikit khawatir bercampur rasa rindu. Aku hanya ingin tahu bagaimana kabarmu. Aku akan lega jika pesanku setidaknya kau baca. Ya, aku memang sering bilang padamu bahwa hobimu yang lambat membalas pesanku kadang membuatku kesal. Hingga akhirnya mungkin kamu benar-benar jenuh hingga tak membalas pesanku. Saat itu aku hanya ingin kau membaca pesanku, bahwa aku rindu. Seharusnya, saat itu aku lontarkan candaanku padamu agar kau berkenan membalasnya. “Firman Tuhan yang pertama, adalah Iqra’ ‘bacalah!’” ya setidaknya bacalah, agar tanda di telepon pintarku berubah menjadi dua centang berwarna biru.

Belasan tahun kita bermain bersama membuat orang di sekitar kita mengira kita akan saling berjodoh. Namun, sekali lagi namun... manusia hanya bisa menduga, sedang Tuhan tau segalanya. Untuk apa menjelaskan rasa kepada manusia, jika Tuhan sudah menampung segalanya.

Pelajaran Episode Final Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo



#scarletheart punya tokoh utama bernama Hae Soo. Hae Soo menghabiskan hidupnya terjebak di antara 6 pria berkuasa dan punya ambisi berkuasa. 4 pria di antaranya tertarik padanya. Drama ini menunjukkan bahwa, perasaan manusia bisa saja berubah. Drama yang sejak awal dikemas jenaka bercampur sendu, pada episode final dibuat tragis oleh penulis dan tentu Sang Sutradara. Banyak yang menanti-nanti pada siapa Hae Soo akan menghabiskan sisa hidupnya, dan bagaimana ending drama tsb, setelah dapat spoiler dan ada yang menonton terlebih dahulu kemudian bilang, "Sudah, gak usah ditonton. Mengecewakan." Bagi saya, "mbok yo woles wae gaes". Karena drama memang harusnya berhenti dan cukup pada episode 20 saja tidak perlu terlalu panjang. Ya meskipun ada yang berpendapat, mengecewakan. Woles wae gaes, karena hidup sebenarnya bisa saja seperti cerita #scarletheart . Hidup kemudian mati. Bertemu kemudian menikah. Bertemu kemudian bisa juga berpisah. Yang dideketin siapa kemudian yang dinikahin siapa *eh. Seandainya kita menginginkan atau mengharapkan ending seperti apa, bisa kita jelaskan atau bilang langsung sama Sang Sutradara. Ya kayak berdoa. Kita mau sesuatu, kita bilang sama Tuhan. Ceritakan, Rinci, dan tentu dengan etika. Setelah bilang dan berdoa, itu sudah bukan urusan kita lagi. Karena Sang Sutradaralah yang menentukan. Kalau itu sesuai dengan harapan kita. Syukur. Jika tidak dan justru mengecewakan. Jangan hujat. Jangan nggak sopan lalu mengata-nga't**'. Syukuri lalu ambil pelajaran. Hidup tentu tidak berhenti hanya karena menunggu kita menangis tersedu-sedu dan menyalahkan Sang Sutradara. Hidup terus berjalan. Kita hanyalah penonton bagi kehidupan orang lain dan lakon pada takdir kehidupan masing-masing.


Sekian.

Moonlight

Sebuah surat rahasia yang baru dapat terbaca dengan cara yang rahasia. Sebuah surat yang tampak hanya seperti lembar kosong tanpa tulisan apapun. Sebuah surat dari Raja Seojo kepada Permaisuri Park.

"Permaisuri Park, setengah dari diriku berharap kau akan membaca surat ini. Setengah lainnya berharap agar kau tidak akan pernah tahu.
Aku seorang raja yang tidak berkompeten, suami yang tidak berdaya dan ayah yang lemah hatinya. Aku mohon maaf karena sudah mengekspresikan perasaanku dengan cara seperti ini."

Ada saat dimana kita ingin mengungkapkan sesuatu agar orang lain mengetahui perasaan kita, mengetahui apa yang kita inginkan. Juga ada saat dimana kita ingin merahasiakan perasaan kita agar tak satupun mengetahui sesuatu dari kita. Harapan agar orang lain mengetahui perasaan kita selama ini adalah datang ketika kita berpikir bahwa "sebelum semua ini terlambat, setidaknya sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini, orang tersebut mengetahui perasaanku."  Sedang kita ingin menutup rapat-rapat rahasia perasaan kita, dan tidak membiarkan tak seorangpun mengetahuinya karena begitu lemahnya kita, begitu tak sebandingnya kita pada cinta yang sempurna tersebut. Karena kita merasa begitu banyak kekurangan untuk dapat bersanding dan berhak mendapatkan cinta yang sempurna tersebut.


Di satu sisi, kita ingin mengungkapkannya karena ingin menunjukkan rasa cinta yang begitu besar yang kita miliki. Di sisi lain, kita ingin merahasiakannya karena begitu tak berdayanya kita pada cinta tersebut. Takut disepelekan. Takut ditertawakan. Takut bertepuk sebelah tangan.

Ahn & Goo

Ahn Jae Hyun, pemuda kalem kelahiran 1987 yang jatuh cinta pada seorang “nuna” kelahiran 1984. Aku mengenalnya, saat ia jadi adik dari Cheon Song Yi, pacar Bang Alien Do Min Joon ssi. Saat itu, Ahn masih terlalu polos untuk bisa diajakin diskusi perkara pria dan wanita, halal dan haram, mahram dan bukan mahram. Ah, gile lu ndro. Adik Cheon Song Yi ini jenius dan paling suka sama teropong bintang. Kadar kekoplakannya hampir sama seperti embaknya. Setelah jadi adik ipar Alien, Jae Hyun mewujudkan cita-citanya jadi polisi bareng Lee Seung Gi, Cha Seung Won, Park Jung Min, dan Go Ara. Kadar kekoplakannya meningkat setelah kumpul bareng geng kepolisian ini. Sehabis jadi polisi, Ahn Jae Hyun berubah jadi setengah manusia setengah dracula dan bertemu Goo Hye Sun. Nah di sinilah, dia jatuh cinta dan beruntungnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ahn yang kalem dan Goo yang juga tidak banyak tingkah, membuat hubungan keduanya tidak pernah diketahui oleh media dan fansnya.

Seiring berjalannya waktu, 1 tahun setelah produksi drama Ahn dan Goo berakhir, kabar pernikahan mereka beradar. Media berbondong-bondong mengulas kisah perjalanan cinta pasangan ini. Ya, ini kisah nyata. Kalau kamu menebak bahwa aku sedang halusinasi mikirin drama, kamu salah. Ini bukan lagi cerita Seo In Guk di King of High School, ini kisah nyata milik insan bernama Ahn dan Goo. Cerita indah bak negeri dongeng yang nyata dengan pemeran utama Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun. Yes, adek bisa apa. Cinta mah cuma bisa merelakan kepergian Rangga. Sebagai penonton yang sok tahu, sudah seharusnya aku berkomentar. Cuma mau bilang, “Luar biasa”. Di saat pemuda-pemuda seusia Ahn lagi sibuk-sibuknya bikin cerita bareng pacar-pacarnya, dan sibuk bikin caption di instagram bareng pacar-pacarnya, Ahn justru mantap bertanggungjawab sepenuhnya atas kehidupan Goo yang usianya terpaut 3-4 tahun lebih tua dari dirinya. Di saat pemuda-pemuda tampan seperti Lee Min Hoo, Kim Woo Bin, Song Jong Ki, Kim Soo Hyun, Park Seo Joon, Lee Seung Gi, Choi Siwon, Joo Won, sibuk keliling dunia mengadakan fanmeeting, sibuk mengatur jadwal untuk memenuhi panggilan wajib militernya, atau seperti Kim Hyun Joong yang sibuk berdalih di pengadilan bersama mantan pacarnya, Ahn justru mantap dan yakin untuk menikah di saat karirnya berada di puncak bersama Goo pada 21 Mei 2016 mendatang.

