Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Pelajaran Episode Final Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo



#scarletheart punya tokoh utama bernama Hae Soo. Hae Soo menghabiskan hidupnya terjebak di antara 6 pria berkuasa dan punya ambisi berkuasa. 4 pria di antaranya tertarik padanya. Drama ini menunjukkan bahwa, perasaan manusia bisa saja berubah. Drama yang sejak awal dikemas jenaka bercampur sendu, pada episode final dibuat tragis oleh penulis dan tentu Sang Sutradara. Banyak yang menanti-nanti pada siapa Hae Soo akan menghabiskan sisa hidupnya, dan bagaimana ending drama tsb, setelah dapat spoiler dan ada yang menonton terlebih dahulu kemudian bilang, "Sudah, gak usah ditonton. Mengecewakan." Bagi saya, "mbok yo woles wae gaes". Karena drama memang harusnya berhenti dan cukup pada episode 20 saja tidak perlu terlalu panjang. Ya meskipun ada yang berpendapat, mengecewakan. Woles wae gaes, karena hidup sebenarnya bisa saja seperti cerita #scarletheart . Hidup kemudian mati. Bertemu kemudian menikah. Bertemu kemudian bisa juga berpisah. Yang dideketin siapa kemudian yang dinikahin siapa *eh. Seandainya kita menginginkan atau mengharapkan ending seperti apa, bisa kita jelaskan atau bilang langsung sama Sang Sutradara. Ya kayak berdoa. Kita mau sesuatu, kita bilang sama Tuhan. Ceritakan, Rinci, dan tentu dengan etika. Setelah bilang dan berdoa, itu sudah bukan urusan kita lagi. Karena Sang Sutradaralah yang menentukan. Kalau itu sesuai dengan harapan kita. Syukur. Jika tidak dan justru mengecewakan. Jangan hujat. Jangan nggak sopan lalu mengata-nga't**'. Syukuri lalu ambil pelajaran. Hidup tentu tidak berhenti hanya karena menunggu kita menangis tersedu-sedu dan menyalahkan Sang Sutradara. Hidup terus berjalan. Kita hanyalah penonton bagi kehidupan orang lain dan lakon pada takdir kehidupan masing-masing.


Sekian.

Berbagi Pengalaman Mencari Surat Keterangan Sehat Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba

Ceritanya sedang berupaya untuk daftar salah satu perekrutan tenaga pengajar di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Salah satu persyaratannya adalah melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.

Surat Keterangan sehat (jasmani) atau KIR dilayani di bagian IGD. Kita akan diminta untuk mengisi formulir data diri dan keterangan surat keterangan jasmani ini digunakan untuk keperluan apa. Sebelum dilakukan pemeriksaan, formulir yang telah diisi tadi kita bawa ke bagian kasir untuk melunasi pembayaran. Di sini kita dikenai biaya Rp 35.000,00

Setelah itu kita diminta untuk menunggu hingga dipanggil untuk dicek kesehatannya. Kita akan dicek tekanan darah, tinggi dan berat badan. Setelah itu selesai, kita akan mendapatkan selembar kertas keterangan sehat jasmani. Jika kita menginginkan legalisir surat tersebut kita hanya perlu dikenai biaya tambahan 200 rupiah perlembarnya.

Selanjutnya kita akan mencari surat keterangan sehat rohani dan bebas narkoba.

Untuk mendapatkan kedua surat keterangan ini kita harus mampir dulu ke Poli Jiwa atau Poliklinik Jiwa. Karena aku nyarinya lewat Rumah Sakit Umum Daerah di kotaku, maka aku harus daftar dulu ke bagian pendaftaran umum berdampingan dengan bagian pendaftaran BPJS. Aku harus ambil nomer antrian jam setengah enam pagi dan datang lagi jam tujuh supaya nomer antrian yang sudah kudapatkan tidak terlewat. Sekitar jam 8 aku sudah dipanggil. Di sana aku dikenai biaya Rp 45.000,00 untuk biaya registrasi (pasien umum). Lalu aku dioper ke Poli Jiwa dan diminta menunggu. Di sini nunggunya lama karena pasiennya campur sama dengan pasien lain (Umum dan BPJS). Setelah nunggu lama sekitar jam 11, akhirnya giliranku masuk ke ruangan. Langsung saja, aku sampaikan keperluanku untuk minta surat sehat rohani dan bebas narkoba. Untuk keperluan bebas narkoba, oleh dokter aku ditanyai seputar, “apakah sebulan terakhir ini aku mengkonsumsi obat-obatan?” “Pernah merokok?”. Sudah kemudian aku diberi surat yang harus kubawa ke lab untuk tes urin. Namun sebelum beranjak melakukan tes urin, untuk keperluan surat sehat rohani aku juga ditanyai seputar, “Apakah sering tiba-tiba sedih?” “Apakah sering bingung?” “Apakah sering susah tidur?” “Apakah sering marah-marah?” dsb. Setelah itu aku juga diberi daftar tagihan yang harus dibayar di bagian kassa. Sebelum ke kassa, aku ke lab dulu. Di sana aku dikenai biaya Rp 124.500,00 untuk tes urin. Rinciannya adalah PEMERIKSAAN NAPZA: NAPZA AMP (Rp 41.500), NAPZA MORPHINE (Rp 41.500), NAPZA BZO (Rp 41.500). Ini nggak boleh diecer, jadi harus satu paket, dan uangku kagak cukup. Mampirlah aku ke atm dulu, baru bayar. Setelah bayar, aku dipanggil dan disuruh pipis. Setelah pipis, aku disuruh nunggu sekitar setengah jam. Sambil nunggu aku ditanyaain kayak Pak Dokter Kris, Pak Dokter bagian Poli Jiwa. Setelah selesai dan hasil sudah keluar, aku dipanggil dan diberi surat dalam amplop yang harus aku serahkan kembali ke Poli Jiwa. Sebelum ke Poli Jiwa lagi, aku harus ke kassa seperti perintah saat masih di Poli Jiwa untuk melunasi tagihan surat sehat rohani. Di sini aku dikenai biaya Rp 60.000,00.

Aku kembali ke Poli Jiwa dan jadilah aku mendapatkan surat sehat rohani dan surat keterangan bebeas narkoba. Jadi kalau dirinci,

Surat keterangan sehat jasmani: Rp 35.000

Registrasi: Rp 45.000

Surat keterangan sehat rohani: Rp 60.000

Surat bebas narkoba: Rp 124.500

Total: Rp 264.500





Oh Tuhan, perjuangan ini masih belum berakhir. Ini adalah upaya awal untuk mencoba menggapai mimpi dan menjemput rejeki dari MU.

Agni

Agni..

Adalah perempuan jawa yang hidup di abad milenium yang paling normal yang pernah kukenal.
Adalah sebenarnya perempuan tidak normal yang mencoba terlihat sebagai perempuan normal.


Instingnya terlalu kuat untuk menebak hal hal tak masuk akal yang akhirnya menjadi masuk akal. Dia hanya bilang bahwa aku adalah orang yang paling ia percayai. Agni menyimpan kagum pada seorang pria. Jika perempuan normal akan berusaha mati-matian menarik perhatian pria yang ia kagumi, berbeda dengan agni. Agni tahu, bahwa menyapanya lewat sms, facebook, twitter, line, wa adalah salah satu cara menarik perhatian pria yang diidamkannya. Agni, perempuan yang menjadi 'gila' karena menyimpan cinta pada seorang pria. Agni, memendam kagum pada seorang pria, diam saja, melihatnya dari jauh, tidak pernah menyapanya lewat sms maupun wa, tidak pernah mendramatisir supaya bisa berpapasan dengannya; tidak pernah mengirim surat cinta, tidak pernah berkomentar pada status fb, twitter, line-nya; tidak pernah basa-basi mengucapkan selamat ulang tahun pada pria yang disukainya, dan selamat-selamat lainnya. Agni, hanya berdiri dari sudut yang tak pernah pria itu lihat, kemudian bersimpuh juga dari sudut yang tak pernah satupun orang ketahui. Agni, sedang belajar mencintai Tuhannya lebih dalam lagi. Mendekat bukan pada pria idolanya, tetapi pada Tuhannya. Itu, Agni, perempuan paling normal yang pernah kukenal.
Perempuan lain yang tidak normal, akan mencintai dengan cara yang berbeda.

