Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Pelajaran Episode Final Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo



#scarletheart punya tokoh utama bernama Hae Soo. Hae Soo menghabiskan hidupnya terjebak di antara 6 pria berkuasa dan punya ambisi berkuasa. 4 pria di antaranya tertarik padanya. Drama ini menunjukkan bahwa, perasaan manusia bisa saja berubah. Drama yang sejak awal dikemas jenaka bercampur sendu, pada episode final dibuat tragis oleh penulis dan tentu Sang Sutradara. Banyak yang menanti-nanti pada siapa Hae Soo akan menghabiskan sisa hidupnya, dan bagaimana ending drama tsb, setelah dapat spoiler dan ada yang menonton terlebih dahulu kemudian bilang, "Sudah, gak usah ditonton. Mengecewakan." Bagi saya, "mbok yo woles wae gaes". Karena drama memang harusnya berhenti dan cukup pada episode 20 saja tidak perlu terlalu panjang. Ya meskipun ada yang berpendapat, mengecewakan. Woles wae gaes, karena hidup sebenarnya bisa saja seperti cerita #scarletheart . Hidup kemudian mati. Bertemu kemudian menikah. Bertemu kemudian bisa juga berpisah. Yang dideketin siapa kemudian yang dinikahin siapa *eh. Seandainya kita menginginkan atau mengharapkan ending seperti apa, bisa kita jelaskan atau bilang langsung sama Sang Sutradara. Ya kayak berdoa. Kita mau sesuatu, kita bilang sama Tuhan. Ceritakan, Rinci, dan tentu dengan etika. Setelah bilang dan berdoa, itu sudah bukan urusan kita lagi. Karena Sang Sutradaralah yang menentukan. Kalau itu sesuai dengan harapan kita. Syukur. Jika tidak dan justru mengecewakan. Jangan hujat. Jangan nggak sopan lalu mengata-nga't**'. Syukuri lalu ambil pelajaran. Hidup tentu tidak berhenti hanya karena menunggu kita menangis tersedu-sedu dan menyalahkan Sang Sutradara. Hidup terus berjalan. Kita hanyalah penonton bagi kehidupan orang lain dan lakon pada takdir kehidupan masing-masing.


Sekian.

Moonlight

Sebuah surat rahasia yang baru dapat terbaca dengan cara yang rahasia. Sebuah surat yang tampak hanya seperti lembar kosong tanpa tulisan apapun. Sebuah surat dari Raja Seojo kepada Permaisuri Park.

"Permaisuri Park, setengah dari diriku berharap kau akan membaca surat ini. Setengah lainnya berharap agar kau tidak akan pernah tahu.
Aku seorang raja yang tidak berkompeten, suami yang tidak berdaya dan ayah yang lemah hatinya. Aku mohon maaf karena sudah mengekspresikan perasaanku dengan cara seperti ini."

Ada saat dimana kita ingin mengungkapkan sesuatu agar orang lain mengetahui perasaan kita, mengetahui apa yang kita inginkan. Juga ada saat dimana kita ingin merahasiakan perasaan kita agar tak satupun mengetahui sesuatu dari kita. Harapan agar orang lain mengetahui perasaan kita selama ini adalah datang ketika kita berpikir bahwa "sebelum semua ini terlambat, setidaknya sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini, orang tersebut mengetahui perasaanku."  Sedang kita ingin menutup rapat-rapat rahasia perasaan kita, dan tidak membiarkan tak seorangpun mengetahuinya karena begitu lemahnya kita, begitu tak sebandingnya kita pada cinta yang sempurna tersebut. Karena kita merasa begitu banyak kekurangan untuk dapat bersanding dan berhak mendapatkan cinta yang sempurna tersebut.


Di satu sisi, kita ingin mengungkapkannya karena ingin menunjukkan rasa cinta yang begitu besar yang kita miliki. Di sisi lain, kita ingin merahasiakannya karena begitu tak berdayanya kita pada cinta tersebut. Takut disepelekan. Takut ditertawakan. Takut bertepuk sebelah tangan.

Ahn & Goo

Ahn Jae Hyun, pemuda kalem kelahiran 1987 yang jatuh cinta pada seorang “nuna” kelahiran 1984. Aku mengenalnya, saat ia jadi adik dari Cheon Song Yi, pacar Bang Alien Do Min Joon ssi. Saat itu, Ahn masih terlalu polos untuk bisa diajakin diskusi perkara pria dan wanita, halal dan haram, mahram dan bukan mahram. Ah, gile lu ndro. Adik Cheon Song Yi ini jenius dan paling suka sama teropong bintang. Kadar kekoplakannya hampir sama seperti embaknya. Setelah jadi adik ipar Alien, Jae Hyun mewujudkan cita-citanya jadi polisi bareng Lee Seung Gi, Cha Seung Won, Park Jung Min, dan Go Ara. Kadar kekoplakannya meningkat setelah kumpul bareng geng kepolisian ini. Sehabis jadi polisi, Ahn Jae Hyun berubah jadi setengah manusia setengah dracula dan bertemu Goo Hye Sun. Nah di sinilah, dia jatuh cinta dan beruntungnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ahn yang kalem dan Goo yang juga tidak banyak tingkah, membuat hubungan keduanya tidak pernah diketahui oleh media dan fansnya.

Seiring berjalannya waktu, 1 tahun setelah produksi drama Ahn dan Goo berakhir, kabar pernikahan mereka beradar. Media berbondong-bondong mengulas kisah perjalanan cinta pasangan ini. Ya, ini kisah nyata. Kalau kamu menebak bahwa aku sedang halusinasi mikirin drama, kamu salah. Ini bukan lagi cerita Seo In Guk di King of High School, ini kisah nyata milik insan bernama Ahn dan Goo. Cerita indah bak negeri dongeng yang nyata dengan pemeran utama Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun. Yes, adek bisa apa. Cinta mah cuma bisa merelakan kepergian Rangga. Sebagai penonton yang sok tahu, sudah seharusnya aku berkomentar. Cuma mau bilang, “Luar biasa”. Di saat pemuda-pemuda seusia Ahn lagi sibuk-sibuknya bikin cerita bareng pacar-pacarnya, dan sibuk bikin caption di instagram bareng pacar-pacarnya, Ahn justru mantap bertanggungjawab sepenuhnya atas kehidupan Goo yang usianya terpaut 3-4 tahun lebih tua dari dirinya. Di saat pemuda-pemuda tampan seperti Lee Min Hoo, Kim Woo Bin, Song Jong Ki, Kim Soo Hyun, Park Seo Joon, Lee Seung Gi, Choi Siwon, Joo Won, sibuk keliling dunia mengadakan fanmeeting, sibuk mengatur jadwal untuk memenuhi panggilan wajib militernya, atau seperti Kim Hyun Joong yang sibuk berdalih di pengadilan bersama mantan pacarnya, Ahn justru mantap dan yakin untuk menikah di saat karirnya berada di puncak bersama Goo pada 21 Mei 2016 mendatang.

Karir yang tengah berada di puncak tidak membuat Ahn terbuai dengan padatnya jadwal syuting dan mengabaikan perkara jodoh. Momen terpenting bagi Ahn bukanlah menjaga karirnya tetap berada di puncak, namun membawa Goo bersama dirinya di puncak itulah yang terpenting. Yang lebih mengagumkan adalah konsep pernikahan mereka tidak dibuat secara mewah, meriah, dan megah. Menurut kesoktauan seorang intel, Ahn dan Goo akan menyumbangkan biaya pesta pernikahannya untuk keperluan donasi. Mereka akan menyalurkan sumbangan ke Rumah Sakit anak di Korea. Sebagai ganti dari pesta pernikahan, Ahn dan Goo hanya akan merayakan pernikahan mereka dengan pertemuan keluarga dari kedua belah pihak.

Akhir kata, cuma mau bilang, “Ternyata adik Cheon Song Yi sudah dewasa ya, syelamat, dan bahagia selalu. Ya, semoga segala niat baik itu dimudahkan jalan dan urusannya. Syelamat kakak :D”

[Cermin] Runningman 188

Suatu kali saya menyadari bahwa hidup bagi orang lain tak semudah kelihatannya. Momen ini saya dapatkan setelah berkali-kali nonton Runningman episode 188.
Dimana bintang tamu saat itu adalah Bi Rain dan Kim Woo Bin. Yang menarik perhatian saya adalah tingkah Tuan Kim yang sangat berbeda dari peran yang selalu ia mainkan di drama. Kim yang bad boy dan selengekan ternyata wujud aslinya adalah Tuan Kim yang sangat hangat dan pemalu di kehidupan pergaulannya.
Pada episode itu Tuan Kim berpasangan dengan Tuan Yoo, setelah melewati berbagai macam tantangan tibalah saatnya mereka melakukan perjalanan pencarian seekor Koala bernama “Keeley” di sebuah kebun binatang penuh dengan koala yang segedhe huhah. Berbekal sebuah foto, mereka berdua harus bisa menemukan Koala bernama “Keeley” sehingga misi bisa dianggap berhasil [*tolong bunuh saja aku]. Saat diperjalanan, ada celetukan Tuan Kim yang bisa jadi bahan renungan.  Tuan Kim melemparkan pernyataan pada Tuan Yoo, “Aku selama ini tidak pernah tahu tentang diriku, tetapi berada di Runningman membuatku tersadar akan sesuatu. Aku rasa semua yang kita lakukan mungkin terlihat sangat mudah bagi pemirsa di luar sana, karena semuanya juga terlihat sangat mudah bagiku saat aku hanya melihatnya di TV.”