Karir yang tengah berada di puncak tidak membuat Ahn terbuai dengan padatnya jadwal syuting dan mengabaikan perkara jodoh. Momen terpenting bagi Ahn bukanlah menjaga karirnya tetap berada di puncak, namun membawa Goo bersama dirinya di puncak itulah yang terpenting. Yang lebih mengagumkan adalah konsep pernikahan mereka tidak dibuat secara mewah, meriah, dan megah. Menurut kesoktauan seorang intel, Ahn dan Goo akan menyumbangkan biaya pesta pernikahannya untuk keperluan donasi. Mereka akan menyalurkan sumbangan ke Rumah Sakit anak di Korea. Sebagai ganti dari pesta pernikahan, Ahn dan Goo hanya akan merayakan pernikahan mereka dengan pertemuan keluarga dari kedua belah pihak.

Akhir kata, cuma mau bilang, “Ternyata adik Cheon Song Yi sudah dewasa ya, syelamat, dan bahagia selalu. Ya, semoga segala niat baik itu dimudahkan jalan dan urusannya. Syelamat kakak :D”

Jeda


Apa obat yang paling mujarab untuk jiwamu yang kosong?
Jeda.
Men-jeda dari hiruk pikuk dunia dan men-dekat pada Yang Kuasa.

Apa obat yang paling mujarab untuk hubunganmu yang kosong?
Jeda.
men-jeda dari pertemuan yang tiada arti, perselisihan pendapat, pertengkaran kecil.
men-jeda agar belajar saling mempercayai.
Tidak perlu merasa paling benar. Cukuplah mengerti. Memahami. Cobalah.
cukup beri 'jeda'.
Sama halnya seperti huruf. Ia akan jadi tiada arti jika tak ada jeda. Ia butuh jeda. Supaya ia jadi rangkaian kata yang indah dan bermakna.

Jikahuruftersusunmenjadisebuahkatanamuntanpajedamakaiaakansulitdimengertisulitdipahamitidakbermaknadantidakindah.

Berilah jeda-secukupnya. Agar tidak berantakan.

Apa jeda cukup bisa memperbaiki segala yang 'kosong'? Jawabannya, tergantung.
Apa yang sebenarnya kau cari? Kebahagiaanmu atau kebahagiaan bersama?
Lalu apa 'bahagia'?

Bahagia adalah aku yang masih bisa menjadi kendali dan alasan mereka untuk mengatakan “karenamu, aku bisa menjadi bahagia”. Lalu, kamu berdua menjadi bahagia-bersama.

Beberapa kisah memang tak tahu harus berakhir dimana.
Beberapa kisah memang tak tahu harus berakhir seperti apa.
Kita seperti pengendara di daerah asing, hingga kita benar benar bisa berkata pada diri kita sendiri "aku sudah sampai". Kita mengendarai kendaraan kita dengan segala kendali dari Yang Maha Pemberi Jalan dan kemampuan mengemudi dan mengendalikan kendaraan kita. Menelusuri jalan, bertemu dengan beberapa orang yang mungkin tepat atau mungkin tidak tepat sebagai tempat kita berlabuh, beristirahat sejenak, atau sekadar bertanya jalan mana yang harus kita lewati.

Tuhan itu tahu persis siapa saja orang-orang yang hanya hadir lalu berlalu dan siapa yang harus berhenti dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Perkara jodoh itu urusan Tuhan, lantas, apakita masih bandel mengintervensi skenario-Nya? Nggak hanya panitia ujian SBMPTN aja yang keputusannya mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Tuhan lebih bisa melakukannya. Sekali lagi, kalo minta jangan sok tau. Aja keminter. Untuk urusan ini, ‘aja songong' *jangan songong, plis. Boleh saja kamu minta, tapi kalau ndak dikasih, plis jangan sok tau, apalagi sampai nyalahin orang lain. Boleh saja kamu minta, tapi kalau ndak dikasih, ya berarti harus usaha lagi dan minta lagi. Kalau belum dikasih juga yang diminta, yaudah terima aja yang dikasih. Lo yang minta, lo udah dikasih, plis bersyukur aja :)


Jadi, cobalah men-jeda. Sempatkan merenung. Lalu, jangan sampai bosan untuk selalu berdoa. Minta sama Yang Maha Kaya dan Maha Bisa, tapi jangan sok tau.
Jeda.

Man Jaddwa Wa Jadda. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. In sya allah.

Sekian.
#note to myself.

Tulang Rusuk, bukan Tulang Rusak


...Maka sesungguhnya aku kehilangan rusukku. Tubuhku tak lengkap, aku tidak normal. Ya, aku cacat. Ada tulang yang hilang. Aduh, aku harus bagaimana?.."

Jono memandangi hasil rontgennya lagi. Tulangnya ada, tulangnya tidak hilang, dihitung jutaan kali jumlahnya tetap sama. dua belas, dua belas pasang tulang rusuknya. tujuh pasang rusuk sejati, tiga pasang rusuk palsu dan dua pasang rusuk melayang.

Lalu darimana omongkosong lelaki kehilangan tulang rusuknya? Lelaki belum menemukan tulang rusuknya?

..."Dan perempuan berasal dari tulang rusuk lelaki. Tuhan menciptakan lelaki dan perempuan berpasangan, maka supaya kamu lengkap, normal, dan sempurna, maka carilah tulang rusukmu..." [Ossy Firstan]

"Romi, kalau aku ketemu sama si Juli lalu dekat-dekat dengan dia, jantungku berdegup lebih kencang. Kalau aku lama tidak bertemu dengan Juli, rasanya aku ingin segera bertemu dengannya atau ingin segera mendengar suaranya, atau setidaknya berbincang dengannya melalui pesan singkat, apakah itu tanda-tanda bahwa tulang rusukku masih belum lengkap? Meskipun jika kami bertemu, pembicaraan kami terasa kosong karena aku bukan orang yang pandai membangun cerita, aku selalu betah bersamanya. Ketika aku berbicara dengannya, rasanya aku tidak mau buru-buru mengakhiri pembicaraanku dengannya. Apakah aku masih belum normal? Aku kesulitan mendapatkan kabar tentang Juli, lalu diam-diam aku mencuri kabar tentang Juli dari teman-temannya dan sosial medianya, tentang apa yang menjadi kesukaannya, tentang apa yang menjadi ketidaksukaannya, tentang sedang ada dimana dia sekarang, sedang sibuk melakukan apa sekarang, sedang dekat dengan siapa sekarang. Apakah tulang rusuk yang belum kutemukan ini ada kaitannya dengan semua pertanyaan tentang Juli ini? Kalau aku selalu ingin memulai pembicaraan dengan Juli, karena seharian aku belum bertemu, belum menyapa dan belum mendengar kabar darinya, apa aku sakit karena tulangku belum lengkap? ah omong kosong, aku sehat-sehat saja."


"Kamu normal Jon, tapi belum sempurna. Masih cacat. Sempurnakanlah. Tulang rusukmu itu bikin kamu sempurna. Cari tulang rusukmu yang menurutmu sempurna, bukan menurut emakmu sempurna, bukan menurut bapakmu sempurna, bukan menurut abangmu sempurna, bukan menurut tantemu sempurna, bukan pula menurut sohibmu sempurna. Karena tulang rusukmu adalah milikmu, pas atau tidak melengkapi tulang-tulangmu yang lain, hanya kamu yang tau. Tulang rusukmu adalah tulangmu yang tidak rusak, tulang yang akan menyempurnakanmu. Meski sempurna dan berharap dapat menyempurnakanmu, jangan ambil tulang rusuk milik orang lain. Jangan sampai punya kebiasaan: bahagia di atas air mata orang lain. Jangan banting tulang mulu, sempatkanlah untuk mencari tulang rusukmu. Jangan terlalu diambil hati pembicaraan orang-orang ‘ahli medis’ tentang kriteria tulang rusuk macam apa yang pantas untukmu. Karena tulang rusukmu itu, cuma kamu yang bisa merasakannya. Tulang rusukmu itu pilihanmu. Yakin aja, tulang rusukmu bukan tulang rusak seperti kata mereka. Tapi, sebelum kamu memutuskan bahwa tulang rusukmu itu adalah benar-benar tulang rusuk yang kamu butuhkan, bijaknya kamu perlu meminta pendapat pada bapak ibumu. Tubuhmu itu bukan hanya milikmu sendiri, tapi juga bapak ibumu. Dengarkan mereka, selanjutnya seratus persen terserah kamu."

