Surat Cinta

Cinta tak harus terucap lewat bibir, namun kadang tertancap di dalam hati, menjadi kata-kata yang tertulis dalam sebuah surat yang sering tak pernah tersampaikan, apalagi terbaca.

Penyesalan selalu jadi ujung sebuah cerita, ketika cinta yang tulus dan sungguh baru terbaca di kemudian hari,... ya setelah semuanya tiada.

...Tenang, melalui surat meski (bisa jadi) akan terlambat, namun yang pasti - akan terkirim...

Hei, sudahkah kalian menulis surat kemudian mengirimkannya, atau boleh lah kalian menyimpannya hanya sebagai tanda bahwa cinta atau cerita cinta itu pernah ada untuk seseorang?

Ayoooooook nulis surat :)


-I Love you so much, mumumumumuuuuua-
dari saya yang pernah mengirim surat cinta :D

[sebuah bingkisan ulang tahun yang ke23, novel Surat Cinta]

tag: mamah, bapak, mas angga, dek eno, dek Lia, mbak eka, evi, debi, dinka, tikak, septi, mbak ami, mbak resti

Bukan Tentang Soal Matematika atau Bilangan Usia

Suatu siang, seorang gadis muda berkerudung merah berusia 22 tahun sedang dalam misi menjalankan tugas ibunya. Sang ibu menyuruhnya membeli 4 paket makanan khas padang dengan lauk rendang. Lalu sesampainya ia di rumah makan padang, rendang yang masih tersedia hanya 3 potong. Sumpah, ini bukan soal matematika. Kemudian, gadis itu menggantinya dengan lauk yang lain yaitu ayam.
"nggih mpun mbak, setunggale ayam mawon."
ketika mbak Padang sedang sibuk melayani pesanan gadis itu, datanglah seorang bapak Eko karena mirip dengan Eko Patrio. Bapak Eko berdiri di samping gadis itu sambil menginterpretasi situasi yang sedang berlangsung, "Pesen kathah ta mbak?" gadis itu menoleh kemudian tersenyum, "mboten kok pak namung sekawan." gadis itu agak polos, tidak menanggapi pertanyaan bapak itu yang lebih berarti,"rendange telas mbak?"
mbak Padang buru-buru menimpali,"rendang taksih dimasak Pak,nengga radi dangu mboten napa2?" Bapak Eko itu tersenyum dan mengangguk.
Bapak itu melemparkan tanya pada gadis itu,"kuliah ta mbak?"
"nggih Pak." jawab singkat gadis itu.
"ten UMP?"
"Sanes, wonten xxx"
"jurusan?"
"Ling******"
"napa niku mbak?"
"ilmu bla bla bla.."
"udah mau wisuda ya mbak?" bapak itu melakukan code switching.
Gadis itu tersenyum tanpa jawaban.
"darimana mbak?"
"Dopl*ng." jawab gadis itu tanpa balik bertanya.
"Perumahan?"
"sanes Pak, nggen Pak Kyai K*****."
"mbak nya anaknya Pak Kyai K*****?"
"bukan pak, cm rumahnya daerah skitar situ."
"dulunya SMA 1?"
"Bukan Pak, saya SMA x."
gadis itu diberondong pertanyaan yang menurutnya interogatif. Ah, biarkan toh gadis itu sangat senang bertemu dengan orang2 yg baru dikenal.
"keliatannya mbaknya ini sudah berkeluarga ya?"
Plaaak,gadis itu mendadak menatap bapak itu. Gadis itu kemudian tertawa kecil meskipun rasanya seperti baru ditampar.
"haha belum pak."
bapak Eko ikut tertawa,begitu juga mbak Padang yang tau betul keadaan gadis itu yang sering membeli makanan di tempat itu.
"berarti mbake ki dewasa mbak." mbak Padang menimpali.
"haha, dewasa karo tuwa beda tipis mbak." gadis itu melemparkan guyonan.
Bapak Eko dan mbak Padang tertawa.
"nggak mbak, wajahnya keibuan gitu." bapak itu menambahi.. *gadis berkerudung merah sudah terlanjur shock..hha
Yaa,kesimpulanya adalah code switching yang dipakai bapak Eko bertujuan untuk mencairkan suasana dan mencoba lebih mendekati agar tampak akrab kepada mitra tutur sebelum ia menyampaikan pernyataan pokoknya.
*modus..

Mak tolongin mak, tolongin gadis itu.
>ambil helm,tutupan helm.

