Moonlight

Sebuah surat rahasia yang baru dapat terbaca dengan cara yang rahasia. Sebuah surat yang tampak hanya seperti lembar kosong tanpa tulisan apapun. Sebuah surat dari Raja Seojo kepada Permaisuri Park.

"Permaisuri Park, setengah dari diriku berharap kau akan membaca surat ini. Setengah lainnya berharap agar kau tidak akan pernah tahu.
Aku seorang raja yang tidak berkompeten, suami yang tidak berdaya dan ayah yang lemah hatinya. Aku mohon maaf karena sudah mengekspresikan perasaanku dengan cara seperti ini."

Ada saat dimana kita ingin mengungkapkan sesuatu agar orang lain mengetahui perasaan kita, mengetahui apa yang kita inginkan. Juga ada saat dimana kita ingin merahasiakan perasaan kita agar tak satupun mengetahui sesuatu dari kita. Harapan agar orang lain mengetahui perasaan kita selama ini adalah datang ketika kita berpikir bahwa "sebelum semua ini terlambat, setidaknya sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini, orang tersebut mengetahui perasaanku."  Sedang kita ingin menutup rapat-rapat rahasia perasaan kita, dan tidak membiarkan tak seorangpun mengetahuinya karena begitu lemahnya kita, begitu tak sebandingnya kita pada cinta yang sempurna tersebut. Karena kita merasa begitu banyak kekurangan untuk dapat bersanding dan berhak mendapatkan cinta yang sempurna tersebut.


Di satu sisi, kita ingin mengungkapkannya karena ingin menunjukkan rasa cinta yang begitu besar yang kita miliki. Di sisi lain, kita ingin merahasiakannya karena begitu tak berdayanya kita pada cinta tersebut. Takut disepelekan. Takut ditertawakan. Takut bertepuk sebelah tangan.

Manusia

Manusia harusnya dapat membedakan:
1. mana yang rahasia, untuk disimpan selamanya.
2. mana yang rahasia, untuk disimpan sementara waktu.
    disimpan sementara waktu karena belum waktunya mengumumkan secara legal tentang sesuatu hal. Bisa jadi akan jadi rejekinya, bisa juga belum bisa ia dapatkan. Karena stastunya masih dalam proses memperjuangkan. Pernah dengar, "manusia hanya merencanakan sedang Tuhan yang menentukan. Manusia hanya bisa memperjuangkan, setelahnya itu keputusan Tuhan."?
Ini hanya analogi, ibarat ada seorang lelaki yang sedang dalam tahap memberanikan diri melamar perempuan pujaan hatinya. Sedang pujaan hatinya ini, memiliki banyak lelaki yang juga mengaguminya, mengantri untuk menyatakan cinta di sekitarnya, yang datang melamarnya. Tentu si lelaki akan menyimpan prosesnya tersebut sebelum mendapat jawaban kepastian bahwa ia resmi diterima untuk jadi 'calon suami' perempuan tersebut. Merahasiakan proses ini adalah bentuk menghargai lelaki tersebut. Sebab, seandainya lelaki tersebut ditolak oleh perempuan tersebut maka kita juga telah melindungi lelaki tersebut dari perasaan malu. Jadi, mari hargai proses tersebut. Atau jika alasan ini saja tidak cukup, cukup berfikirlah bahwa lelaki tersebut punya alasan untuk merahasiakannya sementara waktu. Sama halnya dengan orang orang yang justru lebih suka menceritakan proses yang dilaluinya pada orang-orang yang ditemuinya. Dia pasti punya alasan kenapa dia melakukannya.
3. mana yang boleh dibagikan, dijadikan bahan obrolan, bahan becandaan dan berita kepada umat manusia.
    Misal seperti, nama saya Ari. Suka nonton drama korea. Suka liatin Conan salah tingkah kalau dideketin Ran. Kemarin, saya jalan-jalan ketemu Sule lagi jualan sosis di alun-alun. Usut-punya usut ternyata rumahnya satu desa, cuma beda kompleks. Setelah dari jalan-jalan sore di alun-alun, saya nungguin emak saya belanja di supermarket. Emang dasarnya saya nggak suka belanja, saya nungguin di motor. Nongkrong kayak anak laki di atas motor dan masih pakai helm. Saya pakai jaket warisan abang saya. Jaket motor "K*w*s*ki" warna ijo belang belang item plus helm ijo. Beruntungnya, dari kejauhan mirip abang-abang tukang gojek. Salah apa saya, bukan salah emak mengandung. dsb.