Ya, Kita sering menyaksikan keberhasilan orang lain diraih ‘nampak’ dengan sangat mudah. Tidak, jika kamu melihatnya lebih dekat. Mendekatlah.
Dari jauh akan tampak: Tamat SMA tak perlu menunggu lama, langsung lulus SNMPTN, Kuliah, lulus 4 tahun, kemudian beberapa orang melemparkan pertanyaan, “Kok cepet?” atau sama dengan “Cepet ya?” yang lebih kepada pernyataan meragukan  “Kok ndang lulus?”, yang tampak adalah seorang mahasiswa berasal dari keluarga yang berkecukupan secara ekonomi, sehingga mudah saja bisa kuliah. Yang tampak adalah seorang mahasiswa yang tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya karena sudah ada yang ‘mbayari’ kuliahnya, dan kewajibannya hanyalah belajar sehingga wajar saja lulus kuliah 4 tahun.
Itu tidak semudah kelihatannya, Bu. Mendekatlah lebih dekat atau Ibu perlu mengalaminya supaya Ibu mengerti.
Dari dekat akan tampak: sebelum lulus SMA, siswa yang calon mahasiswa ini tidak cukup pandai di kelasnya sehingga ia sering belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam), besoknya ujian ya malamnya belajar ringkasan-ringkasan yang sudah di’sela’ke ia buat jauh sebelum hari ujian. Kemari, lebih dekat lagi Bu. Semasa SMA dan duduk dibangku kelas 3, siswa ini jadi hobi sholat dhuha (ah, ternyata ada maunya..) harapannya adalah agar semua dimudahkan oleh Tuhan. Saat ujian, setiap malam ia bangun buat berdoa sama Tuhannya. Doanya apapun. Sebelum hari pengumuman kelulusan, siswa ini harus berperang batin dan kepandaian dengan siswa SMA sejagad untuk bisa kuliah. Siswa ini tidak cukup pandai untuk bisa masuk ke salah satu perguruan tinggi yang jadi impiannya. Tidak percaya? Ya, Kuliahnya yang 4 tahun lulus itu adalah sebenarnya pelariannya yang justru menjadi takdirnya. Selama masa kuliah 2 tahun, siswa yang sudah menjadi mahasiswa ini mencoba tes SNMPTN dua kali, dan dua kali gagal. Begitulah takdirnya membawanya hingga lulus kuliah 4 tahun. Selama masa membuat skripsi, siswa yang telah menjadi mahasiswa tingkat akhir ini sibuk cari acara di kampus dan bekerja. Supaya kalau ada acara ia bisa menghemat makanan sehari-harinya, Bekerja supaya dia bisa bayar biaya kos, buku, ngeprint, dan nraktir temen-temennya kalau dia ulang tahun. Di akhir penulisan tugas akhirnya, mahasiswa ini diterpa kemalangan yang tak seorangpun tahu. Singkat cerita bahwa mahasiswa ini kehilangan orang yang mbayari’ kuliahnya karena harus masuk hotel prodeo. Naasnya, orang itulah yang selama ini ia percayai. Meskipun sementara namun sangat menyakitkan prinsip dan idealismenya. Kepergiannya yang ‘jauh’ meninggalkan luka yang mendalam, keterpurukan yang cukup lama, hingga membuat mahasiswa ini menarik diri dari kehidupan sosial. Kepergiannya yang ‘jauh’ meninggalkan tanggung jawab bahwa mahasiswa ini harus lulus secepat mungkin supaya tidak membebani ‘sosok yang sedang pergi jauh dan sedang meninggalkan hutang yang tak terhingga rupiahnya’ menanggung beban kuliahnya lagi. Ya, motivasi terbesarnya supaya cepat lulus adalah ‘hutang’. Biaya kos saat menjelang sidang tak terbayarkan oleh mahasiswa ini, ia memilih nomaden dari satu kos ke kos yang lain. Titik nadir dalam hidupnya ini ia simpan sendiri. Dan segala puji bagi Tuhan, Allah kabulkan permohonannya.
Ini cerita fiktif yang sengaja dibuat supaya orang lain yang hanya melihat hasil, dapat pula melihat proses. Jangan hanya bisa bertanya, “Kerja dimana sekarang?” cobalah bertanya, “Apa kabar?” atau jika kepo tentang pekerjaan seseorang, cobalah mengganti redaksinya, “Sedang sibuk apa sekarang?”
Keterpurukan, kemalangan, dan kenestapaan bisa melanda siapapun. Menunjukkannya kepada orang lain, supaya orang mengasihi bukanlah kejahatan. Atau menyimpannya dan seolah baik-baik saja juga bukan kejahatan. Orang tersebut mungkin hanya butuh waktu, dan seseorang untuk bisa berbagi segalanya. Ya, segalanya.
Selamat berbagi, selamat memahami.

Lain halnya dengan cerita yang dibawa oleh Robin, seorang perempuan sederhana yang punya hobi nolongin temennya. Keluarganya kaya raya, namun hubungan Robin dengan kedua orang tuanya sebatas hubungan formal layaknya seorang anak yang harus menghormati orang yang usianya lebih tua. Robin, yang kaku di rumah, berubah menjadi sangat hangat jika bersama kawan-kawannya. Dari jauh akan tampak: Robin, perempuan cantik dan berasal dari keluarga kaya raya wajar jika punya hobi membantu orang lain, hobi ngutangin kalau kawan-kawannya butuh uang buat bayar kuliah atau beli buku kuliah, hobi beliin makanan buat temennya kalau temennya lebih milih nggak makan buat ngeprint tugas kuliahnya, jadi wajar saja kalau Robin tumbuh menjadi anak yang dermawan karena Robin berasal dari keluarga kaya dan harta berlimpah. Tidak ada yang spesial.

Cobalah mendekat, lihat lebih dekat: Robin yang sesungguhnya adalah perempuan rapuh yang menangis setiap malam karena perlakuan tidak adil kedua orang tuanya. Robin yang setiap malam tidur jam 11 malam, sering masih terjaga hingga jam 2 malam. Pikirannya penuh dengan rencana masa depannya yang selalu melintas ketika ia berada di atas kasur, kenangan-kenangan masa lalu yang sering menjadi intermezo ketika Robin mulai memejamkan mata. Kesulitan tidur yang dialami Robin pada suatu ketika ia atasi dengan mengambil jam dinding di kamarnya dan melepaskan baterainya. Suara detik jarum jam dinding terdengar sangat bising di telinganya ketika ia tidur. Oleh sebab itu, pagi harinya jam itu ia serahkan kepada ayahnya. Ayahnya hanya tahu, bahwa Robin anak tidak tau diuntung yang pemalas dan tidak tau waktu sehingga terlambat bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Ayahnya tidak tahu atau tidak mau tahu, masalah yang dialami Robin. Robin sulit tidur karena pikirannya penuh dengan permasalahan yang sedang ia hadapi. Robin yang rapuh, berusaha menjadi perempuan hangat di lingkungannya yang lain. Robin yang sebenarnya tidak terlalu kaya, karena sebenarnya keluarganya tidak sekaya orang lain lihat. Demi sebuah rumah mewah, hutang keluarganya hingga ratusan juta. Robin menghemat untuk biaya makan di kos, namun Robin tidak sungkan untuk membantu kawannya karena Robin tidak menampakkan kalau dia sedang nelangsa. Nelangsa senelangsa sesungguhnya.




Protagonist



Ijinkan kali ini ane khilaf bentar aja, nulis yang nggak penting. Jiwa labil ane tetiba muncul dan menyeruak begitu saja di dalam dada, takutnya nggak ada wadah yang bisa menampungnya. Jadi ane mau tulis aja. *ngemis guling guling

kawan-kawan dekat dan juga kawan yang tidak sering berpapasan langsung sama saya, banyak yang menganggap bahwa saya tipe emak-emak yang suka sinetron dan kecanduan K-Pop. Idih, padahal enggak ya. Cuma suka aja drama korea dan pria-pria koplak khas asia yang kebetulan tampak tampan di layar kaca. Dan tampak....nya dia jodoh saya *ampun mak... Saya sih nggak tersinggung dituduh kecanduan K-Pop, yang saya khawatirkan cuma kalau nanti calon suami saya melarang segala yang berbau Korea, eh.. baiklah kalau begitu bisa saya pertimbangkan :D *labil*

Selama nonton drama Korea, sadar nggak sadar saya, kadang sadar, kadang nggak sadar sering ngigau sama karakter yang ada di drama. Setelah nonton, karakter itu kebawa ke mimpi-mimpi absurd remaja telat galau. Kalau diurutin, sampe sekarang saya masih ngimpiin karakter-karakter ini.


