Sepenggal Adegan


...................................................................................
Lee Kyu Won: Aku ingin duduk di pantai pada malam hari.Melihat langit berbintang, jika ada bintang jatuh, aku akan membuat keinginan.
Lee Shin: Apa keinginanmu?
Lee Kyu Won: Rahasia. Jika ada bintang jatuh yang lain, aku akan membuat keinginan lain.
Lee Shin: Kalau begitu, aku juga ingin membuat keinginan.
Lee Kyu Won: Apa keinginanmu?
Lee Shin:  Rahasia.
Lee Kyu Won: Kau bahkan meniruku.

Lee Shin: Ingin mendengar keinginanku?
---------------------------------------------------------
Aku berharap kau akan menyukaiku lagi.[bukankah aku memberitahumu untuk tidak menangis ketika aku tidak ada--episode ke14]

Sepenggal adegan film drama Korea yang terakhir kali kutonton: Heartstring. Entah kenapa aku paling suka episode kesepuluh.

Habis nonton pilem korea, pasti ujung-ujungnya jadi galau... halaaahhh...
coba deh tonton filemnya dan dengarkan lagunya... menyentuh sekali...
berulang kali menangis, meski sudah kuputar untuk yang kesekian kalinya. Entah apa yang membuatku tidak bosan, bukan karena Park Shin Hye nya atau Yong Hwa nya... karena cerita yang mereka bawakan. Sederhana saja...
Cinta dalam hati...
Cinta yang tak tersampaikan. Cinta yang tak pernah dikatakan...
lalu ketika aku menyerah untuk tidak akan pernah menyukainya lagi, karena satu alasan yaitu tau bahwa cinta yang kubawa tak kan pernah terbalas, justru ia meminta untuk tidak berhenti menyukainya...
"mau mempermaikan perasaanku? aku tau kamu begitu populer, lalu kamu bisa menyuruh perempuan dengan wajah pas-pasan ini seenaknya saja, untuk terus menyukaimu?"

Apabila cinta tak berhasil membebaskan dirimu...
Biarlah hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi ketika cinta itu mati…

Kau tidak perlu mati bersamanya 
Cinta akan menemukan jalannya sendiri 
Dimana semua akan lebur menjadi satu
Terimalah cinta apa adanya 
Bukan sebagai apa yang kau inginkan 
Resapilah makna cinta, dalam Getaran Jiwa 
di dada Karena cinta adalah Anugerah
Bukan paksaan

Akan sangat menyakitkan ketika kita hanya menyimpan semua hal tentang seseorang yang tidak pernah mencintai kita di hati kita...

[untukmu, semoga kamu menyukaiku]

Khadijah atau Aisyah

[for all the gender]

Aku baru ingat bahwa aku masih punya utang nulis opiniku yang sudah lama bercokol di kepala ku ini.. Dulu, ketika aku membaca status seorang ikhwan eh bukan ding, dia seorang teman laki-laki, atau note-note kegalauannya, kadang aku bisa cekikian sendiri. Cekikian sambil mikir juga. Ikhwan tetaplah laki-laki biasa... berdasarkan penelitian ilegalku.... apa ya? Aku sulit menjabarkannya.. [kode etik-tanyakan langsung saja pada saya]
Ketika datang kepadanya kegalauan mendadak yaitu sedang mengharapkan sosok calon istri yang sempurna bak istri Rasulullah, ketika itu pula antara sadar atau tidak dia telah menyakiti beribu-ribu perasaan perempuan biasa saja...hhhaaa... sarappp..
Bagaimana dengan Khadijah r.a dan Aisyah r.a? siapa pula yang tidak menginginkan calon istri seperti mereka? Perempuan pun menjadikan mereka teladan bagi perbaikan dirinya... pilih mana Khadijah atau Aisyah? Keduanya? Dua namun dalam satu jiwa? Saling melengkapi, begitu? Susah.... [secara tidak langsungà jangan rakus dong!] ^^v becanda...
Let’s see.. Khadijah itu lembut, penyabar, penyayang, penuh pengertian, keibuan, terpercaya mengurus rumah ketika ditinggal suami pergi & mendukung penuh perjuangan suaminya. Tapi tidak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua [15 taun kan?] dan seorang janda.  Lalu, Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut, elegan, anggun. Tapi tidak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya yang sampai membanting piring di depan para tamu.
Mari bersyukur itu saja... bersyukur atas apa yang Allah berikan padamu, sambil memperbaiki diri dengan meneladani sikap-sikap terpuji dari orang lain.
..perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (pula).. [QS An Nur:26] Jadi mari ‘membaikkan’ [baca: memperbaiki diri] diri kita terlebih dahulu, jika kita menginginkan sesuatu yang baik datang pada kita. Kalau kata om Mario Teguh: belahan jiwamu itu sebaik pribadimu.


