[Cermin] Runningman 188

Suatu kali saya menyadari bahwa hidup bagi orang lain tak semudah kelihatannya. Momen ini saya dapatkan setelah berkali-kali nonton Runningman episode 188.
Dimana bintang tamu saat itu adalah Bi Rain dan Kim Woo Bin. Yang menarik perhatian saya adalah tingkah Tuan Kim yang sangat berbeda dari peran yang selalu ia mainkan di drama. Kim yang bad boy dan selengekan ternyata wujud aslinya adalah Tuan Kim yang sangat hangat dan pemalu di kehidupan pergaulannya.
Pada episode itu Tuan Kim berpasangan dengan Tuan Yoo, setelah melewati berbagai macam tantangan tibalah saatnya mereka melakukan perjalanan pencarian seekor Koala bernama “Keeley” di sebuah kebun binatang penuh dengan koala yang segedhe huhah. Berbekal sebuah foto, mereka berdua harus bisa menemukan Koala bernama “Keeley” sehingga misi bisa dianggap berhasil [*tolong bunuh saja aku]. Saat diperjalanan, ada celetukan Tuan Kim yang bisa jadi bahan renungan.  Tuan Kim melemparkan pernyataan pada Tuan Yoo, “Aku selama ini tidak pernah tahu tentang diriku, tetapi berada di Runningman membuatku tersadar akan sesuatu. Aku rasa semua yang kita lakukan mungkin terlihat sangat mudah bagi pemirsa di luar sana, karena semuanya juga terlihat sangat mudah bagiku saat aku hanya melihatnya di TV.”

Ya, Kita sering menyaksikan keberhasilan orang lain diraih ‘nampak’ dengan sangat mudah. Tidak, jika kamu melihatnya lebih dekat. Mendekatlah.
Dari jauh akan tampak: Tamat SMA tak perlu menunggu lama, langsung lulus SNMPTN, Kuliah, lulus 4 tahun, kemudian beberapa orang melemparkan pertanyaan, “Kok cepet?” atau sama dengan “Cepet ya?” yang lebih kepada pernyataan meragukan  “Kok ndang lulus?”, yang tampak adalah seorang mahasiswa berasal dari keluarga yang berkecukupan secara ekonomi, sehingga mudah saja bisa kuliah. Yang tampak adalah seorang mahasiswa yang tidak perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya karena sudah ada yang ‘mbayari’ kuliahnya, dan kewajibannya hanyalah belajar sehingga wajar saja lulus kuliah 4 tahun.
Itu tidak semudah kelihatannya, Bu. Mendekatlah lebih dekat atau Ibu perlu mengalaminya supaya Ibu mengerti.
Dari dekat akan tampak: sebelum lulus SMA, siswa yang calon mahasiswa ini tidak cukup pandai di kelasnya sehingga ia sering belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam), besoknya ujian ya malamnya belajar ringkasan-ringkasan yang sudah di’sela’ke ia buat jauh sebelum hari ujian. Kemari, lebih dekat lagi Bu. Semasa SMA dan duduk dibangku kelas 3, siswa ini jadi hobi sholat dhuha (ah, ternyata ada maunya..) harapannya adalah agar semua dimudahkan oleh Tuhan. Saat ujian, setiap malam ia bangun buat berdoa sama Tuhannya. Doanya apapun. Sebelum hari pengumuman kelulusan, siswa ini harus berperang batin dan kepandaian dengan siswa SMA sejagad untuk bisa kuliah. Siswa ini tidak cukup pandai untuk bisa masuk ke salah satu perguruan tinggi yang jadi impiannya. Tidak percaya? Ya, Kuliahnya yang 4 tahun lulus itu adalah sebenarnya pelariannya yang justru menjadi takdirnya. Selama masa kuliah 2 tahun, siswa yang sudah menjadi mahasiswa ini mencoba tes SNMPTN dua kali, dan dua kali gagal. Begitulah takdirnya membawanya hingga lulus kuliah 4 tahun. Selama masa membuat skripsi, siswa yang telah menjadi mahasiswa tingkat akhir ini sibuk cari acara di kampus dan bekerja. Supaya kalau ada acara ia bisa menghemat makanan sehari-harinya, Bekerja supaya dia bisa bayar biaya kos, buku, ngeprint, dan nraktir temen-temennya kalau dia ulang tahun. Di akhir penulisan tugas akhirnya, mahasiswa ini diterpa kemalangan yang tak seorangpun tahu. Singkat cerita bahwa mahasiswa ini kehilangan orang yang mbayari’ kuliahnya karena harus masuk hotel prodeo. Naasnya, orang itulah yang selama ini ia percayai. Meskipun sementara namun sangat menyakitkan prinsip dan idealismenya. Kepergiannya yang ‘jauh’ meninggalkan luka yang mendalam, keterpurukan yang cukup lama, hingga membuat mahasiswa ini menarik diri dari kehidupan sosial. Kepergiannya yang ‘jauh’ meninggalkan tanggung jawab bahwa mahasiswa ini harus lulus secepat mungkin supaya tidak membebani ‘sosok yang sedang pergi jauh dan sedang meninggalkan hutang yang tak terhingga rupiahnya’ menanggung beban kuliahnya lagi. Ya, motivasi terbesarnya supaya cepat lulus adalah ‘hutang’. Biaya kos saat menjelang sidang tak terbayarkan oleh mahasiswa ini, ia memilih nomaden dari satu kos ke kos yang lain. Titik nadir dalam hidupnya ini ia simpan sendiri. Dan segala puji bagi Tuhan, Allah kabulkan permohonannya.
Ini cerita fiktif yang sengaja dibuat supaya orang lain yang hanya melihat hasil, dapat pula melihat proses. Jangan hanya bisa bertanya, “Kerja dimana sekarang?” cobalah bertanya, “Apa kabar?” atau jika kepo tentang pekerjaan seseorang, cobalah mengganti redaksinya, “Sedang sibuk apa sekarang?”
Keterpurukan, kemalangan, dan kenestapaan bisa melanda siapapun. Menunjukkannya kepada orang lain, supaya orang mengasihi bukanlah kejahatan. Atau menyimpannya dan seolah baik-baik saja juga bukan kejahatan. Orang tersebut mungkin hanya butuh waktu, dan seseorang untuk bisa berbagi segalanya. Ya, segalanya.
Selamat berbagi, selamat memahami.