Jon, selamat memperjuangkan tulang rusukmu. Perjuangkan, sebelum orang lain yang juga membutuhkan tulang rusuk, mengambil tulang rusuk yang kau incar sejak lama.


Rom, kawanmu si Jon perlu kau dampingi agar tidak terlena dengan rutinitas banting tulangnya sehingga lupa tentang tulang rusuknya.



Juli, kamu pasti telah menyadari bahwa jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah lelaki di dunia ini. Jumlah lelaki lebih sedikit daripada perempuan, jumlah lelaki normal dan lelaki sholeh tentu juga lebih sedikit dari total lelaki tadi. Nah, daripada rasa itu kamu pendam terus, dan lelakimu tak kunjung memberi kode, surati lelaki itu untuk melamarmu. Kalau kau tidak seberani itu, cukup kamu berdoa. Dan semoga Tuhan segera memberikan jawaban. Setelah tahu jawabannya, kamu boleh bahagia atau sedih. Terserah, yang penting bahagiamu jangan lebay, sedihmu juga jangan lebay.

Cinta Pertama di Bulan Desember

Ibu, barangkali aku bukan tipe anak yang romantis ala Tere Liye. Aku bukan pula salah satu anak laki-laki yang sering disebut Tere Liye dalam novelnya. Cinta pertama seorang anak laki-laki dalam hidupnya adalah ibunya. Aku mungkin tipe anak yang selengekan ala Sujiwo Tedjo yang jika ditanya siapa cinta pertamaku, akan kujawab Angelina Jolie. Namun, semenjak dia bersama dengan Bradd Pitt, aku sudah tak peduli lagi dengan kecantikan wanita.

Kini, aku semakin realistis. Usiaku semakin menua. Aku membutuhkan seseorang yang bisa menemaniku, mendampingiku, yang bukan sekadar ibu. Ibu tetap kucintai sebagai wanita yang telah bersedia menampungku dalam rahimmu, bersedia bersusah payah membawaku kemana saja ibu berada, berjasa menuntun-mendampingi-mendewasakanku. Aku hanya ingin seorang lagi yang bersedia membantuku-membalas semua kebaikanmu. Satu saja ibu, aku butuh restumu agar semua ini berjalan dengan mudah. Merawatmu bersama ayah, mengganti semua waktumu yang pernah ibu berikan padaku, hingga kuhabiskan sisa waktu yang kita miliki bersama. Tentu bukan Angelina Jolie yang akan kupilih, karena dia telah bersama Brad Pitt. Bukan pula Luna Maya, karena dia berjanji akan berkarir di Jakarta. Aku hanya butuh satu yang bisa dekat denganmu, juga dekat denganku. Aku hanya butuh satu, wanita yang kucintai yang bersedia menghabiskan sisa waktunya berbagi denganku berbakti kepadamu.

Ibu, tiada lagi yang perlu engkau khawatirkan. Karena cintamu nomer satu di hati putramu.

Ibu, selamat hari ibu. Semoga ibu sehat selalu. Ingin kucium dan kupeluk ibu, namun sekali lagi namun... Aku bukanlah tipe anak laki-laki yang romantis ala Tere Liye yang bisa melakukan hal semacam itu. Aku hanya anak laki-laki yang jenaka dan gengsinya gedhe macam Sule, yang hanya bisa mencium tangan ibu dan berdoa semoga ibu selalu sehat dan dilingkupi kebahagiaan.

Ibu, ini masih dalam rangka menyambut tanggal 22 Desember. Sudah kubilang aku bukanlah anak manis tipe Tere Liye yang akan merengkuh kedua telapak kaki ibu jika aku ingin meminta maaf padamu. Aku hanya tipe anak bandel yang hanya bisa menangis dan berdoa memohon ampunan Tuhan jika aku telah berbuat salah padamu. Aku hanya tipe anak yang keras kepala yang diam-diam berbuat baik membantumu, jika aku sedang menginginkan sesuatu. Aku tipe anak yang gengsinya gedhe dan hanya bisa meringankan pekerjaan rumahmu jika aku sedang membutuhkan doa dan restumu agar apa yang sedang kuinginkan terkabul.

Ibu, tiada lagi yang perlu engkau khawatirkan. Karena cintamu nomer satu di hati putramu.

Aku mencintaimu, meski tidak pernah kukatakan padamu.


Happy mother’s day untuk seluruh perempuan di dunia :)

Memahami

aku mendengar getar suaramu, aku melihat kosongnya tatapan matamu setiap kali kau kudapati duduk seorang diri di kursi dapur rumah kita. Apa kamu sedang berpikir, dengan apa kita akan makan esok hari? Aku mendengar getar suaramu yang mencoba menceritakan hal membahagiakan meski bertentangan dengan suasana hatimu. Aku membaca rahasia yang coba kau sembunyikan dari gemerlap godaan duniawi. Dan tiba-tiba aku ingin menuliskan bait ini, barisan kata-kata yang di dalamnya kusebut namamu. Doa. Kau yang gemar menyimpan duka seorang diri, ikhlaslah, kuatlah. Aku suka kata-katamu tempo hari saat kau duduk bersama denganku menonton tayangan tivi kesukaanmu, "Seburuk apapun pandangan dunia terhadapmu, pada akhirnya tempat yang selalu bersedia menerimamu dan membantumu adalah keluarga.."

"I'm sorry for blaming you.."ini yang ingin kukatakan padamu. Aku yang sempat menyalahkanmu, akhirnya menyadari bahwa ada hal di dunia ini yang tidak kita sadari keberadaannya, sampai hal itu hilang. Saat kita dihakimi oleh dunia, dan tiba-tiba tak seorangpun dari kawanmu membantumu, maka sesungguhnya sejak awal kawan itu benar-benar tidak ada. Atau saat kita dihakimi oleh dunia, kemudian salah seorang yang tidak pernah kita sebut dalam doa justru datang membantu kita, maka sesungguhnya sejak awal dia ada. Kamu bilang, "Aku tak memintamu untuk memaafkanku, aku hanya ingin kau memahaminya." Aku tahu kamu menangis, meski kau berdalih mengalihkan pandanganmu dariku.

Tak bolehkah laki-laki menangis? Sebegitu melukai harga diri seorang laki-lakikah, jika ia menangis karena tak sanggup menanggung dukanya seorang diri? Menangislah, atau kau adukan semuanya padaNya.


"Aku sedang berusaha dan mengupayakan apa yang terbaik bagi kita."
Ini yang ingin kusampaikan padamu. Jadi, jangan kau simpan bebanmu seorang diri. Tidak perlu menyakiti dirimu sendiri, dan bahagialah kedepannya.
Bahagialah dan adukan semua kebahagiaanmu padaNya.


Seems like it was yesterday when I saw your face
You told me how proud you were but I walked away
I'm sorry for blaming you for everything
I just couldn't do and I hurt myself by hurting you

[Hurt - Christina Aguilera]

Protagonist



Ijinkan kali ini ane khilaf bentar aja, nulis yang nggak penting. Jiwa labil ane tetiba muncul dan menyeruak begitu saja di dalam dada, takutnya nggak ada wadah yang bisa menampungnya. Jadi ane mau tulis aja. *ngemis guling guling

kawan-kawan dekat dan juga kawan yang tidak sering berpapasan langsung sama saya, banyak yang menganggap bahwa saya tipe emak-emak yang suka sinetron dan kecanduan K-Pop. Idih, padahal enggak ya. Cuma suka aja drama korea dan pria-pria koplak khas asia yang kebetulan tampak tampan di layar kaca. Dan tampak....nya dia jodoh saya *ampun mak... Saya sih nggak tersinggung dituduh kecanduan K-Pop, yang saya khawatirkan cuma kalau nanti calon suami saya melarang segala yang berbau Korea, eh.. baiklah kalau begitu bisa saya pertimbangkan :D *labil*

Selama nonton drama Korea, sadar nggak sadar saya, kadang sadar, kadang nggak sadar sering ngigau sama karakter yang ada di drama. Setelah nonton, karakter itu kebawa ke mimpi-mimpi absurd remaja telat galau. Kalau diurutin, sampe sekarang saya masih ngimpiin karakter-karakter ini.