Agni, berarti 'api'. Baginya, dia bukan 'api' yang sebenarnya. Bagi kaum Sanskrit, api sering digunakan pada upacara tertentu. Dialah api yang melenyapkan kemungkaran yang ada. Dialah wujud 'kepasrahan', keikhlasan, dan rasa syukur. Agni, melepaskan kecintaannya pada dunia. Agni, tidak mengagungkan duniawi, dan kecantikan manusia. Dan masih sama seperti dulu, bagiku Agni tetaplah perempuan normal yang paling cantik yang pernah kutemui.

Dia bilang mimpinya adalah mau memberi nama semua anak-anaknya dengan nama yang diambil dari bahasa Sanskrit, seperti nama panjangnya. Ah ya kebetulan sekali, aku menulis ceritanya sambil mendengar lagu Ta Ra Rum Pum.. lagu kesukaannya. Agni, sudahkah kamu menikah dengan pria idamanmu? Kamu bilang dia bernama Tirta? Aku hanya dengar dari mulut orang lain, bahwa hidupmu telah berubah di negeri seberang sana? Agni berubah menjadi perempuan utuh yang paling normal. Agni, perempuan bahagia dimanapun dia berada.

Kini, dia tidak lagi menebak hal-hal tak masuk akal, karena baginya hal yang paling masuk akal di dunia adalah berada di samping Tirta. Ah, ya dan sekali lagi Tuhan menunjukkan betapa romantisNya Dia 'kan? Tanpa Agni ketahui, sujudnya dari sudut yang tak pernah satupun orang ketahui itu ternyata ada Tuhan di sampingnya, mendengarkannya, kemudian mengabulkan permohonannya. Tuhan membalas cintanya. Begitu pula Tirta. Tuhan memudahkan pilihannya. Agni, Masih ingat ketika kau kutanya, "Pilih mencintai atau dicintai?" kemudian kamu menjawab, "Aku memilih saling mencintai." Ya, dan Tuhan Maha Tau jawaban atas jawabanmu itu. Tirta, adalah jawabannya.


"Selamat, Agni." dan ini bukan basa-basi :)

Looking Up Together

[Looking Up Together]


Rise up, you dreamer,
stand strong forever, when life tosses you around and keeps you down
Imagine, you dreamer,
how much I love you
I will help you in times of need, when the darkness makes you cry
As you trust me and as you love me,
Every dream will be come true!

We look up as one together
We all fly up high together
to see beyond
move forward to one future
Dream whatever you want to dream
Go wherever you want to go
'cause you and I trust and love forever more

Call me for your help, I'll stand beside you
I still just believe in you, I see sunrise in your eyes
As you trust me and as you love me,
You know that we can make it true
I am thankful that I found you
You're the one who can hold my hand and go forth

I know that you won't give up.
I'm giving you all of my heart.
I'm giving you my love.


adalah seorang laki-laki seperempat abad yang sedang menjemput segala mimpinya. Kekasih hidupnya, rejekinya, masa depannya. Hidup seorang diri di perantauan setelah separuh hidupnya ia habiskan di kota kelahirannya. Ia bertemu dengan seorang laki-laki lain yang menjadi tempatnya membuang segala keluh kesah, sekaligus kebahagiaan saat ia menempuh pendidikan pasca sekolah menengah. Ia yang dia sebut sebagai seorang sahabat. Siapa sangka persahabatan sepasang lelaki justru eratnya melebihi persahabatan sepasang perempuan. Dia mungkin tidak menyadari bahwa apa yang mereka berdua lakukan, biasa orang lain sebut dengan persahabatan, karena mereka berdua tidak pernah mengikrarkan hal tersebut. Yang mereka tahu, mereka hanya perlu saling berkunjung, saling mendengarkan, saling tertawa menertawakan, saling menangis tanpa perempuan ketahui, saling membuka diri, saling bercerita, saling berdebat, saling marah, saling membentak, saling memaafkan. Itu yang mereka lakukan setiap kali marah, selalu berujung saling memaafkan kemudian pergi ke kampus bersama dengan mengayuh sepeda.

Hingga suatu ketika, tanpa disadari tahun keempat mereka di kampus sudah di depan mata. Mereka berdua diwisuda. Mereka berdua berpisah, salah satunya mengenyam pendidikan lanjutan di di kota lain, sedangkan seorang lagi bekerja di ibukota dan memutuskan untuk menikahi perempuan yang ia cintai. Mereka berdua saling berjanji bahwa apapun yang terjadi pada diri mereka masing-masing, meskipun terpisah ruang dan waktu, mereka akan saling mengabari. Prinsipnya adalah kabar tentang apapun, keduanya harus mengetahuinya langsung dari sahabatnya. Bukan dari orang lain. Benar saja, kabar tentang sahabatnya yang menikah, mendapatkan pekerjaan, pindah rumah, rencana memiliki anak kembar, ia ketahui langsung dari sahabatnya bukan dari orang lain. Dan siapa sangka, doa dari siapapun itu, kini sang sahabat itu dalam rahim istrinya sedang dititipkan sepasang anak kembar. Ia tidak pernah berkoar bahwa selama ini ia memanjatkan doa agar sang sahabat selalu mendapatkan segala yang ia inginkan. Kini ia menyadari bahwa prioritas kepentingan dirinya di mata sahabatnya tidak akan sama seperti ketika mereka berdua hidup hanya seorang diri. Kini, sahabatnya memiliki list pertama pada prioritas kepentingannya, yaitu istri dan calon anaknya. Ia menyadari hal itu. Lalu kemanakah is harus berlari ketika seisi dunia ini justru akan memberatkan langkah kakinya? Ia menyadari bahwa sahabatnya kini, sudah menemukan sahabat sejatinya untuk kehidupannya, yaitu istri dan anaknya. Kini, ia hanya perlu untuk berupaya bertemu dengan sahabat sejati yang belum sempat ia temui. Mimpinya bukan lagi bisa tumbuh menjadi sarjana yang baik, atau tumbuh menjadi pengusaha yang sukses, atau pejabat pemerintahan yang mulia. Mimpinya sederhana, hanya ingin tumbuh menjadi seorang ayah yang baik, dan terus tumbuh menjadi anak yang baik bagi bapak ibunya yang semakin renta.

Meskipun terlihat tertawa dan jenaka, sesungguhnya di dalam hatinya ada perasaan yang masih ia sembunyikan; "setelah berbagai upaya kutempuh untuk memenuhi semua mimpiku, aku hanya takut justru aku tidak akan mendapatkan apapun. Kemanakah aku harus berlari dan menyampaikan perasaanku, kalau bukan padaMu?"

Yes You



if i had to live my life without you near me

The days would all be empty
the nights would seem so long 
with you i see forever oh so clearly

i might have been in love before 

but it never felt this strong, 

our dreams are young and we both know 
they'll take us where we want to go, 
hold me now, touch me now


i don't want to live without you... 


nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of 
i'll never ask for more than your love 

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

If the road ahead is not so easy, 
our love will lead the way for us, like a guiding star, 
i'll be there for you if you should need me, 
you don't have to change a thing, i love you just the way you are... 
so come with me and share the view.. 
i'll help you see forever too 
hold me now, touch me now 

i don't want to live without you...

nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of
i'll never ask for more than your love

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

nothing's gonna change my love for you,
you ought to know by now how much i love you
one thing you can be sure of
i'll never ask for more than your love


nothing's gonna change my love for you
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you 

nothing's gonna change my love for you, 
you ought to know by now how much i love you 
one thing you can be sure of 
i'll never ask for more than your love 

nothing's gonna change my love for you 
you ought to know by now how much i love you 
the world may change my whole life through but, nothing's gonna change my love for you

[Airsupply - Nothing's gonna change my love for you]

will you be my sweetest groom? jangan lupa nyanyikan di pernikahan kita, ah iya :D



hey you, yes you...
kau yang selalu kunanti.

tuan berbudi baik, maukah kau memahami kisahku.