Lain halnya dengan cerita yang dibawa oleh Robin, seorang perempuan sederhana yang punya hobi nolongin temennya. Keluarganya kaya raya, namun hubungan Robin dengan kedua orang tuanya sebatas hubungan formal layaknya seorang anak yang harus menghormati orang yang usianya lebih tua. Robin, yang kaku di rumah, berubah menjadi sangat hangat jika bersama kawan-kawannya. Dari jauh akan tampak: Robin, perempuan cantik dan berasal dari keluarga kaya raya wajar jika punya hobi membantu orang lain, hobi ngutangin kalau kawan-kawannya butuh uang buat bayar kuliah atau beli buku kuliah, hobi beliin makanan buat temennya kalau temennya lebih milih nggak makan buat ngeprint tugas kuliahnya, jadi wajar saja kalau Robin tumbuh menjadi anak yang dermawan karena Robin berasal dari keluarga kaya dan harta berlimpah. Tidak ada yang spesial.

Cobalah mendekat, lihat lebih dekat: Robin yang sesungguhnya adalah perempuan rapuh yang menangis setiap malam karena perlakuan tidak adil kedua orang tuanya. Robin yang setiap malam tidur jam 11 malam, sering masih terjaga hingga jam 2 malam. Pikirannya penuh dengan rencana masa depannya yang selalu melintas ketika ia berada di atas kasur, kenangan-kenangan masa lalu yang sering menjadi intermezo ketika Robin mulai memejamkan mata. Kesulitan tidur yang dialami Robin pada suatu ketika ia atasi dengan mengambil jam dinding di kamarnya dan melepaskan baterainya. Suara detik jarum jam dinding terdengar sangat bising di telinganya ketika ia tidur. Oleh sebab itu, pagi harinya jam itu ia serahkan kepada ayahnya. Ayahnya hanya tahu, bahwa Robin anak tidak tau diuntung yang pemalas dan tidak tau waktu sehingga terlambat bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Ayahnya tidak tahu atau tidak mau tahu, masalah yang dialami Robin. Robin sulit tidur karena pikirannya penuh dengan permasalahan yang sedang ia hadapi. Robin yang rapuh, berusaha menjadi perempuan hangat di lingkungannya yang lain. Robin yang sebenarnya tidak terlalu kaya, karena sebenarnya keluarganya tidak sekaya orang lain lihat. Demi sebuah rumah mewah, hutang keluarganya hingga ratusan juta. Robin menghemat untuk biaya makan di kos, namun Robin tidak sungkan untuk membantu kawannya karena Robin tidak menampakkan kalau dia sedang nelangsa. Nelangsa senelangsa sesungguhnya.




Sebuah Kapal


Sebuah kapal terdampar.
di sebuah pulau tak berpenghuni.
dengan dua awak kapal.
Bertahan hidup.
Dari hempasan badai di tengah laut.

Satu...dua..hari bertahan dengan bahan makanan seadanya.
Mereka berdua memperbaiki kapal mereka.
Untuk kembali ke rumah mereka.
Kapal itulah kendaraan terakhir harapan mereka.

Akhirnya, jadilah kapal gagah mereka.
Yang akan membawa mereka kembali mengarungi kejamnya kehidupan di atas perairan mahaluas.
Mereka berdua bertekad akan melindungi satu sama lain.
Mereka berdua bersiap mempersiapkan segala yang diperlukan.
Mereka berdoa memohon keselamatan bagi keduanya.

Berangkatlah mereka berdua.
Momen-momen kecil namun berharga, mereka berdua lewati bersama.
Mungkin tanpa mereka sadari membuat mereka saling bergantung satu sama lain.
Suatu malam datanglah badai di tengah laut.
Badai yang sama yang pernah melumpuhkan kapal mereka.
Mereka yang pernah jatuh, kemudian bangkit lagi, tidak akan membiarkan hal yang sama menjatuhkan mereka kembali.
Mereka berupaya keras, menghadapi tantangan rintangan di depan mata mereka.

Terhanyutlah salah seorang dari mereka berdua.
Salah seorang lagi sedang bertarung melawan badai menjalankan dan berupaya mempertahankan kapal.
Kawannya tertelan kuatnya gelombang laut, derasnya hujan malam itu, kencangnya angin malam itu.
Di depan matanya.
Ia tidak bisa berbuat apa.
Keringatnya mengucur deras.
Ia tidak bisa menangis.
Ketakutan sesungguhnya yang sekarang ia hadapi ada di depan matanya.
Menyaksikan kawannya jatuh, namun ia tak bisa melakukan apapun.
Untuk menyelamatkannya.
Ia sedang memegang kendali mimpi mereka berdua.
Ia bertahan hidup.
Membawa kembali perahu mereka dengan selamat.