1. Seo In Guk – Lee Ha Na.


Posisi yang paling pertama, dan belum bisa saya lupakan adalah Seo In Guk di King of High School. Di sana dia meranin dua karakter yaitu Lee Min Suk anak SMA usia 18 tahun dan kakaknya si Lee Hyung Suk 26 tahun. Yang paling bikin lumer dan dengan karakter mengesankan pas dia jadi Lee Min Suk seutuhnya. Lee Hyung Suk, kakaknya si Min Suk ini ceritanya sangat berprestasi di Jerman dan kecerdasannya di atas rata-rata. Tapi sayangnya, dia judes, dingin, penuh ambisi dan dendam. Tapi tenang, dia penuh kasih sayang, pada adiknya, pada keluarganya, pada ayah angkatnya, dan pada embahnya. Untungnya hatinya masih bisa disentuh ama yang namanya naluri kemanusiaan yaitu memaafkan karena bujukan adiknya yang paling ia cintai. Drama ini tuh, walaupun agak gak realistis di bagian anak SMA yang sering bolos terus jadi manajer di perusahaan, tapi penggambaran tokohnya oke banget. Hidup yang seharusnya itu yang kayak di sini, di dunia ini tuh nggak ada manusia yang jahat banget sebenernya, nggak ada manusia yang selalu berbuat aniyaya. Nggak ada. Yang ada, adalah manusia labil. Kadang khilaf, kadang muncul rasa kemanusiaannya, dan nggak semua kenelangsaan yang dialami manusia harus ditunjukin ke orang lain. Orang baik di dalam drama ini juga nggak digambarin secara lebay. Orang baik, tidak selalu miskin, teraniyaya, diam saja, polos, lugu, bertepuk sebelah tangan.



See, Seo In Guk sama Lee Ha Na. Pasangan noona dongsaeng ini, sukses bikin halusinasi tambah parah. Seo In Guk, anak SMA berusia 18 tahun yang jatuh cinta sama noona usia 28 tahun. Seo In Guk yang ini cukup tenar di sekolahnya, karena doi adalah atlet hockey yang selalu dibuntutin sama adiknya noona itu. Jadi, adiknya noona itu kayak penggemar fanatik yang terlalu obsesi bin posesif. Doi manggil Seo in Guk “Suami Lee” padahal Seo In Guk sejak awal terang-terangan bilang kalau dia nggak suka sama si adik noona ini, dan minta si adik noona itu melepaskannya, merelakannya, dan beralih ke pria yang bisa menganggap keberadaanya. Dan bener aja, di endingnya si adik noona ini, nemuin pria yang tulus padanya, yang juga keberadaannya nggak jauh dari dia. Dia Tae Suk, sahabat baik Seo In Guk. Ceritanya Seo In Guk, itu di hockey SMA nya, dia punya tiga sekawanan gitu. Nah salah satunya dia. Oke, kembali ke Seo In Guk, saat doi ngegantiin emasnya kerja jadi Manajer Retail di perusahaan, doi harus rela jungkir balik tiap hari ganti jadi anak SMA – masuk kelas – presensi – pura pura tidur padahal kabur – lari ke perusahaan lalu jadi manajer. Nah di sana, doi ketemu sama Lee Ha Na, pegawai kontrak yang penggambarannya kayak Betty La Fea tapi tanpa behel. Yes, akhirnya witing tresna jalaran saka kulina, Seo In Guk akhirnya jatuh cinta pada noona ini. Noona ini sebenerya telah jatuh cinta lebih dahulu sama Manajer Yoo (yang diperankan oleh Lee Soo Hyuk) sejak dua tahun yang lalu. Namun, pada saat eonni ini begitu tulus pada Manajer Yoo, Manajer Yoo yang berhati dingin itu tampaknya belum di sadarkan sama Allah swt. Manajer Yoo ini dingin tampak luar, dan workholic. Dia workholic karena sebenernya ingin mengesankan ayahnya supaya bisa menerima dirinya seutuhnya sebagai anaknya. Makanya dia sering khilaf mengahalalkan segala cara buat jadi yang paling oke di perusahaan. Dia dingin, karena perlakuan ayahnya pada dirinya juga dingin. Manajer Yoo ini meskipun dingin di luar, tapi sebenernya dia rapuh di dalam. Dia sayang banget sama emaknya yang disia-siakan sama bapaknya. Nah yang tau rahasia bahwa Manajer Yoo adalah anaknya Pak Presiden di Perusahaan cuma noona Lee Ha Na ini.



Yeah karakter lain yang bikin kagum, adalah karakter yang dimainkan sama Lee Ha Na di sini. Dia itu nggak ember, meskipun dia disakitin sama orang lain, lalu dia nggak menaruh dendam pada orang tersebut terus nyebarin rahasia orang itu. Rahasia akan tetap jadi rahasia dan nggak ada hubungannya sama cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Eonni satu ini juga sayang banget sama adik dan emaknya. Meskipun adiknya, mencintai lelaki yang sama dengan dirinya, dia rela mengalah supaya hubungan persaudaraannya nggak rusak. Selain itu, pas eonni nya ini sempet dipecat dari perusahaan lalu lagi usaha cari kerjaan lain buat nyukupin kebutuhan adiknya yang tinggal serumah sama dirinya, dia rela nggak ngasih tahu adiknya kalau dia udah nggak punya pekerjaan. Dia tetep ngasih uang saku ke adiknya, meskipun dirinya sendiri kesusahan harus berhemat. Adiknya yang khilaf membelanjakan uang sakunya buat ngebeliin jajanan buat Lee Min Suk, akhirnya tahu kalau kakaknya udah dipecat, kemudian doi ternyata cukup dewasa untuk menghadapinya. Doi jadi rajin mbersihin rumah, takut ngrepotin eonni nya yang udah kerja banting tulang buat ngidupin dia.

Pada suatu ketika, eonni ini dimanfaatkan sama Manajer Yoo. Sakit hatilah dia, dan dia berjanji untuk tidak mencintainya lagi. Tapi namanya perasaan manusia, nggak sekejap giitu aja langsung berubah. Dia cuma sedang usaha merubah perasaannya. Yes, tanpa dia sadari perasaan cinta itu sudah berubah menjadi sebatas sikap peduli dan perhatian pada atasannya saja. Dia tetep baik pada atasannya. Lalu Seo In Guk, menyatakan cinta pada eonni ini. Lalu eonni ini bilang, bahwa dia sangat berterima kasih karena dicintai namun tidak dapat menerima cinta tsb, karena dia sadar statusnya di perusahaan hanya karyawan kontrak dan Seo In Guk adalah atasannya dan dia juga bilang bahwa dia tidak mungkin secepat itu mencintai seseorang yang lain setelah disakiti oleh Manajer Yoon. Perasaan manusia tidak berubah secepat itu, katanya. Lalu, keesokan harinya, saat mereka bertemu di kantor, berubahlah sikap Seo In Guk pada noona ini, karena dianggapnya setelah ungkapan perasaannya ini akan membuat canggung di antara keduanya. Selang dua hari mereka tidak bertemu di kantor, yang dianggap noona ini Manajer nya menghindari dirinya dengan beralasan bertugas ke Jepang, padahal Seo In Guk ini sedang ngecamp sama tim hockey SMA nya buat persiapan pertandingan. Yes, perasaan seseorang bisa dianalisis kalau udah nggak ada orangnya. Si noona ini merasa, ada yang hilang. Gitu juga sama Seo In Guk, dia merasa nggak seharusnya dia menyerah gitu aja. Seo In Guk akhirnya kabur dari camp pelatihannya buat menemui noona ini. Cuma buat bilang, bahwa dia bukan tipe orang yang mudah menyerah. Jadi dia nggak akan menyerah, meskipun ditolak sama si noona buat yang pertama kali, dia minta ijin supaya boleh terus mencintainya, tanpa harus dipedulikan keberadaannya. *Lumer*



