Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Pelajaran Episode Final Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo



#scarletheart punya tokoh utama bernama Hae Soo. Hae Soo menghabiskan hidupnya terjebak di antara 6 pria berkuasa dan punya ambisi berkuasa. 4 pria di antaranya tertarik padanya. Drama ini menunjukkan bahwa, perasaan manusia bisa saja berubah. Drama yang sejak awal dikemas jenaka bercampur sendu, pada episode final dibuat tragis oleh penulis dan tentu Sang Sutradara. Banyak yang menanti-nanti pada siapa Hae Soo akan menghabiskan sisa hidupnya, dan bagaimana ending drama tsb, setelah dapat spoiler dan ada yang menonton terlebih dahulu kemudian bilang, "Sudah, gak usah ditonton. Mengecewakan." Bagi saya, "mbok yo woles wae gaes". Karena drama memang harusnya berhenti dan cukup pada episode 20 saja tidak perlu terlalu panjang. Ya meskipun ada yang berpendapat, mengecewakan. Woles wae gaes, karena hidup sebenarnya bisa saja seperti cerita #scarletheart . Hidup kemudian mati. Bertemu kemudian menikah. Bertemu kemudian bisa juga berpisah. Yang dideketin siapa kemudian yang dinikahin siapa *eh. Seandainya kita menginginkan atau mengharapkan ending seperti apa, bisa kita jelaskan atau bilang langsung sama Sang Sutradara. Ya kayak berdoa. Kita mau sesuatu, kita bilang sama Tuhan. Ceritakan, Rinci, dan tentu dengan etika. Setelah bilang dan berdoa, itu sudah bukan urusan kita lagi. Karena Sang Sutradaralah yang menentukan. Kalau itu sesuai dengan harapan kita. Syukur. Jika tidak dan justru mengecewakan. Jangan hujat. Jangan nggak sopan lalu mengata-nga't**'. Syukuri lalu ambil pelajaran. Hidup tentu tidak berhenti hanya karena menunggu kita menangis tersedu-sedu dan menyalahkan Sang Sutradara. Hidup terus berjalan. Kita hanyalah penonton bagi kehidupan orang lain dan lakon pada takdir kehidupan masing-masing.


Sekian.

Ahn & Goo

Ahn Jae Hyun, pemuda kalem kelahiran 1987 yang jatuh cinta pada seorang “nuna” kelahiran 1984. Aku mengenalnya, saat ia jadi adik dari Cheon Song Yi, pacar Bang Alien Do Min Joon ssi. Saat itu, Ahn masih terlalu polos untuk bisa diajakin diskusi perkara pria dan wanita, halal dan haram, mahram dan bukan mahram. Ah, gile lu ndro. Adik Cheon Song Yi ini jenius dan paling suka sama teropong bintang. Kadar kekoplakannya hampir sama seperti embaknya. Setelah jadi adik ipar Alien, Jae Hyun mewujudkan cita-citanya jadi polisi bareng Lee Seung Gi, Cha Seung Won, Park Jung Min, dan Go Ara. Kadar kekoplakannya meningkat setelah kumpul bareng geng kepolisian ini. Sehabis jadi polisi, Ahn Jae Hyun berubah jadi setengah manusia setengah dracula dan bertemu Goo Hye Sun. Nah di sinilah, dia jatuh cinta dan beruntungnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ahn yang kalem dan Goo yang juga tidak banyak tingkah, membuat hubungan keduanya tidak pernah diketahui oleh media dan fansnya.

Seiring berjalannya waktu, 1 tahun setelah produksi drama Ahn dan Goo berakhir, kabar pernikahan mereka beradar. Media berbondong-bondong mengulas kisah perjalanan cinta pasangan ini. Ya, ini kisah nyata. Kalau kamu menebak bahwa aku sedang halusinasi mikirin drama, kamu salah. Ini bukan lagi cerita Seo In Guk di King of High School, ini kisah nyata milik insan bernama Ahn dan Goo. Cerita indah bak negeri dongeng yang nyata dengan pemeran utama Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun. Yes, adek bisa apa. Cinta mah cuma bisa merelakan kepergian Rangga. Sebagai penonton yang sok tahu, sudah seharusnya aku berkomentar. Cuma mau bilang, “Luar biasa”. Di saat pemuda-pemuda seusia Ahn lagi sibuk-sibuknya bikin cerita bareng pacar-pacarnya, dan sibuk bikin caption di instagram bareng pacar-pacarnya, Ahn justru mantap bertanggungjawab sepenuhnya atas kehidupan Goo yang usianya terpaut 3-4 tahun lebih tua dari dirinya. Di saat pemuda-pemuda tampan seperti Lee Min Hoo, Kim Woo Bin, Song Jong Ki, Kim Soo Hyun, Park Seo Joon, Lee Seung Gi, Choi Siwon, Joo Won, sibuk keliling dunia mengadakan fanmeeting, sibuk mengatur jadwal untuk memenuhi panggilan wajib militernya, atau seperti Kim Hyun Joong yang sibuk berdalih di pengadilan bersama mantan pacarnya, Ahn justru mantap dan yakin untuk menikah di saat karirnya berada di puncak bersama Goo pada 21 Mei 2016 mendatang.

Karir yang tengah berada di puncak tidak membuat Ahn terbuai dengan padatnya jadwal syuting dan mengabaikan perkara jodoh. Momen terpenting bagi Ahn bukanlah menjaga karirnya tetap berada di puncak, namun membawa Goo bersama dirinya di puncak itulah yang terpenting. Yang lebih mengagumkan adalah konsep pernikahan mereka tidak dibuat secara mewah, meriah, dan megah. Menurut kesoktauan seorang intel, Ahn dan Goo akan menyumbangkan biaya pesta pernikahannya untuk keperluan donasi. Mereka akan menyalurkan sumbangan ke Rumah Sakit anak di Korea. Sebagai ganti dari pesta pernikahan, Ahn dan Goo hanya akan merayakan pernikahan mereka dengan pertemuan keluarga dari kedua belah pihak.

Akhir kata, cuma mau bilang, “Ternyata adik Cheon Song Yi sudah dewasa ya, syelamat, dan bahagia selalu. Ya, semoga segala niat baik itu dimudahkan jalan dan urusannya. Syelamat kakak :D”

Protagonist



Ijinkan kali ini ane khilaf bentar aja, nulis yang nggak penting. Jiwa labil ane tetiba muncul dan menyeruak begitu saja di dalam dada, takutnya nggak ada wadah yang bisa menampungnya. Jadi ane mau tulis aja. *ngemis guling guling

kawan-kawan dekat dan juga kawan yang tidak sering berpapasan langsung sama saya, banyak yang menganggap bahwa saya tipe emak-emak yang suka sinetron dan kecanduan K-Pop. Idih, padahal enggak ya. Cuma suka aja drama korea dan pria-pria koplak khas asia yang kebetulan tampak tampan di layar kaca. Dan tampak....nya dia jodoh saya *ampun mak... Saya sih nggak tersinggung dituduh kecanduan K-Pop, yang saya khawatirkan cuma kalau nanti calon suami saya melarang segala yang berbau Korea, eh.. baiklah kalau begitu bisa saya pertimbangkan :D *labil*

Selama nonton drama Korea, sadar nggak sadar saya, kadang sadar, kadang nggak sadar sering ngigau sama karakter yang ada di drama. Setelah nonton, karakter itu kebawa ke mimpi-mimpi absurd remaja telat galau. Kalau diurutin, sampe sekarang saya masih ngimpiin karakter-karakter ini.


1. Seo In Guk – Lee Ha Na.


Posisi yang paling pertama, dan belum bisa saya lupakan adalah Seo In Guk di King of High School. Di sana dia meranin dua karakter yaitu Lee Min Suk anak SMA usia 18 tahun dan kakaknya si Lee Hyung Suk 26 tahun. Yang paling bikin lumer dan dengan karakter mengesankan pas dia jadi Lee Min Suk seutuhnya. Lee Hyung Suk, kakaknya si Min Suk ini ceritanya sangat berprestasi di Jerman dan kecerdasannya di atas rata-rata. Tapi sayangnya, dia judes, dingin, penuh ambisi dan dendam. Tapi tenang, dia penuh kasih sayang, pada adiknya, pada keluarganya, pada ayah angkatnya, dan pada embahnya. Untungnya hatinya masih bisa disentuh ama yang namanya naluri kemanusiaan yaitu memaafkan karena bujukan adiknya yang paling ia cintai. Drama ini tuh, walaupun agak gak realistis di bagian anak SMA yang sering bolos terus jadi manajer di perusahaan, tapi penggambaran tokohnya oke banget. Hidup yang seharusnya itu yang kayak di sini, di dunia ini tuh nggak ada manusia yang jahat banget sebenernya, nggak ada manusia yang selalu berbuat aniyaya. Nggak ada. Yang ada, adalah manusia labil. Kadang khilaf, kadang muncul rasa kemanusiaannya, dan nggak semua kenelangsaan yang dialami manusia harus ditunjukin ke orang lain. Orang baik di dalam drama ini juga nggak digambarin secara lebay. Orang baik, tidak selalu miskin, teraniyaya, diam saja, polos, lugu, bertepuk sebelah tangan.



