Hidup itu...

Hari ini...telah kukenangkan segalanya. Jika perjalanan dalam hidup ini adalah lingkaran yang sempurna, sesungguhnya perjalanan dalam hidupku selalu berputar pada dua hal yang mendasar: kebahagiaan dan kepedihan. Bahwa, kehidupan ini adalah sekumpulan pertemuan dan perpisahan. Mendapatkan dan kehilangan. Lahir, kemudian mati... dan kini, aku memang merasa sepi di kesunyian malam.. Tidak ada gemericik air hujan, tidak ada deru motor, tidak ada tawa canda, tidak ada isak tangis karena filem korea.. aku (yang) sendiri..
Seperti komet: setelah memukau orang-orang dengan cahaya pijar sekilasnya, apalagi yang ditunggu selain kematian untuk selamanya.
[maria al qibthiyah]

akan kubaca setiap hari coretan yang mulai sekarang ada di dinding kamarkosku,
"kesuksesan adalah seberapa tinggi anda memantul setelah anda menghantam dasar."
[George S. Patton]

aku, akan di sini setiap pagi hingga akhir pekan, dan aku akan ditemani oleh rasa setia dan optimisku, faith... :')
ahh.. Meski tulisan ini sederhana dan penuh keoptimisan, namun sebenarnya ini menyakitkan.

My Dandelion Stories

Dandelion adalah bunga liar yang kuat. ia tegar, bagiku. bahkan, saat tumbuhan lainnya mati, dandelion tetap hidup. menahun... dandelion bisa hidup di mana saja asalkan ada sinar matahari. Di sela-sela batu, di dekat rel kereta api, ataupun di retakan-retakan tanah ia pun bisa hidup. Meski kadang dandelion harus kedinginan tertutup salju, kadang harus terkena debu dan panas yang menyengat, namun ia tetap hidup... bertahan hidup, karena dia adalah dandelion, bukan mawar ataupun melati..

Dandelionku bukan bunga... ia adalah nama dari rumah keduaku di kota perantauan ini, "Dandelion Boarding House" kami menyebutnya...
Bukan dandelionku yang hendak kuceritakan di sini. ia hanya bagian kecil dari warna pelangi yang hendak kubagikan padamu...

"You can't choose your family, but you can choose your friend to be your family." [anonim]
yaaa... kita tidak akan dapat memilih siapa-siapa yang akan menjadi saudara kandung kita, siapa yang akan menjadi ayah ataupun ibu kita, namun kita dapat memilih sahabat-sahabat yang ada di sekitar kita untuk kita jadikan saudara... inilah dandelion ku... kami adalah saudara, tanpa ikatan darah yang mengalir di tubuh kami... dandelion ku, hunian yang tidak hanya menawarkan kenyamanan namun juga kehangatan, melebihi tawaran promo hunian mewah yang sering muncul di tivi..

tak butuh waktu lama, penghuni dandelion untuk saling mengakrabkan diri antar penghuni lama dengan penghuni baru... meski rumah kami kecil dan sangat sederhana ini tanpa induk semang yang selalu mengawasi kami, tapi kami bisa saling mengingatkan dalam kebaikan.. kami saling mengerti.. rentang usia, tidak menjadi penghalang untuk kami saling bercanda satu sama lain, menertawakan satu sama lain, mengejek satu sama lain, dan akhirnya kami akan menertawai kekonyolan masing-masing dari kita... bukan karena kami makhluk yang tanpa cela, kami pun sering menggerutu karena kebiasaan-kebiasaan buruk satu sama lain, namun tidak berselang hari, bahkan hitungan menit, kami lupa pada kejengkalan kami sendiri, kami kembali menertawakan satu sama lain. kami bagai anak kecil di bawah umur lima tahun, habis menangis karena merengek tidak dituruti permintaannya, namun kemudian setelah itu dia akan tertawa riang, tidak peduli dia telah disakiti...

Satu persatu penghuni lama pergi dari dandelion ini karena urusannya masing-masing... dan satu persatu pula penghuni baru menggantikan penghuni lama.. seandainya saja, rumah ini bisa seperti pintu kemana saja milik doraemon, yang bisa membawa kita kemana saja yang kita inginkan.. tidak peduli jauh ataupun dekat, kita akan kembali melewati pintu ini... kita akan berkumpul kembali, bertemu dan saling menyapa, tersenyum, tertawa, dan menangis, mengeluh, dan saling menguatkan...
jika satu di antara kita tidak ada, pasti akan terasa sepi... sendirian seorang diri hanya bersama dandelion, tanpa penghuni lainnya, rasanya "so lonely"... aku bisa menangis semalam, seorang diri... siapa saja akan kukirimi pesan singkat, bahwa aku merindukan mereka... termasuk kampung halamanku sendiri... Aku rindu kamu, saudariku... kita akan berkumpul lagi kan suatu saat nanti? Kita akan saling membawa kabar gembira, dan bertukar cerita menyenangkan kan?
kita akan tetap selalu mengingat kan?

