My Journey

Ini tentang diriku.

Aku, gadis yang terobsesi untuk duduk di bangku kuliah psikologi.
Perjalananku untuk menuju apa yang aku citakan itu sangatlah panjang. Mungkin juga tidak. Karena aku berhenti pada keadaan yang ada pada diriku saat ini.

Lulus SMA dengan nilai, yang bagiku 'lumayan'. Aku bersyukur atas itu.
Sebelum masa di bangku SMAku habis, aku sempat mendaftar pada salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta, (yang ternyata sekarang menjadi tempatku menuntut ilmu dan menjadi tempatku berjuang mencari potensi yang sesungguhnya ada dalam diriku). Aku masuk melalui program penulusuran bibit unggul, aku memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan itu karena nilai raporku dari kelas X sampai kelas XII juga tidak terlalu jelek, aku berfikir "aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini begitu saja, karena dengar-dengar dari kakak kelas, kebanyakan mereka yang mendaftar dinyatakan diterima". Awalnya, tak pernah terlintas sedikitpun untuk meneruskan jejak masku ke arah yang sama 'Bahasa Jawa'. Sebelum aku memutuskan perguruan tinggi mana yang harus kupilih, aku berkonsultasi pada bapakku. Kuutarakan keinginanku untuk masuk psikologi pada salah satu universitas di Solo (karena hanya universitas inilah yang membuka jalur PBU jurusan psikologi). Akhirnya bapak bilang, psikologi banyak saingannya, peluang untuk bisa diterima sangatlah kecil, pilih yang peluang diterimanya besar, tapi tetap dibutuhkan ketika sudah terjun di dunia kerja. Kata bapak, PBU yang aku jalani itu untuk cadangan saja ketika aku nantinya tidak lolos ujian masuk perguruan tinggi negeri,. dan bapak pun bilang kalau Bahasa jawa saat itu masih sangat membutuhkan tenaga pengajar. Akhirnya aku menurut.

Aku ambil formulir pendaftaran PBU di kantor BK, lalu kuisi. Tiba-tiba saja aku merasa pesimis. Buat apa aku ikut-ikutan ini, hanya buang-buang uang saja. Lalu alasan apa yang menjadi dasar bagiku untuk mengikuti program itu?Jujur, hanya untuk menyenangkan hati bapakku. Katanya, apa yakin dengan kemampuanku ketika besok aku mengikuti suatu ujian masuk perguruan tinggi negeri, aku pasti lolos dan diterima? Tiba-tiba saja, kepercayaanku pada kemampuanku hilang begitu saja. AKU TIDAK YAKIN. Mungkin, inilah sugesti yang membuatku, akhirnya benar-benar gagal. (*Jangan dicontoh!!!)

Setelah ujian nasional berakhir, pengumuman PBU pun keluar. Aku dipanggil oleh guru BK ku. Aku diberi sebuah surat. Lalu kubuka saat itu juga. Kubaca, namaku tertera di surat itu, menyatakan bahwa aku diterima. Antara percaya atau tidak, Aku bingung apakah aku harus bahagia? Karena memang aku tidak terlalu antusias mengikutinya. Lalu aku berfikir positif, bahwa ini adalah anugrah dariNya, yang tidak setiap orang bisa mendapatkan kesempatan itu. Aku sangat bersyukur.
Seiring berjalannya waktu. Aku bertekad untuk terus berusaha meraih citaku. Aku mendaftar sebuah ujian masuk di universitas negeri bonafit di Yogyakarta, tentunya psikologi yang kuambil. Aku belajar, berusaha keras. Hingga akhirnya, hari penentuan pun tiba. Aku membuka di internet, untuk mencari namaku, apakah aku lolos dalam seleksi itu. AKU GAGAL (lagi).
Kuputuskan untuk tidak berhenti, Aku mencoba lagi. Hingga akhirnya aku benar-benar merasa lelah, dan akupun berhenti pada titik ini.

Kuyakinkan pada diriku, bahwa orang tua tidak akan pernah menyesatkan anaknya, dia ingin melihatku bahagia dengan keputusan yang aku ambil. Dan dengan ridho darinya, semoga dalam menempuh perjalanan mencari jati diri, aku benar-benar menemukan ilmu yang bisa menuntunku ke kehidupan yang lebih baik.