See, Seo In Guk sama Lee Ha Na. Pasangan noona dongsaeng ini, sukses bikin halusinasi tambah parah. Seo In Guk, anak SMA berusia 18 tahun yang jatuh cinta sama noona usia 28 tahun. Seo In Guk yang ini cukup tenar di sekolahnya, karena doi adalah atlet hockey yang selalu dibuntutin sama adiknya noona itu. Jadi, adiknya noona itu kayak penggemar fanatik yang terlalu obsesi bin posesif. Doi manggil Seo in Guk “Suami Lee” padahal Seo In Guk sejak awal terang-terangan bilang kalau dia nggak suka sama si adik noona ini, dan minta si adik noona itu melepaskannya, merelakannya, dan beralih ke pria yang bisa menganggap keberadaanya. Dan bener aja, di endingnya si adik noona ini, nemuin pria yang tulus padanya, yang juga keberadaannya nggak jauh dari dia. Dia Tae Suk, sahabat baik Seo In Guk. Ceritanya Seo In Guk, itu di hockey SMA nya, dia punya tiga sekawanan gitu. Nah salah satunya dia. Oke, kembali ke Seo In Guk, saat doi ngegantiin emasnya kerja jadi Manajer Retail di perusahaan, doi harus rela jungkir balik tiap hari ganti jadi anak SMA – masuk kelas – presensi – pura pura tidur padahal kabur – lari ke perusahaan lalu jadi manajer. Nah di sana, doi ketemu sama Lee Ha Na, pegawai kontrak yang penggambarannya kayak Betty La Fea tapi tanpa behel. Yes, akhirnya witing tresna jalaran saka kulina, Seo In Guk akhirnya jatuh cinta pada noona ini. Noona ini sebenerya telah jatuh cinta lebih dahulu sama Manajer Yoo (yang diperankan oleh Lee Soo Hyuk) sejak dua tahun yang lalu. Namun, pada saat eonni ini begitu tulus pada Manajer Yoo, Manajer Yoo yang berhati dingin itu tampaknya belum di sadarkan sama Allah swt. Manajer Yoo ini dingin tampak luar, dan workholic. Dia workholic karena sebenernya ingin mengesankan ayahnya supaya bisa menerima dirinya seutuhnya sebagai anaknya. Makanya dia sering khilaf mengahalalkan segala cara buat jadi yang paling oke di perusahaan. Dia dingin, karena perlakuan ayahnya pada dirinya juga dingin. Manajer Yoo ini meskipun dingin di luar, tapi sebenernya dia rapuh di dalam. Dia sayang banget sama emaknya yang disia-siakan sama bapaknya. Nah yang tau rahasia bahwa Manajer Yoo adalah anaknya Pak Presiden di Perusahaan cuma noona Lee Ha Na ini.



Yeah karakter lain yang bikin kagum, adalah karakter yang dimainkan sama Lee Ha Na di sini. Dia itu nggak ember, meskipun dia disakitin sama orang lain, lalu dia nggak menaruh dendam pada orang tersebut terus nyebarin rahasia orang itu. Rahasia akan tetap jadi rahasia dan nggak ada hubungannya sama cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Eonni satu ini juga sayang banget sama adik dan emaknya. Meskipun adiknya, mencintai lelaki yang sama dengan dirinya, dia rela mengalah supaya hubungan persaudaraannya nggak rusak. Selain itu, pas eonni nya ini sempet dipecat dari perusahaan lalu lagi usaha cari kerjaan lain buat nyukupin kebutuhan adiknya yang tinggal serumah sama dirinya, dia rela nggak ngasih tahu adiknya kalau dia udah nggak punya pekerjaan. Dia tetep ngasih uang saku ke adiknya, meskipun dirinya sendiri kesusahan harus berhemat. Adiknya yang khilaf membelanjakan uang sakunya buat ngebeliin jajanan buat Lee Min Suk, akhirnya tahu kalau kakaknya udah dipecat, kemudian doi ternyata cukup dewasa untuk menghadapinya. Doi jadi rajin mbersihin rumah, takut ngrepotin eonni nya yang udah kerja banting tulang buat ngidupin dia.

Pada suatu ketika, eonni ini dimanfaatkan sama Manajer Yoo. Sakit hatilah dia, dan dia berjanji untuk tidak mencintainya lagi. Tapi namanya perasaan manusia, nggak sekejap giitu aja langsung berubah. Dia cuma sedang usaha merubah perasaannya. Yes, tanpa dia sadari perasaan cinta itu sudah berubah menjadi sebatas sikap peduli dan perhatian pada atasannya saja. Dia tetep baik pada atasannya. Lalu Seo In Guk, menyatakan cinta pada eonni ini. Lalu eonni ini bilang, bahwa dia sangat berterima kasih karena dicintai namun tidak dapat menerima cinta tsb, karena dia sadar statusnya di perusahaan hanya karyawan kontrak dan Seo In Guk adalah atasannya dan dia juga bilang bahwa dia tidak mungkin secepat itu mencintai seseorang yang lain setelah disakiti oleh Manajer Yoon. Perasaan manusia tidak berubah secepat itu, katanya. Lalu, keesokan harinya, saat mereka bertemu di kantor, berubahlah sikap Seo In Guk pada noona ini, karena dianggapnya setelah ungkapan perasaannya ini akan membuat canggung di antara keduanya. Selang dua hari mereka tidak bertemu di kantor, yang dianggap noona ini Manajer nya menghindari dirinya dengan beralasan bertugas ke Jepang, padahal Seo In Guk ini sedang ngecamp sama tim hockey SMA nya buat persiapan pertandingan. Yes, perasaan seseorang bisa dianalisis kalau udah nggak ada orangnya. Si noona ini merasa, ada yang hilang. Gitu juga sama Seo In Guk, dia merasa nggak seharusnya dia menyerah gitu aja. Seo In Guk akhirnya kabur dari camp pelatihannya buat menemui noona ini. Cuma buat bilang, bahwa dia bukan tipe orang yang mudah menyerah. Jadi dia nggak akan menyerah, meskipun ditolak sama si noona buat yang pertama kali, dia minta ijin supaya boleh terus mencintainya, tanpa harus dipedulikan keberadaannya. *Lumer*



Seo In Guk: koplak bersama tiga kawannya, nggak kaya, nggak bermobil, cerdik, meneduhkan, melindungi, pantang menyerah, agak gengsian dikit, penuh kejutan, unpredictable, gigih, baik hati, penyayang keluarga dan noona, peduli, kalau kencan sama noona-nya pakai bis atau vespa diajakin jalan-jalan bukan ke mall atau bioskop, tapi di tempat-tempat historis, alam, kalau nggak ke tempat makan. Dia gengsi, pas double date sama kawannya si noona dan pacarnya kawannya inilah yang mau nraktir makanan mereka berempat, Seo In Guk langsung menolaknya, dia bilang bayar sendiri-sendiri aja. :D Meskipun pada akhirnya, si Seo In Guk ini ngutang sama noona :D



Lee Ha Na: koplak bersama Seo In Guk, sering memendam bebannya sendiri, nggak mau ngrepotin orang lain, penuh prasangka baik pada orang lain dan nasibnya sendiri, perhatian sama orang lain, tetap peduli meskipun udah disakitin, dia itu baik, kalau dia berbuat baik ya udah nggak usah diceritain sama orang lain, kalau dia disakitin sama orang lain ya udah dia nggak nyritain kejelekan orang yang nyakitin ke orang lain, ini orang legawa dan nrima banget tapi tetep kelihatan ceria dan happy.



Kalau dinilai dari skala 1-10, dua orang ini dapet 10. Perfecto.



2. Park Seo Joon


Park Seo Joon ini juga main di drama komedi romansa noona dongsaeng. Aduh kok aku jadi tipe pecinta crita noona dongsaeng gini sih. Eh, kebetulan aja. Ini lebih parah lagi ketimbang Seo In Guk, Park Seo Joon di Witch’s Romance ceritanya jadi mahasiswa yang lagi cuti kuliah yang usianya 25 tahun terus kerja di sebuah perusahaan jurnalis dan di situ doi jatuh cinta sama ahjumma eh, noona usia 39 tahun -_-‘ speechless.. Di sana doi jadi mahasiswa kedokteran yang cuti kuliah, buat nyari duit buat nglanjutin hidupnya. Dia itu gigih, dan baiknya masya Allah. Di balik kekoplakannya, sebenernya dia juga rapuh karena ditinggal mati kekasihnya. Dia merasa bersalah jadi dokter tapi nggak bisa menolong pacarnya. Akhirnya, dia memutuskan melepaskan kemapanannya sebagai anak Direktur Rumah Sakit ternama di Korea dan nyari duit dengan keringatnya sendiri. Nggak ada yang tahu kalau dia anak Direktur Rumah Sakit. Toh dia juga bukan orang yang songong yang mamerin kekayaannya dengan membawa mobil kemana-mana dan pake jas kemana-mana. Yes, sama, di sini juga witing tresna jalaran saka kulina..




Park Seo Joon: koplak, kaya tapi tidak merasa harus menunjukkan bahwa dia kaya, kemana-mana pake motor bebek, nggak malu numpang tidur di tempat temennya, baik (baik aja, nggak baik banget), bukan tipe penggombal, bukan playboy meskipun wajahnya cukup potensial buat mainin perempuan, setia, pantang menyerah, gigih tapi nggak obsesif, rela berkorban, dia kalau kompetisi buat mendapatkan hati perempuan yang dicintainya dia itu mainnya fairplay. Ketika noona yang ia cintai lebih memilih laki-laki yang datang dari masalalunya si Seo Joon ini nggak maksain kehendak, toh noona ini berada pada pria yang tulus dan tidak akan menyakitinya. Ini cara mencintai yang elegan. Di ending cerita, kedua insan beda usia ini berencana untuk menikah setelah Park Seo Joon ini kelar kuliah kedokterannya.



Skor karakter Park Seo Joon ini dapet 10 :D



3. Jang Na Ra



Eonni satu ini emang babyfacenya awet banget dari dulu.. Di Fated To Love You dia meranin jadi istri yang nrima banget. Lugu nya subhanallah. Baiknya masya Allah. Dia nggak bisa nolak alias nggak bisa bilang “tidak” kalau ada orang lain minta tolong. Sangat mencintai keluarganya, penuh kasih sayang dan kelembutan. Lugunya itu bikin lucu. :D Dari film ini kita ditunjukin bahwa cinta itu bisa tumbuh. Cinta, meskipun benda mati dia akan tumbuh jika berubah menjadi kata kerja mencintai dan saling mencintai. :D Kalau mau nonton orang-orang berbudi baik, di sini banyak..