Seo In Guk: koplak bersama tiga kawannya, nggak kaya, nggak bermobil, cerdik, meneduhkan, melindungi, pantang menyerah, agak gengsian dikit, penuh kejutan, unpredictable, gigih, baik hati, penyayang keluarga dan noona, peduli, kalau kencan sama noona-nya pakai bis atau vespa diajakin jalan-jalan bukan ke mall atau bioskop, tapi di tempat-tempat historis, alam, kalau nggak ke tempat makan. Dia gengsi, pas double date sama kawannya si noona dan pacarnya kawannya inilah yang mau nraktir makanan mereka berempat, Seo In Guk langsung menolaknya, dia bilang bayar sendiri-sendiri aja. :D Meskipun pada akhirnya, si Seo In Guk ini ngutang sama noona :D



Lee Ha Na: koplak bersama Seo In Guk, sering memendam bebannya sendiri, nggak mau ngrepotin orang lain, penuh prasangka baik pada orang lain dan nasibnya sendiri, perhatian sama orang lain, tetap peduli meskipun udah disakitin, dia itu baik, kalau dia berbuat baik ya udah nggak usah diceritain sama orang lain, kalau dia disakitin sama orang lain ya udah dia nggak nyritain kejelekan orang yang nyakitin ke orang lain, ini orang legawa dan nrima banget tapi tetep kelihatan ceria dan happy.



Kalau dinilai dari skala 1-10, dua orang ini dapet 10. Perfecto.



2. Park Seo Joon


Park Seo Joon ini juga main di drama komedi romansa noona dongsaeng. Aduh kok aku jadi tipe pecinta crita noona dongsaeng gini sih. Eh, kebetulan aja. Ini lebih parah lagi ketimbang Seo In Guk, Park Seo Joon di Witch’s Romance ceritanya jadi mahasiswa yang lagi cuti kuliah yang usianya 25 tahun terus kerja di sebuah perusahaan jurnalis dan di situ doi jatuh cinta sama ahjumma eh, noona usia 39 tahun -_-‘ speechless.. Di sana doi jadi mahasiswa kedokteran yang cuti kuliah, buat nyari duit buat nglanjutin hidupnya. Dia itu gigih, dan baiknya masya Allah. Di balik kekoplakannya, sebenernya dia juga rapuh karena ditinggal mati kekasihnya. Dia merasa bersalah jadi dokter tapi nggak bisa menolong pacarnya. Akhirnya, dia memutuskan melepaskan kemapanannya sebagai anak Direktur Rumah Sakit ternama di Korea dan nyari duit dengan keringatnya sendiri. Nggak ada yang tahu kalau dia anak Direktur Rumah Sakit. Toh dia juga bukan orang yang songong yang mamerin kekayaannya dengan membawa mobil kemana-mana dan pake jas kemana-mana. Yes, sama, di sini juga witing tresna jalaran saka kulina..




Park Seo Joon: koplak, kaya tapi tidak merasa harus menunjukkan bahwa dia kaya, kemana-mana pake motor bebek, nggak malu numpang tidur di tempat temennya, baik (baik aja, nggak baik banget), bukan tipe penggombal, bukan playboy meskipun wajahnya cukup potensial buat mainin perempuan, setia, pantang menyerah, gigih tapi nggak obsesif, rela berkorban, dia kalau kompetisi buat mendapatkan hati perempuan yang dicintainya dia itu mainnya fairplay. Ketika noona yang ia cintai lebih memilih laki-laki yang datang dari masalalunya si Seo Joon ini nggak maksain kehendak, toh noona ini berada pada pria yang tulus dan tidak akan menyakitinya. Ini cara mencintai yang elegan. Di ending cerita, kedua insan beda usia ini berencana untuk menikah setelah Park Seo Joon ini kelar kuliah kedokterannya.



Skor karakter Park Seo Joon ini dapet 10 :D



3. Jang Na Ra



Eonni satu ini emang babyfacenya awet banget dari dulu.. Di Fated To Love You dia meranin jadi istri yang nrima banget. Lugu nya subhanallah. Baiknya masya Allah. Dia nggak bisa nolak alias nggak bisa bilang “tidak” kalau ada orang lain minta tolong. Sangat mencintai keluarganya, penuh kasih sayang dan kelembutan. Lugunya itu bikin lucu. :D Dari film ini kita ditunjukin bahwa cinta itu bisa tumbuh. Cinta, meskipun benda mati dia akan tumbuh jika berubah menjadi kata kerja mencintai dan saling mencintai. :D Kalau mau nonton orang-orang berbudi baik, di sini banyak..


Jang Na Ra di drama ini dapet skor 10 :D



4. Park Yoochun sama Pak Presiden Son Hyun Joo



Park Yoochun sama Pak Presiden ada di drama Three Days. Ya, ini salah satu drama korea yang nihil adegan kisseu. Yoochun di sini dia jadi anggota elit atau kalau versi indonesia nya Paspampres. Nah di sana, dia orangnya disiplin dan totalitas dalam menjalankan tugasnya. Saat sedang bertugas menjaga Presiden, dia ditelpon namun tidak dia angkat karena dia nggak akan mengangkat telepon kalau sedang bertugas. Padahal pada saat itu pihak rumah sakit dan kantor polisi mau mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dalam kecelakaan. Babenya si Yoo Chun ini menjabat jadi menteri ekonomi, dan meskipun katanya mati dalam kecelakaan, namun selidik punya selidik kematiannya ternyata penuh sabotase. Yes, ini drama agak berat karena masuk dalam intrik politik, melibatkan presiden, para petinggi yang pada saat itu mengendalikan Korea. Meskipun agak berat, tapi untungnya penulis nya sangat mahir dalam mengemasnya. Penulis yang juga nulis drama Cyber Ghost ini, berhasil membuat saya jatuh cinta padanya dua kali. Dipikir-pikir, tipe penulis ini nggak terlalu mementingkan kisah romansa dan no kisseu, namun dramanya masih bisa tetep manis ya.. Park Yoo Chun di bantu sama seorang polwan buat mengungkapkan rahasia di balik insiden demi insiden di sekitarnya, yang ternyata berkaitan dengan Presiden. Termasuk pengkhianatan yang ada di tubuh kepolisian, jaksa, dan paspampres sendiri. Tapi untungnya, masih ada orang-orang yang kayak Yoo Chun, Pak Presiden, seorang jaksa senior dan polwan itu. Setiap episode di drama ini sama kayak di Cyber Ghost, penuh kejutan dan nggak gampang ditebak. Ya, Pak Presiden, sebelum jadi Presiden pernah khilaf berbuat salah pada negaranya, namun beliau tobat setelah jadi Preisiden. Banyaknya teror yang datang ke Blue House (istana nya Korea) tidak membuat Pak Presiden mudah terprovokasi dan tetap melindungi rakyatnya meskipun harus mengorbankan nyawanya. Nggak mudah ketebaknya ya karakter Presiden di sini. Awalnya, karena saya tahu Pak Presiden pernah berbuat khilaf di masa lalunya, saya kira ketika datang teror pada dirinya satu demi satu, dia bakalan goyah dan bakalan melakukan apa saja asalkan menguntungkan baginya. Tapi ternyata enggak, beliau orangnya misterius dan akurat kalo menyelesaikan masalah. Pak Presiden ini mementingkan keamanan negara dan keselamatan warganya.



Park Yoo Chun: totalitas, loyal, penuh kepercayaan, setia kawan, salah tingkah kalau mau ngasih perhatian ke perempuan yang disukainya, kalau berhadapan sama polwan yang disukainya tangannya utak-atik sibuk sendiri di bawah meja (grogi).