Kau tau kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang lebih penting dibandingkan perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibandingkan lelaki buta. -Tere Liye dalam Pukat~ dan kenapa perempuan berlomba-lomba mendapat predikat kecantikan,apakah mereka sengaja mengejar laki-laki bodoh?

[dari perempuan biasa]
-sedang bercermin-ngaca.ngaca.ngaca


Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)

Cerita (tentang) mu

Tahukah kamu mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang. Ia begitu Besar, Mahabesar.

Aku melihat lagi langit di atas laut tepi pulau Jawa itu. tak pernah sekalipun aku pergi ke tempat yang sama, selain denganmu. kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi-mimpi kita. Apa kabar hidupmu?

masing-masing dari kita sudah mulai sibuk dengan aktivitasnya sendiri. semoga segera kuselesaikan skripsi ini. dan segera Tuhan mempertemukan kita.

kita memang berbeda. aku tahu. sama tahunya seperti dirimu. warna yang mengalir di nadimu tak sewarna dengan yang mengalir di nadiku. namun,bukankah kita tak pernah bisa memilih dengan warna apa kita lahir? kita lahir, lalu menemukan tawa bersama. menyatukan cerita bersama. menjumputi mimpi bersama. merangkai kisah bersama.

lalu, mengapa kini kamu lari menjauh?

lalu, apa kabarmu? masih mengangakah lukamu yang dulu? atau, kini sudah terpilihkan bagimu akhir yang bahagia? maafkan aku. maafkan karena tak bisa selalu menjadi laut yang tetap menyimpan rahasiamu.



-untukmu, yang [mungkin] merindukanku-
-untukmu, yang aku tak tahu namamu-
-untukmu, yang aku tak tahu keberadaanmu-
-untukmu, yang masih dirahasiakanNya-
[semoga Tuhan segera mempertemukan kita]


intermezo#bukankah imajinasi penulis itu tiada batas?
Lalu?

Guru is my other soulmate

... pagiku cerahku, matahari bersinar, kugendong tas merahku di pundak
slamat pagi semua, kunantikan dirimu, di depan kelasmu menantikan kami...

guruku tersayang, guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal,
guruku terimakasihku

nyatanya diriku, kadang buatmu marah,
namun segala maaf kau berikan...
[Lagu-Terimakasih guruku]