Kau yang begitu dinanti oleh ibuku. Terkadang lelah menyuruhku menyerah. Ini bukan menyerah, hanya duduk sebentar di tepian, dan menyeka peluhku meski tak sampai kering. kemudian aku bangkit lagi, melanjutkan separuh perjalanan yang tertinggal.. Ya, aku ingin segera menemukanmu. Ingin segera menemuimu. Mari kita berbagi cerita. ya, cerita yang kadang tak tersampaikan pada siapapun yang kemudian membuatku pura-pura lupa. Maukah kamu menjadi tempat berbagi itu? Mari kita berbagi suka, waktu yang terlewatkan tak bersamamu aku akan menggantinya dengan sisa usiaku. Mari kita berbagi duka, yang terlalu sering kusimpan dalam hati dan dalam folder komputer kecilku. Mari kita saling berbagi rencana kehidupan kita, keinginan, harapan, mimpi, cita-cita, dan cinta kita. Mari bagi denganku, pekerjaan yang kadang mungkin membuatmu lelah, membuatmu bosan. Mari bagi denganku, semua beban di pundakmu, di dadamu. Genggam tangaku, dan kita akan berjalan tangguh jika bersama, kita akan lebih kuat jika bersama.

Kamu tidak perlu membawakan tasku, tak perlu membawakan bukuku, tak perlu membawakan barang belanjaku, tak perlu membawakan sekarton air mineral yang sering kupikul sendiri, tak perlu membawakanku segalon air mineral, tak perlu membawakanku seember cucian kotor. Aku tak perlu semua itu untuk kau bawakan, karena aku bisa melakukannya sendiri. Yang tidak bisa aku lakukan sendiri, adalah mencintai. Dan yang dapat melakukannya hanyalah dirimu, yes you. Kamulah yang menyimpan kosakata 'saling' sehingga kita bisa saling mencintai. Kosakata 'saling' baru bisa dilakukan jika itu dilakukan oleh dua orang, dan itu adalah kita berdua.

Jika banyak keinginanmu yang tak bisa kamu bendung, maka berpuasalah. Dari sini aku selalu berdoa untukmu supaya kamu tidak salah arah ataupun lupa arah jalan untuk bertemu tulang rusukmu. Ridha mamah adalah ridha Allah, insya Allah. Ridha bapak, juga ridha Allah insya Allah. Kau yang selalu mencintai ayah dan ibumu, aku siap untuk berbakti pada mereka, dan aku siap untuk berbakti padamu, aku siap untuk mencintaimu, aku siap untuk menghabiskan sisa usiaku bersamamu, aku siap mengabdi untukmu, aku siap menjadi bidadarimu di surgaNya nanti.

Dimanakah kamu? Kau adalah misteri yang tak mampu dipecahkan teknologi secanggih apapun. Kamu adalah rahasiaNya. Teknologi gps, google map tak akan sanggup memecahkannya. Jadi untuk apa kita bergantung pada teknologi dan manusia untuk bisa mempertemukan kita, kita hanya perlu Dia. Jika kamu mencintai Dia, dan akupun mencintai Dia, selanjutnya kita hanya perlu percaya bahwa cinta segitiga kita ini mampu mempertemukan kita berdua. Just believe it :)

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi keinginan untuk segera bertemu.Jangan lupa untuk bertemu denganku sebelum usiaku 24 tahun, di 8 November 2014 ya :)

After all, Allah is the Best Designer. If something is meant to be, it will happen. With the right person, at the right circumstances, and for the best reason which answered your questions. So there is no need to rush. Experiences gives you lessons in life. When you think your life is miserable, take time alone and pray; there is something to be thankful everyday. Working on your relationship with Allah swt and willing to be a better person. Everything happens for a reason. Man Jadda Wa jadda. (Quote of Mrs. Dude)


Dia indah meretas gundah, dia yang selama ini kunanti..
membawa sejuk, memanja rasa, dia yang selalu ada untukku..

di dekatnya aku lebih tenang,
bersamanya jalan lebih terang...

tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
berdua kita hadapi dunia 
kau milikku, ku milikmu, kita satukan tuju... 
bersama arungi derasnya waktu, 
kau milikku, ku milikmu, 
kau milikku, ku milikmu, 

Bila di depan nanti, banyak cobaan untuk kisah cinta kita, 
jangan cepat menyerah, kau punya aku, ku punya kamu... selamanya akan begitu... 

tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku 
berdua kita hadapi dunia 

kau jiwa yang selalu aku puja

[Tulus-teman hidup]

and i wanna sing this song... for you, yes you.. aha, yes you
yes, and i wanna be your sweetest bride
:D

Demikianlah

Mungkin orang akan ramai membaca kronologi - dinding seseorang yang kabar kematiannya baru saja ia dengar. Buru-buru setelah ia mendengar kabar kematian tentang seseorang, kemudian ia datang ke kronologi orang itu untuk mengetahui apa saja - status terakihir yang ia tulis - penyebab kematiannya - cerita kawan kawannya - keluhan sakit yang mungkin ia jadikan status atau apapun. Lalu, kemanakah kita akan bertanya ketika orang tersebut adalah pribadi orang tua - orang tua kita, yang jauh dari yang namanya media sosial?

Segala yang terjadi di atas bumi ini sudah ada dalam penaNya.
Dua hari yang lalu, saya mengantarkan ibu saya menjenguk saudara baik, tetangga sebelah rumah di sebuah rumah sakit di kota saya.
Tanpa setitik airmata, tanpa keluhan, tanpa menyesali nasib, tanpa mematahkan semangatnya untuk terus hidup, beliau berbisik pada ibu saya tentang ucapan terimakasihnya atas doa-doa saudara saudara di sekitarnya untuk kesembuhannya, tentang harapannya agar bisa berkumpul kembali dengan sanak saudara di sekitar rumahnya. Dan ketika hendak berpamitan untuk undur diri, bermaksud agar beliau dapat beristirahat dan memulihkan staminanya, ibu memegang tangan beliau dan berdoa. Suami beliau dengan tulus menyampaikan rasa terimakasih atas kedatangan kami. pun saya berpamitan pada beliau, membelai tangannya, "enggal dhangan nggih Bu." saya tipe orang yang susah berkata-kata pada kondisi seperti itu.

Hari berikutnya, menjelang maghrib, saya mendengar kabar bahwa beliau telah tiada. Tidak ada yang tau, kapan datangnya akhir itu. Segala yang berasal dariNya, akan kembali padaNya. Semoga dilapangkan jalannya, diampuni segala dosanya. Dan inilah rencana Tuhan yang terbaik, untuknya, untuk suaminya, untuk keluarganya, dan untuk siapa saja. RencanaNya adalah rahasiaNya. Segala yang bernama "rencana", pasti ada tujuan dan maksudnya.

Lalu, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Akhir-akhir ini, saya sendiri belajar banyak hal. Satu yang mungkin paling susah saya katakan secara lantang, saya ikrarkan dengan tegas, adalah perasaan cinta saya pada ibu, atau bapak, atau saudara laki laki saya; perasaan rindu saya pada ibu, atau bapak, atau saudara laki laki saya. Mungkin saya akan berdalih bahwa, yang paling penting adalah tindakan atau wujud cinta saya pada mereka, bukan hanya sekadar kata-kata manis di bibir. Tapi, akhirnya saya menyadari bahwa ikrar pun penting. Supaya ada wujud kejelasan. Pernah ditanyai, "Apa adek ra sayang pa karo mamah?" ketika saya belum sempat mengantarkan ibu saya ke dokter, karena alasan mengerjakan tugas. Ya, Saya baru menyadari, ternyata selama ini saya belum pernah berujar atau berikrar bahwa "Adek sayang mamah", dan hal itu menyadarkan saya bahwa ibu saya membutuhkannya. Butuh saya berkata, "I Love You". Lalu selama ini? Gengsi?- Bukan gengsi, jelas bagi saya bukan itu. Karena selama ini saya hanya merasa takut ketika saya akan berkata semacam itu pada orang-orang saya cintai, saya akan menangis. Air mata lah yang membuat saya takut. Demi apa? Demikianlah anakmu mencintaimu.