Kalau di kasih skor, Park Yoo Chun ini saya kasih 9. Soalnya dia jarang ketawa lepas :D (minus 1 kan), tapi masih tetep ngegemesin pas dia jaim gara-gara suka sama polwan.



Kalau Pak Presiden saya juga kasih skor 9. Habisnya, meskipun Pak Presiden niatnya baik, tapi sering membahayakan nyawanya sendiri. Kan mbuat orang-orang yang bertugas menjaga keselematannya jadi was-was dan kalang kabut. Bisa makin gawat kan, kalau orang VIP nomer satu ilang atau celaka. Tenang Bapak, beban bapak bisa bapak bagikan pada kami :D



5. Jung Il Wo


Jung Il Wo ceritanya jadi versi dewasanya Lee Min Ho yaitu jadi masnya Kim Soo Hyun di The Moon That Embraces The Sun. Di sana doi jadi pangeran yang emoh mewarisi jabatan jadi raja, jadi kemudian dilimpahkan ke Kim Soo Hyun. Justru dia memilih buat melindungi Kim Soo Hyun, meskipun dia adalah rival Jung Il Wo dalam hal asmara. Dari remaja, jung il wo ini (pas diperanin sama Lee Min Ho) jatuh cinta sama adik dari sahabat baiknya. Cintanya itu tulus banget *lumer. Di cerita sebenernya, jung il wo lebih dulu yang mencintai si saman, tapi di ending cerita si Saman malah berlabuh sama Kim Soo Hyun dan jung il wo berakhir pada kematian karena melindungi adik tercintanya, dia mikir karena mereka berdua saling mencintai maka yang bisa membahagiakan perempuan yang dicintainya ya cuma Kim Soo Hyun *peluk guling.. Aduh, cara dia mencintai si saman sesuatu sekali...



Jung il Wo: penyayang, penuh cinta kasih, setia kawan, penuh pengorbanan. Kasih skor 9, soalnya dia sempet tidak berbesar hati karena tahu bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, kemudian dia kabur sebentar.



6. Jo Hyun Jae


Dia jadi Han Kang di 49 Days.. T___T Kalau mau nonton drama yang bisa nyadarin kita buat mensyukuri hidup, harus nonton ini.. Dia di sini, jadi orang yang mencintai dan kembali lagi bertepuk sebelah tangan. Suka sejak SMA di sekolah yang sama, dan perasaannya selalu dipendam dan tidak pernah diikrarkan hingga perempuan yang dicintainya ini bertunangan sama pria lain. Yes, dan sampai akhirnya cinta itu tidak pernah diungkapkan sampai mati, eh koma.



Jo Hyun Jae: setia kawan, gigih, bukan tipe troublemaker dan perusak hubungan orang, legawa, nrima, penuh cinta kasih, gengsian, penolong.



Ane kasih skor 8, soalnya dia itu nrima-ne kebangeten. Dia memendam perasaan cintanya bertahun-tahun sampai perempuan yang dicintainya bertunangan di depan matanya. Eh, ahjussi harusnya memperjuangkan dong, ya perjuangan tapi jangan maksain. Sebelum menyesal kemudian. Dia juga jadi tampak kurang bahagia karena jarang ketawa, dan tampak susah move on :D sinih, come to mama...



7. Lee Pil Mo

Dia jadi Gook Chun Soo di Emergency Couple. Itu tuh, yang jadi kepala Gook di UGD atau kepalanya dokter2 magang (residen). Ceritanya di sini, ahjussi ini jadi bujang tua karena dulu ditinggalin pacarnya ke Amerika, dan dia tipe orang yang sulit untuk mencintai. Dia sering nggak sadar kalau sebenernya dia sedang suka sama orang. Gengsinya juga agak gedhe ni ahjussi. Mau muji orang aja agak mikir, apalagi mau nunjukkin cinta sama Song Ji Hyo. Dia orang yang punya pendirian kuat, penolong, penyayang tapi dingin diluar jadi kelihatan judes kalo bilang padahal niatnya baik. Setelah tahu kenyataan bahwa cintanya tak berbalas bertepatan sesaat sebelum dia bilang sama Song Ji Hyo, dia menerima dengan lapang dada kenyataan pahit itu dan di kemudian hari dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa kelak jika dia jatuh cinta, akan ia perjuangkan. Ye, dan bener sebelum Profesor Shim (mantan pacarnya yang dulu) mau pergi ke Amerika lagi sama anaknya, dia mengejar sampai ke Bandara, buat bilang “Tolong kembali :D” Di film ini kayaknya nggak ada orang jahat.



Lee Pil Mo: baik, mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan orang meskipun dia dapet skors (Belum bisa jadi dokter spesialis karena masa lalunya saat jadi dokter residen melakukan kesalahan), adil, menyembuhkan siapa saja tidak membedakan pasien kelas VIP ataupun pasien yang nggak punya uang buat bayar, menyembuhkan siapa saja, saat dokter di UGD enggan menangani dan menunggu hasil laboratorium dulu karena pasien mengidap penyakit langka dan menular dia tanpa pikir panjang, langsung bertindak sebelum pasien justru akan mati sebelum sempat ditangani, cekatan, gengsinya gedhe, nggak pendendam waktu ketemu sama mantan pacarnya lagi yang ternyata udah punya anak justru jadi kawan dekat.



Ane kasih skor 8, meskipun masalah kedokteran dia nomer satu tapi kalau suka sama Song Ji Hyo itu dia nggak bisa nunjukin. Iya, nunjukin tapi bukan show off yaaa... Makanya dia selalu selangkah di belakangnya Choi Jin Hyuk mulu. Dia juga gengsinya gedheeee banget... marai mumet..



8. Dokter di Greatest Love yang ikut reality show sama Gong Hye Jin

Ane nggak tahu siapa namanya, tapi kebaikan hati nya masih bisa ane rasakan.. :D



9. Jo Jung Suk di The King 2 Hearts

Rela mati untuk melindungi rajanya, anti berkhianat, dan bener dia dimatiin gitu aja sama sutradaranya di endingnya, padahal cinta-nya sedang menunggunya kembali T_T



10. Ryu Soo Young di Two Weeks

Ahjussi ini bukan orang jahat, dia jadi polisi yang subhnallah penyayang dan besar hati.



11. Park Jung Min

Dia yang jadi Gook di You’re All Surrounded. Sampai akhir cerita, kayaknya si Go Ara ini nggak nyadar kalau Gook itu cinta sama dia. Ya, meskipun bukan lead male, kebaikan hati, kebesaran hati, kesetiakawanannya dan kekoplakannya cukup menyentuh perasaan saya.



Yeah, sekian. Akhir kata... semoga kebaikan orang lain yang akan selalu kita ingat dan kita contoh, kebaikan kita pada orang lain mari kita lupakan. Kesalahan orang lain pada kita mari kita lupakan, dan kesalahan kita pada orang lain mari kita ingat.

Mari memaafkan.. Maafin ye, udah nulis nggak penting gini :D

Happy Ending

Lee Min Suk, anak SMA berusia 18 tahun, yang jatuh cinta dengan eonni yang usianya 28 tahun. Di penghujung masanya duduk di bangku SMA, dia melamar eonni dengan popcorn segede kantong. Konon katanya, dia nggak bisa beli cincin buat melamar, jadi sesuatu yang lain yang lebih disukai eonni dibandingkan cincin adalah popcorn. Dibawanya popcorn sekantong buat melamar eonni. *dasar kelakuan anak SMA *toyor Seo In Guk


Min Suk: "Setelah kupikirkan, kau mungkin benar. kau akan menghambat masa depanku. Namun, tidak peduli masalah apa yang akan kuhadapi nanti, aku hanya ingin tetap bersamamu.. sampai mati.."

nyodorin popcorn, sambil bilang "Narang gyulhon hae joolaeyo?"

---tetiba popcorn sekantong diambil sama si eonni---


3 tahun kemudian..

Min Suk: "istriku, kau sudah tua.." *ngledek ni anak

eonni: "kenapa kau selalu bercanda dengan umurku? Kau pasti bahagia karena kau masih muda."