Untuk adik-adiku yang saat ini sedang berusaha mencari dan mendapatkan puing-puing kesuksesannya, Ari berharap jangan pernah menyerah... Jangan pernah berhenti berjuang...Puing-puing itu masih bisa kita cari, supaya kita mendapatkan sebuah kesuksesan yang utuh, tapi mungkin dengan jalan yang tidak kita kira sebelumnya. Jika, suatu ketika ada sesuatu yang membuatmu lelah dan ingin berhenti, maka jangan pernah menyesal atas apa yang telah ada di genggamanmu. dan Aku pun berharap, suatu ketika,saat semangatmu pulih kembali, kamu tidak membiarkan perjalanan itu sia-sia dan tergerus waktu, tapi lanjutkanlah perjalanan itu.. Mungkin pula, apa yang sangat ingin kau dapatkan, bukanlah menjadi yang terbaik jika kelak kau sudah meraihnya. Mungkin pula, apa yang sudah ada di depan matamu, merupakan jalan yang IA pilihkan untuk kita, agar kita menjadi manusia yang terus berjuang tak kenal lelah, serta menjadikan kita pribadi yang senantiasa bersyukur atas semua pemberianNya..
Tetap SEMANGat KAwan!!!! SEMANGKA!!

Di Bawah Naungan Cahaya Illahi

Namaku Kinan. Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya susunan tulang yang dibalut seonggok daging, kemudian ditiupkan ruh di dalamnya oleh Zat Yang Maha Mencipta. Ya, ruh. Ruh itu yang membuatku ada, membuatku menangis dan tertawa, tidur dan terjaga. Kadangkala aku bertanya, seperti apa wujudnya. Mengapa dia bisa pergi tanpa diduga, meninggalkan jasad yang kemudian tak bisa berbuat apa-apa.
Kemana perginya??? Adakah tempat yang mengumpulkan mereka bersama ruh-ruh lainnya. Akhirat, begitu kata mereka. Tapi, seperti apa akhirat? Dimana? Bagaimana bisa? Semuanya hanya ada dalam imajinasi yang tak terjangkau, dalam labirin maya yang selalu membuatku bertanya-tanya.
Satu yang meyakinkan aku, bahwa semua itu ada. Aku, Kinan ada di sini pasti ada sebab dan alasannya. Ada yang menciptakan aku beserta sekian juta makhluk yang lainnya di muka bumi ini dengan segala keagunganNya. Dan itulah yang mendamparkanku di sini, di tempat yang memberikan jawaban atas pertanyaanku. Menyejukkan padang gersang hatiku.
Namaku Kinan, usiaku tujuh belas tahun. Hidupku adalah milikku, dalam kuasaku. Senang rasanya bila bisa bernyanyi dengan suara merdu. Padahal, siapa pemberi suara itu, bagaimana kalau Dia mengambilnya dariku karena tak kugunakan untuk selalu menyebut namaNya dan memujiNya? Bangga rasanya melihat wajah cantik di cermin kamarku. Siapa yang membuatnya begitu. Bagaimana seandainya tiba-tiba Dia merubahnya? Aku tak kan kuasa. Bahagia rasanya ketika bisa belanja apapun sesuai selera. Tapi, bagaimana kalau semua itu diambilNya? Akankah aku masih bisa tertawa dan merasa suka?
Namaku Kinan. Sebersit rasa iri ini muncul, ketika temanku bisa menghafal satu surat dalam Al Quran. Sedang aku sibuk berdandan menyambut kedatangan Reza. Iri, saat melihat temanku tersenyum tulus menghadapi cobaan yang menimpanya, sedang aku menangis tergugu karena di duakan Reza, yang tak sebanding dengan cobaan yang ia alami. Iri, saat kudapati ia khusyuk dalam sujudnya sedang aku tidur terlelap dibuai mimpi. Iri pada semua keluh kesah hidupnya, yang dikembalikan dan dipasrahkan segalanya hanya kepadaNya, sedangkan aku slalu mempertimbangkan untung ruginya. Aku selalu jauh tertinggal. Dunia memang terlalu indah menawarkan pesonanya. Dan selama ini, aku selalu dijeratnya tanpa mampu berbuat apa-apa.
Namaku Kinan. Aku mencari hakikat hidup yang sebenarnya, karena semua yang kurasa hanyalah sementara. Semua yang berawal pasti berakhir. Ini sudah menjadi ketetapan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Seperti pagi menggeser malam dan sore mengganti siang. Segala yang bermula akan berkesudahan. Ini sudak keharusan. Seperti juga ada perpisahan di setiap pertemuan, atau kesedihan di tengah kebahagiaan. Begitulah hidup, berjalan dalam garis sabda alam.
Dan selama itu pula aku stagnan. Tak kucoba meretas hidup ini dengan kesadaran. Aku larut dalam pergulatan waktu, tanpa bisa mengalahkannya. Aku bukan tak tahu siapa Allah, bukan pula tak tahu siapa Rasulullah. Aku pun hafal rukun iman dan islam. Tapi, memaknainya lebih dalam belum pernah kulakukan. Kuikuti saja arus omongan orang bahwa hidup kita adalah kebebasan yang semestinya dinikmati tanpa batas dan jangan sampai kita ketinggalan dan tergerus oleh jaman.
Namaku Kinan. Kucoba mengurai hidup yang kujalani. Segala yang datang pasti akan berpulang. Ini sudah kepastian. Layaknya manusia yang akan kembali padaNya. KEMATIAN. Semuanya akan menuju keharibaan pemilikNya. Selama ini aku menganggap semuanya biasa saja, toh setiap yang bernyawa pasti akan mengalaminya. Tapi, kemudian begaimana jika setiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban? Bagaimana jika setiap inchi tubuh kita akan menjadi saksi atas segalanya? Akankah aku masih bisa berkata bahwa hidupku adalah kuasaku? Sedangkan yang serba Maha di sana akan meminta diri kita sepenuhnya.
Ampuni hamba Yaa Rabb, hamba kehilangan nurani dan suara hati. Aku telah menjalani hidup semauku. Tidak dalam garisMu. Aku telah menyia-nyiakan nikmat yang Kau berikan, tak terhitung. Bahkan setiap tarikan nafasku adalah nikmatMu, yang insyaallah mulai detik ini akan selalu teriring dalam zikir untukMu. Dan setiap apapun yang kulakukan adalah nikmatMu. Bagaimana bisa aku berpaling dariMu, Yaa Rabb...
Namaku Kinan. Aku ingin mencintaiMu, tunduk dalam aturanMu, dan taat dalam garisMu. Berikan ketetapan di hati ini Yaa Rabbi, agar hamba yang rapuh ini akan selalu tegar menghadapi apapun yang terjadi. Hingga suatu saat nanti ketika bertemu denganMu hamba punya keberanian menatap wajahMu.
Namaku Kinan. Aku hanya susunan tulang yang dibalut seonggok daging, kemudian ditiupkan ruh kedalamnya oleh Zat Yang Maha Mencipta. Aku Kinan hamba Allah yang sesungguhnya.