Bersyukur

Siang ini, saya makan siang bersama seorang kawan baik saya di sebuah rumah makan tidak jauh dari kampus.
Saya dan kawan saya memesan menu sederhana seperti biasanya. Kemudian kami buru-buru mencari tempat duduk kemudian memilih tidak berlama-lama di warung tersebut karena mengejar jadwal perkuliahan kami selanjutnya. Kami duduk berhadapan.
Tidak lama setelah saya menyelesaikan makan saya dan menunggu kawan saya menyelesaikan makannya, duduklah seorang laki-laki dan seorang perempuan di seberang tempat kami duduk. Sejajar dengan tempat duduk saya, perempuan tersebut. Jika boleh ditebak, kemungkinan mereka adalah sepasang kakak beradik, karena perempuan terlihat jauh lebih muda dari laki-laki tadi. Tidak sengaja saya melihat mereka, tidak segera makan, muncullah rasa kepo saya lantas menoleh kepada mereka. Saya lihat:

"Mereka berdua memejamkan mata, di belakang piring makanan mereka, mereka menggenggamkan tangan mereka masing-masing, kemudian seraya berdoa. entah apa, saya hanya tertarik pada aktifitas mereka. Perempuan itu yang nampak memimpin atau mengucapkan kata-kata meski samar tidak terdengar."

Agak lama, kemudian pandangan saya kembali pada kawan saya.
Terlepas dari keyakinan mereka, saya percaya bahwa syukur itu sederhana.
Seperti mereka. Menghargai apa yang sudah ada, tanpa menuntut apa yang belum ada tetapi masih mengusahakan apa yang ingin ada sambil berbagi kepada sesama.

[Di Balik Doa Yang Belum Terkabul]

Tulisan ini saya ambil dari sebuah fanspage facebook "Strawberry". Berawal dari hasil sharing dengan mbak kos, yang kemudian menarik saya untuk juga membaginya dengan saudara yang lain. Saya hanya ingin berpesan pada siapa saja, "dibalik segala yang menimpa atau terjadi pada kita, entah masalah yang dirasa tak kunjung selesai, jodoh yang tak kunjung datang, rejeki yang juga belum menghampiri, atau bahkan doa yang juga tak kunjung terkabul meski juga sudah dirasa dengan berbagai segala cara terbaik sudah dilakukan, maka ujung dari semua itu adalah hanya perlu sebuah "prasangka baik" pada rencanaNya. Berprasangka baiklah..."

Dimanakah pertolongan Allah…ketahuilah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu dekat. [QS Al Baqarah: 214]

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. 
Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan. 
Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.
Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.
Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.
Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.
 
Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ. 
Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin

Tuhan Dengarkan Keluhku

Ingin ku lepas keluhku
Pada-Mu Tuhan penyayangku
Ku akui semua dosaku
Meski tersipu tertunduk malu

Jiwa dan hati tertutup debu
Akan ku terkurung nafsu
Ketaatanku tertimbun penuh dosaku
Tuhan tutupi aibku

Tuhan jangan biarkan diriku
Semakin jauh tertipu nafsu

Hanya pada-Mu ku mohon ampun dari semua dosa
Jari lemahku mengetuk pintu maaf-Mu
Agar kau hapus salahku

Hanya pada-Mu ku mohon ampun dari semua dosa
Jari lemahku mengetuk pintu maaf-Mu
Agar kau hapus salahku
Tuhan dengarlah keluhku

[Hadad Alwi]


Bagimu yang terluka,
Tak semua apa yang kita mau, yang kita butuhkan kita dapati hari ini…
Pernah satu masa kita dibuat waktu begitu teguh dan yakin,
atas sesuatu yang mengindahkan kehidupan….
dan dalam hitungan detik kadang semua hancur dan lantah begitu saja…
tahukah?
Karena sebuah keikhlasan itu, tidak sebatas ucapmu dan janjimu…
Karena sebuah ketegaran dan kesabaran, tak sebatas ikrarmu pada semua orang, bahwa "Aku ki wis sabar. Kurang sabar apa meneh?"

Allah lebih tahu, bahwa kemenangan akan di dapatkan mereka yang mampu dan sanggup melewati segala ujian-NYA…Cukupkan bagimu Allah saja. Maafkan kemudian ikhlaskan. Jangan simpan maafmu lebih dari 24 jam.

----------------------------------------------------------------------------------

Aku melewati kehingar bingaran kota ini tapi rasaku mati. Aku bawa dulu hatiku, akan segera ku bawa pulang setelah kurasa cukup membaik.
Semua senyap sekalipun itu tidak gelap. Menikmati lampu - lampu kota..
menyusun penglihatan dari jauh mata memandang. Namun ke belakang.
dalamnya perasaan ini,
halusnya jujur ini…tak mengerti seperti apa hati itu berbentuk saat ini,
tapi sungguh ternikmati setiap inci yang tiada dipeduli(kan).
keindahan di atas keacuhan… karena itulah bahasa diam lebih indah.

ketika pengorbanan adalah keikhlasan sebagai tujuan,Aku hanya diminta olehNya untuk mengenal “memberi..” Tapi bukan memberi cerita pada orang lain, pada orang lain, pada orang lain, kemudian orang lain lagi, orang yang lain lagi, seperti hobimu.
Simpanlah, kalau perlu tutupi.
Aku menghadapMu, cukup bagiku hanya Engkau tau ceritaku.Aku pun gagu jika harus meminta apa, hanya saja bahagiakan mereka semua.

Dari keindahan TUHAN yang Maha Tahu… atas segala doa dalam diam untuk kebahagiaan seseorang, seseorang, dan seseorang lagi…

Wake up!



saat tiba nafas di ujung hela

mata tinggi tak sanggup bicara

mulut terkunci tanpa suara



bila tiba saat berganti dunia, alam yang sangat jauh berbeda

siapkah kita menjawab semua pertanyaan?



bila nafas akhir berhenti sudah

jantung hatipun tak berdaya

hanya menangis tanpa suara



mati tak bisa untuk kau hindari

tak mungkin bisa engkau lari

ajalmu pasti menghampiri

mati tinggal menunggu saat nanti

kemana kita bisa lari?

kita pasti 'kan mengalami mati

[UNGU - Bila Tiba]

Hari ini, jam digitalku berada pada bilangan 23: 39
Sebelum terlelap tidur, biasanya proses menuju tidurku yang sesungguhnya membutuhkan waktu yang agak lama. Jadi, kadang ada beberapa hal yang secara tidak sengaja menjadi kebiasaanku dan rutin aku lakukan yaitu paling tidak berdoa, lalu mendengarkan lagu pengantar tidur, atau sambil mendengarkan beberapa hafalan. Biasanya juga sambil tidak sengaja merenung beberapa hal, kejadian, peristiwa yang tersimpan baik dalam memori. Kadang berpikir daripad saya malam-malam usrek ngganggui orang lain karena nggak bisa tidur, lebih baik saya guling guling sambil tutupan di bawah bantal biar tetep dikira udah tidur. Bahasa kerennya saya sedang merenung, anggap saja begitu. Hingga sampai akhirnya hanya berujung pada tulisan di telepon genggam. Niat menulis justru kadang muncul ketika kamar sudah gelap, dan berniat tidur. Untuk itulah kenapa tulisan-tulisan terlalu sering muncul di hape, ketimbang di monitor laptop atau lembaran kertas kosong.


Terlalu sering aku bermimpi tentang indahnya dunia luar negeri. Tentang cerita-cerita keren yang datangnya justru dari luar batas khatulistiwa. Meski sudah jelas, aku berkoar dimana-mana aku sangat mencintai ibu (pertiwi) ku, tapi tidak dapat aku pungkiri keindahan alam di luar ibu (ku) juga sangat mengiming-imingiku untuk datang kesana. Jelas aku menuliskan dengan tegas, bahwa jika bukan anaknya sendiri yang mencintai, yang berbakti kepada ibunya, lantas siapa lagi? tapi, bukankah tidak ada larangan juga untuk kita saling menghormati, menyayangi, ibu lain? hanya sebatas sebagai rasa bentuk penghargaan terhadap ibu yang lain, sambil menunjukkan (mungkin) ibu kita sendiri lah yang paling hebat diantara ibu-ibu yang lain.