1. Seo In Guk – Lee Ha Na.


Posisi yang paling pertama, dan belum bisa saya lupakan adalah Seo In Guk di King of High School. Di sana dia meranin dua karakter yaitu Lee Min Suk anak SMA usia 18 tahun dan kakaknya si Lee Hyung Suk 26 tahun. Yang paling bikin lumer dan dengan karakter mengesankan pas dia jadi Lee Min Suk seutuhnya. Lee Hyung Suk, kakaknya si Min Suk ini ceritanya sangat berprestasi di Jerman dan kecerdasannya di atas rata-rata. Tapi sayangnya, dia judes, dingin, penuh ambisi dan dendam. Tapi tenang, dia penuh kasih sayang, pada adiknya, pada keluarganya, pada ayah angkatnya, dan pada embahnya. Untungnya hatinya masih bisa disentuh ama yang namanya naluri kemanusiaan yaitu memaafkan karena bujukan adiknya yang paling ia cintai. Drama ini tuh, walaupun agak gak realistis di bagian anak SMA yang sering bolos terus jadi manajer di perusahaan, tapi penggambaran tokohnya oke banget. Hidup yang seharusnya itu yang kayak di sini, di dunia ini tuh nggak ada manusia yang jahat banget sebenernya, nggak ada manusia yang selalu berbuat aniyaya. Nggak ada. Yang ada, adalah manusia labil. Kadang khilaf, kadang muncul rasa kemanusiaannya, dan nggak semua kenelangsaan yang dialami manusia harus ditunjukin ke orang lain. Orang baik di dalam drama ini juga nggak digambarin secara lebay. Orang baik, tidak selalu miskin, teraniyaya, diam saja, polos, lugu, bertepuk sebelah tangan.



See, Seo In Guk sama Lee Ha Na. Pasangan noona dongsaeng ini, sukses bikin halusinasi tambah parah. Seo In Guk, anak SMA berusia 18 tahun yang jatuh cinta sama noona usia 28 tahun. Seo In Guk yang ini cukup tenar di sekolahnya, karena doi adalah atlet hockey yang selalu dibuntutin sama adiknya noona itu. Jadi, adiknya noona itu kayak penggemar fanatik yang terlalu obsesi bin posesif. Doi manggil Seo in Guk “Suami Lee” padahal Seo In Guk sejak awal terang-terangan bilang kalau dia nggak suka sama si adik noona ini, dan minta si adik noona itu melepaskannya, merelakannya, dan beralih ke pria yang bisa menganggap keberadaanya. Dan bener aja, di endingnya si adik noona ini, nemuin pria yang tulus padanya, yang juga keberadaannya nggak jauh dari dia. Dia Tae Suk, sahabat baik Seo In Guk. Ceritanya Seo In Guk, itu di hockey SMA nya, dia punya tiga sekawanan gitu. Nah salah satunya dia. Oke, kembali ke Seo In Guk, saat doi ngegantiin emasnya kerja jadi Manajer Retail di perusahaan, doi harus rela jungkir balik tiap hari ganti jadi anak SMA – masuk kelas – presensi – pura pura tidur padahal kabur – lari ke perusahaan lalu jadi manajer. Nah di sana, doi ketemu sama Lee Ha Na, pegawai kontrak yang penggambarannya kayak Betty La Fea tapi tanpa behel. Yes, akhirnya witing tresna jalaran saka kulina, Seo In Guk akhirnya jatuh cinta pada noona ini. Noona ini sebenerya telah jatuh cinta lebih dahulu sama Manajer Yoo (yang diperankan oleh Lee Soo Hyuk) sejak dua tahun yang lalu. Namun, pada saat eonni ini begitu tulus pada Manajer Yoo, Manajer Yoo yang berhati dingin itu tampaknya belum di sadarkan sama Allah swt. Manajer Yoo ini dingin tampak luar, dan workholic. Dia workholic karena sebenernya ingin mengesankan ayahnya supaya bisa menerima dirinya seutuhnya sebagai anaknya. Makanya dia sering khilaf mengahalalkan segala cara buat jadi yang paling oke di perusahaan. Dia dingin, karena perlakuan ayahnya pada dirinya juga dingin. Manajer Yoo ini meskipun dingin di luar, tapi sebenernya dia rapuh di dalam. Dia sayang banget sama emaknya yang disia-siakan sama bapaknya. Nah yang tau rahasia bahwa Manajer Yoo adalah anaknya Pak Presiden di Perusahaan cuma noona Lee Ha Na ini.



Yeah karakter lain yang bikin kagum, adalah karakter yang dimainkan sama Lee Ha Na di sini. Dia itu nggak ember, meskipun dia disakitin sama orang lain, lalu dia nggak menaruh dendam pada orang tersebut terus nyebarin rahasia orang itu. Rahasia akan tetap jadi rahasia dan nggak ada hubungannya sama cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Eonni satu ini juga sayang banget sama adik dan emaknya. Meskipun adiknya, mencintai lelaki yang sama dengan dirinya, dia rela mengalah supaya hubungan persaudaraannya nggak rusak. Selain itu, pas eonni nya ini sempet dipecat dari perusahaan lalu lagi usaha cari kerjaan lain buat nyukupin kebutuhan adiknya yang tinggal serumah sama dirinya, dia rela nggak ngasih tahu adiknya kalau dia udah nggak punya pekerjaan. Dia tetep ngasih uang saku ke adiknya, meskipun dirinya sendiri kesusahan harus berhemat. Adiknya yang khilaf membelanjakan uang sakunya buat ngebeliin jajanan buat Lee Min Suk, akhirnya tahu kalau kakaknya udah dipecat, kemudian doi ternyata cukup dewasa untuk menghadapinya. Doi jadi rajin mbersihin rumah, takut ngrepotin eonni nya yang udah kerja banting tulang buat ngidupin dia.

Pada suatu ketika, eonni ini dimanfaatkan sama Manajer Yoo. Sakit hatilah dia, dan dia berjanji untuk tidak mencintainya lagi. Tapi namanya perasaan manusia, nggak sekejap giitu aja langsung berubah. Dia cuma sedang usaha merubah perasaannya. Yes, tanpa dia sadari perasaan cinta itu sudah berubah menjadi sebatas sikap peduli dan perhatian pada atasannya saja. Dia tetep baik pada atasannya. Lalu Seo In Guk, menyatakan cinta pada eonni ini. Lalu eonni ini bilang, bahwa dia sangat berterima kasih karena dicintai namun tidak dapat menerima cinta tsb, karena dia sadar statusnya di perusahaan hanya karyawan kontrak dan Seo In Guk adalah atasannya dan dia juga bilang bahwa dia tidak mungkin secepat itu mencintai seseorang yang lain setelah disakiti oleh Manajer Yoon. Perasaan manusia tidak berubah secepat itu, katanya. Lalu, keesokan harinya, saat mereka bertemu di kantor, berubahlah sikap Seo In Guk pada noona ini, karena dianggapnya setelah ungkapan perasaannya ini akan membuat canggung di antara keduanya. Selang dua hari mereka tidak bertemu di kantor, yang dianggap noona ini Manajer nya menghindari dirinya dengan beralasan bertugas ke Jepang, padahal Seo In Guk ini sedang ngecamp sama tim hockey SMA nya buat persiapan pertandingan. Yes, perasaan seseorang bisa dianalisis kalau udah nggak ada orangnya. Si noona ini merasa, ada yang hilang. Gitu juga sama Seo In Guk, dia merasa nggak seharusnya dia menyerah gitu aja. Seo In Guk akhirnya kabur dari camp pelatihannya buat menemui noona ini. Cuma buat bilang, bahwa dia bukan tipe orang yang mudah menyerah. Jadi dia nggak akan menyerah, meskipun ditolak sama si noona buat yang pertama kali, dia minta ijin supaya boleh terus mencintainya, tanpa harus dipedulikan keberadaannya. *Lumer*



Seo In Guk: koplak bersama tiga kawannya, nggak kaya, nggak bermobil, cerdik, meneduhkan, melindungi, pantang menyerah, agak gengsian dikit, penuh kejutan, unpredictable, gigih, baik hati, penyayang keluarga dan noona, peduli, kalau kencan sama noona-nya pakai bis atau vespa diajakin jalan-jalan bukan ke mall atau bioskop, tapi di tempat-tempat historis, alam, kalau nggak ke tempat makan. Dia gengsi, pas double date sama kawannya si noona dan pacarnya kawannya inilah yang mau nraktir makanan mereka berempat, Seo In Guk langsung menolaknya, dia bilang bayar sendiri-sendiri aja. :D Meskipun pada akhirnya, si Seo In Guk ini ngutang sama noona :D



Lee Ha Na: koplak bersama Seo In Guk, sering memendam bebannya sendiri, nggak mau ngrepotin orang lain, penuh prasangka baik pada orang lain dan nasibnya sendiri, perhatian sama orang lain, tetap peduli meskipun udah disakitin, dia itu baik, kalau dia berbuat baik ya udah nggak usah diceritain sama orang lain, kalau dia disakitin sama orang lain ya udah dia nggak nyritain kejelekan orang yang nyakitin ke orang lain, ini orang legawa dan nrima banget tapi tetep kelihatan ceria dan happy.