Ketakutan sesungguhnya baginya adalah ketika ia tidak bisa menangis namun justru membuatnya gagu dan membuat sekujur tubuhnya bergetar tak terkendali.
Tangannya tak mampu menggapai kawannya.
Untuk menyelamatkannya.

Berakhir sudah badai malam itu.
Kini, ia hanya seorang diri.
Kata siapa dia seorang diri?
Hanya kata orang yang melihatnya dari jauh.
Mendekatlah.
Tuhan, ada di hatinya.
Tuhan, ada lebih dekat dari urat nadinya.
Tuhan mendengar doanya.
Tuhan melihat upayanya.
Tuhan mengabulkan mimpinya.
Dengan cara berbeda.

Tuhan tahu apa yang dilakukannya.
Karena Ia dekat.
Manusia tidak tahu apa yang diupayakannya.
Karena manusia melihat dari jauh.

Dari jauh, tampak seperti titik tak bermakna.
Dari dekat, titik tak bermakna berubah menjadi anugerah yang tak ternilai harganya.
Kapal sudah berlabuh kembali menuju ke rumahnya.

Ia hanya meyakini bahwa ketika ada jatuh maka selalu ada bangkit di langkah berikutnya, jatuh ya bangkit, jatuh kemudian ya bangkit lagi.
Begitu seterusnya.
Siklus yang tidak boleh habis di’jatuh’, meski harus berulang beberapa kali.

[play] Never Say Never - Justin Bibier ft Jaden Smith 
See I never thought that I could walk through fire
I never thought that I could take the burn
I never had the strength to take it higher
Until I reached the point of no return
And there's just no turning back
When your heart's under attack
Gonna give everything I have
It's my destiny
 
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down
I will not stay on the ground
Pick it up
And never say never
I never thought that I could feel this power
I never thought that I could feel this free
I'm strong enough to climb the highest tower
And I'm fast enough to run across the sea
And there's just no turning back
When your heart's under attack
Gonna give everything I have
'cause this is my destiny
 
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down
I will not stay on the ground
Pick it up, And never say never

I will never say never! (never say it, never, never say it) (I will fight)
I will fight till forever! (OK) (make it right)
Whenever you knock me down
I will not stay on the ground
Pick it up, And never say never

Memahami

aku mendengar getar suaramu, aku melihat kosongnya tatapan matamu setiap kali kau kudapati duduk seorang diri di kursi dapur rumah kita. Apa kamu sedang berpikir, dengan apa kita akan makan esok hari? Aku mendengar getar suaramu yang mencoba menceritakan hal membahagiakan meski bertentangan dengan suasana hatimu. Aku membaca rahasia yang coba kau sembunyikan dari gemerlap godaan duniawi. Dan tiba-tiba aku ingin menuliskan bait ini, barisan kata-kata yang di dalamnya kusebut namamu. Doa. Kau yang gemar menyimpan duka seorang diri, ikhlaslah, kuatlah. Aku suka kata-katamu tempo hari saat kau duduk bersama denganku menonton tayangan tivi kesukaanmu, "Seburuk apapun pandangan dunia terhadapmu, pada akhirnya tempat yang selalu bersedia menerimamu dan membantumu adalah keluarga.."

"I'm sorry for blaming you.."ini yang ingin kukatakan padamu. Aku yang sempat menyalahkanmu, akhirnya menyadari bahwa ada hal di dunia ini yang tidak kita sadari keberadaannya, sampai hal itu hilang. Saat kita dihakimi oleh dunia, dan tiba-tiba tak seorangpun dari kawanmu membantumu, maka sesungguhnya sejak awal kawan itu benar-benar tidak ada. Atau saat kita dihakimi oleh dunia, kemudian salah seorang yang tidak pernah kita sebut dalam doa justru datang membantu kita, maka sesungguhnya sejak awal dia ada. Kamu bilang, "Aku tak memintamu untuk memaafkanku, aku hanya ingin kau memahaminya." Aku tahu kamu menangis, meski kau berdalih mengalihkan pandanganmu dariku.

Tak bolehkah laki-laki menangis? Sebegitu melukai harga diri seorang laki-lakikah, jika ia menangis karena tak sanggup menanggung dukanya seorang diri? Menangislah, atau kau adukan semuanya padaNya.


"Aku sedang berusaha dan mengupayakan apa yang terbaik bagi kita."
Ini yang ingin kusampaikan padamu. Jadi, jangan kau simpan bebanmu seorang diri. Tidak perlu menyakiti dirimu sendiri, dan bahagialah kedepannya.
Bahagialah dan adukan semua kebahagiaanmu padaNya.