'Kita tak 'kan pernah tahu kapan kematian akan datang menjemput ruh yang ada dalam raga kita ini, mungkin esok, nanti atau sebentar lagi atau kapanpun, kita tak akan pernah dapat menebak dan menawarnya lagi. Untuk itu, senantiasa bersyukur dan selalu melakukan kebaikan, akan membuat hidup kita lebih bernilai dan bemanfaat. Berubah demi kebaikan hanya karenaNya, lakukanlah karena kesadaran, lakukanlah mulai saat ini, dan dari diri sendiri, jangan ditunda-tunda. Belajarlah dari kehidupan ini.'

Pemuja Rahasia [play]

(Sebenarnya ini tidak penting, hahahahahahaha).....
Pernahkah terpikirkan, untuk menanyakan kepadaku 'Kenapa aku begitu mengagumi Dude? Yang apabila dilihat, begitu terlihat ketidakmungkinannya aku dapat menggapainya.... Mustahil buat bisa masuk dalam kehidupanku.. (mimpi.... kali yeeeee...)

Aku seorang gadis biasa yang hidup di tengah kota kecil..,, sedangkan Dude???
idola calon mertua (aha), ia... seorang dengan raut wajah yang tenang dan meneduhkan, yang dengan kelemah lembutannya dan dengan kata-kata bijak yang keluar dari mulutnya, hingga mampu menyihir orang-orang yang mendengarnya, hingga memang benar-benar tersihir. Ia pun tinggal berkilo-kilo-kilo-kilo meter jaraknya dari tempatku berdiri... Mustahil bila suatu saat ia bisa mengenal ari.., (hahaha...pada bagian ini aku menulis sambil tertawa, karena aku pun membayangkan jika suatu saat yang menurutku mustahil itu justru menjadi sebuah kenyataan, aku tidak akan menolaknya...hahai ^-^)
aku mengimajinasikan,bagaimana alurnya aku bertemu dengan 'maz' Dude...(boleh ya seDikit berkhayal???)..ku buat settingnya ada d toko buku..tiiiiiiit(sensor..),kemudian ketika aku seDang mengambil sebuah buku yg ku kira menarik,tiba-tiba saja,buku itu secara berSamaan juga diambil oleh orang lain,yg ternyata adalah DUDE...lalu buku yg kupegang berSamaan itu,juga kami lepaskan berSamaan..kemudian buku itu jatUh..setelah itu,buku itu juga tak disengaja terambil secAra berSamaan lagi..kami pun saling memberikan senyuman...(untuk crita slanjutny,ku serahkan pada pembaca,he ^_^)..hahahahaiĆ­i (duniaaa khayal..mirip lelenOvela..)__*"wis-wis ari kie,Dasar... Slalu saja membuka jalan masuknya setan ke dalam pikiranmu..!!!"