Kalau dinilai dari skala 1-10, dua orang ini dapet 10. Perfecto.



2. Park Seo Joon


Park Seo Joon ini juga main di drama komedi romansa noona dongsaeng. Aduh kok aku jadi tipe pecinta crita noona dongsaeng gini sih. Eh, kebetulan aja. Ini lebih parah lagi ketimbang Seo In Guk, Park Seo Joon di Witch’s Romance ceritanya jadi mahasiswa yang lagi cuti kuliah yang usianya 25 tahun terus kerja di sebuah perusahaan jurnalis dan di situ doi jatuh cinta sama ahjumma eh, noona usia 39 tahun -_-‘ speechless.. Di sana doi jadi mahasiswa kedokteran yang cuti kuliah, buat nyari duit buat nglanjutin hidupnya. Dia itu gigih, dan baiknya masya Allah. Di balik kekoplakannya, sebenernya dia juga rapuh karena ditinggal mati kekasihnya. Dia merasa bersalah jadi dokter tapi nggak bisa menolong pacarnya. Akhirnya, dia memutuskan melepaskan kemapanannya sebagai anak Direktur Rumah Sakit ternama di Korea dan nyari duit dengan keringatnya sendiri. Nggak ada yang tahu kalau dia anak Direktur Rumah Sakit. Toh dia juga bukan orang yang songong yang mamerin kekayaannya dengan membawa mobil kemana-mana dan pake jas kemana-mana. Yes, sama, di sini juga witing tresna jalaran saka kulina..




Park Seo Joon: koplak, kaya tapi tidak merasa harus menunjukkan bahwa dia kaya, kemana-mana pake motor bebek, nggak malu numpang tidur di tempat temennya, baik (baik aja, nggak baik banget), bukan tipe penggombal, bukan playboy meskipun wajahnya cukup potensial buat mainin perempuan, setia, pantang menyerah, gigih tapi nggak obsesif, rela berkorban, dia kalau kompetisi buat mendapatkan hati perempuan yang dicintainya dia itu mainnya fairplay. Ketika noona yang ia cintai lebih memilih laki-laki yang datang dari masalalunya si Seo Joon ini nggak maksain kehendak, toh noona ini berada pada pria yang tulus dan tidak akan menyakitinya. Ini cara mencintai yang elegan. Di ending cerita, kedua insan beda usia ini berencana untuk menikah setelah Park Seo Joon ini kelar kuliah kedokterannya.



Skor karakter Park Seo Joon ini dapet 10 :D



3. Jang Na Ra



Eonni satu ini emang babyfacenya awet banget dari dulu.. Di Fated To Love You dia meranin jadi istri yang nrima banget. Lugu nya subhanallah. Baiknya masya Allah. Dia nggak bisa nolak alias nggak bisa bilang “tidak” kalau ada orang lain minta tolong. Sangat mencintai keluarganya, penuh kasih sayang dan kelembutan. Lugunya itu bikin lucu. :D Dari film ini kita ditunjukin bahwa cinta itu bisa tumbuh. Cinta, meskipun benda mati dia akan tumbuh jika berubah menjadi kata kerja mencintai dan saling mencintai. :D Kalau mau nonton orang-orang berbudi baik, di sini banyak..


Jang Na Ra di drama ini dapet skor 10 :D



4. Park Yoochun sama Pak Presiden Son Hyun Joo



Park Yoochun sama Pak Presiden ada di drama Three Days. Ya, ini salah satu drama korea yang nihil adegan kisseu. Yoochun di sini dia jadi anggota elit atau kalau versi indonesia nya Paspampres. Nah di sana, dia orangnya disiplin dan totalitas dalam menjalankan tugasnya. Saat sedang bertugas menjaga Presiden, dia ditelpon namun tidak dia angkat karena dia nggak akan mengangkat telepon kalau sedang bertugas. Padahal pada saat itu pihak rumah sakit dan kantor polisi mau mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dalam kecelakaan. Babenya si Yoo Chun ini menjabat jadi menteri ekonomi, dan meskipun katanya mati dalam kecelakaan, namun selidik punya selidik kematiannya ternyata penuh sabotase. Yes, ini drama agak berat karena masuk dalam intrik politik, melibatkan presiden, para petinggi yang pada saat itu mengendalikan Korea. Meskipun agak berat, tapi untungnya penulis nya sangat mahir dalam mengemasnya. Penulis yang juga nulis drama Cyber Ghost ini, berhasil membuat saya jatuh cinta padanya dua kali. Dipikir-pikir, tipe penulis ini nggak terlalu mementingkan kisah romansa dan no kisseu, namun dramanya masih bisa tetep manis ya.. Park Yoo Chun di bantu sama seorang polwan buat mengungkapkan rahasia di balik insiden demi insiden di sekitarnya, yang ternyata berkaitan dengan Presiden. Termasuk pengkhianatan yang ada di tubuh kepolisian, jaksa, dan paspampres sendiri. Tapi untungnya, masih ada orang-orang yang kayak Yoo Chun, Pak Presiden, seorang jaksa senior dan polwan itu. Setiap episode di drama ini sama kayak di Cyber Ghost, penuh kejutan dan nggak gampang ditebak. Ya, Pak Presiden, sebelum jadi Presiden pernah khilaf berbuat salah pada negaranya, namun beliau tobat setelah jadi Preisiden. Banyaknya teror yang datang ke Blue House (istana nya Korea) tidak membuat Pak Presiden mudah terprovokasi dan tetap melindungi rakyatnya meskipun harus mengorbankan nyawanya. Nggak mudah ketebaknya ya karakter Presiden di sini. Awalnya, karena saya tahu Pak Presiden pernah berbuat khilaf di masa lalunya, saya kira ketika datang teror pada dirinya satu demi satu, dia bakalan goyah dan bakalan melakukan apa saja asalkan menguntungkan baginya. Tapi ternyata enggak, beliau orangnya misterius dan akurat kalo menyelesaikan masalah. Pak Presiden ini mementingkan keamanan negara dan keselamatan warganya.



Park Yoo Chun: totalitas, loyal, penuh kepercayaan, setia kawan, salah tingkah kalau mau ngasih perhatian ke perempuan yang disukainya, kalau berhadapan sama polwan yang disukainya tangannya utak-atik sibuk sendiri di bawah meja (grogi).



Kalau di kasih skor, Park Yoo Chun ini saya kasih 9. Soalnya dia jarang ketawa lepas :D (minus 1 kan), tapi masih tetep ngegemesin pas dia jaim gara-gara suka sama polwan.



Kalau Pak Presiden saya juga kasih skor 9. Habisnya, meskipun Pak Presiden niatnya baik, tapi sering membahayakan nyawanya sendiri. Kan mbuat orang-orang yang bertugas menjaga keselematannya jadi was-was dan kalang kabut. Bisa makin gawat kan, kalau orang VIP nomer satu ilang atau celaka. Tenang Bapak, beban bapak bisa bapak bagikan pada kami :D



5. Jung Il Wo


Jung Il Wo ceritanya jadi versi dewasanya Lee Min Ho yaitu jadi masnya Kim Soo Hyun di The Moon That Embraces The Sun. Di sana doi jadi pangeran yang emoh mewarisi jabatan jadi raja, jadi kemudian dilimpahkan ke Kim Soo Hyun. Justru dia memilih buat melindungi Kim Soo Hyun, meskipun dia adalah rival Jung Il Wo dalam hal asmara. Dari remaja, jung il wo ini (pas diperanin sama Lee Min Ho) jatuh cinta sama adik dari sahabat baiknya. Cintanya itu tulus banget *lumer. Di cerita sebenernya, jung il wo lebih dulu yang mencintai si saman, tapi di ending cerita si Saman malah berlabuh sama Kim Soo Hyun dan jung il wo berakhir pada kematian karena melindungi adik tercintanya, dia mikir karena mereka berdua saling mencintai maka yang bisa membahagiakan perempuan yang dicintainya ya cuma Kim Soo Hyun *peluk guling.. Aduh, cara dia mencintai si saman sesuatu sekali...



Jung il Wo: penyayang, penuh cinta kasih, setia kawan, penuh pengorbanan. Kasih skor 9, soalnya dia sempet tidak berbesar hati karena tahu bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, kemudian dia kabur sebentar.



6. Jo Hyun Jae


Dia jadi Han Kang di 49 Days.. T___T Kalau mau nonton drama yang bisa nyadarin kita buat mensyukuri hidup, harus nonton ini.. Dia di sini, jadi orang yang mencintai dan kembali lagi bertepuk sebelah tangan. Suka sejak SMA di sekolah yang sama, dan perasaannya selalu dipendam dan tidak pernah diikrarkan hingga perempuan yang dicintainya ini bertunangan sama pria lain. Yes, dan sampai akhirnya cinta itu tidak pernah diungkapkan sampai mati, eh koma.