Seems like it was yesterday when I saw your face
You told me how proud you were but I walked away
I'm sorry for blaming you for everything
I just couldn't do and I hurt myself by hurting you

[Hurt - Christina Aguilera]

Protagonist



Ijinkan kali ini ane khilaf bentar aja, nulis yang nggak penting. Jiwa labil ane tetiba muncul dan menyeruak begitu saja di dalam dada, takutnya nggak ada wadah yang bisa menampungnya. Jadi ane mau tulis aja. *ngemis guling guling

kawan-kawan dekat dan juga kawan yang tidak sering berpapasan langsung sama saya, banyak yang menganggap bahwa saya tipe emak-emak yang suka sinetron dan kecanduan K-Pop. Idih, padahal enggak ya. Cuma suka aja drama korea dan pria-pria koplak khas asia yang kebetulan tampak tampan di layar kaca. Dan tampak....nya dia jodoh saya *ampun mak... Saya sih nggak tersinggung dituduh kecanduan K-Pop, yang saya khawatirkan cuma kalau nanti calon suami saya melarang segala yang berbau Korea, eh.. baiklah kalau begitu bisa saya pertimbangkan :D *labil*

Selama nonton drama Korea, sadar nggak sadar saya, kadang sadar, kadang nggak sadar sering ngigau sama karakter yang ada di drama. Setelah nonton, karakter itu kebawa ke mimpi-mimpi absurd remaja telat galau. Kalau diurutin, sampe sekarang saya masih ngimpiin karakter-karakter ini.


1. Seo In Guk – Lee Ha Na.


Posisi yang paling pertama, dan belum bisa saya lupakan adalah Seo In Guk di King of High School. Di sana dia meranin dua karakter yaitu Lee Min Suk anak SMA usia 18 tahun dan kakaknya si Lee Hyung Suk 26 tahun. Yang paling bikin lumer dan dengan karakter mengesankan pas dia jadi Lee Min Suk seutuhnya. Lee Hyung Suk, kakaknya si Min Suk ini ceritanya sangat berprestasi di Jerman dan kecerdasannya di atas rata-rata. Tapi sayangnya, dia judes, dingin, penuh ambisi dan dendam. Tapi tenang, dia penuh kasih sayang, pada adiknya, pada keluarganya, pada ayah angkatnya, dan pada embahnya. Untungnya hatinya masih bisa disentuh ama yang namanya naluri kemanusiaan yaitu memaafkan karena bujukan adiknya yang paling ia cintai. Drama ini tuh, walaupun agak gak realistis di bagian anak SMA yang sering bolos terus jadi manajer di perusahaan, tapi penggambaran tokohnya oke banget. Hidup yang seharusnya itu yang kayak di sini, di dunia ini tuh nggak ada manusia yang jahat banget sebenernya, nggak ada manusia yang selalu berbuat aniyaya. Nggak ada. Yang ada, adalah manusia labil. Kadang khilaf, kadang muncul rasa kemanusiaannya, dan nggak semua kenelangsaan yang dialami manusia harus ditunjukin ke orang lain. Orang baik di dalam drama ini juga nggak digambarin secara lebay. Orang baik, tidak selalu miskin, teraniyaya, diam saja, polos, lugu, bertepuk sebelah tangan.



See, Seo In Guk sama Lee Ha Na. Pasangan noona dongsaeng ini, sukses bikin halusinasi tambah parah. Seo In Guk, anak SMA berusia 18 tahun yang jatuh cinta sama noona usia 28 tahun. Seo In Guk yang ini cukup tenar di sekolahnya, karena doi adalah atlet hockey yang selalu dibuntutin sama adiknya noona itu. Jadi, adiknya noona itu kayak penggemar fanatik yang terlalu obsesi bin posesif. Doi manggil Seo in Guk “Suami Lee” padahal Seo In Guk sejak awal terang-terangan bilang kalau dia nggak suka sama si adik noona ini, dan minta si adik noona itu melepaskannya, merelakannya, dan beralih ke pria yang bisa menganggap keberadaanya. Dan bener aja, di endingnya si adik noona ini, nemuin pria yang tulus padanya, yang juga keberadaannya nggak jauh dari dia. Dia Tae Suk, sahabat baik Seo In Guk. Ceritanya Seo In Guk, itu di hockey SMA nya, dia punya tiga sekawanan gitu. Nah salah satunya dia. Oke, kembali ke Seo In Guk, saat doi ngegantiin emasnya kerja jadi Manajer Retail di perusahaan, doi harus rela jungkir balik tiap hari ganti jadi anak SMA – masuk kelas – presensi – pura pura tidur padahal kabur – lari ke perusahaan lalu jadi manajer. Nah di sana, doi ketemu sama Lee Ha Na, pegawai kontrak yang penggambarannya kayak Betty La Fea tapi tanpa behel. Yes, akhirnya witing tresna jalaran saka kulina, Seo In Guk akhirnya jatuh cinta pada noona ini. Noona ini sebenerya telah jatuh cinta lebih dahulu sama Manajer Yoo (yang diperankan oleh Lee Soo Hyuk) sejak dua tahun yang lalu. Namun, pada saat eonni ini begitu tulus pada Manajer Yoo, Manajer Yoo yang berhati dingin itu tampaknya belum di sadarkan sama Allah swt. Manajer Yoo ini dingin tampak luar, dan workholic. Dia workholic karena sebenernya ingin mengesankan ayahnya supaya bisa menerima dirinya seutuhnya sebagai anaknya. Makanya dia sering khilaf mengahalalkan segala cara buat jadi yang paling oke di perusahaan. Dia dingin, karena perlakuan ayahnya pada dirinya juga dingin. Manajer Yoo ini meskipun dingin di luar, tapi sebenernya dia rapuh di dalam. Dia sayang banget sama emaknya yang disia-siakan sama bapaknya. Nah yang tau rahasia bahwa Manajer Yoo adalah anaknya Pak Presiden di Perusahaan cuma noona Lee Ha Na ini.