kata lagu yang pernah kudengar, masa yang paling indah masanya putih abu-abu.. tapi, bagiku justru saat aku dulu mengenakan rok merah berlipat-lipat. Awal saat aku 'dilepas' oleh orang tuaku untuk bisa menghadapi kehidupan sosialku yang baru, sendirian...
[15 tahun yang lalu] Aku masih ingat betul, untuk pertama kalinya, aku ditanyai oleh guru Bahasa Indonesiaku, bu Ning namanya tentang cita-cita murid-murid di dalam kelas saat itu. Aku juga masih ingat betul, apa yang kujawab untuk pertanyaan itu. "Ibu Rumah Tangga". Aku juga masih ingat betul ekspresi guruku dan teman-teman sekelasku ketika aku berkata "Ibu Rumah tangga".. Aku yang polos atau memang aku berniat memiliki cita-cita itu.. rasanya tidak keduanya... saat umur segitu, aku masih labil untuk menentukan cita-cita sungguhan. Namun seiring berjalannya waktu, aku semakin mengerti, aku semakin paham... Tidak ada yang salah denganku saat itu, tidak ada yang salah dengan profesi itu, tidak ada yang salah. Bisa saja aku menangis saat semua teman-teman menertawaiku. Hanya saja semua perlu pemahaman, 'gantungkan cita-citamu setinggi langit' pepatah yang terlalu sering aku dengar ketika aku berseragam putih merah dulu.. pemahaman yang tepat untuk pepatah itu. Kata-kata bu Ning yang sebetulnya sederhana, kali ini tak bisa ku jabarkan sesederhana saat beliau mengatakanya. Hanya saja baru kali ini, kalimatnya bisa kumaknai dengan pasti bahwa sukses itu sering bukan karena berhasil meraih sesuatu, melainkan berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan.

Rasanya cerita tentang guru nggak akan ada habisnya. selalu saja ada yang seru, haru, sebel, senang, dan campuran rasa lainnya. Guru is my other soulmate, seangker apapun dia. karenanya, aku nggak mungkin mengenang mereka sebagai tokoh antagonis dalam hidup karena mereka terlalu terhormat untuk disebut demikian. mereka adalah anak-anak tangga bagi diriku yang sekarang =,= dan saat reuni-yang entah kapan itu- aku akan selalu mengikutkan nama mereka dalam ceritaku dengan teman-teman. percayalah, aku pasti menyunggingkan senyum di sela-sela ceritaku itu. See? sekarang pun aku tersenyum (lagi) :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

cerita tentang guru lagi.
Senin, 20 Februari 2012
seharusnya aku mengajar sore ini. tapi, satu jam sebelum aku berangkat ada pesan singkat yang masuk ke hapeku. Dari "mamanya Rangga", tertulis di hapeku seperti itu. Rangga adalah salah satu murid yang saban hari Senin dan Jumat kutemui. Ia anak baik, di mataku ia sangat religius untuk anak seumurannya.
Sore itu ibunya, meminta kepadaku untuk tidak perlu mengajar karena Rangga sakit.
"yesss.." nggak jadi berangkat.
Gila, baru kali ini ada ya guru yang seneng gara-gara muridnya sakit... yang ada harusnya, murid seneng gara-gara gurunya sakit terus nggak ngajar... ini kebalikannya. saraaappp!

naluriku nggak akan setega itu, untuk tetap membiarkan sms ibu Rangga [kusebut ibu Rangga aja ya] tidak terbalas. Lalu pesan singkat itu kubalas. Lalu ada balasan lagi. Hapeku berdering untuk kedua kalinya. Kubuka, kubaca larik demi  larik yang tertulis di layar itu. mungkin hampir tiga layar. memang panjang. Ibu bercerita banyak padaku, tentang Rangga tentunya.
setelah kubaca, ada rasa haru, rasa tersanjung, rasa iba, bercampur menjadi satu... Entah satu kesatuan rasa macam apa itu. bingung, aku harus membalas apa. Bingung karena yang hendak huhadapi adalah orang tua/ wali dari muridku. Akhirnya, aku menulis apa adanya yang terlintas dibenakku.
Beberapa menit kemudian, hapeku berdering lagi. Balasan dari Ibu Rangga rupanya.
Aku menangis membaca balasannya. Haru. Ibu itu terlalu baik. Sangat merasa terhormat, ketika ibu mempercayaiku untuk mendengarkan kegundahan hatinya, berpesan banyak hal kepadaku, dan aku menyanggupinya {insya Allah}, lalu ia mendoakanku. Meski tak pernah sekalipun aku bertatap muka dengannya, aku bisa merasakan bahwa ibu adalah orang baik...

Semua yang sulit, sesungguhnya adalah pelajaran hidup, Buk :)

Ini bukan tentang melakukan hal besar atau hal yang serupa.
Ini hanya hal kecil.. guru = good listener. kadang, kita harus bisa menjadi pendengar yang baik tanpa mempedulikan jarak usia keduanya.