Jo Hyun Jae: setia kawan, gigih, bukan tipe troublemaker dan perusak hubungan orang, legawa, nrima, penuh cinta kasih, gengsian, penolong.



Ane kasih skor 8, soalnya dia itu nrima-ne kebangeten. Dia memendam perasaan cintanya bertahun-tahun sampai perempuan yang dicintainya bertunangan di depan matanya. Eh, ahjussi harusnya memperjuangkan dong, ya perjuangan tapi jangan maksain. Sebelum menyesal kemudian. Dia juga jadi tampak kurang bahagia karena jarang ketawa, dan tampak susah move on :D sinih, come to mama...



7. Lee Pil Mo

Dia jadi Gook Chun Soo di Emergency Couple. Itu tuh, yang jadi kepala Gook di UGD atau kepalanya dokter2 magang (residen). Ceritanya di sini, ahjussi ini jadi bujang tua karena dulu ditinggalin pacarnya ke Amerika, dan dia tipe orang yang sulit untuk mencintai. Dia sering nggak sadar kalau sebenernya dia sedang suka sama orang. Gengsinya juga agak gedhe ni ahjussi. Mau muji orang aja agak mikir, apalagi mau nunjukkin cinta sama Song Ji Hyo. Dia orang yang punya pendirian kuat, penolong, penyayang tapi dingin diluar jadi kelihatan judes kalo bilang padahal niatnya baik. Setelah tahu kenyataan bahwa cintanya tak berbalas bertepatan sesaat sebelum dia bilang sama Song Ji Hyo, dia menerima dengan lapang dada kenyataan pahit itu dan di kemudian hari dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa kelak jika dia jatuh cinta, akan ia perjuangkan. Ye, dan bener sebelum Profesor Shim (mantan pacarnya yang dulu) mau pergi ke Amerika lagi sama anaknya, dia mengejar sampai ke Bandara, buat bilang “Tolong kembali :D” Di film ini kayaknya nggak ada orang jahat.



Lee Pil Mo: baik, mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan orang meskipun dia dapet skors (Belum bisa jadi dokter spesialis karena masa lalunya saat jadi dokter residen melakukan kesalahan), adil, menyembuhkan siapa saja tidak membedakan pasien kelas VIP ataupun pasien yang nggak punya uang buat bayar, menyembuhkan siapa saja, saat dokter di UGD enggan menangani dan menunggu hasil laboratorium dulu karena pasien mengidap penyakit langka dan menular dia tanpa pikir panjang, langsung bertindak sebelum pasien justru akan mati sebelum sempat ditangani, cekatan, gengsinya gedhe, nggak pendendam waktu ketemu sama mantan pacarnya lagi yang ternyata udah punya anak justru jadi kawan dekat.



Ane kasih skor 8, meskipun masalah kedokteran dia nomer satu tapi kalau suka sama Song Ji Hyo itu dia nggak bisa nunjukin. Iya, nunjukin tapi bukan show off yaaa... Makanya dia selalu selangkah di belakangnya Choi Jin Hyuk mulu. Dia juga gengsinya gedheeee banget... marai mumet..



8. Dokter di Greatest Love yang ikut reality show sama Gong Hye Jin

Ane nggak tahu siapa namanya, tapi kebaikan hati nya masih bisa ane rasakan.. :D



9. Jo Jung Suk di The King 2 Hearts

Rela mati untuk melindungi rajanya, anti berkhianat, dan bener dia dimatiin gitu aja sama sutradaranya di endingnya, padahal cinta-nya sedang menunggunya kembali T_T



10. Ryu Soo Young di Two Weeks

Ahjussi ini bukan orang jahat, dia jadi polisi yang subhnallah penyayang dan besar hati.



11. Park Jung Min

Dia yang jadi Gook di You’re All Surrounded. Sampai akhir cerita, kayaknya si Go Ara ini nggak nyadar kalau Gook itu cinta sama dia. Ya, meskipun bukan lead male, kebaikan hati, kebesaran hati, kesetiakawanannya dan kekoplakannya cukup menyentuh perasaan saya.



Yeah, sekian. Akhir kata... semoga kebaikan orang lain yang akan selalu kita ingat dan kita contoh, kebaikan kita pada orang lain mari kita lupakan. Kesalahan orang lain pada kita mari kita lupakan, dan kesalahan kita pada orang lain mari kita ingat.

Mari memaafkan.. Maafin ye, udah nulis nggak penting gini :D

Happy Ending

Lee Min Suk, anak SMA berusia 18 tahun, yang jatuh cinta dengan eonni yang usianya 28 tahun. Di penghujung masanya duduk di bangku SMA, dia melamar eonni dengan popcorn segede kantong. Konon katanya, dia nggak bisa beli cincin buat melamar, jadi sesuatu yang lain yang lebih disukai eonni dibandingkan cincin adalah popcorn. Dibawanya popcorn sekantong buat melamar eonni. *dasar kelakuan anak SMA *toyor Seo In Guk


Min Suk: "Setelah kupikirkan, kau mungkin benar. kau akan menghambat masa depanku. Namun, tidak peduli masalah apa yang akan kuhadapi nanti, aku hanya ingin tetap bersamamu.. sampai mati.."

nyodorin popcorn, sambil bilang "Narang gyulhon hae joolaeyo?"

---tetiba popcorn sekantong diambil sama si eonni---


3 tahun kemudian..

Min Suk: "istriku, kau sudah tua.." *ngledek ni anak

eonni: "kenapa kau selalu bercanda dengan umurku? Kau pasti bahagia karena kau masih muda."

Min Suk: "Hei, aku sangat mencintaimu. Jantungku berdebar kencang." *natap serius*

eonni: "aku tidak percaya."

Min Suk: "Hei, bagaimana bisa kau meragukan hati suamimu seperti ini?"

"Aku tergila-gila padamu, Jung Soo Young. Aku bisa mati karenamu. Setiap hari, setiap pagi aku jatuh cinta padamu setiap kali aku melihatmu.. Lagi dan lagi... Eonni popcorn-ku.. sahabatku.. istriku... cintaku.. sayangku... Terimakasih banyak telah menikah denganku.. "



"Maybe destiny is not something for someone who sits and waits for a chance. A real destiny comes like a gift that is given to me. When i look for and dare to choose. Then it comes to me. So I with someone I dared to choose as my destiny will do my best loving and living with him." [Jung Soo Young]

-Happy ending di episode 17-
King of High School

Best Scene [Angel Eyes: 11]

Park Dong Joo: 12 tahun yang lalu, ada anak SMA jelek melihatmu di sini. Waktu itu, akan sangat menyenangkan jika memiliki kekasih yang cantik, itulah yang kupikirkan dulu. Dan sekarang, gadis cantik itu akan lebih baik jika menungguku di rumah. (Jeda) Aku tidak mau kesepian. Tidak peduli seberapa kerasnya, ketika aku memikirkan bila ada dia yang sedang menungguku, aku tidak akan kesepian lagi. Aku akan berjuang semampuku untuknya.
Aku tidak bisa berjanji aku akan membuatmu menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Aku juga tidak bisa berjanji aku tidak akan berubah hati pada orang lain, tapi... Cintaku telah tumbuh lebih dari 12 tahun yang lalu, aku akan terus membiarkannya tumbuh, aku akan membuatnya lebih kuat. Selama aku masih hidup, aku berjanji kau akan menjadi orang yang paling berharga di dalam hidupku. 
Soo Wan, Yoon Soo Wan, maukah kau menjadi bagian dari keluarga Park Dong Joo?


Yoon Soo Wan: Aku akan berada di rumahmu. Aku akan menunggumu setiap hari.... :’)
[Angel Eyes episode 11]









Rab Ne Bana Di Jodi

Sepenggal adegan di ending film india, yang sangat membekas bagi saya. Rab Ne Bana di Jodi. Tuhan pasti menciptakan pasangan/ Jodoh = Jodi *dalam bahasa india, atau bisa diterjemahkan bebas 'jodoh di tangan Tuhan'.

Hampir di akhir cerita sebelum Rekan Taani menyadari bahwa sosok yang sebenarnya dia butuhkan, sosok yang berdoa untuknya, melakukan apa saja untuknya, diam-diam mencintai dan memperhatikannya bukanlah Raj, melainkan Surinder Shani, suaminya. Ya, meskipun di sini kedua tokoh ini adalah sama, tetapi bagi Rekan Taani, mereka berbeda. Rekan Taani pergi ke kuil kemudian Tuhan menjawab kegelisahannya. Kalau di konversikan ke dalam istilah Islam, setelah dia shalat istikharah, Rekan Taani mendapat jawaban dari Tuhan. Bahwa suaminya lah jawabannya, bukan Raj.

