dibalik canda tawa dan senyuman itu...

Pertemuan mata itu, membuatku kagum. Awalnya diriku mengira bahwa aku hanya sahabat para cacing-cacing, jadi untuk apa Ia menatapku “mustahil. Sampai pada pertemuan pandangan awal tersebut, aku memalingkan mukaku dan pandangan mataku padanya. Dari balik jeruji kaca aku hanya bisa melihat relung-relung hatiku yang di sesakkan oleh penyelasan “betapa bodohnya, aku terlalu pengecut saat itu”.
Dalam relung jiwaku, selanjutnya aku akan berdiri di sini di tempat ini, saat Ia pertama kali melihatku. Sampai pada saat Ia lewat ku baktikan kekuatanku untuk tidak sedikitpun berlalu. Namun godaan sedikit menggangguku, aku lelah sekejap kemudian aku berpaling kembali.
Saat itu, hatiku mengarahkan pada perasaan menyesal yang sebelumnya, selayaknya anak ayam yang hanya mengais-ngais sisa makanan namun tidak mendapat apa-apa, karena sisa makanan telah habis di makan sang para pejantan pagi.
Aku kembali, ku paksakan kekuatan tersebut, sampai akhir di depan jeruji kaca. Ia kan lewat, Ia akan lewat demikian hatiku membisikan sang sesal. “jangan terlewat kali ini”, aku ingin mengucapkan terima kasih pada sang Bapak lewat mata ini, dan aku yakin Beliau dapat merasakannya.
Sampailah pada pertemuan tersebut, kali ini aku tidak terlewat. Mata kami bertemu walau hanya dalam hitungan detik, namun pengalaman tersebut telah membentang luas, seluas cakrawala dalam hatiku. Angin, air, udara, tanah, ruang kosong dan kehampan terbuai larut di dalamnya.
Aku begitu kecil, dan Ia menghargaiku, aku begitu hina dan ia mengangkatku dalam hangatnya. Aku mengerti sekarang, aku merasa sekarang perhatiannya, kasihnya yang selama ini aku ragukan telah meresap ke dalam tulang sumsum hatiku.
Di balik mata sang Bapak tersimpan kelembutan tiada tara, tiada banding, yang ada hanya cinta. Demikian yang selalu Beliau katakan.
Ohh... Tuhan, lagi-lagi aku tidak bisa tidur lebih awal... dan vertigo ini, setia menemaniku, entah sampai kapan... sungguh sakitku ini tak sebanding dengan apa yang ia pendam dan aku menyaksikan, betapa bapak begitu tegar... menjaga lisannya agar tidak mengeluh ketika di siang hari,, dan kini ia kedinginan... Allah sayang, beri ia kehangatanMu..
Terima kasih, untuk kesempatan tersebut. di balik pandangan mata sang Bapak. Demikian aku menyebutnya. Dalam kesendirian aku selalu berdoa :

kecintaan telah mewujud
aku ingin selalu menyapa
di balik mata sang Bapak

sangat, menyentuh
sekaligus merobek
dinding kewarasan

bunga-bunga bersemi
bunga-bunga mewangi
menebarkan keharuman di hati

sekilas namun selamanya
selamanya namun sekilas

cinta itu telah mewujud
wujud itu adalah cinta.

Futur [tidak beralasan]

Kadangku merasa bimbang
Berada di dunia yang lapang ini

entah karena alasan apa, aku lemah begitu saja
Takutku akan semua
Semua yang takkan berlanjut lagi
Hanya karna memikirkan
segala hal yang fana
Rasa futurku menghalangiku
Menempuh semua perjalanan imanku
Akupun ingat ssemua yang Kau beri untukku

oh Allah.... penyakit "futur" (ku)  ini menyerangku kembali...memang aku tidak pandai dalam mengolah ruh ini.. dan aku selalu saja berlari, dan menangis padaMu.. kenapa harus semuanya kau selesaikan dengan menangis, Rik? >> bukan itu, bukannya aku tak mau tak menangis, karena akupun tidak tau alasannya apa... kalau kamu mau berkata, bahwa aku cengeng, Maaf, aku bukan orang cengeng! jika perasaan seorang perempuan yang bertindak lebih banyak, maka apa salahnya jika air mata yang berbicara.. tugasmu sekarang adalah "memanage air matamu, supaya meluncur dihadapanNya saja, mengerti?"
sabar, Riiikk! Gusti Allah mboten sare... sabar, sabar... hilang... hilang *cling*

>>sebuah artikel dari seorang anak yang dilahirkan dari rahim seorang perempuan:
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?" Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Anakku, saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun demikian, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan.
"Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang
dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir
rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah
pintu hatinya _ tempat dimana cinta itu ada."

Ada bahasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata

Membaca sebuah catatan seorang teman, hingga pada akhirnya aku merasa malu, merinding entah karena apa.. karena aku bukan muslimah yang baik...
"Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki"

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik (pula)?
Siapalah aku untuk memilih permata sedangkan, aku hanyalah sebutir pasir yang berserakan di mana-mana.