Jang Na Ra di drama ini dapet skor 10 :D



4. Park Yoochun sama Pak Presiden Son Hyun Joo



Park Yoochun sama Pak Presiden ada di drama Three Days. Ya, ini salah satu drama korea yang nihil adegan kisseu. Yoochun di sini dia jadi anggota elit atau kalau versi indonesia nya Paspampres. Nah di sana, dia orangnya disiplin dan totalitas dalam menjalankan tugasnya. Saat sedang bertugas menjaga Presiden, dia ditelpon namun tidak dia angkat karena dia nggak akan mengangkat telepon kalau sedang bertugas. Padahal pada saat itu pihak rumah sakit dan kantor polisi mau mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dalam kecelakaan. Babenya si Yoo Chun ini menjabat jadi menteri ekonomi, dan meskipun katanya mati dalam kecelakaan, namun selidik punya selidik kematiannya ternyata penuh sabotase. Yes, ini drama agak berat karena masuk dalam intrik politik, melibatkan presiden, para petinggi yang pada saat itu mengendalikan Korea. Meskipun agak berat, tapi untungnya penulis nya sangat mahir dalam mengemasnya. Penulis yang juga nulis drama Cyber Ghost ini, berhasil membuat saya jatuh cinta padanya dua kali. Dipikir-pikir, tipe penulis ini nggak terlalu mementingkan kisah romansa dan no kisseu, namun dramanya masih bisa tetep manis ya.. Park Yoo Chun di bantu sama seorang polwan buat mengungkapkan rahasia di balik insiden demi insiden di sekitarnya, yang ternyata berkaitan dengan Presiden. Termasuk pengkhianatan yang ada di tubuh kepolisian, jaksa, dan paspampres sendiri. Tapi untungnya, masih ada orang-orang yang kayak Yoo Chun, Pak Presiden, seorang jaksa senior dan polwan itu. Setiap episode di drama ini sama kayak di Cyber Ghost, penuh kejutan dan nggak gampang ditebak. Ya, Pak Presiden, sebelum jadi Presiden pernah khilaf berbuat salah pada negaranya, namun beliau tobat setelah jadi Preisiden. Banyaknya teror yang datang ke Blue House (istana nya Korea) tidak membuat Pak Presiden mudah terprovokasi dan tetap melindungi rakyatnya meskipun harus mengorbankan nyawanya. Nggak mudah ketebaknya ya karakter Presiden di sini. Awalnya, karena saya tahu Pak Presiden pernah berbuat khilaf di masa lalunya, saya kira ketika datang teror pada dirinya satu demi satu, dia bakalan goyah dan bakalan melakukan apa saja asalkan menguntungkan baginya. Tapi ternyata enggak, beliau orangnya misterius dan akurat kalo menyelesaikan masalah. Pak Presiden ini mementingkan keamanan negara dan keselamatan warganya.



Park Yoo Chun: totalitas, loyal, penuh kepercayaan, setia kawan, salah tingkah kalau mau ngasih perhatian ke perempuan yang disukainya, kalau berhadapan sama polwan yang disukainya tangannya utak-atik sibuk sendiri di bawah meja (grogi).



Kalau di kasih skor, Park Yoo Chun ini saya kasih 9. Soalnya dia jarang ketawa lepas :D (minus 1 kan), tapi masih tetep ngegemesin pas dia jaim gara-gara suka sama polwan.



Kalau Pak Presiden saya juga kasih skor 9. Habisnya, meskipun Pak Presiden niatnya baik, tapi sering membahayakan nyawanya sendiri. Kan mbuat orang-orang yang bertugas menjaga keselematannya jadi was-was dan kalang kabut. Bisa makin gawat kan, kalau orang VIP nomer satu ilang atau celaka. Tenang Bapak, beban bapak bisa bapak bagikan pada kami :D



5. Jung Il Wo


Jung Il Wo ceritanya jadi versi dewasanya Lee Min Ho yaitu jadi masnya Kim Soo Hyun di The Moon That Embraces The Sun. Di sana doi jadi pangeran yang emoh mewarisi jabatan jadi raja, jadi kemudian dilimpahkan ke Kim Soo Hyun. Justru dia memilih buat melindungi Kim Soo Hyun, meskipun dia adalah rival Jung Il Wo dalam hal asmara. Dari remaja, jung il wo ini (pas diperanin sama Lee Min Ho) jatuh cinta sama adik dari sahabat baiknya. Cintanya itu tulus banget *lumer. Di cerita sebenernya, jung il wo lebih dulu yang mencintai si saman, tapi di ending cerita si Saman malah berlabuh sama Kim Soo Hyun dan jung il wo berakhir pada kematian karena melindungi adik tercintanya, dia mikir karena mereka berdua saling mencintai maka yang bisa membahagiakan perempuan yang dicintainya ya cuma Kim Soo Hyun *peluk guling.. Aduh, cara dia mencintai si saman sesuatu sekali...



Jung il Wo: penyayang, penuh cinta kasih, setia kawan, penuh pengorbanan. Kasih skor 9, soalnya dia sempet tidak berbesar hati karena tahu bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, kemudian dia kabur sebentar.



6. Jo Hyun Jae


Dia jadi Han Kang di 49 Days.. T___T Kalau mau nonton drama yang bisa nyadarin kita buat mensyukuri hidup, harus nonton ini.. Dia di sini, jadi orang yang mencintai dan kembali lagi bertepuk sebelah tangan. Suka sejak SMA di sekolah yang sama, dan perasaannya selalu dipendam dan tidak pernah diikrarkan hingga perempuan yang dicintainya ini bertunangan sama pria lain. Yes, dan sampai akhirnya cinta itu tidak pernah diungkapkan sampai mati, eh koma.



Jo Hyun Jae: setia kawan, gigih, bukan tipe troublemaker dan perusak hubungan orang, legawa, nrima, penuh cinta kasih, gengsian, penolong.



Ane kasih skor 8, soalnya dia itu nrima-ne kebangeten. Dia memendam perasaan cintanya bertahun-tahun sampai perempuan yang dicintainya bertunangan di depan matanya. Eh, ahjussi harusnya memperjuangkan dong, ya perjuangan tapi jangan maksain. Sebelum menyesal kemudian. Dia juga jadi tampak kurang bahagia karena jarang ketawa, dan tampak susah move on :D sinih, come to mama...



7. Lee Pil Mo

Dia jadi Gook Chun Soo di Emergency Couple. Itu tuh, yang jadi kepala Gook di UGD atau kepalanya dokter2 magang (residen). Ceritanya di sini, ahjussi ini jadi bujang tua karena dulu ditinggalin pacarnya ke Amerika, dan dia tipe orang yang sulit untuk mencintai. Dia sering nggak sadar kalau sebenernya dia sedang suka sama orang. Gengsinya juga agak gedhe ni ahjussi. Mau muji orang aja agak mikir, apalagi mau nunjukkin cinta sama Song Ji Hyo. Dia orang yang punya pendirian kuat, penolong, penyayang tapi dingin diluar jadi kelihatan judes kalo bilang padahal niatnya baik. Setelah tahu kenyataan bahwa cintanya tak berbalas bertepatan sesaat sebelum dia bilang sama Song Ji Hyo, dia menerima dengan lapang dada kenyataan pahit itu dan di kemudian hari dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa kelak jika dia jatuh cinta, akan ia perjuangkan. Ye, dan bener sebelum Profesor Shim (mantan pacarnya yang dulu) mau pergi ke Amerika lagi sama anaknya, dia mengejar sampai ke Bandara, buat bilang “Tolong kembali :D” Di film ini kayaknya nggak ada orang jahat.



Lee Pil Mo: baik, mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan orang meskipun dia dapet skors (Belum bisa jadi dokter spesialis karena masa lalunya saat jadi dokter residen melakukan kesalahan), adil, menyembuhkan siapa saja tidak membedakan pasien kelas VIP ataupun pasien yang nggak punya uang buat bayar, menyembuhkan siapa saja, saat dokter di UGD enggan menangani dan menunggu hasil laboratorium dulu karena pasien mengidap penyakit langka dan menular dia tanpa pikir panjang, langsung bertindak sebelum pasien justru akan mati sebelum sempat ditangani, cekatan, gengsinya gedhe, nggak pendendam waktu ketemu sama mantan pacarnya lagi yang ternyata udah punya anak justru jadi kawan dekat.



Ane kasih skor 8, meskipun masalah kedokteran dia nomer satu tapi kalau suka sama Song Ji Hyo itu dia nggak bisa nunjukin. Iya, nunjukin tapi bukan show off yaaa... Makanya dia selalu selangkah di belakangnya Choi Jin Hyuk mulu. Dia juga gengsinya gedheeee banget... marai mumet..



8. Dokter di Greatest Love yang ikut reality show sama Gong Hye Jin

Ane nggak tahu siapa namanya, tapi kebaikan hati nya masih bisa ane rasakan.. :D



9. Jo Jung Suk di The King 2 Hearts

Rela mati untuk melindungi rajanya, anti berkhianat, dan bener dia dimatiin gitu aja sama sutradaranya di endingnya, padahal cinta-nya sedang menunggunya kembali T_T



10. Ryu Soo Young di Two Weeks

Ahjussi ini bukan orang jahat, dia jadi polisi yang subhnallah penyayang dan besar hati.



11. Park Jung Min

Dia yang jadi Gook di You’re All Surrounded. Sampai akhir cerita, kayaknya si Go Ara ini nggak nyadar kalau Gook itu cinta sama dia. Ya, meskipun bukan lead male, kebaikan hati, kebesaran hati, kesetiakawanannya dan kekoplakannya cukup menyentuh perasaan saya.



Yeah, sekian. Akhir kata... semoga kebaikan orang lain yang akan selalu kita ingat dan kita contoh, kebaikan kita pada orang lain mari kita lupakan. Kesalahan orang lain pada kita mari kita lupakan, dan kesalahan kita pada orang lain mari kita ingat.

Mari memaafkan.. Maafin ye, udah nulis nggak penting gini :D

Agni

Agni..

Adalah perempuan jawa yang hidup di abad milenium yang paling normal yang pernah kukenal.
Adalah sebenarnya perempuan tidak normal yang mencoba terlihat sebagai perempuan normal.