Jika ada yang bertanya, maka aku akan menjawabnya...
Setelah aku berulang kali mengagumi seseorang, yang sesungguhnya nyata dalam hidupku (maksudnya, 'ia' benar-benar sudah menjadi kehidupan keseharianku.. ia ku kenal, dan ia pun mengenalku... walau terkadang aku mengaggumi seseorang yang hanya aku mengenalnya, dan ia tidak mengenalku...), aku slalu saja hanya menjadi 'korban' pengagum rahasia dan dengan ending yang tidak menyenangkan ('berlebayan...)
Ia (yang kumaksud adalah yang kukagumi..) selalu saja dengan berjalannya waktu (karena dengan berjalannya waktu itu aku tak melakukan apapun..)akhirnya ia 'bertemu' dengan orang yang ternyata bukan 'aku'. Aku senang, karena aku pun bisa belajar dari pengalaman ini...
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengagumi pada 'seorang' yang benar-benar tidak nyata (lebih mudah, karena aku tidak harus merasa sakit jika ia bertemu dengan orang yang ternyata bukan 'aku', daripada aku harus gigit jari karena aku mengaggumi orang yang sudah ada di hidupku namun ia justru bertemu dengan orang yang ternyata bukan 'aku' lagi...)...

Semangat, ari….
Dan untuk siapa saja yang berprofesi sebagai ‘pengagum’…!!!

Sebuah Surat Untuk Seorang Sahabat

 (Catatan 25 November 2009)

Ada seorang sahabat bercerita padaku, tentang kerumitannya menghadapi bermacam-macam-macam-macam (bahkan berkali-kali lipat dari arti sesungguhnya) masalah yang harus ia selesaikan. Masalah yang pertama, menyangkut kehidupan, pikiran, dan perasaannya. Masalah yang kedua, menyangkut tugas kuliah (intermezooo..... pada saat itu pun, aku juga bermasalah dengan yang namanya tugas, hahaha ;>). Masalah yang kedua, tentang kesalahpahaman dalam sebuah persahabatan (kami). Untuk yang terakhir ini, aku tidak mau main-main...

Harus cepat diselesaikan...
Untuk menjadi seorang pemimpin, bukan hanya menghadapi sebuah massa, akan tetapi kita juga belajar untuk menghadapi sebuah persoalan. Pemimpin bukan berarti seorang pimpinan... Pemimpin, dia menjadi inspirator ketika ia bertindak. Sedangkan, pimpinan, hanyalah sebuah jabatan. Ia pun bisa bersembunyi dalam menghadapi suatu persoalan, dengan kedok dan tipu muslihatnya. Siapapun bisa menjadi PEMIMPIN.

(Bukan...bukan... yang akan ku tulis bukanlah masalah 'siapakah PEMIMPIN itu?') karena kami, aku, kamu, Anda, dia, atau siapapun bisa menjadi seorang pemimpin....
^-^

Untuk masalah yang pertama, CINTA. Tema yang sangat universal.... (sepertinya aku sudah menulisnya di catatan sebelumnya... akan ku jabarkan lagi)
"Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Karena....
ada hal hal yang terindah di dunia ini yang biasanya tidak terlihat, dan hanya dengan memejamkan mata, semuanya akan menjadi seperti nyata di mata kita...
Karena....
Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu* ”
*itu yang kubaca dari sebuah tulisan, dari lembar sebuah majalah... (aku lupa apa namanya???)

Terkadang kita merasakan bahwa kita telah jatuh cinta pada orang yang salah. (aku pun pernah merasakannya... perempuan manakah yang tidak merasa senang jika diberi perhatian dari 'seseorang'? Akan tetapi respon baik dari sipenerima respon, kadang disalah artikan. Kemudian, kita baru menyadari bahwa kita tak semsetinya membohongi perasaan kita. Itu hanyalah akan membuat rasa sakit, baik baginya maupun bagi kita sendiri, dan membuat perasaan bersalah begitu berkecamuk dalam dada. Dan ketika kita hendak berhadapan dengannya, kita merasakan bahwa tak seharusnya, ia mendapatkan yang tak ia harapkan.., sedangkan yang kita lakukan 'seolah-olah' memberikan harapan padanya..)
Cinta pada orang yang salah???TIDAK... Karena cinta itu bisa muncul pada siapapun. Manusia, tidak akan pernah 'bersalah' telah merasakan jatuh cinta. Manusia, juga tidak akan 'bersalah' jika ia dicintai oleh orang lain. Karena manusia berhak mencintai dan dicintai.
Apabila cinta tak berhasil membebaskan diri kita, Biarlah hati kita kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi. Ingatlah bahwa kita mungkin menemukan cinta dan kehilangannya. Tetapi ketika cinta itu mati… kita tidak perlu mati bersamanya, karena dengan nyata cinta itu masih ada, dan akan tetap ada di hati manusia. Cinta akan menemukan jalannya sendiri. Terimalah cinta apa adanya, Bukan sebagai apa yang kita inginkan, karena, ketahuilah!!!ADA Yang Lebih Tahu apa yang kita butuhkan...Resapilah makna cinta, dalam Getaran Jiwa
di dada Karena cinta adalah ANUGRAH, Bukan paksaan.