Aku yang mencintaimu, saudariku...
-Ari-

Rasanya di tolak itu....

Rasanya ditolak itu...
Sakit...

Semalaman memikirkan apa yang salah denganmu, mencari alasan kenapa kamu ditolak? Begitu kan?
Lalu kamu akan berkata, 'dia tidak pantas untukku' atau 'aku tidak pantas untuknya'.
Lalu kamu akan mensugesti kalau pasti ada yang lebih baik darinya diluar sana, ini hanya masalah waktu.
Sebelumnya, kamu memikirkan, kenapa orang lain bisa diterima olehnya? Apa yang mereka lakukan untuk meyakinkanya? Apa yang mereka tawarkan padanya? Apa...'apa adanya' kamu, tidak cukup membuatnya menerimamu?

Aku nggak tau..
Kamu menangis sebelum tidur, dan nyatanya memang benar-benar tidak bisa tidur.
Kamu pulang ke rumah, dan memberikan senyuman kepada mereka yang menyapamu, lalu kamu masuk ke kamar. Lampu kamar kamu matikan, kamu menyumpal mukamu dengan bantal, dan gelap...

Tulisan penolakan itu masih cukup jelas terbayang di otakku. Berulang kali kubaca surat itu, tetap tidak ada yang berubah. Mungkin saja aku melewatkan beberapa kata sehingga membuat ambigu makna yang kutangkap. Nyatanya tidak sama sekali. Kalimat itu terlalu lugas untuk sebuah penolakan. Dia menolakku, itu faktanya.

Secara otomatis kamarku dipenuhi oleh lagu-lagu melow yang makin membuat air mataku mengalir deras. Sesak, dan hidung tersumbat. Kekonyolan di tengah malam.
Aku menangis seorang diri, berkeluh kesah kepada-Nya. Karena hanya Dia yang sanggup memeluk mimpi-mimpiku. Menahan isakan tangis, menahan teriakan yang sebenarnya ingin kukeluarkan supaya tak seorangpun mengetahui kalau aku menangis seorang diri di dalam kamar.

Aku membuat orang berpikir, kalau aku sedang lelap tertidur. Aku menangis, entah berapa lama hingga aku tertidur., dan keesokan harinya kudapati bahwa aku sudah melupakan 'penolakan' itu. Aku cukup kuat untuk bangkit lagi, menata rencanaku selanjutnya dengan memperbaiki kesalahanku supaya aku tidak ditolak untuk kesekian kalinya (lagi). Aku belajar dari penolakan pertama. 'apa yang membuatmu begitu yakin akan rencanamu selanjutnya?'.
Jawabanya, keyakinan itu sendiri. Percaya, yakin bahwa Dia selalu ada dlm setiap langkah yang kita ambil, percaya jika Dia akan memeluk mimpi-mimpi kita. Percaya, Dia menyiapkan rencana yang jauh lebih indah daripada rencana kita sendiri. Surprise.

Aku cukup membayangkan penolakan demi penolakan (baca: gagal) yang pernah kualami, dan aku tidak mau merasakan sakitnya lagi.

Faith!

Cukuplah aku bersedih selama 24 jam itu, prinsipku: aku harus berubah setelah tidur. Aku lupa. Aku tidak mau berlarut-larut.
Bersedih hanya 1 hari, selanjutnya boleh kamu sebut keharuan, dan akan berbuah kebahagiaan. Happy ending.

Beutiful Girl :)

Dalam perjalanan pulang, aku berhenti sejenak di sebuah selter bus, aku duduk di sebelah seorang gadis cantik..

Lalu aku bertanya kepada gadis itu:
"Anda begitu cantik!"
Ia tersenyum dan menjawab:
"Karena di sebelah saya ada orang yang jelek."

[gludhakkk]

Kemarin di tempat yang sama, wanita tadi duduk di sebelah seorang wanita muda cantik yang lain dan seorang pria.
Pria tersebut menanyakan pertanyaan yang sama kepada wanita muda cantik yang ini.
"Nona, Anda begitu cantik."
ia tersenyum lalu menjawab:
"Karena di sebelah saya ada wanita jelek."

dari kejauhan seorang tua dengan rambut uban jikrak tidak beraturan sedang meneliti, "teori relativitas."
Orang itu bernama Einstein.