Bagiku, kamu tidak perlulah merasa setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga miliki harta seluas Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat... bukan itu sama sekali... karena akupun sadar, tidak ada yang bisa menandingi kecantikan Zulaikha, tidak bisa menandingi keanggunan dan kecerdasan Aisyah, Semulia Khadijah dan Ummu Salamah, bahkan sampai selembut Fatimah, bermimpipun aku tidak pernah. Hanya saja, yang aku tau aku harus melakukan segalanya hanya karenaNya saja.. itu saja

Seandainya, namamulah yang tertulis di Lauhul Mahfudz-ku, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu yang aku tau..
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah kamu memasrahkan diri mu sepenuhnya dalam mencari ridhaNya saja.
Aku akan merasa sangat bernilai dan berharga jika suatu saat nanti, aku menjadi bagian dari lembar perjuanganmu, walau hanya menjadi sebongkah penyemangat yang sebenarnya tak bernilai dibandingkan dengan penyemangat yang datangnya disekitarmu melebihi apa yang aku punya.
Bahkan aku akan sangat bersyukur jika akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan sebuah kemenangan yang pasti, atau sekadar menjadi sandaran atau penyangga ketika kamu merasa lelah atau sekadar untuk beristirahat sejenak.
Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.
Cukuplah kau mencintai Allah (saja) dengan sepenuh hatimu... karena dengan begitu kamu akan dapat mencintai wanitamu hanya karena Allah.

Maka, inikah Tulang Rusuk itu?

Ya Rabb...Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta, berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian. Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum ღ Amiin ya Rabbal'alamin.

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di panggung senja itu, mereka saling bercakap-cakap, tertawa, lalu Dara pun memulai meminta kepastiannya tentang cinta.

Dara : “Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?”
Raka : “Kamu dong?”
Dara : “Menurut kamu, aku ini siapa?”

Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) “Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur,Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran. Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!” Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”

Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu. Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.

Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : “Apa kabar?”

Dara : “Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?”

Raka : “Belum.”

Dara : “Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut. Aku akan kembali 2 minggu lagi.”

Raka : “Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.”

Dara tersenyum manis, lalu berlalu….”selamat tinggal….”

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

Tanpa kita sadari kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita sayangi. Oleh karenanya, jika kita marah kepada orang yang paling kita sayangi, segeralah meminta maaf dan jangan lah gengsi serta jangan menunggu esok hari untuk menyampaikan maaf karena umur manusia hanya Allah yang mengetahuinya. Ingat! Penyesalan selalu datang terlambat.

Dan semuanya akan berakhir pada penyesalan. Seringkali penyesalan itu datang di akhir, akibatnya setelah kita menyedari kesalahan kita,semua sudah terlambat. Karena itu,jagalah dan sayangilah orang yang dicintai dengan sepenuh hati.

Sebelum mengucapkan sesuatu berfikirlah dahulu,apakah kata-kata yg kau ucapkan akan menyakiti orang yang dicintai?

Apabila dirasa akan menyakitinya,sebaiknya jangan pernah diucapkan. Karena semakin besar risiko untuk kehilangan orang yang dicintai.

Jadi berfikirlah,apakah kata-kata yang akan dilafazkan sebanding dengan akibat yang akan diterima.

a crazy little thing called love [note FB 16 Mei]

.... teringat sebuah tulisan dari seorang kawan, dia bilang "cinta itu indah sekali, mba". Buku yang pernah ia berikan padaku, mengajari banyak hal tentang cinta khususnya cinta padaNYA...
"cinta sejati, dimana cinta yang kita tanam dengan tulus padaNya, pasti akan terbalas oleh cinta dariNya. Tak akan bertepuk sebelah tangan. Sesungguhnya cinta kepadaNya adalah nikmat yang tiada bandingnya. Sebuah cinta dimana kita merasakan ketentraman dan kedamaian luar biasa. Sebab, Pihak yang dicintai tidak pernah meninggalkan yang mencintai. Bahkan, Dia selalu bersedia memaafkan kita jika kita berbuat salah, dan jika kita benar-benar menyesalinya. Dia tetap bersabar, ketika kita berpaling dariNya. Dia mengingatkan kita, ketika kita lalai terhadapNya. Dia tidak pernah bosan bersama kita, hingga kita sendiri merasa bosan. Tidakkah kita melihat, adakah disana cinta yang lebih agung dari cintaNya?"

sejenak, lalu aku ingat film itu. Film Thailand yang membuatku mengutip banyak kata dari apa yang disampaikan di dalamnya...
begini katanya:

..all of us,have someone who is hidden in the bottom of the heart. When we think of him,we will feel like ummm...always feel a little pain inside. But we still want to keep him. Even though,we don't know where he's today. What is he doing. But he is the one who makes me know this A CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE.
+Nam: i have something to tell you. I like you very much. Been loving for 3 years. I've done everything changed myself in every aspects because of you. Applied for a classical dancer club,played a stage drama,be a drum major,be better at sudying.it's for you. But i know for now that the thing that i should do the most and should have done since a long time ago,is telling you straightly that...i love you..
-Shone (i called him,a stupid guy):just silent..