Cinta pada orang yang salah???TIDAK. Karena, ingatlah bahwa setiap manusia pasti bisa berubah. Hanya saja persoalannya, pada 'kemana ia akan berubah? lebih baik atau lebih buruk?'
Karena cinta bisa merubah apapun... Percayalah... Dan dengan atas nama cinta, pasti, orang yang mencintai akan berusaha memenuhi keinginan Yang Dicintai, dengan tidak meninggalkan dan tetap menjadi dirinya yang sebenarnya, tapi dirinya yang terbaik, yang ingin dipersembahkan kepada Yang Dicintai.

Ketika cinta itu datang secara bersamaan, artinya, ketika banyak cinta yang datang dan menawarkannya padamu.. maka akan tiba saatnya dimana kamu memang harus berhenti mencintai salah satu darinya, dengan tidak meninggalkan dan menyakiti hatinya (entah bagaimana caranya, aku pun tak tahu...)
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, atau karena ia tidak mempedulikan kita. Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu, akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya. Tetapi apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, Jangan dengan mudah kita melepaskannya. Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream!
'Cintailah seseorang sewajarnya, jangan terobsesi untuk bisa meraihnya...' Karena sesuatu, yang berlebihan,...apapun... hasilnya tidak akan baik. ^-^
Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan, daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”. Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai, daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu..
Akan tetapi, jangan abaikan orang yang juga menunggummu. Karena, mungkin dialah sesungguhnya orang yang tepat bagimu...

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya. Sempatkanlah, untuk berdoa untuk segala kebaikannya, dan untuk siapapun..
Cinta itu ada di hati manusia. Maka, dengarkanlah suara hatimu. disaat begitu banyak jalan (cinta) terbentang dihadapanmu, dan kamu tak tau jalan mana yang harus kamu ambil, janganlah memilihnya dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah beberapa saat. Tariklah nafas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kamu bernafas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apapun mengalihkan perhatiamu, tunggulah, tunggulah, dan tunggulah lebih lama lagi sampai kamu benar-benar mendapatkan yang paling tepat. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah suara hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara "INSYAALLAH, INILAH YANG PALING TEPAT...", beranjaklah dan pergilah kemana hati membawamu.

Untuk persoalan yang kedua: TUGAS, hahagz......hagzz.. (tidak perlu dibicarakan dalam laman ini) aku pun masih belum bisa menerapkan "SKALA PRIORITAS" secara tepat dalam kehidupan ku yang 'berantakan' ini. Tapi, aku mempunyai niat, dan tekad,,.. akan segera ku perbaiki.. Insyaallah.... (Yaa Rabbi, help me please.... ^-^)

Untuk persoalan yang ketiga: It's complicated... Aku akan berusaha menjawabnya sebijaksana mungkin....Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”
Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu.. Percayalah,.. bahwa hati ini tak akan pernah meninggalkannya..dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan tetesan air mata dan penuh pengharapan... berharap ia mendapatkan yang terbaik.,

Kami, sudah menemukan cinta dan tak akan kehilangannya lagi.. Kami sudah menemukan seorang sahabat terbaik yang pernah Tuhan kirimkan untuk kami. Kami tak akan pergi ke manapun selama kamu yakin, kami selalu ada di hatimu... Hingga akhirnya, KAMI akan kuubah menjadi KITA...
Karena hidup ini terlalu indah, untuk dinikmati sendiri..
Karena hidup bercerita TENTANG KITA...
Satu lagi, ingatlah bahwa di suatu tempat, ada seseorang yang ingin terus melihat senyum kita, ia adalah SAHABAT...
Dados (So, Jadi), tetap SEMANGAT dan TERSENYUMLAH sahabatku....!!!
SEMANGAT!!! ^_^ Karena senyum akan merubah dunia menjadi lebih berwarna..
Bergerak Tuntaskan Perubahan!!!


Dari Buku pemberian seorang Sahabat

(Catatan 14 November 2009)

Aku adalah remaja yang tidak merasakan apa yang dinamakan cinta. Aku juga tidak pernah menyaksikan keindahan cinta dalam hidupku. Inilah masalahku. Ia selalu membayang-bayangiku sampai saatnya aku harus duduk di bangku kuliah, tanpa pengalaman cinta yang bisa kubagi.