*kemudian berkaca-kaca*

Tu hi toh jannat meri, Tu hi mera junoon (Kamu adalah surgaku, Kamu yang aku sukai)
Tu hi to mannat meri, Tu hi rooh ka sukoon (Kamu adalah keinginanku, Kamu adalah ketenangan jiwaku)
Tu hi aakhion ki thandak, Tu hi dil ki hai dastak (Kamu peneduh mataku, Kamu detak jantungku)
Tujh mein rab dikhta hai... Yaara mein kya karu (Aku melihat tuhan dalam dirimu... Apa yang harus kulakukan)
Sajdhe sar jukhta hai Yaara mein kya karu (Kepalaku tunduk menyembahmu.. Apa yang harus kulakukan -
dalam budaya India, bagi seseorang yang sangat dihormati, kaki nya akan dicium menggunakan telapak tangannya dan disentuhkannya di keningnya sebagai tanda bakti pada orang tersebut)
Tu hi dil ki hai raunak, Tu hi janmo ki daulat (Kamu adalah cahaya hatiku, Kamu adalah harta hidupku)
Tu hi meri hai barkat, Tu hi meri ibaadat (Kamu adalah berkahku, Kamu adalah ibadahku).

ending nya, ada kalimat Rekan Taani yang tidak perlu ditiru ehe, "Apakah Tuhan akan marah apabila aku mencintaimu (suami) lebih daripada cintaku pada Nya?".

Ambil positifnya :)


[scene terbaik di ending film Rab ne bana di jodi - Tuhan pasti menciptakan pasangan]












Best Scene of Good Doctor




“That no matter how scared you are, you have to accomplish it if you want to. That the one who endures and gets past everything is the coolest person in the world”
[Good Doctor ep 5, Park Shi On]







“Keberanian bukanlah bahwa kita tak merasa takut, tetapi jika kita mampu bertahan menghadapi rasa takutnya.”
[Good Doctor ep 14, Professor Kim Do Han]







“Ada Banyak hal-hal yang tak terlihat, yang justru benar-benar paling penting dalam hidup.”
[Good Doctor ep 15, Dokter Han Jin Wook]

Sepenggal Adegan [Drama]

Apa kamu pernah merasa lapar? Atau apakah kamu pernah menghabiskan musim dingin di sebuah gudang tanpa kehangatan apapun?
Dalam sebuah pabrik kosong dimana tidak ada satupun orang dalam pandangan...
Dengan pintu terkunci dari luar, dan seorang anak kecil berada di dalam...
Bisakah kau bayangkan betapa takutnya anak itu di saat itu?
Malam pertama aku tidur di pabrik Presiden Kang...
aku merasa aku bermimpi karena rasanya sangat hangat.
itu karena ada seseorang di sampingku...
aku sama sekali tidak takut dan dia penyelematku yang memungkinkanku pergi ke Amerika. Jika bukan karena dia, aku bahkan tidak akan bisa pergi. Kemudian ketika dia membutuhkan pertolongan di Amerika, dia menemukanku dan datang ke tempatku berada. Betapa putus asanya dia hingga datang kepadaku? Dia, seperti diriku...
tidak memiliki siapapun tempat bersandar di dunia ini.

Jika itu kau...
Apa kamu bisa mengabaikan orang yang telah memberikanmu
waktu paling berharga dalam hidupmu?


[Lee Ga Young – Fashion King episode 7]

Yang Terlewatkan

Lagi suka lagunya SO7 [yang terlewatkan], gara-gara 3 mas-mas pengamen aneh yang ada di film Tanda Tanya. Bukan karena (apanya ya????), tapi karena kemunculannya sangat manis... wakakaka... aneh... sableng...

kemunculannya romantis aye, lucu hore...hiadooooo.. Pokoknya Om Hanung menempatkan kemunculan pengamen itu, megang banget.. hialaaaahh...

awalnya ada prolognya pak ustad,

"pakaian, melindungi kita dari debu.. dari panas dan dingin, sama seperti pasangan suami istri. satu sama lain harus saling melindungi.

pakaian, juga menutupi cacat yang ada di dalam tubuh kita. suami dan istri, saling tau kelemahan pasangannya masing-masing dan harus saling menutupi.

pakaian, juga dapat memperindah dan juga menambah daya tarik orang yang memakainya, seperti juga dengan suami istri. dapat saling memperindah, dan memperkuat daya tarik masing - masing. dan juga tidak yang kalah penting, harus juga mau memperindah sifat dan kelakuannya untuk menyenangkan pasangannya."

Quote of Pak Ustadz (?)

terus nggak nyambung sama yang mau di omongin di note ini kan...ciiiiiiaaa


disaat kita bersama, di waktu kita tertawa menangis merenung oleh cinta
kau coba hapuskan rasa, rasa dimana kau melayang jauh dari jiwaku juga mimpiku
biarlah biarlah, hatiku dan hatimu terbelenggu satu oleh ucapan manismu
dan kau bisikkan kata cinta, kau tlah percikkan rasa sayang
pastikan kita seirama, walau terikat rasa..................

eh eh eh, salah bukan yang ini,..
yang ini...

Kemana kau s’lama ini
Bidadari yang kunanti
Kenapa baru sekarang
Kita dipertemukan

Sesal tak ‘kan ada arti
Karna semua t’lah terjadi
Kini kau t'lah menjalani
Sisa hidup dengannya

Reff:
Mungkin salahku…
Melewatkanmu…
Tak mencarimu…
Sepenuh hati…
Maafkan aku…

Kesalahanku…
Melewatkanmu…
Hingga kau kini…
Dengan yang lain…

Maafkan aku…

Jika berulang kembali
Kau tak akan terlewati
Segenap hati kucari
Di mana kau berada

Walau ku terlambat
Kau tetap yang terhebat
Melihatmu… Mendengarmu…
Kaulah yang terhebat

Sepenggal Adegan (2)

..."Delisa cinta umi karena Allah.." sepenggal kalimat yang dilontarkan Delisa kepada Uminya, beberapa hari sebelum Uminya meninggal.

di balik bangku dengan penomoran bioskop, kalau tidak salah pada baris E, 6 orang mahasiswi sesenggukan di sela-sela adegan itu. Herannya, hanya mereka berenam yang 'lebay' sedangkan penonton lainnya terlihat biasa saja. Ekspresi paling lebay berada di bangku ketiga dari kanan. Setelah film itu selesai, ia yang paling lebay di antara yang lainnya. Jilbabnya basah kuyup oleh airmata akibat film yang mereka tonton. Entah basah karena air mata atau karena air yang keluar dari hidungnya... hiiii.. Ia sendiri hampir tidak mempedulikannya.

Ini film kedua setelah Sang Pemimpi yang ia tonton bersama teman-temannya, di bioskop man..Pengalamannya 2 kali menonton di bioskop, menjadi dapat menarik kesimpulan dan pelajaran yang didapat= "besok-besok kalo nonton film yang sedih jangan di bioskop, di kamar aja, hhaaa"

Pengalaman 2 kali masuk teater bioskop untuk menonton film terbaru, membuatnya ketahuan kalau dia orang paling ndeso dibandingkan teman-temannya [yo ben]... :D

bawa kacang rebus, jagung bakar ke dalam teater, kayaknya asik tuh.. hhhaa..

setelah menjadi mahasiswi tingkat akhir seperti ini, kadang ada rasa rindu yang tiba-tiba menyeruak di dasar hati ini, "kapan kita 'bersenang-senang' lagi?"

"ada negeri 5 menara lho.. oiya, setelah negeri 5 menara mungkin tahun ini ada 5 cm nya bang Donny.. nonton yo?"

njuk tiba-tiba ngeh, kenapa angka lima menjadi nomor favorit penulis ya? dan kenapa penulis novel best seller itu kebanyakan adalah laki-laki?

-karena 5 itu rukun islam- [religiusitas]
-karena 5 itu pancasila- [nasionalis]
-karena 5 itu agama yang diakui di Indonesia- [pluralitas]
-karena 5 itu cuma butuh angka 5 itu sendiri untuk membaginya supaya menjadi satu-[bilangan prima kelas 4-matematika]

5 itu kita, istimewa :)

hhheee..

Antologi Rasa 3 Jam Yang Lalu

"If you make a girl laugh, she likes you, but if you make her cry, she loves you."

Kutipan yang kutemukan dalam sebuah novel.

Bagiku tidak penting seorang wanita itu tertawa ataupun menangis karena siapa atau karena apa. Yang terpenting itu adalah bagaimana kamu (laki-laki) membuat wanita berhenti menangis!

Entahlah, rasa macam apa ini. Bagiku ini mungkin kisah romantika paling pengecut yang pernah kualami. Diam bertahun-tahun dalam doa kemudian kamu memutuskan untuk mengakhiri perasaanmu selama separuh hidupmu setelah kamu yakin betul bahwa kamu bukan tulang rusuknya!

"Aku paling suka mbaca buku sama nonton film."
"sama. tapi bagiku tidak perlu ada alasan untuk menyukai keduanya."
"ahh.. itu kan kamu, aku punya."
"apa?"
"ketika aku membaca atau aku menonton film, aku hanya perlu memakai perasaanku untuk ikut merasakan apa yang terjadi di dalamnya. selanjutnya apapun yang terjadi pada tokoh yang ada di dalamnya, mau sad ending atau happy ending, tidak akan berpengaruh padaku. Perasaanku akhir-akhir ini mati karena sesuatu hal yang tidak pernah kuketahui. dan aku menemukannya kembali 3 jam yang lalu."