Yeah karakter lain yang bikin kagum, adalah karakter yang dimainkan sama Lee Ha Na di sini. Dia itu nggak ember, meskipun dia disakitin sama orang lain, lalu dia nggak menaruh dendam pada orang tersebut terus nyebarin rahasia orang itu. Rahasia akan tetap jadi rahasia dan nggak ada hubungannya sama cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Eonni satu ini juga sayang banget sama adik dan emaknya. Meskipun adiknya, mencintai lelaki yang sama dengan dirinya, dia rela mengalah supaya hubungan persaudaraannya nggak rusak. Selain itu, pas eonni nya ini sempet dipecat dari perusahaan lalu lagi usaha cari kerjaan lain buat nyukupin kebutuhan adiknya yang tinggal serumah sama dirinya, dia rela nggak ngasih tahu adiknya kalau dia udah nggak punya pekerjaan. Dia tetep ngasih uang saku ke adiknya, meskipun dirinya sendiri kesusahan harus berhemat. Adiknya yang khilaf membelanjakan uang sakunya buat ngebeliin jajanan buat Lee Min Suk, akhirnya tahu kalau kakaknya udah dipecat, kemudian doi ternyata cukup dewasa untuk menghadapinya. Doi jadi rajin mbersihin rumah, takut ngrepotin eonni nya yang udah kerja banting tulang buat ngidupin dia.

Pada suatu ketika, eonni ini dimanfaatkan sama Manajer Yoo. Sakit hatilah dia, dan dia berjanji untuk tidak mencintainya lagi. Tapi namanya perasaan manusia, nggak sekejap giitu aja langsung berubah. Dia cuma sedang usaha merubah perasaannya. Yes, tanpa dia sadari perasaan cinta itu sudah berubah menjadi sebatas sikap peduli dan perhatian pada atasannya saja. Dia tetep baik pada atasannya. Lalu Seo In Guk, menyatakan cinta pada eonni ini. Lalu eonni ini bilang, bahwa dia sangat berterima kasih karena dicintai namun tidak dapat menerima cinta tsb, karena dia sadar statusnya di perusahaan hanya karyawan kontrak dan Seo In Guk adalah atasannya dan dia juga bilang bahwa dia tidak mungkin secepat itu mencintai seseorang yang lain setelah disakiti oleh Manajer Yoon. Perasaan manusia tidak berubah secepat itu, katanya. Lalu, keesokan harinya, saat mereka bertemu di kantor, berubahlah sikap Seo In Guk pada noona ini, karena dianggapnya setelah ungkapan perasaannya ini akan membuat canggung di antara keduanya. Selang dua hari mereka tidak bertemu di kantor, yang dianggap noona ini Manajer nya menghindari dirinya dengan beralasan bertugas ke Jepang, padahal Seo In Guk ini sedang ngecamp sama tim hockey SMA nya buat persiapan pertandingan. Yes, perasaan seseorang bisa dianalisis kalau udah nggak ada orangnya. Si noona ini merasa, ada yang hilang. Gitu juga sama Seo In Guk, dia merasa nggak seharusnya dia menyerah gitu aja. Seo In Guk akhirnya kabur dari camp pelatihannya buat menemui noona ini. Cuma buat bilang, bahwa dia bukan tipe orang yang mudah menyerah. Jadi dia nggak akan menyerah, meskipun ditolak sama si noona buat yang pertama kali, dia minta ijin supaya boleh terus mencintainya, tanpa harus dipedulikan keberadaannya. *Lumer*



Seo In Guk: koplak bersama tiga kawannya, nggak kaya, nggak bermobil, cerdik, meneduhkan, melindungi, pantang menyerah, agak gengsian dikit, penuh kejutan, unpredictable, gigih, baik hati, penyayang keluarga dan noona, peduli, kalau kencan sama noona-nya pakai bis atau vespa diajakin jalan-jalan bukan ke mall atau bioskop, tapi di tempat-tempat historis, alam, kalau nggak ke tempat makan. Dia gengsi, pas double date sama kawannya si noona dan pacarnya kawannya inilah yang mau nraktir makanan mereka berempat, Seo In Guk langsung menolaknya, dia bilang bayar sendiri-sendiri aja. :D Meskipun pada akhirnya, si Seo In Guk ini ngutang sama noona :D



Lee Ha Na: koplak bersama Seo In Guk, sering memendam bebannya sendiri, nggak mau ngrepotin orang lain, penuh prasangka baik pada orang lain dan nasibnya sendiri, perhatian sama orang lain, tetap peduli meskipun udah disakitin, dia itu baik, kalau dia berbuat baik ya udah nggak usah diceritain sama orang lain, kalau dia disakitin sama orang lain ya udah dia nggak nyritain kejelekan orang yang nyakitin ke orang lain, ini orang legawa dan nrima banget tapi tetep kelihatan ceria dan happy.



Kalau dinilai dari skala 1-10, dua orang ini dapet 10. Perfecto.