Adapun remaja yang umurnya sebaya denganku, mereka selalu menceritakan kepadaku tentang petualangan cinta mereka dengan kekasihnya. Mereka mengilustrasikan tentang keindahannya, siksaannya dan bagaimana cinta itu bisa membuatnya tidak bisa tertidur dan selalu merindukan kehadiran sang kekasih. Dengan sabar aku tetap mendengarkan kisah mereka, sementara tanganku berpaku dagu sembari air mata menetes dari kedua mataku. Sungguh malang nasibku. Dan pada akhirnya mereka bertanya kepadaku tentang kisah cinta yang pernah aku alami. Tidak ada yang bisa aku ucapkan sepatah katapun. Aku tidak punya kekasih. Perasaanku selama ini pada lawan jenis, hanya bisa ku pendam. Tak berani ku mengakuinya pada siapapun. Yang ada hanya rasa kagum, yang bisa kulakukan hanya melihatnya dari jauh. Pernah suatu saat kutanyakan kepada seorang teman apa sebenarnya arti cinta itu? Ia menjawab, "Cinta adalah terpautnya dua hati yang tulus. Cinta adalah ungkapan perasaan yang sangat indah." Semalaman aku tidak bisa tidur, memikirkan apa yang diucapkan olehnya. Kemudian aku bertanya pada diriku sendiri, "Apakah aku ini tidak punya hati? Apakah aku ini tidak punya perasaan?Apa perasaan dalam jiwaku telah hilang tercabut tanpa tersisa akar sedikitpun?" Teman-teman menganggapku sebagai cewek yang super polos. Dan menurut mereka, aku tidak akan sukses dalam menjalani hidup ini.

Itu yang ku baca dari sebuah buku pemberian seorang sahabat (^_^) . Cerita itu kutemukan dalam bukunya yang berjudul AJARI AKU CINTA, lalu kukembangkan sedikit.
Sebuah contoh kecil, seseorang yang putus asa dengan perjalanan hidupnya, yang menurutnya tanpa cinta. Rasa cemas yang berlebihan yang tumbuh dalam hati dan pikirannya, membuatnya mengubur dan meniadakan cinta yang sesungguhnya begitu luas, melebihi samudra, yang datang dari Sang Maha Pemberi Cinta.

Kalau boleh aku mengubah cerita itu, maka sekarang akan kuubah.

Aku adalah remaja yang merasakan apa yang dinamakan cinta. Aku selalu menyaksikan keindahan cinta dalam hidupku. Inilah anugrah yang pasti dialami oleh setiap insanNya. Tanpa sadar atau mereka sadari, bahwa cinta yang mereka dapatkan melebihi cinta yang mereka harapkan. Cinta yang begitu agung, yang senantiasa Ia curahkan untuk seluruh umatNya. Akan tetapi, terkadang kita tidak bersyukur atas cinta yang datang dariNya saja.
Itulah sesungguhnya cinta sejati, dimana cinta yang kita tanam dengan tulus padaNya, pasti akan terbalas oleh cinta dariNya. Tak akan bertepuk sebelah tangan. Sesungguhnya cinta kepadaNya adalah nikmat yang tiada bandingnya. Sebuah cinta dimana kita merasakan ketentraman dan kedamaian luar biasa. Sebab, Pihak yang dicintai tidak pernah meninggalkan yang mencintai. Bahkan, Dia selalu bersedia memaafkan kita jika kita berbuat salah, dan jika kita benar-benar menyesalinya. Dia tetap bersabar, ketika kita berpaling dariNya. Dia mengingatkan kita, ketika kita lalai terhadapNya. Dia tidak pernah bosan bersama kita, hingga kita sendiri merasa bosan. Tidakkah kita melihat, adakah disana cinta yang lebih agung dari cintaNya?

Adapun remaja yang umurnya sebaya denganku, mereka selalu menceritakan kepadaku tentang petualangan cinta mereka dengan kekasihnya. Dengan sabar aku akan tetap mendengarkan kisah-kisah mereka, sementara aku akan terus menjadi manusia yang belajar dari kehidupan ini. Tidak melulu hanya dari perjalanan hidupku saja, tetapi juga dari perjalanan hidup mereka. Dan kini aku berjanji tidak akan bertanya dimana cinta itu berada, karena aku yakin 100% cinta itu sudah ada disetiap hati manusia.

Cara mencintai yang paling bijaksana, cintailah 'seseorang' hanya karena ALLAH.