Ketika pilihan menuntutku untuk memilih, ingin rasanya aku menjelajah waktu, meloncati masa yang tak terhingga kemudian berlari meninggalkan roda waktu yang ujungnya tak disangka. Aku terpuruk, menangis seolah mengetuk pintu surga tapi Tuhan tak mendengarku. Merengek supaya namamu, tertulis pada Lauhul MahfudNya untukku. 3 jam yang lalu, aku mulai sadar, Aku harus melanjutkan hidupku!

Dulu hampir setiap saat aku selalu berharap agar kamulah yang pada akhirnya menjadi happy endingku. Tapi, 3 jam yang lalu kulihat takdir menunjukkan bahwa kita berjalan tak dalam satu haluan. Dan tentu saja aku tak akan menyalahkan takdir karena aku tahu di sinilah nilai kehidupan yang sesungguhnya. Jatuh kemudian bangkit. Berhenti kemudian berlari lagi. Begitu seterusnya hingga tak ada pergantian siang dan malam (lagi).


[3 jam yang lalu]


cinta yang kuimani akan menjadi 'happy endingku' justru berlabuh di tempat lain. Semoga berbahagia :) dan saya akan melanjutkan hidupku dengan bahagia.

Le Grand Voyage [Recomended]

Kali ini mari kita bicarakan tentang pilem. Pilem yang sebenernya udah nongol di taon 2004 ini, emang baru aja saya tonton. hebaaat. emm 2004 kan ya? yang pertama, mari kita maklumi karena pada bilangan taon segitu saya masih sangat imut-imut (amit dah)... yang kedua, pada bilangan taun segitu saya agak gaptek masalah internet, yang ketiga di usia yang sedini itu (jiaaaah) saya belum punya komputer, apalagi laptop yaaa... di taon segitu, saya masih sangat alim untuk minjem VCD di rentalan. haaaalllllaaaahhh...

Okokok... mari sejenak kita lupakan, alibi yang kagak penting itu.

Le Grand Voyage, judul pilem garapan orang Prancis. Pilem le grand voyage terasa lebih alami. ibaratnya nih ya kalo di Indonesia ntu kayak Si Doel Anak Betawi Asli. asli dahhhh...ceritanya tentang potret kehidupan orang tua - anak yg alami tanpa perlu dibumbui dialog-dialog cerdas.

le grand voyage mampu menggambarkan gap antar generasi dan perbedaan pemikiran antara orang tua dan anak dengan sedikit dialog. Meski sangat hemat dialog antar pemain di pilem ini, namun cukup mudah dipahami kok..

Awal kisah (ya’eee), diceritakan Reda (nicolas cazale) yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian, dan sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita Perancis berbeda agama, harus meninggalkan semuanya demi mengantar dan menemani bapaknya (mohamed majd) pergi haji, nyetir mobil 5000 km dari perancis sampai ke Arab. Nah lo, naik mobil melintasi benua Eropa... karakter bapaknya sendiri adalah figur dominan yg keras kepala, imigran Maroko di perancis yg taat menjalankan syariat islam, tanpa kompromi.

satu mobil, dua karakter yg sama-sama keras. Melintaslah mereka ke Italia, Slovenia, Kroasia, Serbia, dan Bulgaria. Menyeberang ke Turki, Suriah, Yordania, hingga Arab Saudi. Pertikaian kecil meletup sepanjang jalan. Dan, tahulah kita, betapa asingnya dunia ayah dan anak ini. Kita pun diperlihatkan, betapa uniknya peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat perbedaan isi kepala dan kegagalan berkomunikasi.

Ini nih yang paling saya suka, ada hal-hal menarik yang tak terduga. Sarat akan nilai, hingga mencabik-cabik relung jiwa penontonnya. Pertanyaan yang pasti akan muncul bagi orang awam seperti kita adalah, “Kenapa juga si harus pakai mobil, tinggal naik pesawat kayak orang lain naik haji aja gitu aja kok repot?”
''Air laut baru akan kehilangan rasa pahitnya setelah ia menguap ke langit,'' jawabnya.
"Apa?''
"Ya, begitulah air laut menemui kemurniannya. Ia harus mengangkasa melewati awan. Inilah mengapa lebih baik naik haji berjalan kaki ketimbang naik kuda. Lebih baik naik kuda ketimbang naik mobil. Lebih baik naik mobil ketimbang naik perahu. Lebih baik naik perahu ketimbang naik pesawat terbang...''
Percakapan ini terbetik pada sebuah trotoar di Bulgaria ketika keduanya terpaksa berlindung dari empasan badai salju. Mobil mereka mogok. Usai melintas sepertiga benua Eropa di atas roda empat, tanya Reda pun akhirnya pecah. ''Mengapa tak naik pesawat terbang saja ke Makkah?'' Sebuah pertanyaan masuk akal. Alih-alih terusik oleh tajamnya pertanyaan Reda, sang ayah justru menjawabnya puitis.
Sebuah jawaban yang tentu saja tak mudah dicerna oleh rasio awam yang matematis. Jawaban yang agaknya lebih bisa dicerna oleh hati yang khusuk. Tafsirnya adalah semakin sulit perjalanan menuju Makkah, menurut sang ayah, maka semakin kita memurnikan jiwa kita --seperti halnya perjalanan air laut yang mengangkasa. Hanya dengan cara itulah, ia menemukan kemurniannya kembali.
Film ini amat sederhana, hemat dialog, namun sukses mengaduk emosi dan menggelitik saraf spiritual. Meski tidak ada yang sempurna di dunia ini, dan kesempurnaan hanya milik Allah swt (kata bunda Dorce), begitupun yang terjadi dengan pilem ini. Endingnya, saya agak kurang bisa mengerti perasaan Reda dan apa yang akan Reda alami setelah banyak hal menimpanya dan ayahnya... ending begitu saja, kemudian ada beberapa kejanggalan teknis ketika roll pilem sudah masuk ke kota Mekah... halaaaah sotoy ayam tenan ki....

http://islamic-indo.blogspot.com/2011/02/download-film-le-grand-voyage.html

Sepenggal Adegan


...................................................................................
Lee Kyu Won: Aku ingin duduk di pantai pada malam hari.Melihat langit berbintang, jika ada bintang jatuh, aku akan membuat keinginan.
Lee Shin: Apa keinginanmu?
Lee Kyu Won: Rahasia. Jika ada bintang jatuh yang lain, aku akan membuat keinginan lain.
Lee Shin: Kalau begitu, aku juga ingin membuat keinginan.
Lee Kyu Won: Apa keinginanmu?
Lee Shin:  Rahasia.
Lee Kyu Won: Kau bahkan meniruku.

Lee Shin: Ingin mendengar keinginanku?
---------------------------------------------------------
Aku berharap kau akan menyukaiku lagi.[bukankah aku memberitahumu untuk tidak menangis ketika aku tidak ada--episode ke14]

Sepenggal adegan film drama Korea yang terakhir kali kutonton: Heartstring. Entah kenapa aku paling suka episode kesepuluh.

Habis nonton pilem korea, pasti ujung-ujungnya jadi galau... halaaahhh...
coba deh tonton filemnya dan dengarkan lagunya... menyentuh sekali...
berulang kali menangis, meski sudah kuputar untuk yang kesekian kalinya. Entah apa yang membuatku tidak bosan, bukan karena Park Shin Hye nya atau Yong Hwa nya... karena cerita yang mereka bawakan. Sederhana saja...
Cinta dalam hati...
Cinta yang tak tersampaikan. Cinta yang tak pernah dikatakan...
lalu ketika aku menyerah untuk tidak akan pernah menyukainya lagi, karena satu alasan yaitu tau bahwa cinta yang kubawa tak kan pernah terbalas, justru ia meminta untuk tidak berhenti menyukainya...
"mau mempermaikan perasaanku? aku tau kamu begitu populer, lalu kamu bisa menyuruh perempuan dengan wajah pas-pasan ini seenaknya saja, untuk terus menyukaimu?"

Apabila cinta tak berhasil membebaskan dirimu...
Biarlah hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi ketika cinta itu mati…

Kau tidak perlu mati bersamanya 
Cinta akan menemukan jalannya sendiri 
Dimana semua akan lebur menjadi satu
Terimalah cinta apa adanya 
Bukan sebagai apa yang kau inginkan 
Resapilah makna cinta, dalam Getaran Jiwa 
di dada Karena cinta adalah Anugerah
Bukan paksaan

Akan sangat menyakitkan ketika kita hanya menyimpan semua hal tentang seseorang yang tidak pernah mencintai kita di hati kita...

[untukmu, semoga kamu menyukaiku]

Wiro Sableng [ku]

Dulu setiap habis pulang dari sekolah (jaman kapan ya?? SD kali ya?) selalu buru-buru duduk di depan tivi, buat nonton pahlawan sableng yang fiktif belaka(katanya) tapi keren, yaitu Wiro Sableng.. lucu, dan lagunya menjadi terbiasa di telinga sehingga menarikku untuk melagukannya... aiiiihh...