Mungkin akan menyenangkan jika aku sudah sempat naik gunung Merbabu, gunung Semeru, Bromo; berenang di Karimun Jawa, Wakatobi; berkuda di tepi Tanjung Ann; membuat istana pasir di pantai Kuta Lombok; terbang di Puncak, dan mungkin hal-hal keren lainnya. Kalau sempat, mungkin akan tambah menyenangkan jika sempat bersepeda di antara sela-sela taman bunga tulip; bersepeda, berlarian dengan Kincir anginnya yang besar sebagai pagarnya; naik balon udara melewati menara segitiga emas; naik bajaj di pesisir sungai Gangga; membangun istana pasir di dekat sungai Nil; membuat resep-resep minuman es di tengah turunnya salju di depan rumah bergaya Sanggoje; duduk sambil membaca, mengarang cerita di tengah para kongsi merpati yang sedang makan secara bebas di pelataran kastil; hunting poto-poto kanguru yang sedang mengantongi anaknya, hunting poto-poto perempuan berpakaian sari dengan tangannya berlukiskan mehendi dan bindi di keningnya, aaaaah pasti hangat sekaliiii, pasti akan semakin membuatku semakin mencintai ibuku sendiri, Jawa. Memang cithak tidak akan bisa dikalahkan dengan bindi, atau sindoor itu. Hanya saja, aku ingin menemui semua ibu mereka..

Aku belum sempat bertanya pada teman-teman, bagaimana rasanya salju? hambar, manis, asin, atau pait? dingin, tentu. tapi akan jadi hangat kalau dibawa dengan perasaan antusias, bahagia yang sebenarnya. Kalau meminta es teh di warung saja, dikomentari "Minta? kencing aja nggak gratis mbak!", maka untuk kali ini aku boleh bertanya, "Gratis bisa kan ya?" Semakin kesini, bahasa semakin meluas maknanya ya? 'minta' memang bisa saja gratis, tapi bisa juga harus ditukar dengan yang lain. itu cuma masalah keikhlasan.

Ari! Ari! Ari! Bangun! Sudah adzan subuh! Tangi, Rik!
hoaaaah... di sini aku hanya ingin membuktikan, aku sudah bangun!
Aku ingin menegaskan, bahwa 'tangi'ku di sini bukan sekadar 'tangi' hanya dengan membuka mata kemudian hanya kabur dari aktivitas mata terpejam tadi, tapi aras-arasen bangkit dari kasur, itu 'melek' bahasa jawanya, bukan tangi. Bukan itu, 'tangi'ku adalah melek, kemudian bangkit dari tempat tidur dan bergegas shalat shubuh.
Bangun, kemudian cuma ada dua pilihan, kembali tidur atau berlari mengejar mimpimu. Mintalah padaNya! Jangan minta pada mas-mas es teh itu! tidak mungkin Tuhanmu, tidak merespon permintaanmu, tidak mungkin Tuhanmu merespon permintaanmu sama dengan respon mas-mas es teh di warung itu. Yakin!

aaaak... makanya kamu harus bangun ketika adzan subuh sudah berkumandang!
kemana kita bisa akan berlari ketika ajal sudah sampai ke tenggorokan? selain kamu tidak bisa berkoar, berujar apa-apa, bermimpi membumbung kemana-mana, yang terpikirkan hanya memohon ampun. Sebelum semua terlambat, sebelum ajal terlanjur sampai di tenggorakan, maka bijaknya tidak perlu ditunda. Jangan tidur, sebelum kamu solat Rik! Jangan tidur sebelum berdoa Rik!
Fine, aku bangun, berlari, tapi masih sambil bermimpi. aku akan selalu mengingat bahwa kematian ini begitu dekat keberadaannya. Sambil mempersiapkan jawaban atas semua pertanyaan yang akan ditanyakan padaku. Semoga rencana ini tidak berlebihan. Manusia adalah makhluk multitasking, ya kan?
Bismillahirrahmanirrahim.
Laa hawla walaquwata illa billah.

"Kamu mau jadi apa?"

Anehnya hidup di dunia alien ini adalah serba mainstreem. Lihat ketika dua hari yang lalu, saya duduk seorang diri di dalam kereta, kemudian seorang perempuan yang usianya lebih muda dari saya bertanya pada  saya, "Mau kemana mbak?" kalimat yang sebenarnya tujunnya adalah meminta ijin supaya saya membolehkan dia duduk di samping saya. Saya jawab, "ke Solo."

"Kuliah?" ia lanjut bertanya pada saya.
"iya."
"jurusan?" pertanyaan nampak semakin kepo.
saya ladeni,
"Linguistik."
"itu... terus besok mau jadi apa?"
begitu pertanyaan terakhir yang terlontar darinya, sesaat setelah saya terdiam cukup lama untuk memikirkan suatu hal. Belum sempat kujawab, lalu kulempar pertanyaan yang sama kepada mbaknya,
"mbaknya jurusan apa emangnya?"

Apa keliatannya saya ini nggak punya masa depan, atau jurusan yang saya sebutkan keliatan nggak punya masa depan? aiiiiiih, apa saya harus jawab, "jurusan Kedokteran." supaya jelas setelah lulus saya akan jadi apa? pasti jadi dokter, begitu? Apa tidak akan makin lucu jika bertanya pada seseorang yang ternyata kuliah di jurusan Pertanian, kemudian dia juga merespon dengan hal yang sama? "Mau jadi apa setelahnya?" dia pikir, lulusannya hanya bisa jadi petani. Begitu?

"mbaknya jurusan apa emangnya?"
"akutansi."
"memangnya rencana mbak setelah lulus apa?"
"belum tau."

nah that's it, Anda hanya belum punya kepercayaan diri. Ragu, ingin tau langkah apa yang akan diambil orang, kemudian hanya akan ada dua kemungkinan, pertama mengikuti jejaknya, atau yang kedua bertanya kepada orang lain lagi, untuk mencari alternatif jalan menuju jalan kesuksesan menurutnya.

Ah, saya teringat kata bapak,
"Bapak menyekolahkan kamu bukan karena bapak pengen kamu jadi pegawai negeri, atau mendapatkan pekerjaan kantoran. Bagi bapak itu nilai plus, tapi bapak cuma berharap kamu mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya selama itu masih bisa dicari dan diperjuangkan. Supaya kamu bisa bertemu dengan banyak orang, kemudian belajar. Intinya kamu harus kreatif. Sukses itu caranya bukan cuma dari gaji pegawai negeri, ada banyak jalan kalau kamu kreatif, cerdas."

saya diam, kemudian waktu tetap terus berputar.
think.think.thing.pray.pray.pray.hope.hope.hope.fight.fight.fight.faith.faith.faith.wish.wish.

Perempuan Yang Berdoa

Doa yang baik tak pernah berpusat pada kepentingan dirimu sendiri.
Doa yang baik selalu tersebar bagi kepentingan orang-orang di sekeliling dirimu, orang lain, seluruh semesta.
Berdoa-lah untuk kebahagiaan dan kebaikan orang lain,
maka semesta akan bekerja dengan sendirinya untuk kebaikan dan kebahagiaanmu.

Coba taruhan denganku,
siapa yang tak bosan melulu mendengarkan permintaan-permintaan yang semua selalu tentang dirimu, kepentinganmu, dan kebahagiaanmu?
Maka lupakanlah kepentinganmu,
leburkan ia dengan kepentingan banyak orang di sekeliling dirimu,
begitulah seharusnya caramu merayu Tuhanmu.

TUHAN MASIH MENUNGGU

kau terlalu suka menangis dan berdoa
entah tangis dan doa apa
yang pasti, kau terlalu suka merafal keduanya
duh Gusti...
Aku kalah, aku terhempas, aku terluka, aku lelah..
begitu doamu?

Entah pada siapa sesungguhnya rafalan kata-katamu itu kau tuju
karena Tuhan hanya tuli dalam ego dan sukamu, kawan..

hidup ini mengalir seperti air,
hidup ini bernyawa seperti nafas,
hidup ini berputar seperti roda,
hidup ini melangkah seperti kepergian dan kepulanganmu
jangan meratap dan hanya merafal doa
kau belum terlambat menata kembali jiwamu yang kelabu, kawan...

kata kakekku,
kita kadang terlena oleh siluet kepuasan maya
kita kadang terlena oleh kemewahan harta,
kita kadang terlena oleh kegembiraan
yang membuat kita melupakan 'duka'

kau belum terlambat kawan,
belum, belum terlambat
Tuhanmu masih menunggu tangis dan doa (egomu) itu reda,
untuk mengembalikan sesuatu yang hilang darimu,
tentu saja dengan usaha dan tetap doa (yang bukan egomu),
karena tidak ada yang gratis dan ada begitu saja...