Ada yang mau berbagi cerita cintanya kepadaku? ^-^

Oiya, sedikit buat kata-kata bijak: Cinta hakiki takkan dapat dimengerti kecuali dengan sebuah pengorbanan. No sacrifice, no victory.
(hehe... yang terakhir ntu kata-katanya Kapten Witwicky, di filmnya Transformers)


Semangat Kawaaaaaannnnnnn

LIMAS - OSPEK FBS 2010

Sebuah Permintaan Maaf dan Terimakasih dari saya (9 Agustus 2010)

-->
Warna warni yang menyertai OSPEK selama aku menjadi seorang pemandu. Dari yang jarang memenuhi panggilan untuk datang rapat, hingga aku benar-benar terlalu rajin berangkat rapat sampai-sampai aku datang sangat awal sebagai salah satu bentuk permohananmaafku atas kesalahanku yang tak pernah datang dalam rapat besar maupun rapat pemandu. Tapi, pada akhirnya aku dapat memenuhi semua tanggungjawabku(insyaallah). Dari Briefing jam 5 pagi, ospek dan evaluasi hingga jam setengah sembilan malam,tak terasa sudah berlalu begitu cepat… (pengen diulangi…)

Ku mulai dari awal aku bergabung dalam kepanitian OSPEK FBS 2010. Sebenarnya ini kedua kalinya aku ikut dalam kepanitian OSPEK fakultas. 3 bulan sebelum OSPEK, masih teringat jelas oleh ku bagaimana aku di interview oleh Aji, sebagai SC pemandu (saat itu, hingga ia merangkap sebagai koor pemandu pada saat hari H-nya).. Aku masih sangat ingat pertanyaan apa yang dilontarkan padaku dan bagaimana aku mensimulasikan seorang pemandu jika aku menghadapi berbagai karakter individu yang berbeda-beda. Hingga pada akhirnya aku mendapatkan SMS undangan untuk datang dalam temu perdana. Aku datang, dan wajar, biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial, hanya ada perkenalan dan game-game. Aneh, lama-kelamaan aku merasa bosan dengan rutinitas 'ropat-rapat'. inilah yang membuatku 'ujug-ujug' mengurungkan niatku datang pada rapat-rapat selanjutnya.(Maaf..... ^_^) Ya, kadang-kadanglah aku menyempatkan untuk datang. Ketika pembagian gugus dan 'partner kerja' dalam satu gugus, aku dipasangkan dengan Yufrizal Hadi dan Ami Nurhayati. Untuk saat itu, aku belum sempat melihat batang hidung mereka berdua bahkan aku pun belum pernah melihat wajah mereka. Kemudian ketika beberapa kali temu internal antar pemandu, aku bertemu dengan Ami, tapi tidak untuk Yufrizal Hadi. Aku baru tahu, panggilan Jupe untuk Yufrizal Hadi, ya dari Ami. Hingga saat simulasi akbar OSPEK, Jupe pun tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.. (hahhhhh... maaf saya sempat menyangsikan integritas kerjamu, Bung... Pizzzz ^.^v) sampai-sampai, aku pernah secara tegas menanyakan kesanggupan Jupe dalam kegiatan OSPEK melalui SMS. Ia pun menyatakan (masih) sanggup. Perlu diketahui Jupe, ketika kamu tak SMS 'gek ndang cepet rene!' di Tejo saat itu, Aji sempat akan mencoret namamu sebagai seorang pemandu. Untuk itu, Jupe tak SMS, tak minta untuk cepat datang ke Tejo setelah mengantarkan temannya ke stasiun supaya Aji tau kesungguhanmu... (Ngono critane... makanya jangan suka nyalahke orang lain... Mari koreksi diri kita sendiri.. Huuu dasar!)..
Jupe, maaf pernah tak bentak gara-gara kamu suka nyalahke orang lain, gara-gara seenaknya kasih komando ke temen-temen maba tanpa liat juknis acaranya dulu... (makanya kalo evaluasi, jo nggitar mlulu...).. Maafkan kesalahan saya, selama saya berpartner dengan Anda, saya pernah menyakiti Anda,,,hehehe... Maafkan saya, karena transfer ilmu yang saya janjikan belum kamu tagih... Trimakasih, sudah menjadi pemandu yang luar biasa, akhirnya Jupe hadir mendampingi LIMAS dalam OSPEK, tidak sia-sia saya dan Ami mempertahankan Jupe ketika Aji sempat akan memisahkan kita.. (hahaha.. Lebay,,,padahal aku ra ngerti Jupe kaya apa,).. Trimkasih Jupe, karena Anda membuat LIMAS menjadi heboh..hahah...trimakasih,Jupe telah menjadi warna yang berbeda dari 3 pemandu ini.. Tapi, itulah kita,,,kita saling melengkapi. 1. Ing ngarsa sung tuladha, 2. Ing Madya mangun karsa,3. Tut wuri handayani.
LIMAS tanpa Jupe, nggak rame...mungkin kalimat itulah yang tepat menggambarkan Jupe (halaaahhh.. Lebay..)