2. Park Seo Joon


Park Seo Joon ini juga main di drama komedi romansa noona dongsaeng. Aduh kok aku jadi tipe pecinta crita noona dongsaeng gini sih. Eh, kebetulan aja. Ini lebih parah lagi ketimbang Seo In Guk, Park Seo Joon di Witch’s Romance ceritanya jadi mahasiswa yang lagi cuti kuliah yang usianya 25 tahun terus kerja di sebuah perusahaan jurnalis dan di situ doi jatuh cinta sama ahjumma eh, noona usia 39 tahun -_-‘ speechless.. Di sana doi jadi mahasiswa kedokteran yang cuti kuliah, buat nyari duit buat nglanjutin hidupnya. Dia itu gigih, dan baiknya masya Allah. Di balik kekoplakannya, sebenernya dia juga rapuh karena ditinggal mati kekasihnya. Dia merasa bersalah jadi dokter tapi nggak bisa menolong pacarnya. Akhirnya, dia memutuskan melepaskan kemapanannya sebagai anak Direktur Rumah Sakit ternama di Korea dan nyari duit dengan keringatnya sendiri. Nggak ada yang tahu kalau dia anak Direktur Rumah Sakit. Toh dia juga bukan orang yang songong yang mamerin kekayaannya dengan membawa mobil kemana-mana dan pake jas kemana-mana. Yes, sama, di sini juga witing tresna jalaran saka kulina..




Park Seo Joon: koplak, kaya tapi tidak merasa harus menunjukkan bahwa dia kaya, kemana-mana pake motor bebek, nggak malu numpang tidur di tempat temennya, baik (baik aja, nggak baik banget), bukan tipe penggombal, bukan playboy meskipun wajahnya cukup potensial buat mainin perempuan, setia, pantang menyerah, gigih tapi nggak obsesif, rela berkorban, dia kalau kompetisi buat mendapatkan hati perempuan yang dicintainya dia itu mainnya fairplay. Ketika noona yang ia cintai lebih memilih laki-laki yang datang dari masalalunya si Seo Joon ini nggak maksain kehendak, toh noona ini berada pada pria yang tulus dan tidak akan menyakitinya. Ini cara mencintai yang elegan. Di ending cerita, kedua insan beda usia ini berencana untuk menikah setelah Park Seo Joon ini kelar kuliah kedokterannya.



Skor karakter Park Seo Joon ini dapet 10 :D



3. Jang Na Ra



Eonni satu ini emang babyfacenya awet banget dari dulu.. Di Fated To Love You dia meranin jadi istri yang nrima banget. Lugu nya subhanallah. Baiknya masya Allah. Dia nggak bisa nolak alias nggak bisa bilang “tidak” kalau ada orang lain minta tolong. Sangat mencintai keluarganya, penuh kasih sayang dan kelembutan. Lugunya itu bikin lucu. :D Dari film ini kita ditunjukin bahwa cinta itu bisa tumbuh. Cinta, meskipun benda mati dia akan tumbuh jika berubah menjadi kata kerja mencintai dan saling mencintai. :D Kalau mau nonton orang-orang berbudi baik, di sini banyak..


Jang Na Ra di drama ini dapet skor 10 :D



4. Park Yoochun sama Pak Presiden Son Hyun Joo



Park Yoochun sama Pak Presiden ada di drama Three Days. Ya, ini salah satu drama korea yang nihil adegan kisseu. Yoochun di sini dia jadi anggota elit atau kalau versi indonesia nya Paspampres. Nah di sana, dia orangnya disiplin dan totalitas dalam menjalankan tugasnya. Saat sedang bertugas menjaga Presiden, dia ditelpon namun tidak dia angkat karena dia nggak akan mengangkat telepon kalau sedang bertugas. Padahal pada saat itu pihak rumah sakit dan kantor polisi mau mengabarkan bahwa ayahnya meninggal dalam kecelakaan. Babenya si Yoo Chun ini menjabat jadi menteri ekonomi, dan meskipun katanya mati dalam kecelakaan, namun selidik punya selidik kematiannya ternyata penuh sabotase. Yes, ini drama agak berat karena masuk dalam intrik politik, melibatkan presiden, para petinggi yang pada saat itu mengendalikan Korea. Meskipun agak berat, tapi untungnya penulis nya sangat mahir dalam mengemasnya. Penulis yang juga nulis drama Cyber Ghost ini, berhasil membuat saya jatuh cinta padanya dua kali. Dipikir-pikir, tipe penulis ini nggak terlalu mementingkan kisah romansa dan no kisseu, namun dramanya masih bisa tetep manis ya.. Park Yoo Chun di bantu sama seorang polwan buat mengungkapkan rahasia di balik insiden demi insiden di sekitarnya, yang ternyata berkaitan dengan Presiden. Termasuk pengkhianatan yang ada di tubuh kepolisian, jaksa, dan paspampres sendiri. Tapi untungnya, masih ada orang-orang yang kayak Yoo Chun, Pak Presiden, seorang jaksa senior dan polwan itu. Setiap episode di drama ini sama kayak di Cyber Ghost, penuh kejutan dan nggak gampang ditebak. Ya, Pak Presiden, sebelum jadi Presiden pernah khilaf berbuat salah pada negaranya, namun beliau tobat setelah jadi Preisiden. Banyaknya teror yang datang ke Blue House (istana nya Korea) tidak membuat Pak Presiden mudah terprovokasi dan tetap melindungi rakyatnya meskipun harus mengorbankan nyawanya. Nggak mudah ketebaknya ya karakter Presiden di sini. Awalnya, karena saya tahu Pak Presiden pernah berbuat khilaf di masa lalunya, saya kira ketika datang teror pada dirinya satu demi satu, dia bakalan goyah dan bakalan melakukan apa saja asalkan menguntungkan baginya. Tapi ternyata enggak, beliau orangnya misterius dan akurat kalo menyelesaikan masalah. Pak Presiden ini mementingkan keamanan negara dan keselamatan warganya.