Instingnya terlalu kuat untuk menebak hal hal tak masuk akal yang akhirnya menjadi masuk akal. Dia hanya bilang bahwa aku adalah orang yang paling ia percayai. Agni menyimpan kagum pada seorang pria. Jika perempuan normal akan berusaha mati-matian menarik perhatian pria yang ia kagumi, berbeda dengan agni. Agni tahu, bahwa menyapanya lewat sms, facebook, twitter, line, wa adalah salah satu cara menarik perhatian pria yang diidamkannya. Agni, perempuan yang menjadi 'gila' karena menyimpan cinta pada seorang pria. Agni, memendam kagum pada seorang pria, diam saja, melihatnya dari jauh, tidak pernah menyapanya lewat sms maupun wa, tidak pernah mendramatisir supaya bisa berpapasan dengannya; tidak pernah mengirim surat cinta, tidak pernah berkomentar pada status fb, twitter, line-nya; tidak pernah basa-basi mengucapkan selamat ulang tahun pada pria yang disukainya, dan selamat-selamat lainnya. Agni, hanya berdiri dari sudut yang tak pernah pria itu lihat, kemudian bersimpuh juga dari sudut yang tak pernah satupun orang ketahui. Agni, sedang belajar mencintai Tuhannya lebih dalam lagi. Mendekat bukan pada pria idolanya, tetapi pada Tuhannya. Itu, Agni, perempuan paling normal yang pernah kukenal.
Perempuan lain yang tidak normal, akan mencintai dengan cara yang berbeda.

Agni, berarti 'api'. Baginya, dia bukan 'api' yang sebenarnya. Bagi kaum Sanskrit, api sering digunakan pada upacara tertentu. Dialah api yang melenyapkan kemungkaran yang ada. Dialah wujud 'kepasrahan', keikhlasan, dan rasa syukur. Agni, melepaskan kecintaannya pada dunia. Agni, tidak mengagungkan duniawi, dan kecantikan manusia. Dan masih sama seperti dulu, bagiku Agni tetaplah perempuan normal yang paling cantik yang pernah kutemui.

Dia bilang mimpinya adalah mau memberi nama semua anak-anaknya dengan nama yang diambil dari bahasa Sanskrit, seperti nama panjangnya. Ah ya kebetulan sekali, aku menulis ceritanya sambil mendengar lagu Ta Ra Rum Pum.. lagu kesukaannya. Agni, sudahkah kamu menikah dengan pria idamanmu? Kamu bilang dia bernama Tirta? Aku hanya dengar dari mulut orang lain, bahwa hidupmu telah berubah di negeri seberang sana? Agni berubah menjadi perempuan utuh yang paling normal. Agni, perempuan bahagia dimanapun dia berada.

Kini, dia tidak lagi menebak hal-hal tak masuk akal, karena baginya hal yang paling masuk akal di dunia adalah berada di samping Tirta. Ah, ya dan sekali lagi Tuhan menunjukkan betapa romantisNya Dia 'kan? Tanpa Agni ketahui, sujudnya dari sudut yang tak pernah satupun orang ketahui itu ternyata ada Tuhan di sampingnya, mendengarkannya, kemudian mengabulkan permohonannya. Tuhan membalas cintanya. Begitu pula Tirta. Tuhan memudahkan pilihannya. Agni, Masih ingat ketika kau kutanya, "Pilih mencintai atau dicintai?" kemudian kamu menjawab, "Aku memilih saling mencintai." Ya, dan Tuhan Maha Tau jawaban atas jawabanmu itu. Tirta, adalah jawabannya.


"Selamat, Agni." dan ini bukan basa-basi :)

Siapa Irena Handono?

Allah selalu memberi petunjuk kepada siapa saja yang mencari kebenaran, dimana pun hamba-Nya berada, di biara sekali pun. Itulah yang terjadi pada Irena Handono yang mendapat hidayah justru saat mencari kelemahan Islam

Ketika membaca surat Al Ikhlas hatinya tunduk akan keesaan Allah swt. Ia mengakui bahwa tak ada yang paling berkuasa dan patut disembah di jagad raya ini selain Sang Khalik.

Mendapat hidayah di Biara

Aku dibesarkan dalam keluarga yang religius. Ayah dan ibuku merupakan pemeluk Katholik yang taat. Sejak bayi aku sudah dibabtis, dan sekolah seperti anak-anak lain. Aku juga mengikuti kursus agama secara privat. Ketika remaja aku aktif di organisasi gereja.

Sejak masa kanak-kanak, aku sudah termotivasi untuk masuk biara. Bagi orang Katholik, hidup membiara adalah hidup yang paling mulia, karena pengabdian total seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan. Semakin aku besar, keinginan itu sedemikian kuatnya, sehingga menjadi biarawati adalah tujuan satu-satunya dalam hidupku.

Kehidupanku nyaris sempurna, aku terlahir dari keluarga yang kaya raya, kalau diukur dari materi. Rumahku luasnya 1000 meter persegi. Bayangkan, betapa besarnya. Kami berasal dari etnis Tionghoa. Ayaku adalah seorang pengusaha terkenal di Surabaya, beliau merupakan salah satu donatur terbesar gereja di Indonesia. Aku anak kelima dan perempuan satu-satunya dari lima bersaudara.

Aku amat bersyukur karena dianugrahi banyak kelebihan. Selain materi, kecerdasanku cukup lumayan. Prestasi akademikku selalu memuaskan. Aku pernah terpilih sebagai ketua termuda pada salah satu organisasi gereja.

Ketika remaja aku layaknya remaja pada umumnya, punya banyak teman, aku dicintai oleh mereka, bahkan aku menjadi favorit bagi kawan-kawanku. Intinya, masa mudaku kuhabiskan dengan penuh kesan, bermakna, dan indah. Namun demikian aku tidak larut dalam semaraknya pergaulan muda-mudi, walalupun semua fasilitas untuk hura-hura bahkan foya-foya ada. Keinginan untuk menjadi biarawati tetap kuat. Ketika aku lulus SMU, aku memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan itu.

Tentu saja orang tuaku terkejut. Berat bagi mereka untuk membiarkan anak gadisnya hidup terpisah dengan mereka. Sebagai pemeluk Katholik yang taat, mereka akhirnya mengikhlaskannya. Sebaliknya dengan kakak-kakaku, mereka justru bangga punya adik yang masuk biarawati.Tidak ada kesulitan ketika aku melangkah ke biara, justru kemudahan yang kurasakan. Daribanyak biarawati, hanya ada dua orang biara yang diberi tugas ganda. Yaitu kuliah di biara dan kuliah di Instituit Filsafat Teologia, seperti seminari yang merupakan pendidikan akhir pastur. Salah satu dari biarawati yang diberi keistimewaan itu adalah saya.

Dalam usia 19 tahun Aku harus menekuni dua pendidikan sekaligus, yakni pendidikan di biara, dan di seminari, dimana aku mengambil Fakultas Comparative Religion, Jurusan Islamologi. Di tempat inilah untuk pertama kali aku mengenal Islam. Di awal kuliah, dosen memberi pengantar bahwa agama yang terbaik adalah agama kami sedangkan agama lain itu tidak baik. Beliau mengatakan, Islam itu jelek. Di Indonesia yang melarat itu siapa?, Yang bodoh siapa? Yang kumuh siapa? Yang tinggal di bantaran sungai siapa? Yang kehilangan sandal setiap hari jumat siapa? Yang berselisih paham tidak bisa bersatu itu siapa? Yang jadi teroris siapa? Semua menunjuk pada Islam. Jadi Islam itu jelek.

Aku mengatakan kesimpulan itu perlu diuji, kita lihat negara-negara lain, hiliphina, Meksiko, Itali, Irlandia, negara-negara yang mayoritas kristiani itu tak kalah amburadulnya. Aku juga mencontohkan negara-negara penjajah seperti terbentuknya negara Amerika dan Australia, sampai terbentuknya negara Yahudi Israel itu, mereka dari dulu tidak punya wilayah, lalu merampok negara Palestina. Jadi tidak terbukti kalau Islam itu symbol keburukan. Aku jadi tertarik mempelajari masalah ini. Solusinya, aku minta ijin kepada pastur untuk mempelajari Islam dari sumbernya sendiri, yaitu al- Qur'an dan Hadits. Usulan itu diterima, tapi dengan catatan, aku harus mencari kelemahan Islam.

Kebenaran surat Al Ikhlas

Ketika pertama kali memegang kitab suci al-Qur'an, aku bingung. Kitab ini, mana yang depan, mana yang belakang, mana atas mana bawah. Kemudian aku amati bentuk hurufnya, aku semakin bingung. Bentuknya panjang-panjang, bulat-bulat, akhirnya aku ambil jalan pintas, aku harus mempelajari dari terjemah.

Ketika aku pelajari dari terjemahan, karena aku tak mengerti bahwa membaca al-Quran dimulai dari kiri, aku justru terbalik dengan membukanya dari kanan. Yang pertama kali aku pandang, adalah surat Al Ihlas.

Aku membacanya, bagus surat al-Ikhlas ini, pujiku. Suara hatiku membenarkan bahwa Allah itu Ahad, Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia. "Ini 'kok bagus, dan bisa diterima!" pujiku lagi.

Pagi harinya, saat kuliah teologia, dosen saya mengatakan, bahwa Tuhan itu satu tapi
pribadinya tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Tiga Tuhan dalam satu, satu Tuhan dalam tiga, ini yang dinamakan trinitas, atau tritunggal. Malamnya, ada yang mendorong diriku untuk mengaji lagi surat al-Ihklas. "Allahhu ahad, ini yang benar," putusku pada akhirnya.

Maka hari berikutnya terjadi dialog antara saya dan dosen-dosen saya. Aku katakan, "Pastur (Pastur), saya belum paham hakekat Tuhan."

"Yang mana yang Anda belum paham?" tanya Pastur.

Dia maju ke papan tulis sambil menggambar segitiga sama sisi, AB=BC=CA. Aku dijelaskan, segitiganya satu, sisinya tiga, berarti tuhan itu satu tapi pribadinya tiga. Tuhan Bapak sama kuasanya dengana Tuhan Putra sama dengan kuasanya Tuhan Roh Kudus. Demikian Pastur menjelaskan.