Min Suk: "Hei, aku sangat mencintaimu. Jantungku berdebar kencang." *natap serius*

eonni: "aku tidak percaya."

Min Suk: "Hei, bagaimana bisa kau meragukan hati suamimu seperti ini?"

"Aku tergila-gila padamu, Jung Soo Young. Aku bisa mati karenamu. Setiap hari, setiap pagi aku jatuh cinta padamu setiap kali aku melihatmu.. Lagi dan lagi... Eonni popcorn-ku.. sahabatku.. istriku... cintaku.. sayangku... Terimakasih banyak telah menikah denganku.. "



"Maybe destiny is not something for someone who sits and waits for a chance. A real destiny comes like a gift that is given to me. When i look for and dare to choose. Then it comes to me. So I with someone I dared to choose as my destiny will do my best loving and living with him." [Jung Soo Young]

-Happy ending di episode 17-
King of High School

Agni

Agni..

Adalah perempuan jawa yang hidup di abad milenium yang paling normal yang pernah kukenal.
Adalah sebenarnya perempuan tidak normal yang mencoba terlihat sebagai perempuan normal.


Instingnya terlalu kuat untuk menebak hal hal tak masuk akal yang akhirnya menjadi masuk akal. Dia hanya bilang bahwa aku adalah orang yang paling ia percayai. Agni menyimpan kagum pada seorang pria. Jika perempuan normal akan berusaha mati-matian menarik perhatian pria yang ia kagumi, berbeda dengan agni. Agni tahu, bahwa menyapanya lewat sms, facebook, twitter, line, wa adalah salah satu cara menarik perhatian pria yang diidamkannya. Agni, perempuan yang menjadi 'gila' karena menyimpan cinta pada seorang pria. Agni, memendam kagum pada seorang pria, diam saja, melihatnya dari jauh, tidak pernah menyapanya lewat sms maupun wa, tidak pernah mendramatisir supaya bisa berpapasan dengannya; tidak pernah mengirim surat cinta, tidak pernah berkomentar pada status fb, twitter, line-nya; tidak pernah basa-basi mengucapkan selamat ulang tahun pada pria yang disukainya, dan selamat-selamat lainnya. Agni, hanya berdiri dari sudut yang tak pernah pria itu lihat, kemudian bersimpuh juga dari sudut yang tak pernah satupun orang ketahui. Agni, sedang belajar mencintai Tuhannya lebih dalam lagi. Mendekat bukan pada pria idolanya, tetapi pada Tuhannya. Itu, Agni, perempuan paling normal yang pernah kukenal.
Perempuan lain yang tidak normal, akan mencintai dengan cara yang berbeda.

Agni, berarti 'api'. Baginya, dia bukan 'api' yang sebenarnya. Bagi kaum Sanskrit, api sering digunakan pada upacara tertentu. Dialah api yang melenyapkan kemungkaran yang ada. Dialah wujud 'kepasrahan', keikhlasan, dan rasa syukur. Agni, melepaskan kecintaannya pada dunia. Agni, tidak mengagungkan duniawi, dan kecantikan manusia. Dan masih sama seperti dulu, bagiku Agni tetaplah perempuan normal yang paling cantik yang pernah kutemui.

Dia bilang mimpinya adalah mau memberi nama semua anak-anaknya dengan nama yang diambil dari bahasa Sanskrit, seperti nama panjangnya. Ah ya kebetulan sekali, aku menulis ceritanya sambil mendengar lagu Ta Ra Rum Pum.. lagu kesukaannya. Agni, sudahkah kamu menikah dengan pria idamanmu? Kamu bilang dia bernama Tirta? Aku hanya dengar dari mulut orang lain, bahwa hidupmu telah berubah di negeri seberang sana? Agni berubah menjadi perempuan utuh yang paling normal. Agni, perempuan bahagia dimanapun dia berada.

Kini, dia tidak lagi menebak hal-hal tak masuk akal, karena baginya hal yang paling masuk akal di dunia adalah berada di samping Tirta. Ah, ya dan sekali lagi Tuhan menunjukkan betapa romantisNya Dia 'kan? Tanpa Agni ketahui, sujudnya dari sudut yang tak pernah satupun orang ketahui itu ternyata ada Tuhan di sampingnya, mendengarkannya, kemudian mengabulkan permohonannya. Tuhan membalas cintanya. Begitu pula Tirta. Tuhan memudahkan pilihannya. Agni, Masih ingat ketika kau kutanya, "Pilih mencintai atau dicintai?" kemudian kamu menjawab, "Aku memilih saling mencintai." Ya, dan Tuhan Maha Tau jawaban atas jawabanmu itu. Tirta, adalah jawabannya.


"Selamat, Agni." dan ini bukan basa-basi :)

Looking Up Together

[Looking Up Together]


Rise up, you dreamer,
stand strong forever, when life tosses you around and keeps you down
Imagine, you dreamer,
how much I love you
I will help you in times of need, when the darkness makes you cry
As you trust me and as you love me,
Every dream will be come true!

We look up as one together
We all fly up high together
to see beyond
move forward to one future
Dream whatever you want to dream
Go wherever you want to go
'cause you and I trust and love forever more

Call me for your help, I'll stand beside you
I still just believe in you, I see sunrise in your eyes
As you trust me and as you love me,
You know that we can make it true
I am thankful that I found you
You're the one who can hold my hand and go forth

I know that you won't give up.
I'm giving you all of my heart.
I'm giving you my love.


adalah seorang laki-laki seperempat abad yang sedang menjemput segala mimpinya. Kekasih hidupnya, rejekinya, masa depannya. Hidup seorang diri di perantauan setelah separuh hidupnya ia habiskan di kota kelahirannya. Ia bertemu dengan seorang laki-laki lain yang menjadi tempatnya membuang segala keluh kesah, sekaligus kebahagiaan saat ia menempuh pendidikan pasca sekolah menengah. Ia yang dia sebut sebagai seorang sahabat. Siapa sangka persahabatan sepasang lelaki justru eratnya melebihi persahabatan sepasang perempuan. Dia mungkin tidak menyadari bahwa apa yang mereka berdua lakukan, biasa orang lain sebut dengan persahabatan, karena mereka berdua tidak pernah mengikrarkan hal tersebut. Yang mereka tahu, mereka hanya perlu saling berkunjung, saling mendengarkan, saling tertawa menertawakan, saling menangis tanpa perempuan ketahui, saling membuka diri, saling bercerita, saling berdebat, saling marah, saling membentak, saling memaafkan. Itu yang mereka lakukan setiap kali marah, selalu berujung saling memaafkan kemudian pergi ke kampus bersama dengan mengayuh sepeda.

Hingga suatu ketika, tanpa disadari tahun keempat mereka di kampus sudah di depan mata. Mereka berdua diwisuda. Mereka berdua berpisah, salah satunya mengenyam pendidikan lanjutan di di kota lain, sedangkan seorang lagi bekerja di ibukota dan memutuskan untuk menikahi perempuan yang ia cintai. Mereka berdua saling berjanji bahwa apapun yang terjadi pada diri mereka masing-masing, meskipun terpisah ruang dan waktu, mereka akan saling mengabari. Prinsipnya adalah kabar tentang apapun, keduanya harus mengetahuinya langsung dari sahabatnya. Bukan dari orang lain. Benar saja, kabar tentang sahabatnya yang menikah, mendapatkan pekerjaan, pindah rumah, rencana memiliki anak kembar, ia ketahui langsung dari sahabatnya bukan dari orang lain. Dan siapa sangka, doa dari siapapun itu, kini sang sahabat itu dalam rahim istrinya sedang dititipkan sepasang anak kembar. Ia tidak pernah berkoar bahwa selama ini ia memanjatkan doa agar sang sahabat selalu mendapatkan segala yang ia inginkan. Kini ia menyadari bahwa prioritas kepentingan dirinya di mata sahabatnya tidak akan sama seperti ketika mereka berdua hidup hanya seorang diri. Kini, sahabatnya memiliki list pertama pada prioritas kepentingannya, yaitu istri dan calon anaknya. Ia menyadari hal itu. Lalu kemanakah is harus berlari ketika seisi dunia ini justru akan memberatkan langkah kakinya? Ia menyadari bahwa sahabatnya kini, sudah menemukan sahabat sejatinya untuk kehidupannya, yaitu istri dan anaknya. Kini, ia hanya perlu untuk berupaya bertemu dengan sahabat sejati yang belum sempat ia temui. Mimpinya bukan lagi bisa tumbuh menjadi sarjana yang baik, atau tumbuh menjadi pengusaha yang sukses, atau pejabat pemerintahan yang mulia. Mimpinya sederhana, hanya ingin tumbuh menjadi seorang ayah yang baik, dan terus tumbuh menjadi anak yang baik bagi bapak ibunya yang semakin renta.