Dua Desember Duaributigabelas

...I'm not a perfect personThere's many thingsI wish I didn't doBut I continue learningI never meant to do those things to youAnd so I have to say before I goThat I just want you to know...That's why I need you to hear.. 
I've found a reason for meA reason for all that I doAnd the reason is you...
*penggalan
[Hoobastank - The Reason]

Ketika hati menjadi penat dengan rahasia,
dan mata mulai terbakar karena air mata,
dan rusuk meledak dengan tumbuhnya batas hati,
tidak seorang pun dapat menemukan ekspresi untuk labirin
semacam itu kecuali dengan gelombang pelepasan

[kahlil gibran]


Banyak orang mempertanyakan apa sebab ia ada, banyak hati bertanya pilu mengapa cintanya tak kunjung tiba. Tidak sedikit yang tak mengerti jika suatu hal terjadi karena sebuah alasan. Tidak juga aku, hanya bisa bertanya kesana kemari, bertanya pada angin yang tak kunjung memberi jawaban, pada hujan yang justru buru-buru reda, bertanya mengapa ia belum juga tiba.

Hai Cinta, kamu ada dimana?
penanggalan di kalender 27 Juni 2013 sudah terlalu jauh meninggalkanku, tidakkah kamu berjanji untuk datang dan memberiku jawabanmu. Atau aku hanya berimajinasi tentang tanggal itu? Balaslah pesanku, apapun, aku terima.

Hai duapuluhtujuh Juni duaributigabelas, sebentar lagi dua Desember duaributigabelas, aku hanya ingin memastikan kamu membaca pesanku, disitu tertulis bahwa "aku masih menunggu".

Bukankah kamu berjanji untuk datang tidak terlambat, datang tidak lewat dari dua Desember duaributigabelas? Apa yang akan kamu lakukan setelah dua Desember duaributigabelas? Jangan terlalu lama, karena aku mulai bosan, mulai melupakan tanggal duapuluhtujuh Juni duaributigabelas.

Ditolak? Ya Datengin Lagi

Sebuah catatan seorang kawan...
--------------------------------------------------------------------------

Saya selalu saja tertarik dan suka dengan lagu-lagu "jantan" nan membawa aura heroik perjuangan kaum bujang. Dua diantaranya adalah "Sampai Akhir Waktu"nya Yovie&Nuno dan "Marry Your Daughter"nya Brian McKnight.

Buat yg masih asing, begini penggalan liriknya:
"Ku akan datang lagi Meski ibumu melarang | Ku tunjukkan kesungguhan| Untuk miliki dirimuYang ku ingin bukan sekedar Hanya untuk pacaran | Yang ku mau memberikan seluruh cinta Sampai akhir waktu nantiWalau rintangan yang selalu datang | Aku takkan pernah mundur | Walau tantangan tak pernah berhenti Cinta takkan pernah mati" Yovie & Nuno 

"Laki", kan, lagunya? Seorang teman pernah bersungut-sungut datang kepada saya dan saya dapati dia baru saja ditolak prosesnya oleh seorang wanita. Bukan karena si wanita tidak cocok, tetapi, alasannya satu: Orang tua wanita maunya dapat mantu PNS. Pokoknya PNS, kalau bukan PNS, tidak! Begitu si wanita menyampaikan ini kepada si lelaki, dia lantas lemas dan melangkah gontai, mundur perlahan.

Hai Maaaannn! Tunggu dulu!Yang seringkali Anda lupa adalah bahwa Anda terburu-buru untuk mengibarkan bendera putih atas perjuangan Anda mendapatkan gadis pujaan di depan orang tuanya. Padahal baru sekali, dua kali, tiga kali Anda ditolak.
Kalau Anda ditolak karena memang si gadis pujaan tidak mau menikah dengan Anda, memang benar bahwa Anda harus kembali 'berkaca' dan menimbang lg untuk berjuang. Tapi, jika tiada masalah dengan si gadis, tunggu apa lagi untuk kembali mencoba lagi?

Salah satu hal yang membuat Anda menjadi pemenang dalam menakhlukkan hati orang tua gadis 'pujaan' Anda adalah kesungguhan Anda. Hai Mas, bukankah Anda adalah seorang aktivis yang jago berargumen di depan forum-forum diskusi? Apa salahnya jika Anda pergunakan skill Anda ini untuk kekeuh di depan calon mertua?

Sekali lagi. Orang tua mana sih yang tidak mau jika anaknya dilamar seorang yang 'mapan' secara finansial? Kesannya memang materialistik, tetapi yang namanya orang tua memang berfikirnya sudah pada wilayah realitas. Sementara kita, kaum muda, masih bergerak pada wilayah idealitas, dimana yang namanya hidup berumah tangga kan ya tidak mengapa dimulai dari titik "prihatin" bersama-sama. Namun, jika Anda tanyakan ke ayah ibu Anda, "Pak/Bu, bagaimana Bapak dan Ibu memulai pernikahan dulu?"

Jawaban mereka kurang lebih pasti sama. "Walah Le... dulu Bapak Ibu itu kontraktor, ngontrak sana, pindah sini, begitu seterusnya. Buat makan aja susah. Kendaraan belum punya, bla bla...."

Nah, kan? Yang perlu kita fahami adalah bahwa setiap orang tua tentu bersemboyan "biar saya saja yang rekasa (susah), anak saya jangan!"