"Kalau demikian, suatu saat nanti kalau dunia ini sudah moderen, iptek semakin canggih, Tuhan kalau hanya punya tiga pribadi, tidak akan mampu untuk mengelola dunia ini. Harus ada penambahnya menjadi empat pribadi," tanyaku lebih mendalam.

Dosen menjawab, "Tidak bisa!"

Aku jawab bisa saja, kemudian aku maju ke papan tulis. Saya gambar bujur sangkar. Kalau dosen saya mengatakan Tuhan itu tiga dengan gambar segitiga sama sisi, sekarang saya gambar bujur sangkar. Dengan demikian, bisa saja saya simpulkan kalau tuhan itu pribadinya empat. Pastur bilang, tidak boleh.

Mengapa tidak boleh? Tanya saya semakin tak mengerti.

"Ini dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja!" tegas Pastur.
Aku katakana, kalau aku belum paham dengan dogma itu bagaimana?

"Ya terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!" tegas Pastur mengakhiri. Walau pun dijawab demikian, malam hari ada kekuatan yang mendorong saya untuk kembali mempelajari surat al-Ikhlas. Ini terus berkelanjutan, sampai akhirnya aku bertanya kepada Pastur,

"Siapa yang membuat mimbar, membuat kursi, meja?" Dia tidak mau jawab.

"Coba Anda jawab!" Pastur balik bertanya. Dia mulai curiga. Aku jawab, itu semua yang buat tukang kayu.

"Lalu kenapa?" tanya Pastur lagi.

"Menurut saya, semua barang itu walaupun dibuat setahun lalu, sampai seratus tahun kemudian tetap kayu, tetap meja, tetap kursi. Tidak ada satu pun yang membuat mereka berubah jadi tukang kayu," saya mencoba menjelaskan.

"Apa maksud Anda?" Tanya Pastur penasaran.

Aku kemudian memaparkan, bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan seluas isinya termasuk manusia. Dan manusia yang diciptakan seratus tahun lalu sampai seratus tahun kemudian, sampai kiamat tetap saja manusia, manusia tidak mampu mengubah dirinya menjadi Tuhan, dan Tuhan tidak boleh dipersamakan dengan manusia.

Malamnya, kembali kukaji surat al-Ikhlas. Hari berikutnya, aku bertanya kepada Pastur, "Siapa yang melantik RW?" Saya ditertawakan. Mereka pikir, ini 'kok ada suster yang tidak tahu siapa yang melantik RW?.

"Sebetulnya saya tahu," ucapku.

"Kalau Anda tahu, mengapa Anda Tanya? Coba jelaskan!" tantang mereka.

"Menurut saya, yang melantik RW itu pasti eselon di atasnya, lurah atau kepala desa. Kalau sampai ada RW dilantik RT jelas pelantikan itu tidak syah."

"Apa maksud Anda?" Mereka semakin tak mengerti.

Saya mencoba menguraikan, "Menurut pendapat saya, Tuhan itu menciptakan alam semesta dan seluruh isinya termasuk manusia. Manusia itu hakekatnya sebagai hamba Tuhan. Maka kalau ada manusia melantik sesama manusia untuk menjadi Tuhan, jelas pelantikan itu tidak syah." Keluar dari Biara Malam berikutnya, saya kembali mengkaji surat al-Ikhlas. Kembali terjadi dialog-dialog, sampai akhirnya saya bertanya mengenai sejarah gereja.

Menurut semua literratur yang saya pelajari, dan kuliah yang saya terima, Yesus untuk pertama kali disebut dengan sebutan Tuhan, dia dilantik menjadi Tuhan pada tahun 325 Masehi. Jadi, sebelum itu ia belum menjadi Tuhan, dan yang melantiknya sebagai Tuhan adalah Kaisar Constantien kaisar romawi.

Pelantikannya terjadi dalam sebuah conseni (konferensi atau muktamar) di kota Nizea. Untuk pertama kali Yesus berpredikat sebagai Tuhan. Maka silahkan umat kristen di seluruh dunia ini, silahkan mencari cukup satu ayat saja dalam injil, baik Matius, Markus, Lukas, Yohanes, mana ada satu kalimat Yesus yang mengatakan 'Aku Tuhanmu'? Tidak pernah ada. Mereka kaget sekali dan mengaggap saya sebagai biarawati yang kritis. Dan sampai pada pertemua berikutnya, dalam al-Quran yang saya pelajari, ternyata saya tidak mampu menemukan kelemahan al-Qur'an. Bahkan, saya yakin tidak ada manusia yang mampu.

Kebiasaan mengkaji al-Qur'an tetap saya teruskan, sampai saya berkesimpulan bahwa agama yang hak itu cuma satu, Islam. Subhanaallah.

Saya mengambil keputusan besar, keluar dari biara. Itu melalui proses berbagai pertimbangan dan perenungan yang dalam, termasuk melalui surat dan ayat. Bahkan, saya sendiri mengenal sosok Maryam yang sesungguhnya dari al-Qur'an surat Maryam. Padahal, dalam doktrin Katholik, Maryam menjadi tempat yang sangat istimewa. Nyaris tidak ada doa tanpa melalui perantaranya. Anehnya, tidak ada Injil Maryam.

Jadi saya keluar dengan keyakinan bahwa Islam agama Allah. Tapi masih panjang, tidak hari itu saya bersyahadat. Enam tahun kemudian aku baru mengucapkan dua kalimah syahadat. Selama enam tahun, saya bergelut untuk mencari. Saya diterpa dengan berbagai macam persoalan, baik yang sedih, senang, suka dan duka. Sedih, karena saya harus meninggalkan keluarga saya. Reaksi dari orang tua tentu bingung bercampur sedih. Sekeluarnya dari biara, aku melanjutkan kuliah ke Universitas Atmajaya. Kemudian aku menikah dengan orang Katholik. Harapanku dengan menikah adalah, aku tidak lagi terusik oleh pencarian agama. Aku berpikir, kalau sudah menikah, ya selesai! Ternyata diskusi itu tetap berjalan, apalagi suamiku adalah aktifis mahasiswa. Begitu pun dengan diriku, kami kerap kali berdiskusi. Setiap kali kami diskusi, selalu berakhir dengan pertengkaran, karena kalau aku mulai bicara tentang Islam, dia menyudutkan. Padahal, aku tidak suka sesuatu dihujat tanpa alasan. Ketika dia menyudutkan, aku akan membelanya, maka jurang pemisah itu semakin membesar, sampai pada klimaksnya.

Aku berkesimpulan kehidupan rumah tangga seperti ini, tidak bisa berlanjut, dan tidak
mungkin bertahan lama. Aku mulai belajar melalui ustadz. Aku mulai mencari ustadz, karena sebelumnya aku hanya belajar Islam dari buku semua.

Alhamdulillah Allah mempertemuka saya dengan ustadz yang bagus, diantaranya adalah Kyai Haji Misbah (alm.). Beliau ketua MUI Jawa Timur periode yang lalu.Aku beberapa kali berkonsultasi dan mengemukakan niat untuk masuk Islam. Tiga kali iamenjawab dengan jawaban yang sama, "Masuk Islam itu gampang, tapi apakah Anda sudah siap dengan konsekwensinya?"

"Siap!" jawabku.

"Apakah Anda tahu konsekwensinya?" tanya beliau.

"Pernikahan saya!" tegasku. Aku menyadari keinginanku masuk Islam semakin kuat.

"Kenapa dengan dengan perkawinan Anda, mana yang Anda pilih?" Tanya beliau lagi.

"Islam" jawabku tegas.

Akhirnya rahmat Allah datang kepadaku. Aku kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan beliau. Waktu itu tahun 1983, usiaku 26 tahun. Setelah resmi memeluk Islam, aku mengurus perceraianku, karena suamiku tetap pada agamanya. Pernikahanku telah berlangsung selama lima tahun, dan telah dikaruniai tiga orang anak, satu perempuan dan dua laki-laki. Alhamdulillah, saat mereka telah menjadi muslim dan muslimah.

Shalat pertama kali

Setelah aku mengucapkan syahadat, aku tahu persis posisiku sebagai seorang muslimah harus bagaimana. Satu hari sebelum ramadhan tahun dimana aku berikrar, aku langsung melaksanakan shalat.

Pada saat itulah, salah seorang kakak mencari saya. Rumah cukup besar. Banyak kamar
terdapat didalamnya. Kakakku berteriak mencariku. Ia kemudian membuka kamarku. Ia terkejut, 'kok ada perempuan shalat? Ia piker ada orang lain yang sedang shalat. Akhirnya ia menutup pintu.

Hari berikutnya, kakakku yang lain kembali mencariku. Ia menyaksikan bahwa yang sedang shalat itu aku. Selesai shalat, aku tidak mau lagi menyembunyikan agama baruku yang selama ini kututupi. Kakakku terkejut luar biasa. Ia tidak menyangka adiknya sendiri yang sedang shalat. Ia tidak bisa bicara, hanya wajahnya seketika merah dan pucat. Sejak saat itulah terjadi keretakan diantara kami.

Agama baruku yang kupilih tak dapat diterima. Akhirnya aku meninggalkan rumah. Aku
mengontrak sebuah rumah sederhana di Kota Surabaya. Sebagai anak perempuan satu-satunya, tentu ibuku tak mau kehilangan. Beliau tetap datang menjenguk sesekali. Enam tahun kemudian ibu meninggal dunia. Setelah ibu saya meninggal, tidak ada kontak lagi dengan ayah atau anggota keluarga yang lain sampai sekarang.

Aku bukannya tak mau berdakwah kepada keluargaku, khususnya ibuku. Walaupun ibu tidak senang, ketegangan-ketegangan akhirnya terjadi terus. Islam, baginya identik dengan hal-hal negatif yang saya contohkan di atas. Pendapat ibu sudah terpola, apalagi usia ibu sudah lanjut.