Bagiku, mengajar bukanlah sebuah pengorbanan. ini pilihan dan ini adalah kehormatan. [ciyeeee :D]. Kehormatan untuk melunasi sebuah janji kemerdekaan = mencerdaskan kehidupan bangsa. jadi, nggak perlu khawatir jika ada ungkapan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena selamanya pahlawan tidak akan butuh pengakuan. Ia memberi tanpa minta diberi. Kelak, jika anak-anak didik dari seorang guru berhasil meraih mimpinya, maka balasan yang setimpal dari Tuhan selalu ada di dalamnya [#menghibur diri]. Pemimpin yang mengabdi.

MENDENGARKAN adalah sikap hati. Seorang pendengar yang baik, bukan mendengarkan karena dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dikatakan. Dia mendengarkan, karena dia berencana untuk berbicara lebih baik setelah mendengar. Itulah sebabnya kita diminta mengerti bahwa berbicara adalah wilayah kepandaian, sedang mendengarkan adalah wilayah kebijakan. Dan jika cara-cara membaca yang baik belum kita dapatkan maka gunakanlah cara termudah untuk belajar yaitu MENDENGARKAN (Mario teguh)... karena letak telinga lebih tinggi daripada letak mulut..

Padamu negeri kami berjanji...
Padamu negeri kami berbakti...
Padamu negeri kami mengabdi...
Bagimu negeri jiwa raga kami...

[Mendidik adalah tugas konstitusional negara, tetapi sesungguhnya mendidik adalah tugas moral tiap orang terdidik-Anies Baswedan]

[2] bermimpi...

Ada getaran yang membara di dalam dada ini ketika kubaca lembar terakhir buku itu [*2]. pipiku basah oleh air mata yang sudah mengering setiap kali aku membaca ending dari setiap cerita dan mimpinya. Ada semangat yang luar biasa yang tak bisa digambarkan namun bisa dirasakan. Ia, perempuan Indonesia dengan segala keterbatasannya itu memutuskan untuk melawan, memutuskan untuk terus berjuang demi impiannya, memutuskan untuk terus mencintai hidup yang tidak pernah sempurna. Buku kedua-mu setelah 5 cm, wahai Donny Dhirgantoro masih sangat bisa membuatku merasakan semangat yang begitu membara ketika engkau menjabarkan bagaimana mimpi itu harus diperlakukan.
Katamu, yang engkau gambarkan melalui seseorang dengan sosok yang penuh ketegasan namun mempunyai banyak cerita dibalik ketegasannya, yaitu "jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah.."

Manusia sudah seharusnya percaya pada sebuah impian yang ia bangun, karena impian itu akan membawa kamu ke tempat-tempat yang luar biasa suatu saat nanti. Tidak peduli mimpi itu datangnya dari seorang laki-laki yang penuh dengan ketegaran atau malah datang dari seorang perempuan yang hidupnya penuh dengan keterbatasan. "Aku berani mencintai, dan aku mencintai dengan berani,... aku adalah seorang wanita, aku kuat dan berani.."

Mungkin kesedihan datang bersama cinta, berjalan beriringan sebagai katalis yang menguatkan. Atau mungkin kesedihan dan kebahagiaan hanya kilas tipis yang harus ada dalam cinta saling menguatkan di antara rekah keduanya. Atau mungkin cinta yang benar, cinta yang selalu datang di antara kebahagiaan dan kesedihan, dan ketika kamu mencintai kamu menjadi kuat. Di antara kesedihanmu ia datang dan menguatkan, di antara kebahagiaanmu ia memberikan.

"untuk setiap orang yang membaca tulisan ini, hari ini saya bilang... jika kamu punya impian, impian besar dan begitu bermakna, kekuatan imajinasi manusia yang luar biasa, tetapi kamu tidak sedikitpun bekerja keras, tidak sedikitpun meneteskan keringat untuk memperjuangkan impian kamu.. buat saya kamu hanyalah pembual nomor satu bagi diri kamu sendiri..."
"juga untuk setiap orang yang membaca tulisan ini, saya bilang jangan coba-coba bekerja keras tetapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah,.. tetapi tanpa makna, melangkah tetapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan, bekerja keras tanpa impian, bagi saya kamu..hanyalah pembual nomor satu di dunia."