Kultum 10 Juni 2016



Kebetulan kultum ramadhan kelima disampaikan oleh seorang ustad yang gokul dan jenaka. Hobinya 'ndhagel' kalau bahasa Jawanya. Kalau dilihat dari cara menyampaikan materi dan penampilannya, Beliau ada orang seni. Gelarnya S.Sn soalnya, ^^v

kultum yang bukan kultum, tapi tiga puluh menit menjadi tidak terasa karena Beliau ndhagel dan ndhalang.

Dari ayat Al Baqarah 183, beliau uraikan dengan jenaka selama kurang lebih tiga puluh menit.


Bahwa diwajibkan atas kita untuk berpuasa agar kita bertaqwa.

Allah saking sayange mbek dhewe, 1) turune wong pasa wae dinilai ibadah, 2) abab-e wong pasa wae mambu suwarga. Nanging, 1) turune sing ngerti wayah. Ora njuk turu saka esuk nganti tekan buka. 2) Gusti Allah saking tresnane, samambu-mambune ababe wong pasa, Gusti Allah bakal maringi ganjaran. Yen wong wis tresnan ya kaya ngana kuwi, arep mambune a=kaya apa ya tetep tresna. Tapi njuk aja kancamu sing nang cedhakmu mbok ababi hah hoh hah hoh.


Kita ibadah puasa di bulan ramadhan itu ibarat kita tidak akan bertemu ramadhan di tahun berikutnya. Yen wong nduwe gawe wae, di tanggapke campur sarian live, wayangan live, lha kok ngaji malah distelke pelesdissss ['flasdisk']. Ya kudune ngaji ki ya suarane dhewe..


penutup ceramah 30 menit: "Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat"


Maka, berkatalah yang baik dan bermanfaat, jika tidak maka diam........[tiba-tiba diam... lama... lama sekali....hening] ustadnya mematung, jamaahnya ngguyu. Ustadnya jenaka sekali.

Berbagi Pengalaman Mencari Surat Keterangan Sehat Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba

Ceritanya sedang berupaya untuk daftar salah satu perekrutan tenaga pengajar di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Salah satu persyaratannya adalah melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.

Surat Keterangan sehat (jasmani) atau KIR dilayani di bagian IGD. Kita akan diminta untuk mengisi formulir data diri dan keterangan surat keterangan jasmani ini digunakan untuk keperluan apa. Sebelum dilakukan pemeriksaan, formulir yang telah diisi tadi kita bawa ke bagian kasir untuk melunasi pembayaran. Di sini kita dikenai biaya Rp 35.000,00

Setelah itu kita diminta untuk menunggu hingga dipanggil untuk dicek kesehatannya. Kita akan dicek tekanan darah, tinggi dan berat badan. Setelah itu selesai, kita akan mendapatkan selembar kertas keterangan sehat jasmani. Jika kita menginginkan legalisir surat tersebut kita hanya perlu dikenai biaya tambahan 200 rupiah perlembarnya.

Selanjutnya kita akan mencari surat keterangan sehat rohani dan bebas narkoba.

Untuk mendapatkan kedua surat keterangan ini kita harus mampir dulu ke Poli Jiwa atau Poliklinik Jiwa. Karena aku nyarinya lewat Rumah Sakit Umum Daerah di kotaku, maka aku harus daftar dulu ke bagian pendaftaran umum berdampingan dengan bagian pendaftaran BPJS. Aku harus ambil nomer antrian jam setengah enam pagi dan datang lagi jam tujuh supaya nomer antrian yang sudah kudapatkan tidak terlewat. Sekitar jam 8 aku sudah dipanggil. Di sana aku dikenai biaya Rp 45.000,00 untuk biaya registrasi (pasien umum). Lalu aku dioper ke Poli Jiwa dan diminta menunggu. Di sini nunggunya lama karena pasiennya campur sama dengan pasien lain (Umum dan BPJS). Setelah nunggu lama sekitar jam 11, akhirnya giliranku masuk ke ruangan. Langsung saja, aku sampaikan keperluanku untuk minta surat sehat rohani dan bebas narkoba. Untuk keperluan bebas narkoba, oleh dokter aku ditanyai seputar, “apakah sebulan terakhir ini aku mengkonsumsi obat-obatan?” “Pernah merokok?”. Sudah kemudian aku diberi surat yang harus kubawa ke lab untuk tes urin. Namun sebelum beranjak melakukan tes urin, untuk keperluan surat sehat rohani aku juga ditanyai seputar, “Apakah sering tiba-tiba sedih?” “Apakah sering bingung?” “Apakah sering susah tidur?” “Apakah sering marah-marah?” dsb. Setelah itu aku juga diberi daftar tagihan yang harus dibayar di bagian kassa. Sebelum ke kassa, aku ke lab dulu. Di sana aku dikenai biaya Rp 124.500,00 untuk tes urin. Rinciannya adalah PEMERIKSAAN NAPZA: NAPZA AMP (Rp 41.500), NAPZA MORPHINE (Rp 41.500), NAPZA BZO (Rp 41.500). Ini nggak boleh diecer, jadi harus satu paket, dan uangku kagak cukup. Mampirlah aku ke atm dulu, baru bayar. Setelah bayar, aku dipanggil dan disuruh pipis. Setelah pipis, aku disuruh nunggu sekitar setengah jam. Sambil nunggu aku ditanyaain kayak Pak Dokter Kris, Pak Dokter bagian Poli Jiwa. Setelah selesai dan hasil sudah keluar, aku dipanggil dan diberi surat dalam amplop yang harus aku serahkan kembali ke Poli Jiwa. Sebelum ke Poli Jiwa lagi, aku harus ke kassa seperti perintah saat masih di Poli Jiwa untuk melunasi tagihan surat sehat rohani. Di sini aku dikenai biaya Rp 60.000,00.