Tahun 1992 aku menunaikan rukun Islam yang kelima. Alhamdulillah aku diberikan rejeki sehingga bisa menunaikan ibadah haji. Selama masuk Islam sampai pergi haji, aku selalu menggerutu kepada Allah, "kalau Engkau, ya Allah, menakdirkanku menjadi seorang yang mukminah, mengapa Engkau tidak menakdirkan saya menjadi anak orang Islam, punya bapak Islam, dan ibu orang Islam, sama seperti saudara-saudaraku muslim yang kebanyakan itu. Dengan begitu, saya tidak perlu banyak penderitan. Mengapa jalan hidup saya harus berliku-liku seperti ini?" ungkapku sedikit kesal.

Di Masjidil-Haram, aku bersungkur mohon ampun, dilanjutkan dengan sujud syukur.
Alhamdulillah aku mendapat petunjuk dengan perjalan hidupku seperti ini. Aku merasakan nikmat iman dan nikmat Islam. Padahal, orang Islam yang sudah Islam tujuh turunan belum tentu mengerti nikmat iman dan Islam.

Islam adalah agama hidayah, agama hak. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia itu oleh Allah diberi akal, budi, diberi emosi, rasio. Agama Islam adalh agama untuk orang yang berakal, semakin dalam daya analisis kita, insya Allah, Allah akan memberi. Firman Allah, "Apakah sama orang yang tahu dan tidak tahu?"

Sepulang haji, hatiku semakin terbuka dengan Islam, atas kehendak-Nya pula aku kemudian diberi kemudahan dalam belajar agama tauhid ini. Alhamdulillah tidak banyak kesulitan bagiku untuk belajar membaca kitab-kitab. Allah memberi kekuatan kepadaku untuk bicara dan berdakwah. Aku begitu lancar dan banyak diundang untuk berceramah. Tak hanya di Surabaya, aku kerap kali diundang berdakwah di Jakarta. Begitu banyak yang Allah karuniakan kepadaku, termasuk jodoh, melalui pertemuan yang Islami, aku dilamar seorang ulama. Beliau adalah Masruchin Yusufi, duda lima anak yang isterinya telah meninggal dunia. Kini kami berdua sama-sama aktif berdakwah sampai ke pelosok desa. Terjun di bidang dakwah tantangannya luar biasa.

Alhamdulillah, dalam diri ini terus menekankan bahwa hidupku, matiku hanya karena Allah.

http://www.nabawia.com/read/4385/siapa-irena-handono--2-habis-

Sempurna, itu Ada

Di jam-jam segini, jika sinyal wifi masih berkenan hadir di kamar syahdu dengan ukuran dua setengah kali dua setengah meter meski agak malu-malu, aku sering mengintip jejak sosial mediamu, mencari-cari adakah sosokku dalam rintihan kegalauanmu? Adakah sosokku dalam cerita indah dalam karanganmu? Adakah sosokku dalam rencana bahagia masa depanmu? ah, sudahlah jangan galau jangan risau, kamu hanya perlu mengganti lagu pengantar tidurmu dari Hoobastank menjadi Steven and The Coconut treez.

Sambil mengingatmu yang terlalu acuh pada kehadiranku sebagai seorang perempuan polos yang fitrah perasaannya mudah tersanjung dengan ucap pria setipe Vicky Prasetyo, aku mencoba menulis cerita tentangmu dan berjanji akan benar-benar menganggapmu sebagai kawan terbaikku. Pesanku, "Hei jangan mengumbar perhatianmu!" Baiklah kamu anggap itu hal biasa yang kamu lakukan: -perhatian-peduli-bercanda- karena aku adalah temanmu. Aku anggap begitu. Tapi, hei aku perempuan! tidakkah kamu juga melakukannya pada perempuan lain selain aku?

Asap dengan rokokmu yang selalu kubenci, caci makimu-umpatanmu yang kedengarannya justru selalu ingin kucaci sendiri, membuatku yakin bahwa kamu adalah Vicky Prasetyo yang keras kepala yang tidak bisa memahami dirimu sendiri, apalagi memahamiku. Memang ternyata kita adalah teman yang hanya saling membagi cerita suka dan duka, tanpa perlu saling peduli dengan kesukaan dan ketidaksukaan masing-masing dari kita. Itu kita.

Di sini aku memang belajar tentang bahasa, tentang makna, tentang simbol; tapi aku tidak cukup paham untuk menerjemahkan semua kode aneh darimu. Di ponsel jadul sumbangan dari seorang kawan lain yang ada di samping laptopku ini, yang hanya bisa kugunakan menelpon dan membaca pesan singkatmu, ada banyak arsip kenangan yang sebenarnya ingin kusimpan. Sebenarnya.


[dari aku yang pernah menulis surat cinta untukmu]
"maukah kau sering-sering datang ke Jogja; supaya aku tahu bahwa kamu benar-benar sudah membaca pesanku."

tag: dwitasari dengan pengeditan

Kutipan



Kartun yang menjadi favorit saya sejak dulu, dan masih menjadi kesayangan hingga kini. Akhir - akhir dalam akun facebook saya, saya sering menuliskan kutipan-kutipan yang ternyata secara tidak sengaja menjadi jawaban, atau nasehat yang tepat untuk kita.

Ada lagi, "Tidak perlu ada yang merasa sudah mengerjakan lebih daripada yang lain atau berpikir yang lainnya tidak melakukan apa-apa.." [mbak Dhian]

"Manusia itu biasanya kesulitan mengkritik atau memberi saran jika dia berada di bawah tekanan otoritas...atau...ketakutan dengan posisinya sendiri... Ah, manusia.." [Dek Lia]

Tidak perlu gemetar saat Anda meminta maaf, karena Anda pribadi paling berani di dunia..
Tidak perlu gengsi menerima kritik, karena Anda pribadi yang paling rendah hati di dunia...
Tidak perlu ngotot mempertahankan pendapat, karena Anda pribadi yang paling mulia-paling ikhlas di dunia...
Tidak perlu ngotot merasa paling tersakiti, karena Anda pribadi paling pemaaf di dunia...
Tidak perlu merasa menjadi orang yang paling menderita, karena Anda pribadi paling pandai bersyukur di dunia...
*salam super Tuan berbudi baik* [Ari]

Ikhlas

Tuhanku Yang Maha Lembut,

Aku letih dengan tidak baiknya
sikap oraang yang seharusnya mengerti
niat baikku.

Mengapakah Engkau mengijinkan
orang yang kubaiki
tidak berlaku baik kepadaku?

Aku tahu, ini pasti untuk kebaikanku.
Maka aku mohon,
kuatkanlah keikhlasanku
untuk memperbaiki sikapku
terhadap orang dan keadaan
yang tak bisa kuperbaiki.

Tuhan, kosongkanlah dadaku dari beban.

aamiin

You Should


Dunia tidak butuh lagi orang-orang yang sombong!
Dunia butuh seorang PENGABDI!
Pengawai Negeri dong, Riiik!
hahahaha..
Jiwa pengabdi! maksudku..
Bukan jiwa pemimpin!
Lha nggak ada CEO [Chief Executive Officer] don, Riiik!
hahaha
Pemimpin dengan jiwa Pengabdi!
ooooo...
tahu?
mmm... hehehe.. belum!

Dunia sudah penuh dengan executive yang sok pintar, tinggi muka dan hati!
sudaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh!
please....
cukuuuuuuuuuuuuppp! uhkkk... uhk...

Dunia butuh pelayan dengan senyuman
Dunia perlu pekerja yang pakai hati, bukan otak dan ototnya saja
Dunia butuh cinta
oiiiii, cinta man!
ya kaya orang pacaran gitu...
kita harus sayang, care, berkorban, ama pasangan kita.
jangan sok jagoan di depan dia!
Dia perlu disayangi! Bukan ditunjukin ilmu silat atau manajemen yang mereka nggak perlu.
Peoples! rakyat negara saya... mereka, perlu care dari kita, kalo gak! ya gitu jadinya.. gak romantis!
gak indah!

Dunia sudah penuh orang-orang sok tahu yang telah menjerumuskan negara saya tercinta!
Termasuk lo Riiik! hhehehe... nggak saya orang bodoh man.. kagak tau apa-apa!
Dunia sudah penuh dengan pemikiran-pemikiran yang ruwet, ya begini... ruwet semua jadinya negara saya!

Dunia perlu bunga yang menebar wangi!
Dunia perlu matahari yang bersinar tanpa lelah dan pamrih,
walau sampai jatuh ke tanah dan tenggelam dibenamkan malam!
Walau hujan, kabut, musim berganti, mereka tetap tersenyum dan memberi keindahan kepada dunia..
ciyeeeee.... sok romantis dan puitis Riiik!

yaaa... setidaknya nggak sok tau dan sok berkuasa..

jadiiiiii,,,
Dunia butuh kesederhanaan, dan ketulusan! Ingaaattt, kesederhanaan + ketulusan, nah lhooo saya cetak tebel tuh hurup.
cuman itu! simpel kan?

you sound like oversimplified version of new-age complicated lives, Riik!

hehehe...

Tapi, ingat!

"sesuatu yang sederhana adalah hal paling bernilai dan hanya orang-orang bijak yang bisa menghargainya."
Mencintai dengan sederhana, tuh kata sastrawan tercinta saya.

>>Simple things are the most valuable and only wise people appreciate them...

Haiiyaaahh... daripada mikirin negara yang nggak peduli juga sama saya dan rakyat-rakyat ini, mending mikirin keluarga saya sendiri aja ahhhh...

#hhhha..sarapp.. sokyesss deh :D

[besok aku pulang kok be ]

Hanya Memberi Tak Harap Kembali

Mari kita bicara tentang cinta sedikit saja...

When you loves someone, you love all of them. Not just the good parts, but the bad ones too [unknown, 2010]

kenapa cinta itu dianalogikan dengan embun di balik jendela di film korea? katanya, dia akan datang kemudian pergi setelah itu dia akan meninggalkan noda...

kata si ponco alias pocong lanang di twitter, kalau cinta itu kayak kentut bagi dia.
mari kita selidiki:yang pertama, anggap saja pocong itu juga manusia...

begini katanya:cinta itu kayak kentut; ditahan sakit, dikeluarin malu
cinta itu kayak kentut; keluar dengan sendirinya, tidak bisa disembunyikan
cinta itu kayak kentut; bisa menyerang siapa saja
cinta itu kayak kentut; terkadang, kita malu mengakuinya
cinta itu kayak kentut; tak tampak wujudnya, tapi jelas adanya
cinta itu kayak kentut; hanya memberi tak harap kembali...

baris terakhir, bikin speechles....
-->mati....
bagai sang surya menyinari dunia...

Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta.
Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak,
selalu menebak-nebak.
Aku benci deg-degan menunggu kamu online .
Dan di saat kamu muncul,
aku akan tiduran tengkurap,
bantal di bawah dagu,
lalu berpikir,
tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu,
di seberang sana,
bisa tertawa.
Karena, kata orang,
cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa.
Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya,
menghapusnya,
memikirkan kata demi kata.
Aku benci ketika jatuh cinta,
semua detail yang aku ucapkan,
katakan,
kirimkan,
tuliskan ke kamu menjadi penting,
seolah-olah harus tanpa cacat,
atau aku bisa jadi kehilangan kamu.
Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu.
Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu.
Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri?
Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa,
atau ada maksud lain,
atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada,
menjalar ke sekujur tubuh,
dan aku merasa pasrah,
gelisah.
Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman,
tanpa harus tidur.
Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku,
saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang.
Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan,
aku tidak bernapas,
aku merasa canggung,
aku ingin berlari jauh.
Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu¦,
tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan,
Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,
harus dimentahkan oleh hati yang berkata,
Jangan hiraukan logikamu.
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu.
Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna,
kamu bisa saja tanpa cela, dan aku,
bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu.
Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu.
Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini;
di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan
aku takut sendirian.




[Salam: Embek Lanang a.k.a Raditya Dika]

Note(s) of Life

...akhir-akhir ini:
1. Saya belajar untuk tidak menulis perasaan saya ketika saya marah. Saya akan menulis,ketika apapun yang terjadi dengan perasaan saya, kecuali marah.
2. Saya tidak boleh takluk oleh kecurigaan. Tidak boleh surut oleh tuduhan dan keberhasilan orang lain.
3. Ini yang paling penting, saya belajar tidak menilai kepribadian orang yang tidak saya kenal sebelumnya, hanya dengan bertemu kurang dari satu jam.

[andy f noya]

Kau Puisi [-lagu: Bondan Prakoso-]

Sial, setelah menata kembali buku-buku SMA, aku senyum-senyum sendiri. Merasa jadi orang gila yang bahagia. Aku benci perasaan mellow yuni shara macam ini, tapi aku tak bisa menolaknya. Liat! Liat! Baca catatan pelajaran fisikaku yang hampir usang ini! Sungguh, ini semacam terperangkap dalam Hukum III Newton:
"apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah."

haish! Ini teori fisika yang paling romantis buatku. Baiklah, aku menyerah, aku memang benar-benar jatuh cinta padamu. Aku melihat kita berjodoh menurut Hukum III Newton. Aku pendiam, kamu pandai bicara. Aku pemalu, kamu penuh senyum. Aku mudah marah, kamu begitu bijak. Aku biasa saja, kamu luar biasa.. *artis

ealah -.-'

'setiap benda yang memberi gaya tertentu akan mendapatkan gaya yang berlawanan dari yang diberikan olehnya."

kita saling berlawanan, tapi sekaligus saling menggenapkan. Inilah yang membuat gerak jadi sempurna, membuat hidup dan cinta jadi indah.
Barangkali ini terdengar gombal buatmu. Biar saja!

Yakdeees..
#semaput

Khadijah atau Aisyah

[for all the gender]

Aku baru ingat bahwa aku masih punya utang nulis opiniku yang sudah lama bercokol di kepala ku ini.. Dulu, ketika aku membaca status seorang ikhwan eh bukan ding, dia seorang teman laki-laki, atau note-note kegalauannya, kadang aku bisa cekikian sendiri. Cekikian sambil mikir juga. Ikhwan tetaplah laki-laki biasa... berdasarkan penelitian ilegalku.... apa ya? Aku sulit menjabarkannya.. [kode etik-tanyakan langsung saja pada saya]
Ketika datang kepadanya kegalauan mendadak yaitu sedang mengharapkan sosok calon istri yang sempurna bak istri Rasulullah, ketika itu pula antara sadar atau tidak dia telah menyakiti beribu-ribu perasaan perempuan biasa saja...hhhaaa... sarappp..
Bagaimana dengan Khadijah r.a dan Aisyah r.a? siapa pula yang tidak menginginkan calon istri seperti mereka? Perempuan pun menjadikan mereka teladan bagi perbaikan dirinya... pilih mana Khadijah atau Aisyah? Keduanya? Dua namun dalam satu jiwa? Saling melengkapi, begitu? Susah.... [secara tidak langsungà jangan rakus dong!] ^^v becanda...
Let’s see.. Khadijah itu lembut, penyabar, penyayang, penuh pengertian, keibuan, terpercaya mengurus rumah ketika ditinggal suami pergi & mendukung penuh perjuangan suaminya. Tapi tidak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua [15 taun kan?] dan seorang janda.  Lalu, Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut, elegan, anggun. Tapi tidak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya yang sampai membanting piring di depan para tamu.
Mari bersyukur itu saja... bersyukur atas apa yang Allah berikan padamu, sambil memperbaiki diri dengan meneladani sikap-sikap terpuji dari orang lain.
..perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (pula).. [QS An Nur:26] Jadi mari ‘membaikkan’ [baca: memperbaiki diri] diri kita terlebih dahulu, jika kita menginginkan sesuatu yang baik datang pada kita. Kalau kata om Mario Teguh: belahan jiwamu itu sebaik pribadimu.


Kau tau kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang lebih penting dibandingkan perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibandingkan lelaki buta. -Tere Liye dalam Pukat~ dan kenapa perempuan berlomba-lomba mendapat predikat kecantikan,apakah mereka sengaja mengejar laki-laki bodoh?

[dari perempuan biasa]
-sedang bercermin-ngaca.ngaca.ngaca


Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)

Guru is my other soulmate

... pagiku cerahku, matahari bersinar, kugendong tas merahku di pundak
slamat pagi semua, kunantikan dirimu, di depan kelasmu menantikan kami...

guruku tersayang, guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal,
guruku terimakasihku

nyatanya diriku, kadang buatmu marah,
namun segala maaf kau berikan...
[Lagu-Terimakasih guruku]


kata lagu yang pernah kudengar, masa yang paling indah masanya putih abu-abu.. tapi, bagiku justru saat aku dulu mengenakan rok merah berlipat-lipat. Awal saat aku 'dilepas' oleh orang tuaku untuk bisa menghadapi kehidupan sosialku yang baru, sendirian...
[15 tahun yang lalu] Aku masih ingat betul, untuk pertama kalinya, aku ditanyai oleh guru Bahasa Indonesiaku, bu Ning namanya tentang cita-cita murid-murid di dalam kelas saat itu. Aku juga masih ingat betul, apa yang kujawab untuk pertanyaan itu. "Ibu Rumah Tangga". Aku juga masih ingat betul ekspresi guruku dan teman-teman sekelasku ketika aku berkata "Ibu Rumah tangga".. Aku yang polos atau memang aku berniat memiliki cita-cita itu.. rasanya tidak keduanya... saat umur segitu, aku masih labil untuk menentukan cita-cita sungguhan. Namun seiring berjalannya waktu, aku semakin mengerti, aku semakin paham... Tidak ada yang salah denganku saat itu, tidak ada yang salah dengan profesi itu, tidak ada yang salah. Bisa saja aku menangis saat semua teman-teman menertawaiku. Hanya saja semua perlu pemahaman, 'gantungkan cita-citamu setinggi langit' pepatah yang terlalu sering aku dengar ketika aku berseragam putih merah dulu.. pemahaman yang tepat untuk pepatah itu. Kata-kata bu Ning yang sebetulnya sederhana, kali ini tak bisa ku jabarkan sesederhana saat beliau mengatakanya. Hanya saja baru kali ini, kalimatnya bisa kumaknai dengan pasti bahwa sukses itu sering bukan karena berhasil meraih sesuatu, melainkan berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan.

Rasanya cerita tentang guru nggak akan ada habisnya. selalu saja ada yang seru, haru, sebel, senang, dan campuran rasa lainnya. Guru is my other soulmate, seangker apapun dia. karenanya, aku nggak mungkin mengenang mereka sebagai tokoh antagonis dalam hidup karena mereka terlalu terhormat untuk disebut demikian. mereka adalah anak-anak tangga bagi diriku yang sekarang =,= dan saat reuni-yang entah kapan itu- aku akan selalu mengikutkan nama mereka dalam ceritaku dengan teman-teman. percayalah, aku pasti menyunggingkan senyum di sela-sela ceritaku itu. See? sekarang pun aku tersenyum (lagi) :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

cerita tentang guru lagi.
Senin, 20 Februari 2012
seharusnya aku mengajar sore ini. tapi, satu jam sebelum aku berangkat ada pesan singkat yang masuk ke hapeku. Dari "mamanya Rangga", tertulis di hapeku seperti itu. Rangga adalah salah satu murid yang saban hari Senin dan Jumat kutemui. Ia anak baik, di mataku ia sangat religius untuk anak seumurannya.
Sore itu ibunya, meminta kepadaku untuk tidak perlu mengajar karena Rangga sakit.
"yesss.." nggak jadi berangkat.
Gila, baru kali ini ada ya guru yang seneng gara-gara muridnya sakit... yang ada harusnya, murid seneng gara-gara gurunya sakit terus nggak ngajar... ini kebalikannya. saraaappp!

naluriku nggak akan setega itu, untuk tetap membiarkan sms ibu Rangga [kusebut ibu Rangga aja ya] tidak terbalas. Lalu pesan singkat itu kubalas. Lalu ada balasan lagi. Hapeku berdering untuk kedua kalinya. Kubuka, kubaca larik demi  larik yang tertulis di layar itu. mungkin hampir tiga layar. memang panjang. Ibu bercerita banyak padaku, tentang Rangga tentunya.
setelah kubaca, ada rasa haru, rasa tersanjung, rasa iba, bercampur menjadi satu... Entah satu kesatuan rasa macam apa itu. bingung, aku harus membalas apa. Bingung karena yang hendak huhadapi adalah orang tua/ wali dari muridku. Akhirnya, aku menulis apa adanya yang terlintas dibenakku.
Beberapa menit kemudian, hapeku berdering lagi. Balasan dari Ibu Rangga rupanya.
Aku menangis membaca balasannya. Haru. Ibu itu terlalu baik. Sangat merasa terhormat, ketika ibu mempercayaiku untuk mendengarkan kegundahan hatinya, berpesan banyak hal kepadaku, dan aku menyanggupinya {insya Allah}, lalu ia mendoakanku. Meski tak pernah sekalipun aku bertatap muka dengannya, aku bisa merasakan bahwa ibu adalah orang baik...