Tetapi, jika kita sedikit bersabar untuk meluluhkan hati orang tua, dengan membawa mereka bernostalgia dengan masa-masa awal pernikahan, tentulah mereka akan meluluh bahwa memang demikian 'tabiat' membangun rumah tangga. Tidak ada yang mulai dari titik mapan sebenarnya, kecuali anaknya AR* yg hartanya tak habis tujuh turunan

Yang perlu Anda lakukan sebagai laki-laki adalah meyakinkan kalau Anda akan amanah dan akan membahagiakan putri beliau.

"Very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen"
[Brian McKnight]

Jadi, bukan janji untuk memberikan harta melimpah. Memberikan kebahagiaan, kan? Jelas. Dan kebahagiaan tidak hanya sebatas 'kecukupan' materi. Bahwa cukupnya materi akan membuat hidup damai, iya. Tetapi, kalaupun dalam kesempitan rizki nanti, jika bersabar dan dijalani berdua oleh dua orang yg saling mencintai, tidakkah itu ringan-ringan saja?

Sebagaimana misalnya orang tua kita yg datang ke rumah kita dan mendapati kita tidurnya lantai beralas tikar seadanya. Mereka pasti akan berkata "Mbok ya di kasur...", tapi kita ya nyaman-nyaman saja kan, asal berdua?

Dan yang seringkali terjadi adalah Anda, laki-laki,keburu mundur duluan, padahal si gadis mau untuk memperjuangkan Anda di depan orang tuanya. Nyesek kan? Sebagaimana teman saya curhatkan, "Aku ya mau buat memperjuangkan dia di depan orang tuaku, tapi kalau dia nggak sama-sama berjuang, ya yg aku lakukan percuma kan?"

Nah, tugas mengkondisikan orang tua yg punya prinsip keukeh inilah tugas Anda, mbak-mbak... Yang paling tau bagaimana meluluhkan hati orang tua Anda ya Anda. Kalimat-kalimat positif akan banyak membantu. Juga pandangan-pandangan baru tentang 'kemapanan' dan 'profesi yang menjanjikan'. Boleh jadi, orang tua Anda keukeh mengizinkan Anda menikah hanya dengan PNS, karena yang menurut orang tua Anda mapan ya PNS, karena saudara-saudara dan orang-orang di sekeliling orang tua Anda adalah PNS. Sehingga yanng beliau lihat ya hanya itu. Umumnya ini jadi 'prinsip'nya orang tua suku Jawa. Berbeda lagi dengan orang-orang Sumatera/Sulawesi yang banyak diantaranya sukses dengan berdagang. Termasuk warga Cina keturunan. PNS tentu bukan menjadi ukuran utama. Anda pasti akan ditanya "punya usaha apa?"

Tampillah di depan orang tua sebagai sosok lelaki bertanggung jawab. Yang bertanggung jawab itu bagaimana? Tiada jalan menunjukkan kesungguhan selain dengan melamar. Pasanglah wajah gentleman yg berpotensi tidak akan menyiakan istri Anda nanti dengan berperilaku buruk padanya.

Yang Anda butuhkan adalah sama-sama berjuang di depan orang tua. Sambil terus menunjukkan bahwa Anda (Mas, Mas) memang berusaha betul-betul memapankan diri. Disamping itu, do'a Anda pada Allah juga tak boleh putus. Karena Dialah pelunak dan pembolak-balik hati manusia.

Ikuti dengan proses ikhtiar yang benar. Jangan melakoni jalan yg tidak disukaiNya. Jika keberkahan pernikahan yg Anda berdua cari, Anda juga harus mengupayakan keberkahan dalam proses menuju pernikahan..

Keep Calm and, Fighting!


--Iva Wulandari via facebook, 2013--

Sumpah Pemuda

memaknai tanggal 28 Oktober:
"Rumah yang dibangun bersama harusnya dirawat bersama, bukan malah membakarnya karena tak kuat berjuang sendirian.
kalau kamu jadi bawahan, jangan sering nyalahin pemimpin. kalau kamu jadi pemimpin, jangan sering nyalahin bawahan."

:)

Did you know you used to be my hero?

...I just want to make you proud...
...Did you know you used to be my hero?

[perfect - simpleplan]


dear babe,
aku rindu. Tidakkah hujan di sini berbeda dengan hujan di sana?

dear mamah,
aku rindu. Tidakkah makanan di sini berbeda dengan makanan masakan mamah di rumah?

Jika mantra menyebut 9 kali, dan bisa mengabulkan harapan seseorang, akan kulakukan.
Aku rindu.
     Aku rindu.
          Aku rindu.
              Aku rindu.
                    Aku rindu.
                         Aku rindu.
                              Aku rindu.
                                   Aku rindu.
                                        Aku rindu.

dear babe, dear mamah...semoga engkau tidak tau bahwa aku terlalu sering mengeluh, merasa paling tersiksa karena sangat merindukanmu.