"kamu tau mengapa sesuatu yang luar biasa disebut mimpi, dan ketika sesuatu yang luar biasa itu terwujud akan membuatmu senang?"
"karena mimpi berada di alam bawah sadar manusia, selalu di sana, tidak akan ada mimpi yang berada di alam sadar, tidak ada di dunia nyata, kalaupun ada impian itu sudah menjadi kenyataan, sebelum menjadi kenyataan ia berada di alam bawah sadar. Ada, terus ada setiap hari bagi yang mengejarnya, tetapi tidak terlihat dalam bentuk fisik, tidak terlihat di dunia nyata. Tidak ada  mimpi di alam sadar, impian selalu berada di alam bawah sadar kamu, dan setiap kamu mulai bergerak bersama alam bawah sadar kamu untuk impian kamu, ketika kamu mulai bernafas bersama impian kamu, melangkah bersama impian kamu, melihat bersama impian kamu...kamu mulai menempatkan impian kamu di tempat yang seharusnya.."

"dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup... dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan... tetapi diperjuangkan.."

Setiap dari kamu adalah manusia, dan layaknya manusia, hidup tidak ada yang sempurna, tetapi di setiap doamu, kamu tahu, Sang Pencipta sedikitpun tidak pernah meremehkan kekuatanmu. Setiap dari kamu sudah berjalan cukup jauh dalam hidup, tetapi setiap dari kamu masih ada perjalanan yang harus kamu tempuh. Langkah kaki kita sudah berjalan cukup jauh untuk sampai di sini, tetapi kita sudah selayaknya percaya kalau masih ada langkah untuk berjalan lebih jauh lagi. Karena hidup tidak pernah (bilang) hanya sampai di sini.
Karena untuk hidup dan melangkah adalah sebuah anugerah, tetapi untuk terus hidup dan terus melangkah lagi, bekerja keras untuk setiap impian adalah luar biasa. Karena hidup tidak pernah sampai di sini.
Karena semenjak ada di muka bumi ini, dalam hidup manusia telah saling membuktikan kepada manusia lain bahwa mimpi layak diperjuangkan untuk menjadi kenyataan, bahwa keajaiban itu ada. Bahwa dengan impian dan kerja keras manusia bisa.... membuktikan dengan melakukan sesuatu yang kadang ia sendiri tidak menyangka ia bisa melakukannya, melakukan hal-hal yang jauh diluar kemampuannya, melakukan sebuah keajaiban.

Kita mungkin pernah berada di tempat...di mana kita pernah berada di tempat terendah dalam hidup kita. titik nadir.. Kita kehilangan semua impian dan harapan kita, lebih rendah lagi, kita tidak percaya lagi kepada mimpi-mimpi kita...namun, untukku..setelah itu aku tidak akan membuang waktuku untuk membiarkannya terpuruk. Aku memilih untuk bangkit, ya... kita memilih untuk bangkit, memilih untuk tetap bermimpi, dan bekerja keras memperjuangkannya, memilih untuk menjadi baik, kita memilih untuk menjadi besar dan berani.
Karena bagiku itu adalah wujud dari rasa cinta.. sebab tidak ada cinta yang lebih besar di dunia ini selain mencintai sesuatu di saat-saat susah, di saat kelam datang menimpa.
Bagiku, begitu pula seharusnya bagaimana kamu memperlakukan mimpimu..

Seperti hidup yang tidak sempurna, kamu mencintai mimpimu dengan tidak berputus asa. Tidak ada kerja keras tanpa impian, dan tidak ada impian tanpa kerja keras. dengan kerja keras, tinggalkan bukti di dunia nyata bahwa impianmu, ADA. Bersama alam bawah sadarmu kamu bermimpi, bersama alam sadarmu kamu berjuang. Karena manusia bisa. ia ada untuk bisa.