Semua yang sulit, sesungguhnya adalah pelajaran hidup, Buk :)

Ini bukan tentang melakukan hal besar atau hal yang serupa.
Ini hanya hal kecil.. guru = good listener. kadang, kita harus bisa menjadi pendengar yang baik tanpa mempedulikan jarak usia keduanya.

Bagiku, mengajar bukanlah sebuah pengorbanan. ini pilihan dan ini adalah kehormatan. [ciyeeee :D]. Kehormatan untuk melunasi sebuah janji kemerdekaan = mencerdaskan kehidupan bangsa. jadi, nggak perlu khawatir jika ada ungkapan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena selamanya pahlawan tidak akan butuh pengakuan. Ia memberi tanpa minta diberi. Kelak, jika anak-anak didik dari seorang guru berhasil meraih mimpinya, maka balasan yang setimpal dari Tuhan selalu ada di dalamnya [#menghibur diri]. Pemimpin yang mengabdi.

MENDENGARKAN adalah sikap hati. Seorang pendengar yang baik, bukan mendengarkan karena dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dikatakan. Dia mendengarkan, karena dia berencana untuk berbicara lebih baik setelah mendengar. Itulah sebabnya kita diminta mengerti bahwa berbicara adalah wilayah kepandaian, sedang mendengarkan adalah wilayah kebijakan. Dan jika cara-cara membaca yang baik belum kita dapatkan maka gunakanlah cara termudah untuk belajar yaitu MENDENGARKAN (Mario teguh)... karena letak telinga lebih tinggi daripada letak mulut..

Padamu negeri kami berjanji...
Padamu negeri kami berbakti...
Padamu negeri kami mengabdi...
Bagimu negeri jiwa raga kami...

[Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tetapi sesungguhnya mendidik adalah tugas moral tiap orang terdidik-Anies Baswedan]

[2] bermimpi...

Ada getaran yang membara di dalam dada ini ketika kubaca lembar terakhir buku itu [*2]. pipiku basah oleh air mata yang sudah mengering setiap kali aku membaca ending dari setiap cerita dan mimpinya. Ada semangat yang luar biasa yang tak bisa digambarkan namun bisa dirasakan. Ia, perempuan Indonesia dengan segala keterbatasannya itu memutuskan untuk melawan, memutuskan untuk terus berjuang demi impiannya, memutuskan untuk terus mencintai hidup yang tidak pernah sempurna. Buku kedua-mu setelah 5 cm, wahai Donny Dhirgantoro masih sangat bisa membuatku merasakan semangat yang begitu membara ketika engkau menjabarkan bagaimana mimpi itu harus diperlakukan.
Katamu, yang engkau gambarkan melalui seseorang dengan sosok yang penuh ketegasan namun mempunyai banyak cerita dibalik ketegasannya, yaitu "jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah.."

Manusia sudah seharusnya percaya pada sebuah impian yang ia bangun, karena impian itu akan membawa kamu ke tempat-tempat yang luar biasa suatu saat nanti. Tidak peduli mimpi itu datangnya dari seorang laki-laki yang penuh dengan ketegaran atau malah datang dari seorang perempuan yang hidupnya penuh dengan keterbatasan. "Aku berani mencintai, dan aku mencintai dengan berani,... aku adalah seorang wanita, aku kuat dan berani.."

Mungkin kesedihan datang bersama cinta, berjalan beriringan sebagai katalis yang menguatkan. Atau mungkin kesedihan dan kebahagiaan hanya kilas tipis yang harus ada dalam cinta saling menguatkan di antara rekah keduanya. Atau mungkin cinta yang benar, cinta yang selalu datang di antara kebahagiaan dan kesedihan, dan ketika kamu mencintai kamu menjadi kuat. Di antara kesedihanmu ia datang dan menguatkan, di antara kebahagiaanmu ia memberikan.

"untuk setiap orang yang membaca tulisan ini, hari ini saya bilang... jika kamu punya impian, impian besar dan begitu bermakna, kekuatan imajinasi manusia yang luar biasa, tetapi kamu tidak sedikitpun bekerja keras, tidak sedikitpun meneteskan keringat untuk memperjuangkan impian kamu.. buat saya kamu hanyalah pembual nomor satu bagi diri kamu sendiri..."
"juga untuk setiap orang yang membaca tulisan ini, saya bilang jangan coba-coba bekerja keras tetapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah,.. tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, bagi saya kamu..hanyalah pembual nomor satu di dunia."

"kamu tau mengapa sesuatu yang luar biasa disebut mimpi, dan ketika sesuatu yang luar biasa itu terwujud akan membuatmu senang?"
"karena mimpi berada di alam bawah sadar manusia, selalu di sana, tidak akan ada mimpi yang berada di alam sadar, tidak ada di dunia nyata, kalaupun ada impian itu sudah menjadi kenyataan, sebelum menjadi kenyataan ia berada di alam bawah sadar. Ada, terus ada setiap hari bagi yang mengejarnya, tetapi tidak terlihat dalam bentuk fisik, tidak terlihat di dunia nyata. Tidak ada  mimpi di alam sadar, impian selalu berada di alam bawah sadar kamu, dan setiap kamu mulai bergerak bersama alam bawah sadar kamu untuk impian kamu, ketika kamu mulai bernafas bersama impian kamu, melangkah bersama impian kamu, melihat bersama impian kamu...kamu mulai menempatkan impian kamu di tempat yang seharusnya.."

"dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup... dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan... tetapi diperjuangkan.."

Setiap dari kamu adalah manusia, dan layaknya manusia, hidup tidak ada yang sempurna, tetapi di setiap doamu, kamu tahu, Sang Pencipta sedikitpun tidak pernah meremehkan kekuatanmu. Setiap dari kamu sudah berjalan cukup jauh dalam hidup, tetapi setiap dari kamu masih ada perjalanan yang harus kamu tempuh. Langkah kaki kita sudah berjalan cukup jauh untuk sampai di sini, tetapi kita sudah selayaknya percaya kalau masih ada langkah untuk berjalan lebih jauh lagi. Karena hidup tidak pernah (bilang) hanya sampai di sini.
Karena untuk hidup dan melangkah adalah sebuah anugerah, tetapi untuk terus hidup dan terus melangkah lagi, bekerja keras untuk setiap impian adalah luar biasa. Karena hidup tidak pernah sampai di sini.
Karena semenjak ada di muka bumi ini, dalam hidup manusia telah saling membuktikan kepada manusia lain bahwa mimpi layak diperjuangkan untuk menjadi kenyataan, bahwa keajaiban itu ada. Bahwa dengan impian dan kerja keras manusia bisa.... membuktikan dengan melakukan sesuatu yang kadang ia sendiri tidak menyangka ia bisa melakukannya, melakukan hal-hal yang jauh diluar kemampuannya, melakukan sebuah keajaiban.

Kita mungkin pernah berada di tempat...di mana kita pernah berada di tempat terendah dalam hidup kita. titik nadir.. Kita kehilangan semua impian dan harapan kita, lebih rendah lagi, kita tidak percaya lagi kepada mimpi-mimpi kita...namun, untukku..setelah itu aku tidak akan membuang waktuku untuk membiarkannya terpuruk. Aku memilih untuk bangkit, ya... kita memilih untuk bangkit, memilih untuk tetap bermimpi, dan bekerja keras memperjuangkannya, memilih untuk menjadi baik, kita memilih untuk menjadi besar dan berani.
Karena bagiku itu adalah wujud dari rasa cinta.. sebab tidak ada cinta yang lebih besar di dunia ini selain mencintai sesuatu di saat-saat susah, di saat kelam datang menimpa.
Bagiku, begitu pula seharusnya bagaimana kamu memperlakukan mimpimu..

Seperti hidup yang tidak sempurna, kamu mencintai mimpimu dengan tidak berputus asa. Tidak ada kerja keras tanpa impian, dan tidak ada impian tanpa kerja keras. dengan kerja keras, tinggalkan bukti di dunia nyata bahwa impianmu, ADA. Bersama alam bawah sadarmu kamu bermimpi, bersama alam sadarmu kamu berjuang. Karena manusia bisa. ia ada untuk bisa.

Hidup itu...

Hari ini...telah kukenangkan segalanya. Jika perjalanan dalam hidup ini adalah lingkaran yang sempurna, sesungguhnya perjalanan dalam hidupku selalu berputar pada dua hal yang mendasar: kebahagiaan dan kepedihan. Bahwa, kehidupan ini adalah sekumpulan pertemuan dan perpisahan. Mendapatkan dan kehilangan. Lahir, kemudian mati... dan kini, aku memang merasa sepi di kesunyian malam.. Tidak ada gemericik air hujan, tidak ada deru motor, tidak ada tawa canda, tidak ada isak tangis karena filem korea.. aku (yang) sendiri..
Seperti komet: setelah memukau orang-orang dengan cahaya pijar sekilasnya, apalagi yang ditunggu selain kematian untuk selamanya.
[maria al qibthiyah]

akan kubaca setiap hari coretan yang mulai sekarang ada di dinding kamarkosku,
"kesuksesan adalah seberapa tinggi anda memantul setelah anda menghantam dasar."
[George S. Patton]

aku, akan di sini setiap pagi hingga akhir pekan, dan aku akan ditemani oleh rasa setia dan optimisku, faith... :')
ahh.. Meski tulisan ini sederhana dan penuh keoptimisan, namun sebenarnya ini menyakitkan.