Park Yoo Chun: totalitas, loyal, penuh kepercayaan, setia kawan, salah tingkah kalau mau ngasih perhatian ke perempuan yang disukainya, kalau berhadapan sama polwan yang disukainya tangannya utak-atik sibuk sendiri di bawah meja (grogi).



Kalau di kasih skor, Park Yoo Chun ini saya kasih 9. Soalnya dia jarang ketawa lepas :D (minus 1 kan), tapi masih tetep ngegemesin pas dia jaim gara-gara suka sama polwan.



Kalau Pak Presiden saya juga kasih skor 9. Habisnya, meskipun Pak Presiden niatnya baik, tapi sering membahayakan nyawanya sendiri. Kan mbuat orang-orang yang bertugas menjaga keselematannya jadi was-was dan kalang kabut. Bisa makin gawat kan, kalau orang VIP nomer satu ilang atau celaka. Tenang Bapak, beban bapak bisa bapak bagikan pada kami :D



5. Jung Il Wo


Jung Il Wo ceritanya jadi versi dewasanya Lee Min Ho yaitu jadi masnya Kim Soo Hyun di The Moon That Embraces The Sun. Di sana doi jadi pangeran yang emoh mewarisi jabatan jadi raja, jadi kemudian dilimpahkan ke Kim Soo Hyun. Justru dia memilih buat melindungi Kim Soo Hyun, meskipun dia adalah rival Jung Il Wo dalam hal asmara. Dari remaja, jung il wo ini (pas diperanin sama Lee Min Ho) jatuh cinta sama adik dari sahabat baiknya. Cintanya itu tulus banget *lumer. Di cerita sebenernya, jung il wo lebih dulu yang mencintai si saman, tapi di ending cerita si Saman malah berlabuh sama Kim Soo Hyun dan jung il wo berakhir pada kematian karena melindungi adik tercintanya, dia mikir karena mereka berdua saling mencintai maka yang bisa membahagiakan perempuan yang dicintainya ya cuma Kim Soo Hyun *peluk guling.. Aduh, cara dia mencintai si saman sesuatu sekali...



Jung il Wo: penyayang, penuh cinta kasih, setia kawan, penuh pengorbanan. Kasih skor 9, soalnya dia sempet tidak berbesar hati karena tahu bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, kemudian dia kabur sebentar.



6. Jo Hyun Jae


Dia jadi Han Kang di 49 Days.. T___T Kalau mau nonton drama yang bisa nyadarin kita buat mensyukuri hidup, harus nonton ini.. Dia di sini, jadi orang yang mencintai dan kembali lagi bertepuk sebelah tangan. Suka sejak SMA di sekolah yang sama, dan perasaannya selalu dipendam dan tidak pernah diikrarkan hingga perempuan yang dicintainya ini bertunangan sama pria lain. Yes, dan sampai akhirnya cinta itu tidak pernah diungkapkan sampai mati, eh koma.



Jo Hyun Jae: setia kawan, gigih, bukan tipe troublemaker dan perusak hubungan orang, legawa, nrima, penuh cinta kasih, gengsian, penolong.



Ane kasih skor 8, soalnya dia itu nrima-ne kebangeten. Dia memendam perasaan cintanya bertahun-tahun sampai perempuan yang dicintainya bertunangan di depan matanya. Eh, ahjussi harusnya memperjuangkan dong, ya perjuangan tapi jangan maksain. Sebelum menyesal kemudian. Dia juga jadi tampak kurang bahagia karena jarang ketawa, dan tampak susah move on :D sinih, come to mama...



7. Lee Pil Mo

Dia jadi Gook Chun Soo di Emergency Couple. Itu tuh, yang jadi kepala Gook di UGD atau kepalanya dokter2 magang (residen). Ceritanya di sini, ahjussi ini jadi bujang tua karena dulu ditinggalin pacarnya ke Amerika, dan dia tipe orang yang sulit untuk mencintai. Dia sering nggak sadar kalau sebenernya dia sedang suka sama orang. Gengsinya juga agak gedhe ni ahjussi. Mau muji orang aja agak mikir, apalagi mau nunjukkin cinta sama Song Ji Hyo. Dia orang yang punya pendirian kuat, penolong, penyayang tapi dingin diluar jadi kelihatan judes kalo bilang padahal niatnya baik. Setelah tahu kenyataan bahwa cintanya tak berbalas bertepatan sesaat sebelum dia bilang sama Song Ji Hyo, dia menerima dengan lapang dada kenyataan pahit itu dan di kemudian hari dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa kelak jika dia jatuh cinta, akan ia perjuangkan. Ye, dan bener sebelum Profesor Shim (mantan pacarnya yang dulu) mau pergi ke Amerika lagi sama anaknya, dia mengejar sampai ke Bandara, buat bilang “Tolong kembali :D” Di film ini kayaknya nggak ada orang jahat.



Lee Pil Mo: baik, mendedikasikan hidupnya untuk menyembuhkan orang meskipun dia dapet skors (Belum bisa jadi dokter spesialis karena masa lalunya saat jadi dokter residen melakukan kesalahan), adil, menyembuhkan siapa saja tidak membedakan pasien kelas VIP ataupun pasien yang nggak punya uang buat bayar, menyembuhkan siapa saja, saat dokter di UGD enggan menangani dan menunggu hasil laboratorium dulu karena pasien mengidap penyakit langka dan menular dia tanpa pikir panjang, langsung bertindak sebelum pasien justru akan mati sebelum sempat ditangani, cekatan, gengsinya gedhe, nggak pendendam waktu ketemu sama mantan pacarnya lagi yang ternyata udah punya anak justru jadi kawan dekat.