Meskipun terlihat tertawa dan jenaka, sesungguhnya di dalam hatinya ada perasaan yang masih ia sembunyikan; "setelah berbagai upaya kutempuh untuk memenuhi semua mimpiku, aku hanya takut justru aku tidak akan mendapatkan apapun. Kemanakah aku harus berlari dan menyampaikan perasaanku, kalau bukan padaMu?"

Best Scene [Angel Eyes: 11]

Park Dong Joo: 12 tahun yang lalu, ada anak SMA jelek melihatmu di sini. Waktu itu, akan sangat menyenangkan jika memiliki kekasih yang cantik, itulah yang kupikirkan dulu. Dan sekarang, gadis cantik itu akan lebih baik jika menungguku di rumah. (Jeda) Aku tidak mau kesepian. Tidak peduli seberapa kerasnya, ketika aku memikirkan bila ada dia yang sedang menungguku, aku tidak akan kesepian lagi. Aku akan berjuang semampuku untuknya.
Aku tidak bisa berjanji aku akan membuatmu menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Aku juga tidak bisa berjanji aku tidak akan berubah hati pada orang lain, tapi... Cintaku telah tumbuh lebih dari 12 tahun yang lalu, aku akan terus membiarkannya tumbuh, aku akan membuatnya lebih kuat. Selama aku masih hidup, aku berjanji kau akan menjadi orang yang paling berharga di dalam hidupku. 
Soo Wan, Yoon Soo Wan, maukah kau menjadi bagian dari keluarga Park Dong Joo?


Yoon Soo Wan: Aku akan berada di rumahmu. Aku akan menunggumu setiap hari.... :’)
[Angel Eyes episode 11]









Yes You



if i had to live my life without you near me

The days would all be empty
the nights would seem so long 
with you i see forever oh so clearly

i might have been in love before 

but it never felt this strong, 

our dreams are young and we both know 
they'll take us where we want to go, 
hold me now, touch me now


i don't want to live without you... 


nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of 
i'll never ask for more than your love 

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

If the road ahead is not so easy, 
our love will lead the way for us, like a guiding star, 
i'll be there for you if you should need me, 
you don't have to change a thing, i love you just the way you are... 
so come with me and share the view.. 
i'll help you see forever too 
hold me now, touch me now 

i don't want to live without you...

nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of
i'll never ask for more than your love

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of
i'll never ask for more than your love


nothing's gonna change my love for you
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

nothing's gonna change my love for you, 
you ought to know by now how much i love you 
one thing you can be sure of 
i'll never ask for more than your love 

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you

[Airsupply - Nothing's gonna change my love for you]

will you be my sweetest groom? jangan lupa nyanyikan di pernikahan kita, ah iya :D



hey you, yes you...
kau yang selalu kunanti.

tuan berbudi baik, maukah kau memahami kisahku.

Kau yang begitu dinanti oleh ibuku. Terkadang lelah menyuruhku menyerah. Ini bukan menyerah, hanya duduk sebentar di tepian, dan menyeka peluhku meski tak sampai kering. kemudian aku bangkit lagi, melanjutkan separuh perjalanan yang tertinggal.. Ya, aku ingin segera menemukanmu. Ingin segera menemuimu. Mari kita berbagi cerita. ya, cerita yang kadang tak tersampaikan pada siapapun yang kemudian membuatku pura-pura lupa. Maukah kamu menjadi tempat berbagi itu? Mari kita berbagi suka, waktu yang terlewatkan tak bersamamu aku akan menggantinya dengan sisa usiaku. Mari kita berbagi duka, yang terlalu sering kusimpan dalam hati dan dalam folder komputer kecilku. Mari kita saling berbagi rencana kehidupan kita, keinginan, harapan, mimpi, cita-cita, dan cinta kita. Mari bagi denganku, pekerjaan yang kadang mungkin membuatmu lelah, membuatmu bosan. Mari bagi denganku, semua beban di pundakmu, di dadamu. Genggam tangaku, dan kita akan berjalan tangguh jika bersama, kita akan lebih kuat jika bersama.

Kamu tidak perlu membawakan tasku, tak perlu membawakan bukuku, tak perlu membawakan barang belanjaku, tak perlu membawakan sekarton air mineral yang sering kupikul sendiri, tak perlu membawakanku segalon air mineral, tak perlu membawakanku seember cucian kotor. Aku tak perlu semua itu untuk kau bawakan, karena aku bisa melakukannya sendiri. Yang tidak bisa aku lakukan sendiri, adalah mencintai. Dan yang dapat melakukannya hanyalah dirimu, yes you. Kamulah yang menyimpan kosakata 'saling' sehingga kita bisa saling mencintai. Kosakata 'saling' baru bisa dilakukan jika itu dilakukan oleh dua orang, dan itu adalah kita berdua.

Jika banyak keinginanmu yang tak bisa kamu bendung, maka berpuasalah. Dari sini aku selalu berdoa untukmu supaya kamu tidak salah arah ataupun lupa arah jalan untuk bertemu tulang rusukmu. Ridha mamah adalah ridha Allah, insya Allah. Ridha bapak, juga ridha Allah insya Allah. Kau yang selalu mencintai ayah dan ibumu, aku siap untuk berbakti pada mereka, dan aku siap untuk berbakti padamu, aku siap untuk mencintaimu, aku siap untuk menghabiskan sisa usiaku bersamamu, aku siap mengabdi untukmu, aku siap menjadi bidadarimu di surgaNya nanti.

Dimanakah kamu? Kau adalah misteri yang tak mampu dipecahkan teknologi secanggih apapun. Kamu adalah rahasiaNya. Teknologi gps, google map tak akan sanggup memecahkannya. Jadi untuk apa kita bergantung pada teknologi dan manusia untuk bisa mempertemukan kita, kita hanya perlu Dia. Jika kamu mencintai Dia, dan akupun mencintai Dia, selanjutnya kita hanya perlu percaya bahwa cinta segitiga kita ini mampu mempertemukan kita berdua. Just believe it :)

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi keinginan untuk segera bertemu.Jangan lupa untuk bertemu denganku sebelum usiaku 24 tahun, di 8 November 2014 ya :)

After all, Allah is the Best Designer. If something is meant to be, it will happen. With the right person, at the right circumstances, and for the best reason which answered your questions. So there is no need to rush. Experiences gives you lessons in life. When you think your life is miserable, take time alone and pray; there is something to be thankful everyday. Working on your relationship with Allah swt and willing to be a better person. Everything happens for a reason. Man Jadda Wa jadda. (Quote of Mrs. Dude)


Dia indah meretas gundah, dia yang selama ini kunanti..
membawa sejuk, memanja rasa, dia yang selalu ada untukku..

di dekatnya aku lebih tenang,
bersamanya jalan lebih terang...

tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
berdua kita hadapi dunia 
kau milikku, ku milikmu, kita satukan tuju... 
bersama arungi derasnya waktu, 
kau milikku, ku milikmu, 
kau milikku, ku milikmu, 

Bila di depan nanti, banyak cobaan untuk kisah cinta kita, 
jangan cepat menyerah, kau punya aku, ku punya kamu... selamanya akan begitu... 

tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku 
berdua kita hadapi dunia 

kau jiwa yang selalu aku puja

[Tulus-teman hidup]

and i wanna sing this song... for you, yes you.. aha, yes you
yes, and i wanna be your sweetest bride
:D