Ami, maafkan aku yang sering meninggalkan teman-teman LIMAS untuk kuliah, rapat, maupun ketika aku bekerja di bagian utara GOR untuk 'memprovokasi' teman-teman agar teriak-teriak. Trimakasih karena sudah bersedia berpartner denganku, terimakasih karena Ami slalu 'ada' saat aku tidak ada. ^^

Untuk Icak, maafkan aku yang tidak datang ketika aku mendapat tugas piket jaga stan pendaftaran ospek, pada hari minggu.. dan piket jaga stan, tak ganti sesuka hatiku, ketika aku sempat datang ke PKM, maka saat itulah aku baru sempat jaga stan.. Untuk itu, Maafkan aku juga, yang terlalu sering menjawab 'lha wong saya ga dapet sms og.' ketika Icak menanyakan kehadiranku dalam rapat besar... (Maaf, itu murni kesalahan saya, hehehe).. ^^

Untuk Dinka, maafkan aku yang sering 'muring-muring' ketika mendapatkan SMS yang nomernya gak dikenal... (hanya kita yang tau...).. Terimakasih, sudah bersedia dengan senang hati menemaniku tidur, makan, dan bercerita.. Trimakasih, karena ga ada lelahnya Dinka selalu ngingetin aku untuk semangat datang dalam rapat apapun.

OSPEK mengenalkan saya dengan pribadi-pribadi yang sungguh luar biasa. OSPEK membuat saya mengidolakan satu sosok..(hehhee...)..

Untuk temen2 Limas, Ari minta maaf... Nek selama ini ari pernah marah, pernah nyakiti perasaan temen2. Aku ini bukan orang baik, sosokku ini bukanlah tanpa cela...Kadang aku bisa jujur, kadang pula aku menyimpan kebohongan.. Tapi percayalah, bahwa kali ini aku sungguh-sungguh ingin minta maaf dan mengucapkan terimakasih pada siapa saja.
Thanks for being a part of my life...
Jika kita bertemu di tengah jalan nanti, sapalah aku.. Aku pasti ingat, bahwa teman-teman bagian dari hidupku... Tapi, mungkin aku lupa nama teman-teman..hehehe... Karena bagiku menghafal nama dan rupa sebanyak 58 anak dalam 4 hari itu tidak mudah. Maaf ya......
I luph yu pul, kawannn.........................

turnuwun: Agam, agung (Maafkan saya yang gak pernah sms buat penugasan.. Sepertinya saya berbuat tidak adil pada anak yang satu ini...Maaf), dzaky, aminudin, anissa KD, Anita, Arif, Arin, Chacha, Arya, Devi, Bruri (Wah,, Anda mengingatkan saya pada bapak saya jaman muda dulu, hahahahah...pizz), Budi (naK, pertanyaanmu ki aneh-aneh... Tapi, karena itu saya jadi ingat namamu), Cahyo (yang katanya mirip Afgan...Terimakasih cinta...), Harum (Manis sekali anak ini,.. Lanjutkan!), Hanum (Ada Harum pasti ada Hanum,ckckckck....hehehe), Chyta (Selamat ulangtahun chyta, maaf ga bisa kasih apa-apa...), Widi, Ana, Dwi L, Estri, Fatima, Fauziyah, Fitri, Gentur, Gregorius (Jangan tertawakan saya, karena kegaptekan saya memegang kamera, hehehehe... Tapi saya pengen belajar... Makanya ajari ya??hehehe), Hamdan (Huwaaaa... kembalikan foto masa kecil saya! Limited edition nui...), Imam (rambut gondrongmu mengingatkan saya pada kakak saya, suk nek wis mlebu kuliah, utamane kuliah e bu Hesti, di rapike ya???), Indra (Mari, kita sama-sama belajar...Okokok??), Rian (Sugeng ambal warsa, nggih... Ngapunten boten saged maringi napa2,, Saya suka semangatmu, kawan...), Isna, Jatu, Umay, Maya, Mega, Mita (^_^), Udin, Jannah (Maafkan saya, belum bisa nyari jas almamatermu yang asli...), Olga, Tian (Mana kameramu,,, besok-besok aku dipinjemi ya? hehehehe...), Prima, Purbo, Rahmat, Valens (ke-tomboy-anmu mengingatkan saya pada sahabat smp saya dulu, yang gemar main basket), Risna, Ema, Rizal, Sabila (bu bendahara, yang punya semangat luar biasa..), Dhani (Maafkan saya, mungkin dhani bosan ketika saya selalu bertanya 'sehat? Nek ada apa-apa bilang ya!' Karena hanya itu yang bisa saya lakukan...), Saras (Wehehehehe.... yang katanya kembarannya Jupe...), Sigit, Iza, Swastika, Itha, Titi, Welly (maafkan saya ya, waktu welly diam aja njuk tiba-tiba nangis, saya benar-benar bingung.. saya ga ngerti harus gimana, welly tak peluk aja, padahal bau badanku sore itu ga enak banget,heheheheeee... Maaf), Yulian, Zeni (Cantik dengan jilbabnya... Hampir saja saya tidak mengenali Zeni ketika OSPEK)