Ane kasih skor 8, meskipun masalah kedokteran dia nomer satu tapi kalau suka sama Song Ji Hyo itu dia nggak bisa nunjukin. Iya, nunjukin tapi bukan show off yaaa... Makanya dia selalu selangkah di belakangnya Choi Jin Hyuk mulu. Dia juga gengsinya gedheeee banget... marai mumet..



8. Dokter di Greatest Love yang ikut reality show sama Gong Hye Jin

Ane nggak tahu siapa namanya, tapi kebaikan hati nya masih bisa ane rasakan.. :D



9. Jo Jung Suk di The King 2 Hearts

Rela mati untuk melindungi rajanya, anti berkhianat, dan bener dia dimatiin gitu aja sama sutradaranya di endingnya, padahal cinta-nya sedang menunggunya kembali T_T



10. Ryu Soo Young di Two Weeks

Ahjussi ini bukan orang jahat, dia jadi polisi yang subhnallah penyayang dan besar hati.



11. Park Jung Min

Dia yang jadi Gook di You’re All Surrounded. Sampai akhir cerita, kayaknya si Go Ara ini nggak nyadar kalau Gook itu cinta sama dia. Ya, meskipun bukan lead male, kebaikan hati, kebesaran hati, kesetiakawanannya dan kekoplakannya cukup menyentuh perasaan saya.



Yeah, sekian. Akhir kata... semoga kebaikan orang lain yang akan selalu kita ingat dan kita contoh, kebaikan kita pada orang lain mari kita lupakan. Kesalahan orang lain pada kita mari kita lupakan, dan kesalahan kita pada orang lain mari kita ingat.

Mari memaafkan.. Maafin ye, udah nulis nggak penting gini :D

Happy Ending

Lee Min Suk, anak SMA berusia 18 tahun, yang jatuh cinta dengan eonni yang usianya 28 tahun. Di penghujung masanya duduk di bangku SMA, dia melamar eonni dengan popcorn segede kantong. Konon katanya, dia nggak bisa beli cincin buat melamar, jadi sesuatu yang lain yang lebih disukai eonni dibandingkan cincin adalah popcorn. Dibawanya popcorn sekantong buat melamar eonni. *dasar kelakuan anak SMA *toyor Seo In Guk


Min Suk: "Setelah kupikirkan, kau mungkin benar. kau akan menghambat masa depanku. Namun, tidak peduli masalah apa yang akan kuhadapi nanti, aku hanya ingin tetap bersamamu.. sampai mati.."

nyodorin popcorn, sambil bilang "Narang gyulhon hae joolaeyo?"

---tetiba popcorn sekantong diambil sama si eonni---


3 tahun kemudian..

Min Suk: "istriku, kau sudah tua.." *ngledek ni anak

eonni: "kenapa kau selalu bercanda dengan umurku? Kau pasti bahagia karena kau masih muda."

Min Suk: "Hei, aku sangat mencintaimu. Jantungku berdebar kencang." *natap serius*

eonni: "aku tidak percaya."

Min Suk: "Hei, bagaimana bisa kau meragukan hati suamimu seperti ini?"

"Aku tergila-gila padamu, Jung Soo Young. Aku bisa mati karenamu. Setiap hari, setiap pagi aku jatuh cinta padamu setiap kali aku melihatmu.. Lagi dan lagi... Eonni popcorn-ku.. sahabatku.. istriku... cintaku.. sayangku... Terimakasih banyak telah menikah denganku.. "



"Maybe destiny is not something for someone who sits and waits for a chance. A real destiny comes like a gift that is given to me. When i look for and dare to choose. Then it comes to me. So I with someone I dared to choose as my destiny will do my best loving and living with him." [Jung Soo Young]

-Happy ending di episode 17-
King of High School

Kehilangan

Setiap kali berulang tahun, aku semakin mendekati tempat asalku: ketiadaan. Ibuku bilang, dunia ini sendiri pun lahir dari ketiadaan. Karena lahir dari ketiadaan, mengapa pula harus mencemaskan kehilangan?

Ramadhan 1435 H, seorang ayah dari dua anak mengayuh sepeda usang sepulang dari kantor. Di usia senjanya menanti masa pensiun, keimanannya tengah diuji oleh Tuhannya. Dia bilang 6 Juli adalah tanggal ulang tahunnya. Dia bilang bahwa, sisa hidupnya hanya ingin ia gunakan untuk beribadah kepada Tuhannya. Dia bilang bahwa motivasi terbesarnya untuk bertahan adalah keinginannya melihat anak-anaknya tumbuh dewasa, sukses, dan bahagia. Salah seorang dari mereka bilang bahwa hal yang paling menyakitkan adalah melihat laki-laki yang dicintainya menangis, ayahnya.


"Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

"Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

"Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan keoada Allah-lah dikembalikan segala urusan."

"Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar."

"Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu."

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."

[Al Hadiid]



Jangan menangis, karena yang terpenting bagi anakmu adalah kesehatanmu, dan kebaikanmu pada orang lain. Tuhan sedang menguji ketaatanmu, ketaatan istri dan anak-anakmu.