...don't know how long is it,
that i've to resist everything, hide all of the truth in my heart. Every time we meet, every time you turn to me,that i pretend to be still,
do you know how much i've to force myself,can you hear that my heart is telling you i love you..
Can you hear that my heart is waiting there for you to open,can only hope you will know it someday..SOMEDAY..
Though i love you,though i feel it,but deep inside isn't brave enough..can only hope you will know it that i'm the one here to love you,i'm begging you,please know it someday...
Can you hear that? My heart is telling you i love you but i cannot reveal my true feeling to anyone.
Can you hear that? My heart is still waiting there for you to open and i can only hope you will know it someday..

Yap, cinta itu butuh pengorbanan... No sacrifice, no victory... dan cinta itu butuh pembuktian tidak hanya pengakuan. cinta apapun itulah...

Smooking... No way...

Jujur, saya tipe orang yang tidak betah jika berada di ruangan yang penuh asap. Apalagi asap rokok, apapun lah... Saya bisa pingsan, atau bahkan mati karena kehabisan oksigen... untuk itu, ketika saya berada di sekitar orang yang sedang merokok, lebih baik saya menjauh... Penyakit sesak nafas, memang tergantung oleh sekitar kita... huuuhhh... muter-muter, semoga saya menemukan 'laki-laki' yang mengerti keadaan saya yang lemah ini...
dalam rangka hari anti tembakau se-dunia pada tanggal 31 Mei, saya membaca cerita di sebuah headline tentang kisah nyata dari Mas Evan, yang telah berhenti dari kebiasaan rokoknya.

Semoga menjadi inspirasi bagi anda yang masih dalam perjuangan menghentikan kebiasaan merokok.


~~~


Sy dulu perokok berat, dari SMP sampai umur 24 thn. Kecanduan rokok mencapai puncaknya saat saya mulai bekerja, semua teman2 di kantor perokok. 1 hari bisa sampai 3 bungkus sy habiskan.
Suatu hari sy iseng-iseng menghitung uang yg sdh sy keluarkan utk rokok dlm 1 bln. MasyaAllah, utk rokok saja sy sdh menghabiskan 1/2 dr gaji sy 1 bln. Klo sy perhitungkan lg, sy sdh membakar uang sy seharusnya bisa berguna utk yg lain. Memang belum ada tanda-tanda efek negatif rokok tsb bagi kesehatan sy.
Kemudian sy putuskan utk berhenti. Awalnya sangat sulit sekali, selain sdh ketagihan, lingkungan rumah & kantor yg semuanya di hiasi dgn asap rokok. Kemudian sy punya suatu trik yg lumayan bisa menekan keinginan sy. Sy memiliki keinginan utk membeli mobil dgn menabung. Dengan tekad itulah sy menipu hasrat ingin merokok sy yg ternyata berhasil. Hingga sekarang tepatnya 2 thn, alhamdulillah sy dpt berhenti total. Dan alhamdulillah lg, mobil pun dpt terbeli dr uang yg dulu utk membeli rokok, walaupun mobil second...hehe...
Dan bukan itu saja, dgn trik tsb, bapak sy yg sdh merokok lebih dr 30 thn dpt berhenti TOTAL... Sy juga tak sengaja berkata saat beliau bertanya :
"ngapain kamu berhenti? Mau naik haji kah?"
mendengar hal tersebut sy tersenyum dan menjawab:
"kenapa tidak, coba bapak hitung duit yg sdh bapak bakar utk rokok",
bliau menjawab "rejeki ada aja datangnya"
Lalu saya jawab "Klo umur? Ada tambahan ga? Masih pengen liat cucu apa tdk?". Dan dari situ bapak terdiam, dan ternyata diam2 bliau menghitung juga. Hehe... Alhamdulillah, tdk lama kemudian bapak berhenti TOTAL.
Wow... Sy pun tdk percaya hingga sekarang sy & bapak sy tdk pernah menyentuh rokok, bahkan bapak sy marah kalau di tempat kerjanya ada yg merokok, kata bliau mual bila mencium bau asap rokok.
Alhamdulillah, dengan trik tsb, sy bisa mengajak 2 orang teman kantor sy yg notabenenya adlh perokok berat utk berhenti merokok. Dan bapak sy dpt mengajak 3 orang temannya utk berhenti merokok...
Bagaimana dengan anda???
Selamat mencoba trik tersebut ya....


NB:
Alhamdulillah, bapak saya dapat menyumbang ONH orang tuanya (nenek sy) dari perhitungan tsb. Uang tsb adlh uang yg dulunya utk membeli rokok yg saat bliau berhenti di niatkan utk ONH (nenek sy)...