[Abenk KW a.k.a Bambang Kisna W, Yogyakarta 5 Oktober 2007]

Kirimkan Jodohku :) *lagu

Pesan dari seorang sahabat:

"bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju ridhoNya, bersabarlah dengan keindahan. Demi Allah, dia tidaklah datang karena ketampanan, kecantikan, kepintaran, ataupun kekayaan. Tapi Allah-lah yang menggerakannya . Janganlah tergesa-gesa untuk mengekspresikan cinta kepadanya sebelum Allah mengizinkan, belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah? Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat, insya Allah, Allah akan menjawabnya dengan lebih dari indah disaat yang tepat. Amiin"

jika 'dia', telah di tuliskan oleh DIA pada Lauhul Mahfudz kita, lalu apalagi yang perlu kita gelisahkan coba?

Allah akan mempertemukan kita (wahai belahan jiwaku) di waktu yang lebih dari indah di saat yang tepat... :)


[play] GOTRIE - KIRIMKAN JODOHKU

Cinta tak akan bohong, tak omong kosong
Tak pernah salah memilih jalan cerita
Mempertemukan jodoh setiap manusia

Tuhan mana jodohku, mana cintaku
Mana kekasih layaknya belahan jiwa
Jiwa yang haus akan misteri cinta

Tuhan kirimkan jodohku, yang terbaik untukku
Pertemukan aku dengannya
Tuhan kirimkan cintaku, jadi teman hidupku
Satukanlah untuk selamanya

Aku ingin bertemu, ingin bersatu
Ingin bersama layaknya belahan jiwa
Yang haus akan indahnya cinta

Tuhan kirimkan jodohku, yang terbaik untukku
Pertemukan aku dengannya
Tuhan kirimkan cintaku, jadi teman hidupku
Satukanlah untuk selamanya

Siapapun nanti dirinya, darimanapun asalnya
Kemana takdirku dibawa cinta

Tuhan kirimkan jodohku (cintaku, jodohku, cintaku)
Tuhan kirimkan jodohku (cinta)

Tuhan kirimkan jodohku, yang terbaik untukku
Pertemukan aku dengannya
Tuhan kirimkan cintaku, jadi teman hidupku
Satukanlah untuk selamanya

(Sebait Permintaan) Bangunkan ya?

Tuhanku...
dalam kantuk berat dan pulas tidurku,
aku mencoba menghitung berapa banyak nikmatMu
yang turun pada makhluk-makhluk yang tersebar luas
melintasi sgala peradaban,
lalu tidurku menjadi bunga-bunga
di taman, padang ilalang..
Hilang tertiup angin..

tak ada rumus yang bisa kugunakan,
bilangan itu tak berbilang,
tak hingga...
sampai tak terhitung berapa

kemudian
yang tersisa seonggok jiwa papa lunglai
tergolek di atas sajadah

jangan lupa bangunkan aku pada subuhMu
tak apa gunakan 'private number',
karena aku tahu itu pasti (Kau)

Air Mata

Bismillah....

Begitu dingin sore ini, seharusnya aku dapat menuai senyuman dan tawa maupun canda di tempat ini. Tawa riang, mungilnya suara – suara yang menggemaskan. Hmmm, ternyata tetap saja tak mampu mengusir segala keresahanku. Senyuman mereka mungkin setidaknya dapat menghilangkan kepenatanku. Pertanyaan yang kritis tapi tetap polos, :) …

Ku lihat langit mendung membingkis keindahan senja yang biasanya ada. Suasana begitu dingin dan sepi. Sementara sorak ramai mengusik sekitarku. Bak lagu Dewa “kosong” Seketika aku tak dapat bernafas kala mengingat dan merasakan perasaan itu hadir lagi. Seperti badai angin yang begitu besar telah menghempas keras dalam dadaku. Sesak. Haruskah aku menangis lagi? Sementara bilik – bilik kerinduan tak akan cukup tertawarkan oleh itu. Ya Tuhan.. tolong aku.

Terkadang begitu ingin aku berlari, pergi sejauh mungkin dari keberadaanku saat ini, meninggalkan apapun yang ada di sini. Dan tak mau aku sisakan apa yang sudah aku lewatkan. Akan tetapi tak bisa, aku tak bisa. Semua terekam jelas pada bayangan dan ingatanku. Kenangan. Yah, itulah kenangan. Namun bukankah sikap meninggalkan sesuatu hal yang harus kita selesaikan, kita tuntaskan dan berpura tak peduli atau acuh itu hanya akan dilakukan oleh seorang pengecut atau pecundang? Ku rasa aku tidak mau memantaskan diriku dengan sebutan itu. Tidak, insya Allah tidak.

Kehidupan mempunyai jalur sendiri...

dimana ada hitam dan putih, dimana ada beragam warna yang mengentaskan segala asa dan rasa. Bagaimanapun bentuk dan rupa, kehidupan bersama ujian ada tugas dari-Nya. Tidaklah manusia diciptakan untuk juga menjalankan amanahNya? Semua adalah pemimpin mulai dari dan untuk dirinya maupun bersama. Dan dalam berbagai kehidupan ini ada bermacam pilihan, dimana keputusan dalam pilihan itu membawa resiko dan tanggung jawab. Yah, dan di situlah tanggung jawab penuhku sebagai manusia yang diciptakan-Nya, aku harus lebih paham. Aku tahu, aku tak punya kekuasaan apapun dalam kehendakku, karena aku bukan siapa -siapa di sini, bukan dunia yang kejam jika saja selalu kepahitan yang aku telan, Tuhan tidak akan mungkin mendzalimi hamba – hamba-Nya. Berfikir saja jika ada ujian dan cobaan karena Tuhan menginginkan kita lebih menjadi pribadi yang handal dan kuat , lebih kuat lagi dalam kehidupan. Insya Allah.

Namun memang, semua itu beratlah adanya untuk dijalankan. Keikhlasan, tak dapat kita lakukan dengan sekejap dan instan. Terkadang kesakitan dan luka – luka ini akan terbiarkan dengan berjalannya waktu hingga itu menjadi keikhlasan yang terurai dan menghambar bersama masa – masa yang berlalu dari hadapan kita.

Kadang aku berfikir saat aku benar - benar lelah dan tertekan ku coba berfokus pada keinginanku betapa inginya aku dapat lebih tulus untuk menjalankan semua ini, jika saja tiada tempat untukku melabuhkan kasih sayang dan cinta, bukankah ada Tuhan? Ada Allah SWT yang selalu ada untukku, walaupun tak mampu aku mengingkari aku butuh seseorang yang dapat berbagi suka duka denganku.hmm ya ya ya,

Kondisi yang menekan sering menjadikan aku bersuara dalam hati “ biarkan saja yang menyakiti bersama hati dan hak mereka, dan inilah ujian kesabaran yang sebenarnya, bukankah ikhlas itu tak akan pernah kita ketahui dimana ujungnya karena itu rahasia Allah dan hamba-Nya yang telah diridhoi-Nya. Sekalipun memberikan yang terbaik, kadang bukan kebaikan pula yang ku dapat, dan meskipun aku berusaha untuk menjaga dan mengamalkan kejujuranku dengan pengertian demi pengertian tapi ternyata masih ada dusta yang dapat melukaiku tanpa rasa peduli. Atau bahkan dapat menghancurkan utuhnya percayaku. Tak kan berhenti saja di situ, masih ada lagi, tetapi karena kasih sayang-Nya, cinta-Nya mengajarkan aku untuk memaafkan. Mungkin itulah kenapa aku merasakan betapa pedulinya aku pada jiwa – jiwa yang selalu saja menyakitiku. Mereka tak akan pernah tau, mungkin untuk sekarang, namun ku yakin sebuah kesabaran dengan sabar yang baik, itu pasti akan terasa.

Bukankah aku pernah mengucap :

“ apapun yang dari hati, akan tersampai pula pada hati”.

Rasanya memang kadang menyedihkan, karena aku seperti menghibur diriku sendiri, meleram keresahanku dan gelisahku. Padahal itu tak mudah. Bagaimana aku dapat berkata itu gampang? Jika saja aku selalu belajar dari apa yang telah aku dapatkan hari ini. Sementara semua juga butuh waktu untuk mencernanya.

Aku dapat menangis, karena aku manusia, tentu sekuat apapun iman manusia itu, air mata tetap butiran alamiah yang dianugerahkan oleh Allah untuk makhluk bernama manusia. Akan tetapi air mata bukan segalanya di atas pusara yang pedih ini.Duka tak dapat menutup nestapa dan hampa. Semua menjadikan aku belajar lebih bijaksana dalam segi sudut pandang pun juga pemahaman. Alhamdulillah....