~Putu~

Tidak Ada Sukses Yang Datang Dengan Mudah, Semua harus di Perjuangkan

Ahh..entah darimana aku harus bercerita.
Beberapa bulan terakhir ini,gejolak jiwa mudaku sangat bersemangat untuk mengejar kemandirian.
Kemapanan mungkin lebih tepatnya.
Ahh,bukan itu juga. Aku cuma ingin membuktikan baktiku pada mereka. Dan aku memilihnya untuk memulainya sejak saat itu.

Aku bekerja. Tentunya part time,karena aku masih mengutamakan kuliahku. Tidak jauh jauh dari concern jurusan yang aku ambil,aku mengajar. Dan perlu diketahui,itu ternyata menyenangkan meski tidak ajeg setiap hari.tapi,aku senang.

Lalu,ada beberapa hal yang tidak bisa kuceritakan,aku membutuhkan kebebasan finansial..bukan karena orangtua tidak mampu mencukupi kebutuhanku diperantauan ini. Sungguh bukan itu. Syukur alhamdulillah bapak ibuku msh mampu melakukanya. Tapi,ada beberapa hal yg tdk butuh pengertian dr oranglain. Setidaknya bagiku seperti itu.

Entah darimana asalnya,keberanianku muncul tiba-tiba. Berani-beraninya aku mendaftar menjadi OP (operator) dikampusku, SEORANG DIRI, dan tanpa pengalaman apapun. Dan aku,pulang dengan kekalahan setelah satu bulan itu.

Aku mencari pekerjaan yang lebih bisa diterima oleh fisikku. Aku membuka lembar di koran,lowongan pekerjaan. Di sinilah aku belajar banyak.

Aku terjebak dlm suatu kondisi= MLM. Hampir saja aku terjebak,bagaimana mungkin aku akan bisa mendapatkan uang 1-1,5jt/minggu,jika aku cuma bekerja didepan komputer,menatap layar komp,dan memakai produk mereka bisa mendapatkan income yang terus berkembang. Aku pasti akan dimusuhi oleh banyak orang. Aku seperti hampir tersihir oleh ucapan persuasif mereka. Kejanggalan atas teknis kerja mereka sudah kurasakan sejak SMS yg dikirim padaku kubaca,sampai pada ketika aku berada di kantor mereka [katanya].

Beralih ke penawaran berikutnya. Sama seperti,pengalaman awal,aku sudah mulai curiga dari sms-sms yg terkirim padaku.

Aku diminta dtng k perusahaan mereka dg membawa surat lamaran, fc ijasah, foto. Posisi yang ditawarkan adlh: staff administrasi dg gaji 750-1jt/minggu. Jelas nggak mungkin,mereka,perusahaan tp merekurt staff penting dg kerja part time dan dbyar tdk kecil. Aku curiga,tp masih saja aku menuruti permintaan mereka untuk datang ke kantornya. Di sana uang 100rb ku melayang. Ahh,harusnya aku tdk mengingatnya. Uang 100rb yang seharusnya menjadi penopang hidupku di kota perantauan ini selama 1minggu justru melayang k tangan para penipu hoax itu.

Aku belajar,bukan hanya dari bangku kuliah. Aku belajar dari kehidupan di luar sana. [inginnya] Aku tidak menangis. Aku selalu ingat peristiwa ini untuk langkah ke depan. Aku tidak akan punya rambu2 atas resiko ini jika tidak pernah mengalami kerugian seperti ini...

Setelah beberapa hari menenangkan pikiran, akhirnya aku bisa ikhlas dg kejadian pahit itu. Aku mulai lupa dg uang 100rb itu. Msh untung aku kehilangan "hanya" 100rb. Bgaimana bila aku menuruti kemauan mereka dg mengikuti jejak mereka menipu byk org yg sbenarnya sdg membutuhkn uang dan mencari pekerjaaan dgn syarat aku harus menyerahkan uang muka 550rb. Statusku adalah mencari pekerjaan karena tidak punya uang, bukan mendapatkan pekerjaan karena aku membayar sejumlah uang pada perusahaan,tanpa tes apapun.

Satu hikmah yang bisa aku ambil,bahwa tidak ada kekayaan yang bisa diraih dlm sekejap. Kita harus curiga ketika ada tawaran yg menggiurkan tanpa membicarakan KERJA KERAS. Meski sulit, tapi aku cukup kuat untuk bisa bangkit lagi, dan menata mimpiku lagi dg usaha. Hidupku tak akan membaik kalau aku hanya berkutat seputar kisah mengenaskan itu. Biarkan itu mjd sjarah yg akn mjd pelajaran bagiku.