Aku kembali ke Poli Jiwa dan jadilah aku mendapatkan surat sehat rohani dan surat keterangan bebeas narkoba. Jadi kalau dirinci,

Surat keterangan sehat jasmani: Rp 35.000

Registrasi: Rp 45.000

Surat keterangan sehat rohani: Rp 60.000

Surat bebas narkoba: Rp 124.500

Total: Rp 264.500





Oh Tuhan, perjuangan ini masih belum berakhir. Ini adalah upaya awal untuk mencoba menggapai mimpi dan menjemput rejeki dari MU.

Ahn & Goo

Ahn Jae Hyun, pemuda kalem kelahiran 1987 yang jatuh cinta pada seorang “nuna” kelahiran 1984. Aku mengenalnya, saat ia jadi adik dari Cheon Song Yi, pacar Bang Alien Do Min Joon ssi. Saat itu, Ahn masih terlalu polos untuk bisa diajakin diskusi perkara pria dan wanita, halal dan haram, mahram dan bukan mahram. Ah, gile lu ndro. Adik Cheon Song Yi ini jenius dan paling suka sama teropong bintang. Kadar kekoplakannya hampir sama seperti embaknya. Setelah jadi adik ipar Alien, Jae Hyun mewujudkan cita-citanya jadi polisi bareng Lee Seung Gi, Cha Seung Won, Park Jung Min, dan Go Ara. Kadar kekoplakannya meningkat setelah kumpul bareng geng kepolisian ini. Sehabis jadi polisi, Ahn Jae Hyun berubah jadi setengah manusia setengah dracula dan bertemu Goo Hye Sun. Nah di sinilah, dia jatuh cinta dan beruntungnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ahn yang kalem dan Goo yang juga tidak banyak tingkah, membuat hubungan keduanya tidak pernah diketahui oleh media dan fansnya.

Seiring berjalannya waktu, 1 tahun setelah produksi drama Ahn dan Goo berakhir, kabar pernikahan mereka beradar. Media berbondong-bondong mengulas kisah perjalanan cinta pasangan ini. Ya, ini kisah nyata. Kalau kamu menebak bahwa aku sedang halusinasi mikirin drama, kamu salah. Ini bukan lagi cerita Seo In Guk di King of High School, ini kisah nyata milik insan bernama Ahn dan Goo. Cerita indah bak negeri dongeng yang nyata dengan pemeran utama Ahn Jae Hyun dan Goo Hye Sun. Yes, adek bisa apa. Cinta mah cuma bisa merelakan kepergian Rangga. Sebagai penonton yang sok tahu, sudah seharusnya aku berkomentar. Cuma mau bilang, “Luar biasa”. Di saat pemuda-pemuda seusia Ahn lagi sibuk-sibuknya bikin cerita bareng pacar-pacarnya, dan sibuk bikin caption di instagram bareng pacar-pacarnya, Ahn justru mantap bertanggungjawab sepenuhnya atas kehidupan Goo yang usianya terpaut 3-4 tahun lebih tua dari dirinya. Di saat pemuda-pemuda tampan seperti Lee Min Hoo, Kim Woo Bin, Song Jong Ki, Kim Soo Hyun, Park Seo Joon, Lee Seung Gi, Choi Siwon, Joo Won, sibuk keliling dunia mengadakan fanmeeting, sibuk mengatur jadwal untuk memenuhi panggilan wajib militernya, atau seperti Kim Hyun Joong yang sibuk berdalih di pengadilan bersama mantan pacarnya, Ahn justru mantap dan yakin untuk menikah di saat karirnya berada di puncak bersama Goo pada 21 Mei 2016 mendatang.