Aku pengen pulang, Be

Tak ganti aja deh judulnya 'The Sunday Monday Stories'


Minggu 290112, 14.19
sepulang dari mencari 'sebongkah batu bata'[hahaha], aku pulang ke kos. dalam perjalanan pulang, pikiranku melayang-layang memburu waktu. rasanya telah lama kutinggalkan kampung halamanku. aku merindukan bau masakan babe dan emakku, aku merindukan bercanda sebelum tidur dengan emakku, aku merindukan menggoda emakku, aku merindukan rebutan channel tivi dengan babeku, aku merindukan diledek babeku, aku merindukan memijat kaki babeku yang penuh dengan bulu [hhhiii] dan aku merindukan Aji Adhitya Bujangga, masku.. [gimana ya dia sekarang?]...hiissshh... lama sekali dia tidak pulang ke kampung... dia hanya berkata "kalau dia baik-baik saja" itu saja... setelah itu, dia tidak bercerita tentang hal lainnya melalui pesan singkat yang kedatangannya tidak pasti. aku ingiiiiiin pulang, mak....

sesampainya di kos, buru-buru ku kemasi barang-barang yang hendak ku bawa pulang ke rumah. Aku cuma punya 1 malam, yang harus kugunakan untuk pulang... sebenarnya, tidak cukup!

16.21 aku sampai di depan rumahku. terkunci, lebih tepatnya di gembok... panik, iya... kedatanganku selalu tidak tepat waktu.. berniat memberikan kejutan karena kedatanganku, namun selalu berakhir kegagalan, karena justru aku yang terkejut karena rumah dalam keadaan kosong... gagal maning, gagal maning son! Ahh.. tidak masalah, toh akhirnya aku bisa masuk rumah... ciyeeee.... ternyata masku pulang...rasanya sudah lama sekali dia tak tampak tidur pulas di kamar miliknya itu. dia kelihatan lebih baik, lebih ganteng dari sebelumnya... hahahaha... lebih tertata dari sebelumnya... lebih menyenangkan dari sebelumnya... mas bro, akan tetap jadi mas tercintaku... Tidak banyak pertanyaan yang kulontarkan padanya, cukup kedatangannya ke rumah ini saja sudah membuatku senang.. aku bersyukur.. semoga Allah memberimu rezeki yang berlimpah, mas.. :D

Senin 300112, 08.08
aku hendak kembali ke Jogja, untuk memenuhi kewajibanku yang lainnya.. sebelum aku menata kembali barang bawaanku, mas ku menanyakan kapan aku akan kembali ke Jogja. Ternyata dia bermaksud untuk ikut serta, nebeng ceritene... berpamitan pada enyak babeku via telepon, sebelum aku berangkat pergi.
Di tengah perjalanan menuju kota Jogja, saat berhenti di lampu merah, masku tiba-tiba nyletuk..
"kowe ngerti ra dek, polisi sing paling bener tur nggenah?"
"emang ngapa mas?" aku mendekatkan mulutku ke helm-nya.
"mung ana telu.."
"ha???" aku melongo.
"siji. bapak.. (aku tersenyum) sing keloro 'polisi tidur', terus sing terakhir polisi kae." telunjuk masku sambil menuding ke arah seberang jalan. Dia menunjuk pada polisi yang sedang berdiri tegak, dalam posisi istirahat ditempat, lengkap menggunakan atribut kepolisiannya.. pandangannya tajam, gagah. Patung itu, tampak tak ke-GR-an saat kami sebenarnya sedang membicarakannya. Dia tampak tidak kelelahan meskipun terguyur hujan, dan terkena teriknya panas matahari, dia tetap polisi baik... Aku tersenyum, mendengar ucapan masku...

masku, sebenarnya kamu peduli... aku tahu... kamu, penyayang, aku pun tau itu... dan caramu memberontak, kadang tak bisa ku mengerti... we always loving you, my big bro...