Meski begitu, bukan berarti aku tidak dihinggapi keraguan. Ia sering datang dan pergi. Ada saat-saat dimana aku kadang berpikir apakah impianku adalah sesuatu yang muluk?berlebihan. Ari dengan pemikiran gila nya. Kemudian aku telah sampai pada titik dimana kupertanyakan kembali sesuatu pada diriku, apakah aku bisa mencetak SATU SAJA bukti dari impianku? Jika satu itu bisa menjadi nyata,maka itu juga berlaku untuk mimpiku yang lain.

Namun, jika benar mimpi ini hanya khayalan di siang bolong,aku akan mencoba realitis tapi tetap berusaha.

Semoga ini bukan hanya sekedar bunga tidur yang tak berujud apa apa. Allah akan selalu menyertaiku. selaluuu

Wiro Sableng [ku]

Dulu setiap habis pulang dari sekolah (jaman kapan ya?? SD kali ya?) selalu buru-buru duduk di depan tivi, buat nonton pahlawan sableng yang fiktif belaka(katanya) tapi keren, yaitu Wiro Sableng.. lucu, dan lagunya menjadi terbiasa di telinga sehingga menarikku untuk melagukannya... aiiiihh...


... Yea hahahahahaha... :D

kau bukan utamakan tegap gagah perkasa..Siapa dia?Wiro Sableng,membela kebenaran, membasmi kejahatan..inilah dia Wiro Sableng...sikapnya lucu, tingkahnya aneh,persis orang yang kurang ingatan dan tak sadarDia selengekan tapi cinta damai..Wiro Sableng disukai banyak orangWiro Sableng, dasar sableng..gurunya gendheng, muridnya sableng..
"Aku melangkah menyusuri dunia mencari arti kehidupanwalau rintangan menghalangi aku tetap tabah menghadapinya..sibak gembira yang menyelimuti diri,meraih satu keputusan, tegakkan keadilan seluruh jagad insani..cahaya kemenangan menyatu hati nurani.."
Wiro, wiro sablengSinto, sinto gendhengWiro, murid sablengSinto, guru gendheng
Wiro Sasongko itu nama aslinya lahir dari ibu bernama Suci..dengan ayahnya bernama Raden Rambolangdan dibesarkan oleh seorang guru Bernama Sinto Geni alias eyang Sinto Gendhengatau Sinto Sinto Gila
Wiro Sableng mewariskan sebuah senjata saktiberupa kapak bermata dua berhulu satu berkepala naga.Kapak Naga Geni 212 namanyasenjata pamungkasnya Wiro Sableng yang hebat, yang siap membasmi orang-orang jahat
"Angka 212 memiliki makna di dalam kehidupandalam diri manusia terdapat dua unsur, ingat duniawi dan Tuhansegala yang ada di dalam dunia ini terdiri atas pembagian yang berlainannamun merupakan pasangan, semuanya tak dapat terpisahkan"



Ada pertanyaan yang muncul setelah aku berkali-kali menonton Wiro sedang beraksi. Kenapa 212? Dan aku menemukan jawabannya di lagu-nya. yap... ternyata di dalam dan diluar tubuh manusia terdapat dua unsur yang saling bertentangan namun merupakan pasangan yang tidak terpisahkan, hal ini mewakili angka 2, dan semua unsur itu berasal dari yang Satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dengan angka 1.

Mari kita perhatikan, di tubuh kita, berapa mata kita? berapa lubang hidung kita? berapa telinga kita? berapa tangan kita? berapa kaki kita? Berapa kepala dan tubuh kita?..yap, semuanya didominasi oleh angka 2, 1, dan 2.. bukan 3 atau yang lainnya... menurutku, 1, dan 2 adalah angka pokok.. 3, terdiri dari 2+1, 4 terdiri dari 2+2, 5 terdiri dari 2+2+1... ini menurutku..
Hal inilah yang mengingatkan kita bahwa semua yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan Yang Satu. Adapun unsur selain dari dalam diri kita, pria dan wanita, baik dan jahat, air dan api, gelap dan terang....

Ada gelap dan terang, tapi sebenarnya gelap tidaklah ada, yang ada hanyalah tidak adanya seberkas cahaya sehingga yang tampak hanyalah kegelapan. Ada baik dan jahat, jahat itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah tidak adanya cahaya kebaikan sehingga yang tampak adalah kejahatan.

"Segala yang beraneka hakikatnya (adalah) Satu, sebab tiada kebenaran yang mendua."

[blogger]

Akhirnya tiada kesempurnaan di dunia ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan milik bunda Dorce :D [mengutip kata-kata Dorce Show] ahhha...

[yang merindukan datangnya Wiro Sableng-lagi]