... Yea hahahahahaha... :D

kau bukan utamakan tegap gagah perkasa..Siapa dia?Wiro Sableng,membela kebenaran, membasmi kejahatan..inilah dia Wiro Sableng...sikapnya lucu, tingkahnya aneh,persis orang yang kurang ingatan dan tak sadarDia selengekan tapi cinta damai..Wiro Sableng disukai banyak orangWiro Sableng, dasar sableng..gurunya gendheng, muridnya sableng..
"Aku melangkah menyusuri dunia mencari arti kehidupanwalau rintangan menghalangi aku tetap tabah menghadapinya..sibak gembira yang menyelimuti diri,meraih satu keputusan, tegakkan keadilan seluruh jagad insani..cahaya kemenangan menyatu hati nurani.."
Wiro, wiro sablengSinto, sinto gendhengWiro, murid sablengSinto, guru gendheng
Wiro Sasongko itu nama aslinya lahir dari ibu bernama Suci..dengan ayahnya bernama Raden Rambolangdan dibesarkan oleh seorang guru Bernama Sinto Geni alias eyang Sinto Gendhengatau Sinto Sinto Gila
Wiro Sableng mewariskan sebuah senjata saktiberupa kapak bermata dua berhulu satu berkepala naga.Kapak Naga Geni 212 namanyasenjata pamungkasnya Wiro Sableng yang hebat, yang siap membasmi orang-orang jahat
"Angka 212 memiliki makna di dalam kehidupandalam diri manusia terdapat dua unsur, ingat duniawi dan Tuhansegala yang ada di dalam dunia ini terdiri atas pembagian yang berlainannamun merupakan pasangan, semuanya tak dapat terpisahkan"



Ada pertanyaan yang muncul setelah aku berkali-kali menonton Wiro sedang beraksi. Kenapa 212? Dan aku menemukan jawabannya di lagu-nya. yap... ternyata di dalam dan diluar tubuh manusia terdapat dua unsur yang saling bertentangan namun merupakan pasangan yang tidak terpisahkan, hal ini mewakili angka 2, dan semua unsur itu berasal dari yang Satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dengan angka 1.

Mari kita perhatikan, di tubuh kita, berapa mata kita? berapa lubang hidung kita? berapa telinga kita? berapa tangan kita? berapa kaki kita? Berapa kepala dan tubuh kita?..yap, semuanya didominasi oleh angka 2, 1, dan 2.. bukan 3 atau yang lainnya... menurutku, 1, dan 2 adalah angka pokok.. 3, terdiri dari 2+1, 4 terdiri dari 2+2, 5 terdiri dari 2+2+1... ini menurutku..
Hal inilah yang mengingatkan kita bahwa semua yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan Yang Satu. Adapun unsur selain dari dalam diri kita, pria dan wanita, baik dan jahat, air dan api, gelap dan terang....

Ada gelap dan terang, tapi sebenarnya gelap tidaklah ada, yang ada hanyalah tidak adanya seberkas cahaya sehingga yang tampak hanyalah kegelapan. Ada baik dan jahat, jahat itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah tidak adanya cahaya kebaikan sehingga yang tampak adalah kejahatan.

"Segala yang beraneka hakikatnya (adalah) Satu, sebab tiada kebenaran yang mendua."

[blogger]

Akhirnya tiada kesempurnaan di dunia ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan milik bunda Dorce :D [mengutip kata-kata Dorce Show] ahhha...

[yang merindukan datangnya Wiro Sableng-lagi]

a crazy little thing called love [note FB 16 Mei]

.... teringat sebuah tulisan dari seorang kawan, dia bilang "cinta itu indah sekali, mba". Buku yang pernah ia berikan padaku, mengajari banyak hal tentang cinta khususnya cinta padaNYA...
"cinta sejati, dimana cinta yang kita tanam dengan tulus padaNya, pasti akan terbalas oleh cinta dariNya. Tak akan bertepuk sebelah tangan. Sesungguhnya cinta kepadaNya adalah nikmat yang tiada bandingnya. Sebuah cinta dimana kita merasakan ketentraman dan kedamaian luar biasa. Sebab, Pihak yang dicintai tidak pernah meninggalkan yang mencintai. Bahkan, Dia selalu bersedia memaafkan kita jika kita berbuat salah, dan jika kita benar-benar menyesalinya. Dia tetap bersabar, ketika kita berpaling dariNya. Dia mengingatkan kita, ketika kita lalai terhadapNya. Dia tidak pernah bosan bersama kita, hingga kita sendiri merasa bosan. Tidakkah kita melihat, adakah disana cinta yang lebih agung dari cintaNya?"

sejenak, lalu aku ingat film itu. Film Thailand yang membuatku mengutip banyak kata dari apa yang disampaikan di dalamnya...
begini katanya:

..all of us,have someone who is hidden in the bottom of the heart. When we think of him,we will feel like ummm...always feel a little pain inside. But we still want to keep him. Even though,we don't know where he's today. What is he doing. But he is the one who makes me know this A CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE.
+Nam: i have something to tell you. I like you very much. Been loving for 3 years. I've done everything changed myself in every aspects because of you. Applied for a classical dancer club,played a stage drama,be a drum major,be better at sudying.it's for you. But i know for now that the thing that i should do the most and should have done since a long time ago,is telling you straightly that...i love you..
-Shone (i called him,a stupid guy):just silent..

...don't know how long is it,
that i've to resist everything, hide all of the truth in my heart. Every time we meet, every time you turn to me,that i pretend to be still,
do you know how much i've to force myself,can you hear that my heart is telling you i love you..
Can you hear that my heart is waiting there for you to open,can only hope you will know it someday..SOMEDAY..
Though i love you,though i feel it,but deep inside isn't brave enough..can only hope you will know it that i'm the one here to love you,i'm begging you,please know it someday...
Can you hear that? My heart is telling you i love you but i cannot reveal my true feeling to anyone.
Can you hear that? My heart is still waiting there for you to open and i can only hope you will know it someday..

Yap, cinta itu butuh pengorbanan... No sacrifice, no victory... dan cinta itu butuh pembuktian tidak hanya pengakuan. cinta apapun itulah...

SANG PEMIMPI

Filem ini tak pernah bosan aku tonton... selalu menginspirasi..

1 Maret 2011, berulang kali aku memutarnya di komputer kecilku.. berulang kali pula, aku menangis... bukan karena di situ ada Ariel,.. tapi karena mimpi yng dimiliki oleh Ikal, Arai, Jimbron (akhirnya) ia dapatkan, tentu dengan perjalanan yang (bagiku) tak mudah... Mimpi... Impian... Ya Harapan.., ASA... aku punya semua itu.. Aaarrgh.. namun apakah semua yang kumiliki itu hanya akan menjadi impian yang ada di awang-awang saja? Huuuhh... aku benar-benar tidak mau...dari filem itu aku yakin 100% bahwa impian bisa terwujud jika kita cepat bertindak dan berprasangka baik padaNya saja.. Pada Pemilik Mimpi-Mimpi itu..
Kereen..


Kau tau kenapa aku bersikap keras padamu? Karena aku tidak ingin kamu terbuai dan berpikir bahwa perjalanan kalian meraih mimpi-mimpi itu akan mudah, kalau kamu ingin bermimpi yang tinggi-tinggi, maka bermimpilah!, tapi kau harus yakini mimpi itu dan temukan jalan terbaik untuk meraihnya. Jangan kau berpikir perjalanan menuju ke sana akan mulus, akan banyak rintangan di depan kau, kau harus kuat menghadapinya. (Pak Mustar)

Betapa kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa, kalau kalian mampu menyusun kata-kata itu dengan indah, bukan saja kalian mampu membuat karya yang luar biasa, tapi kalian juga bisa membuat orang lain tergetar dengan apa yang kalian tulis atau kalian ucapkan. (Julian Balian)
Para Pelopor! Sebelum kita mulai (tutup) kelas hari ini, Mari kita pekikkan kata-kata yang memberimu inspirasi!

Kaum muda, yang diperlukan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tak pernah diimpikan siapapun. (John F. Kennedy)
Tidak semua yang dapat dihitung dapat diperhitungkan, dan tidak semua yang dperhitungkan dapat dihitung (Albert Einstein)
Masa muda, masa yang berapi-api (H. Rhoma Irama)
“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yang berjiwa tangguh.” (Mahatma Gandhi)

Bermimpilah! Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Jika kita tidak punya mimpi dan harapan, orang-orang macam kita ini akan mati, Kal! Pada akhirnya kau akan sadar, bahwa bermimpi adalah sesuatu yang indah. (Arrai_Sang Pemimpi_Sang Seniman Gila)

Apa kata-kata penyemangatmu hari ini, Riik?

"Banyak orang gagal karena tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan saat mereka meyerah!" [Thomas Alfa edison]..

Lalu, apa kata-kata motivasimu hari ini kawan???

SemangKaaaa... Iyeeeyy...

*Semangkaaaa..= semangat kawan ^^ 
*SemangKA: semangat Karena Allah