Tuhan Maha Adil, Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi. Dan Dia selalu mempunyai cara untuk menyampaikan kecintaan-Nya kepada hamba-Nya.

Ujian yang besar, mungkin dapat menghancurkan segala impian, tapi bukankah bisa saja apa yang tidak kita sukai itu adalah pesan kasih sayang-Nya, dan apa yang kita sukai dan kita bisa sakit di dalamnya itu pun karena Tuhan juga tak ingin kita menemukan kesalahan yang sama. Selalu ada cinta dari-Nya dalam bentuk apapun yang Ia suguhkan pada kita. Allahu Akbar..., betapa dahsyatnya rasa ini.

Dari sisa kehancuran itu, aku berfikir bahwa Tuhan akan menciptakan seseorang yang “besar” yang tegar, dan yang kuat, dan itulah pilihan-Nya, wallahu 'Alam. Memang pedih di saat kita butuh seseorang yang mampu menopang kita dalam kerapuhan namun itu tidak ada, atau bahkan mereka tak peduli pada kita, tapi mungkin juga dari situ aku juga merasa, bahwa aku ini milik Dia seutuhnya. Tuhan pun selalu merindukan kita yang merintih meminta dan berdoa hanya pada-Nya. Terkadang tak jarang prasangka curiga mampir dalam hati, tapi setelahnya, ku coba berbalik lagi berkata pada hatiku sendiri, perlahan ku kikis serabut hitam dalam hulu putihku, dan belajar bertahan untuk lebih percaya,

“ sesungguhnya dalam kesulitan ada kemudahan, sesudah kesulitan adan kemudahan”

Tiada yang berkurang sampai hari ini, bagi jiwa – jiwa yang pernah mengahancurkanku, yang sempat menghempaskan aku dalam jurang yang paling.....dalam, sekalipun hantaman keras itu membuat hatiku membiru karena kepalsuan, dan membuat aku terbaring lemah dalam panjangnya kebisuan, Sungguh Maha Besar Allah yang telah memberikan kasih sayang dan pengertian yang tulus padaku. Hingga aku dapat mengatakan

“ dan karena cinta itu memaafkan..., menerima, mengisi, dan juga mengerti”
Sekarang mungkin lebih tepatnya adalah untuk bersyukur, bahwa aku.. ataupun kita dapat mencintai, dan tak dapat membenci seseorang yang kita sayangi walau itu sungguh terasa sakit.

Sakit dalam mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah bukti kesungguhan dari hati dan nurani yang mau mengerti dan memahami. Mungkin terasa pedih bak luka yang tersiram oleh air garam yang asin, ...sakit. Perih sekali. Akan tetapi itulah kejujuranku, itulah hatiku, itulah nuraniku, jangan pernah salahkan perasaan yang putih ini. Inilah kesiapan, dan kebersediaan untuk rasa itu, mencintai. Mencintai membuat kita belajar dewasa dan mengerti. Hanya akan ada jiwa dan yang tulus yang dapat mengerti..., ketika pengertian itu tak berpihak padanya, ketika harus sabar dalam keinginannya, saat terpaksa untuk menunggu ketika semua tak dapat dilakukan dengan cepat dan segera, dan kala dapat melihat kesalahan dan suatu permasalahan dari berbagai sisi dengan beberapa penilaian yang telah ia ambil bersama pertimbangan – pertimbangan yang matang, insya Allah.


Aku selalu berharap pada-Nya, semoga tulus ini tidak akan pernah usang karena bala dan derita yang ada, biarkan selalu mekar dalam kegersangan. Dalam air mata ku bahagia, aku sangat bahagia, karena aku dapat mencintainya, mereka, dan aku dapat mengasihi semua jiwa yang pernah melukai dan mencaci, begitu dan betapa mereka itu adalah berharga. Lebih dari harta dan intan permata.

Ku tutup lembaran ini, dengan lirihnya doa ku dalam hati, ku seka perlahan air mata yang sedari tadi kupertahankan untuk tetap dalam kelopaknya.

Ya Allah..., Tuhanku, Sungguh tiada daya dan upaya melainkan dari Rahmat-Mu, dan Pertolongan-Mu.Sayangi mereka ya Tuhan..., ketika kasih sayangku tak dapat tersampaikan dalam kejauhan mereka saat ini berada,Jaga mereka untukku, ketika penjagaanku tak mampu melewati batas jarak ruang dan waktu..dan Cintai mereka, ketika aku nanti tak mampu untuk mencintai lagi di dunia ini.....Amiin....



[strawberry]
Gemuruh Asa
Sabtu, 03 Juli 2010
18.42 wib

Rasanya ditolak itu... #2

rasanya ditolak untuk kedua kalinya itu (ternyata) lebih baik daripada yang pertama kali...
kalau yang pertama, kamu akan menangis kurang lebih sehari semalam dan tidak mau diganggu..
bedanya kalau yang kedua, kamu jauh lebih siap dengan kemungkinan terburuk sekalipun, dan kamu tidak akan menangis terlalu lama, dan tidak terlalu larut dalam kegalauan..
kemungkinan ditolak tanpa kejelasan (alasan kenapa ditolak) terjadi pada penolakan pertama, namun penolakan kedua lebih ada kejelasan. Jadi, tau apa sebab musabab kamu ditolak, ya itu yang harus kamu terima..

ahhh, apa-apan si ini... ini cuma analogi..


#ngawur
7 Mei 2012

Rasanya di tolak itu....

Rasanya ditolak itu...
Sakit...

Semalaman memikirkan apa yang salah denganmu, mencari alasan kenapa kamu ditolak? Begitu kan?
Lalu kamu akan berkata, 'dia tidak pantas untukku' atau 'aku tidak pantas untuknya'.
Lalu kamu akan mensugesti kalau pasti ada yang lebih baik darinya diluar sana, ini hanya masalah waktu.
Sebelumnya, kamu memikirkan, kenapa orang lain bisa diterima olehnya? Apa yang mereka lakukan untuk meyakinkanya? Apa yang mereka tawarkan padanya? Apa...'apa adanya' kamu, tidak cukup membuatnya menerimamu?

Aku nggak tau..
Kamu menangis sebelum tidur, dan nyatanya memang benar-benar tidak bisa tidur.
Kamu pulang ke rumah, dan memberikan senyuman kepada mereka yang menyapamu, lalu kamu masuk ke kamar. Lampu kamar kamu matikan, kamu menyumpal mukamu dengan bantal, dan gelap...

Tulisan penolakan itu masih cukup jelas terbayang di otakku. Berulang kali kubaca surat itu, tetap tidak ada yang berubah. Mungkin saja aku melewatkan beberapa kata sehingga membuat ambigu makna yang kutangkap. Nyatanya tidak sama sekali. Kalimat itu terlalu lugas untuk sebuah penolakan. Dia menolakku, itu faktanya.

Secara otomatis kamarku dipenuhi oleh lagu-lagu melow yang makin membuat air mataku mengalir deras. Sesak, dan hidung tersumbat. Kekonyolan di tengah malam.
Aku menangis seorang diri, berkeluh kesah kepada-Nya. Karena hanya Dia yang sanggup memeluk mimpi-mimpiku. Menahan isakan tangis, menahan teriakan yang sebenarnya ingin kukeluarkan supaya tak seorangpun mengetahui kalau aku menangis seorang diri di dalam kamar.

Aku membuat orang berpikir, kalau aku sedang lelap tertidur. Aku menangis, entah berapa lama hingga aku tertidur., dan keesokan harinya kudapati bahwa aku sudah melupakan 'penolakan' itu. Aku cukup kuat untuk bangkit lagi, menata rencanaku selanjutnya dengan memperbaiki kesalahanku supaya aku tidak ditolak untuk kesekian kalinya (lagi). Aku belajar dari penolakan pertama. 'apa yang membuatmu begitu yakin akan rencanamu selanjutnya?'.
Jawabanya, keyakinan itu sendiri. Percaya, yakin bahwa Dia selalu ada dlm setiap langkah yang kita ambil, percaya jika Dia akan memeluk mimpi-mimpi kita. Percaya, Dia menyiapkan rencana yang jauh lebih indah daripada rencana kita sendiri. Surprise.