Karir yang tengah berada di puncak tidak membuat Ahn terbuai dengan padatnya jadwal syuting dan mengabaikan perkara jodoh. Momen terpenting bagi Ahn bukanlah menjaga karirnya tetap berada di puncak, namun membawa Goo bersama dirinya di puncak itulah yang terpenting. Yang lebih mengagumkan adalah konsep pernikahan mereka tidak dibuat secara mewah, meriah, dan megah. Menurut kesoktauan seorang intel, Ahn dan Goo akan menyumbangkan biaya pesta pernikahannya untuk keperluan donasi. Mereka akan menyalurkan sumbangan ke Rumah Sakit anak di Korea. Sebagai ganti dari pesta pernikahan, Ahn dan Goo hanya akan merayakan pernikahan mereka dengan pertemuan keluarga dari kedua belah pihak.

Akhir kata, cuma mau bilang, “Ternyata adik Cheon Song Yi sudah dewasa ya, syelamat, dan bahagia selalu. Ya, semoga segala niat baik itu dimudahkan jalan dan urusannya. Syelamat kakak :D”

Jeda


Apa obat yang paling mujarab untuk jiwamu yang kosong?
Jeda.
Men-jeda dari hiruk pikuk dunia dan men-dekat pada Yang Kuasa.

Apa obat yang paling mujarab untuk hubunganmu yang kosong?
Jeda.
men-jeda dari pertemuan yang tiada arti, perselisihan pendapat, pertengkaran kecil.
men-jeda agar belajar saling mempercayai.
Tidak perlu merasa paling benar. Cukuplah mengerti. Memahami. Cobalah.
cukup beri 'jeda'.
Sama halnya seperti huruf. Ia akan jadi tiada arti jika tak ada jeda. Ia butuh jeda. Supaya ia jadi rangkaian kata yang indah dan bermakna.

Jikahuruftersusunmenjadisebuahkatanamuntanpajedamakaiaakansulitdimengertisulitdipahamitidakbermaknadantidakindah.

Berilah jeda-secukupnya. Agar tidak berantakan.

Apa jeda cukup bisa memperbaiki segala yang 'kosong'? Jawabannya, tergantung.
Apa yang sebenarnya kau cari? Kebahagiaanmu atau kebahagiaan bersama?
Lalu apa 'bahagia'?

Bahagia adalah aku yang masih bisa menjadi kendali dan alasan mereka untuk mengatakan “karenamu, aku bisa menjadi bahagia”. Lalu, kamu berdua menjadi bahagia-bersama.

Beberapa kisah memang tak tahu harus berakhir dimana.
Beberapa kisah memang tak tahu harus berakhir seperti apa.
Kita seperti pengendara di daerah asing, hingga kita benar benar bisa berkata pada diri kita sendiri "aku sudah sampai". Kita mengendarai kendaraan kita dengan segala kendali dari Yang Maha Pemberi Jalan dan kemampuan mengemudi dan mengendalikan kendaraan kita. Menelusuri jalan, bertemu dengan beberapa orang yang mungkin tepat atau mungkin tidak tepat sebagai tempat kita berlabuh, beristirahat sejenak, atau sekadar bertanya jalan mana yang harus kita lewati.

Tuhan itu tahu persis siapa saja orang-orang yang hanya hadir lalu berlalu dan siapa yang harus berhenti dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Perkara jodoh itu urusan Tuhan, lantas, apakita masih bandel mengintervensi skenario-Nya? Nggak hanya panitia ujian SBMPTN aja yang keputusannya mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Tuhan lebih bisa melakukannya. Sekali lagi, kalo minta jangan sok tau. Aja keminter. Untuk urusan ini, ‘aja songong' *jangan songong, plis. Boleh saja kamu minta, tapi kalau ndak dikasih, plis jangan sok tau, apalagi sampai nyalahin orang lain. Boleh saja kamu minta, tapi kalau ndak dikasih, ya berarti harus usaha lagi dan minta lagi. Kalau belum dikasih juga yang diminta, yaudah terima aja yang dikasih. Lo yang minta, lo udah dikasih, plis bersyukur aja :)


Jadi, cobalah men-jeda. Sempatkan merenung. Lalu, jangan sampai bosan untuk selalu berdoa. Minta sama Yang Maha Kaya dan Maha Bisa, tapi jangan sok tau.
Jeda.

Man Jaddwa Wa Jadda. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. In sya allah.

Sekian.
#note to myself.