Aku cukup membayangkan penolakan demi penolakan (baca: gagal) yang pernah kualami, dan aku tidak mau merasakan sakitnya lagi.

Faith!

Cukuplah aku bersedih selama 24 jam itu, prinsipku: aku harus berubah setelah tidur. Aku lupa. Aku tidak mau berlarut-larut.
Bersedih hanya 1 hari, selanjutnya boleh kamu sebut keharuan, dan akan berbuah kebahagiaan. Happy ending.

Tidak Ada Sukses Yang Datang Dengan Mudah, Semua harus di Perjuangkan

Ahh..entah darimana aku harus bercerita.
Beberapa bulan terakhir ini,gejolak jiwa mudaku sangat bersemangat untuk mengejar kemandirian.
Kemapanan mungkin lebih tepatnya.
Ahh,bukan itu juga. Aku cuma ingin membuktikan baktiku pada mereka. Dan aku memilihnya untuk memulainya sejak saat itu.

Aku bekerja. Tentunya part time,karena aku masih mengutamakan kuliahku. Tidak jauh jauh dari concern jurusan yang aku ambil,aku mengajar. Dan perlu diketahui,itu ternyata menyenangkan meski tidak ajeg setiap hari.tapi,aku senang.

Lalu,ada beberapa hal yang tidak bisa kuceritakan,aku membutuhkan kebebasan finansial..bukan karena orangtua tidak mampu mencukupi kebutuhanku diperantauan ini. Sungguh bukan itu. Syukur alhamdulillah bapak ibuku msh mampu melakukanya. Tapi,ada beberapa hal yg tdk butuh pengertian dr oranglain. Setidaknya bagiku seperti itu.

Entah darimana asalnya,keberanianku muncul tiba-tiba. Berani-beraninya aku mendaftar menjadi OP (operator) dikampusku, SEORANG DIRI, dan tanpa pengalaman apapun. Dan aku,pulang dengan kekalahan setelah satu bulan itu.

Aku mencari pekerjaan yang lebih bisa diterima oleh fisikku. Aku membuka lembar di koran,lowongan pekerjaan. Di sinilah aku belajar banyak.

Aku terjebak dlm suatu kondisi= MLM. Hampir saja aku terjebak,bagaimana mungkin aku akan bisa mendapatkan uang 1-1,5jt/minggu,jika aku cuma bekerja didepan komputer,menatap layar komp,dan memakai produk mereka bisa mendapatkan income yang terus berkembang. Aku pasti akan dimusuhi oleh banyak orang. Aku seperti hampir tersihir oleh ucapan persuasif mereka. Kejanggalan atas teknis kerja mereka sudah kurasakan sejak SMS yg dikirim padaku kubaca,sampai pada ketika aku berada di kantor mereka [katanya].

Beralih ke penawaran berikutnya. Sama seperti,pengalaman awal,aku sudah mulai curiga dari sms-sms yg terkirim padaku.

Aku diminta dtng k perusahaan mereka dg membawa surat lamaran, fc ijasah, foto. Posisi yang ditawarkan adlh: staff administrasi dg gaji 750-1jt/minggu. Jelas nggak mungkin,mereka,perusahaan tp merekurt staff penting dg kerja part time dan dbyar tdk kecil. Aku curiga,tp masih saja aku menuruti permintaan mereka untuk datang ke kantornya. Di sana uang 100rb ku melayang. Ahh,harusnya aku tdk mengingatnya. Uang 100rb yang seharusnya menjadi penopang hidupku di kota perantauan ini selama 1minggu justru melayang k tangan para penipu hoax itu.

Aku belajar,bukan hanya dari bangku kuliah. Aku belajar dari kehidupan di luar sana. [inginnya] Aku tidak menangis. Aku selalu ingat peristiwa ini untuk langkah ke depan. Aku tidak akan punya rambu2 atas resiko ini jika tidak pernah mengalami kerugian seperti ini...

Setelah beberapa hari menenangkan pikiran, akhirnya aku bisa ikhlas dg kejadian pahit itu. Aku mulai lupa dg uang 100rb itu. Msh untung aku kehilangan "hanya" 100rb. Bgaimana bila aku menuruti kemauan mereka dg mengikuti jejak mereka menipu byk org yg sbenarnya sdg membutuhkn uang dan mencari pekerjaaan dgn syarat aku harus menyerahkan uang muka 550rb. Statusku adalah mencari pekerjaan karena tidak punya uang, bukan mendapatkan pekerjaan karena aku membayar sejumlah uang pada perusahaan,tanpa tes apapun.

Satu hikmah yang bisa aku ambil,bahwa tidak ada kekayaan yang bisa diraih dlm sekejap. Kita harus curiga ketika ada tawaran yg menggiurkan tanpa membicarakan KERJA KERAS. Meski sulit, tapi aku cukup kuat untuk bisa bangkit lagi, dan menata mimpiku lagi dg usaha. Hidupku tak akan membaik kalau aku hanya berkutat seputar kisah mengenaskan itu. Biarkan itu mjd sjarah yg akn mjd pelajaran bagiku.

Meski begitu, bukan berarti aku tidak dihinggapi keraguan. Ia sering datang dan pergi. Ada saat-saat dimana aku kadang berpikir apakah impianku adalah sesuatu yang muluk?berlebihan. Ari dengan pemikiran gila nya. Kemudian aku telah sampai pada titik dimana kupertanyakan kembali sesuatu pada diriku, apakah aku bisa mencetak SATU SAJA bukti dari impianku? Jika satu itu bisa menjadi nyata,maka itu juga berlaku untuk mimpiku yang lain.

Namun, jika benar mimpi ini hanya khayalan di siang bolong,aku akan mencoba realitis tapi tetap berusaha.

Semoga ini bukan hanya sekedar bunga tidur yang tak berujud apa apa. Allah akan selalu menyertaiku. selaluuu

Cerita (SMS)


X: Y, emmm.. nek ana gawean aku diomongi ya? :) #smsdikirim

Y: apa contohnya? nang omahku akeh gawean. hhe

X: hedehh.. pekerjaan yang bisa menghasilkan uang.. ngajar kek, ato pekerjaan lain.

Y: O.. iya.. InsyaALLAH X tak ajak.. tapi gaji kecil rpp?

X: dari kecil bisa menjadi besar kan? sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit kan?*peribahasa..

Y: ee, hemm.. bisa bisa.. kenapa e, lagi pengen apa? kenapa cari kerjaan?

X: (dalam batin: mbangane cari pacar, gludhaaaggg... sms belum jadi dibalas) malah njuk melow, nangis, meratapi keadaan (kenyataan) yang menimpanya saat itu..

X: engga.. lagi mikir.. percaya deh, aku igek ngaca. Umm... aku kakean ngrepoti enyak babeku.. Masku wis ra kuliah, hurung duwe gawean pisan. Nek dhuwite entek nggo nyekolahke+ngragati aku mbe masku thok, tapi masku malah stag sekolahe + aku rhung isa males, lak aku dosa. njuk meh diwiwiti kapan mbalese? doeengg... #stresdisiangbolong

Y: Subhanallah.. Alhamdulillah ya (pake gayanya Syahrini)... X sudah dewasa pemikirannya..

X: ahhaa.. gludhag.. semua itu berkat dukungan dari semua pihak [pake gayanya miss indonesia, loh?]

Y: Aku ya wis ngrasa ra penak ki njaluki wong tuwa terus.. Ayo X, kencangkan ikat kepala. Taun depan harus lulus, yuk kerja!.. Amiin Yaa ALLAH

X: Allahumma Amiin.. Amiin Yaa Rabb.. kencangkan ikat kepala, ikat pinggang, let's run! yeee.. mudahkan segala urusan kami, yaa Allah Yang Maha Keren... Bismillah

Y: Asma ALLAH yang baru po Maha Keren ki?

X: ihihiii.. panggilan sayangku tu.. ALLAH Maha Sempurna, itu Kereeeen.. Allah Keren.. ihiy makin cinta dah.. #nakngeyeltakciumlohY :* wakakaka

Y: (speechless..tanpa balasan)


---> X dan Y, unidentified... semoga bisa menjadi pembelajaran :)


“Keep dreaming and make it comes true.”---“Keep dreaming and start action”
LET’S Go!!!! LET’S Run!!